Follow Us @curhatdecom

Thursday, June 24, 2021

Mombella Squirrel Teether Pilihan Terbaik untuk Mendampingi Fase Oral Bayi

4:36:00 PM 0 Comments



 "Wuaaaaaaaaa...." refleks gue teriak saat tiba-tiba Hafeez gigit kencang saat proses menyusui DBF (Direct Breast Feeding). Rasanya jangan ditanya ya sodara-sodara. Sebagian besar ibu-ibu menyusui pasti tau 'sakitnya tuh disini'. Ternyata drama bayi 3 bulan itu belum selesai. Masih ada momen "Hoek" saat dia asyik ngemutin jarinya lalu kelelekan alias tersedak karena jarinya terlalu dalam bahkan sampai sekarang sudah memasuki usia hampir 6 bulan.


Karena dulu sempat pusing menghadapi Gaza yang bingung puting karena keasyikan ngenyot jempol sampai gak mau menyusui, menghadapi Hafeez yang ternyata Fase oral nya heboh ini jadi bingung sendiri. 


Curhat sama dokter katanya "jangan dilarang ya bu, diusia anak ibu saat ini, mulut adalah jendela dunianya. Kalau fase oralnya tidak terpenuhi, efeknya bisa sampai dewasa. Misalnya suka menggigit benda-benda tertentu, merokok juga salah satu efek fase oral yang terlewati saat bayi."


Terus gimana dong? Kata dokter solusinya biarkan, atau berikan alternatif lain selain tangannya. Oke kayaknya udah saatnya untuk punya teether nih si adek.


Baca juga : Riview Silicon Breastpump Mooimom


Mulailah gue googling untuk mencari teether yang kira-kira cocok untuk Hafeez. Dan hasilnya... bingung sendiri kwkwkw. Karena banyak banget sih sekarang ini teether yang ditawarkan dipasaran. Dari yang harganya cuma puluhan ribu sampai ratusan ribu.


Kalau hemat ala bapack-bapack pasti akan berkata "udahlah yang murah-murah aja. Toh fungsinya sama, buat digigit-gigit." Kalau berpikir ala emak-emak pasti "iiiih ini lucu... eh itu juga lucu... eh kok lucu semuaaaaa..." kwkwkw.


Tapi udah anak ke-3 nih. Ayo ah berpikir lebih rasional dan penuh pertimbangan kwkwkw. Dan ternyata milih teether tuh bukan sekedar yang cuma pas di kantong atau cuma sekedar lucunya aja. Tapi juga harus yang bisa menunjang tumbuh kembang si kecil.


Dan pilihan terbaik gue jatuh pada Mombella Squirrel Soothing Teether. Teether berbahan dasar 100% Food Grade Soft Silikon dan sudah melewati proses produksi FDA, tidak beracun, tidak berbau dan tidak mudah menjadi tempat bakteri untuk berkembang biak.


Kenapa Mombella Squirrel Soothing Teether?

Ya seperti yang sebelumnya gue ceritakan, kalau sempet mikir udahlah beli yang murah murkice aja. Pergi ke toko perlengkapan bayi yang biasa aja juga banyak kok. Tapi lalu merenung lagi, ini benda yang emang tujuannya buat dianiaya digigit-gigit bayi loh. Masuk mulut loh. Iya sih jendela dunia, tapi juga bukan berarti say wellcome juga buat bakteri, virus, dan bahan-bahan berbahaya yekaaaaan...


Jadi harus selektif, gak boleh asal-asalan. Buat anak boleh coba-coba... coba-coba memberikan yang terbaik pastinya.

MasyaAllah... Kemampuan menggenggamnya semakin baik


Pertama kali melihat si Sandy Tupai, kok ucul banget sih. Jarang ada produk yang menjadikan tupai sebagai model produknya. Biasanya brand akan pilih hewan yang umum seperti kucing, anjing, gajah, dan binatang-binatang yang mudah ditemui.


Tapi dengan begitu jadi bisa memperkaya wawasan anak, ini loh nak ada hewan bernama Tupai. Di sekitar kita pastinya udah jarang banget terlihat, tapi mereka ada loh disekitar kita (mungkin kalau habitatnya belum rusak oleh pembangunan hiks).


Nah selain pemilihan model hewannya yang unik, ternyata Mombella Squirrel Teether ini juga bentuknya unik dan detail. Ada ekor panjangnya yang ternyata mudah digenggam bayi. Jadi bisa untuk stimulasi menggenggam bayi. Hafeez awalnya lepas-lepas saat menggenggam. Tapi karena setiap hari disodorin Si Tupai semakin mahir dia menggenggam.


Sumber : Website Mooimom

Mombella Squirrel Shooting Teether Membuat Nyaman Bayi yang Tumbuh Gigi

Belakangan ini Hafeez baperan banget deh entah kenapa, agak-agak diare juga. Bikin gue gak bisa ngapa-ngapain. Sempat berpikir ini anak gak enak body kali ya karena cuacanya lagi sendu-melow-dramatis sama kayak isi hati gue yang menatap jemuran yang gak kering-kering kwkwkw.


Kurang lebih 10 hari lagi anak ini mulai makan. Apakah karena dia minta itu dipercepat? (emak macam apa gue ini). Dan gue baru dapat ilham, untuk cek gusinya kwkwkw. Baru inget Umaro dan Gazaro giginya sama-sama nongol 2 minggu sebelum hari-H MPASI nya. 


Tadaaaaaa.... ternyata beneran udah ada robekan kecil ternyata di gusi bawah Hafeez. Walau anak ke-3, ternyata tetap excited loh lihat bayi mau nongol giginya.
Sumber: Website Mooimom



Dan ternyata memilih Mombella Sqyurrel Shooting Teether memang pilihan tepat buat  mendampingi Hafeez yang mulai tumbuh gigi. Karena si Tupai ini tuh elastis dan lembut saat di gigit bayi. Sehingga tidak melukai gusi si kecil. Kalau sudah mulai MPASI bayi bisa dikasih makanan dingin kan, lah Hafeez kan belum mulai MPASI nya hehehe.


Salah satu kelebihan yang gue amati selama memberikan si Tupai ini ke Hafeez, dia gak pernah lagi kelelekan alias keselek. Berarti memang seaman itu untuk bayi.


Saking sukanya dia dengan si Tupai, kadang ini jadi senjata gue buat ngajak dia tummy time. FYI Hafeez seringnya marah-marah kalau diajak tummy time kwkwkw. Tapi di kasih si Tupai di hadapannya jadi semangat dia. 


Gue juga kadang suka usil agak dijauhin atau di beloking posisinya biar menstimulasi dia merangkak atau muter. Sekalian melatih juga koordinasi mata Dan tangannya. Dan berhasil! Bayi yang menurut gue terlalu cepat waktu berlalu bertumbuh itu jadi semangat ke kanan ke kiri putar-putar badan hahaha


Oh iya buat kalian yang juga tertarik dengan teether ini, buruan beli gih. Pakai kode voucher BLOGPITA10 biar dapat potongan harga spesial. Kunjungi website Mooimom untuk pembelian produknya. Atau bisa intip intstagram @mooimom.id dan @mombella_id

Monday, June 14, 2021

Cara Membuat Cokelat Praline

12:23:00 PM 0 Comments

sumber gambar : pixabay


Guys siapa yang suka banget makan coklat? Kalau untuk dimakan sendiri sih enaknya tinggal beli jadi yekan? Tapi kalau untuk diberikan ke orang apalagi spesial, gak ada salahnya untuk coba bikin sendiri loh. Jaman sekolah dulu gue suka bantuin kakak yang jual cokelat praline gitu. 

Bahkan pas lebaran, dapat parcel kurma banyak banget, bingung mau diapakan akhirnya celup DCC (dark Chocolate Compond) jadilah kurma cokelat hahaha. Mau bikin tapi gak tahu caranya? Sini-sini gue bisikin. Gampaaaaaang banget loh guys. 

Berikut ini diantaranya ada cara mudah yang dapat dicoba dalam pembuatan cokelat praline , yaitu:

 

Bahan-bahan:

 

  • Dark cokelat batangan.
  • White cokelat batangan.
  • Pewarna makanan, bisa pilih yang warna merah.

 

Cara membuat:

 

  1. Potong kecil-kecil terlebih dahulu kedua jenis cokelat tersebut, pisahkan antara yang dark cokelat dan juga white cokelat. Kamu dapat memasukkannya kedalam mangkuk tahan panas, usahakan yang berbahan dasar logam sehingga nantinya akan mempermudah Anda dalam melelehkannya.
  2. Masak air hingga mendidih, , setelah mendidih dapat segera diangkat, kemudian taruh wadah cokelat tersebut diatasnya, aduk-aduk cokelat yang sudah dipotong tersebut hingga benar-benar leleh. Lakukan satu persatu mulai dari jenis dark cokelat dan juga white cokelat.
  3. Setelah melelehkan white cokelat maka bisa dilanjutkan dengan menambahkan beberapa tetes pewarna makanan untuk mendapatkan warna yang diinginkan, sambil diaduk-aduk.
  4. Setelah itu masukkan dalam cetakan khusus cokelat atau kamu bisa pakai cetakan es batu kalau kepepet hehehe
  5. Tuang cokelat yang ada di cetakan sebelum mengeras. Sehingga cokelat hanya ada di pinggiran cetakan. Setelah itu beri isian sesuai selera, bisa selai, kacang-kacangan, permen dsb. Baru kemudian tuang lagi sisa cokelat untuk menutup isian.
  6. Diamkan sampai mengeras dan keluarkan dari cetakan.

 

Tak hanya yang polosan, melainkan Anda sendiri juga bisa menambahkan beberapa isian yang sesuai dengan selera. Baik itu kacang mede, kismis dan sebagainya. Mudah sekali bukan, rasanya dijamin enak apalagi jika Anda memakai cokelat dengan merk yang bagus. Anda juga dapat menambahkan mentega maupun susu jika ingin rasa yang lebih kaya dengan tekstur tidak mudah leleh untuk cokelat tersebut. Bahan-bahannya bisa dibeli secara online mudah, yaitu cukup lewat TokoWahab saja.

Thursday, June 10, 2021

#MainYuk Bersama Paddle Pop di Petualangan Seaventure

1:55:00 PM 22 Comments


Hallo semua.... gimana memasuki tahun ke-2 pandemi. Masih Strong? Bosan rebahan? Atau bahkan udah mati gaya. Huhuhu... Pandemi ini memang membuat kita semua susah ya. Terutama pastinya bagi orangtua yang anak-anaknya sudah meronta "MAU MAIN DILUAR"

Gue sendiri sudah kehabisan ide mau ngasih mainan apalagi buat Gaza. Selain sekarang udah ada baby yang membuat gue nambah sibuk, ternyata pandemi ini juga membuat gue ikutan stress. Setiap mau keluar takut, suami berangkat kerja takut, Gaza baru keluar teras gue udah teriak "PAKAI MASKER!"

Tapi membiarkan Gaza berada di dalam rumah terus-menerus juga menghadirkan stress baru. Apalagi kalau bukan melihat mainan berserakan dimana-mana. Rasanya pengen buang itu semua mainan. Sebel banget rasanya dan pengen nyeletuk, "Iyaaaa... maen terooooos". Hahaha jadi nostalgia karena kata itu selalu gue denger saat kecil dari emak kwkwkw.

Tapi setelah mengikuti gathering yang diadakan Paddle Pop bekerjasama dengan Kumpulan Emak Blogger via Zoom Meeting gue berasa di tampar dengan pemaparan para narasumber yang gak kaleng-kaleng.



Ada Mba Memoria Dwi Prasita, Head of Marketing Ice Cream Unilever Indonesia. Ada Mba Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S,Psi. psikolog Anak dan Remaja. Juga ada mba Dian Rikasari yang merupakan designer berbakat.

Dunia Anak adalah Dunia Bermain


Sudah main apa anak kita hari ini? Main mobil-mobilan? Main boneka? Main masak-masakan? Main sepeda? Main game online? Atau  mempermainkan perasaan orangtuanya? Hihihi bercanda ya yak terakhir.

Menurut mba Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi. kebutuhan bermain pada anak itu sama seperti kebutuhan makan pada anak. Itu artinya gak makan perut lapar, gak main ruhani anak yang lapar. Aktifitas bermain membuat anak lebih kreatif, karena selain imajinasinya berkembang, dengan mengeksplore sekitarnya saat proses bermain tentu ada banyak input yang memberikan pengalaman baru.

BTW bermain itu gak harus dengan mainan ya. Kegiatan yang bisa membuat anak tertawa bahagia itu juga bermain. Nah jadi kalau lagi buntu ide, coba ajak anak lakukan aktifitas bersama dengan kita. Misal bikin kue, masak, mencuci, membersihkan rumah dsb. Eh sebentar ini ngajak anak main atau eksploitasi anak buat bantu bebenah yak? kwkwkw

Eh tapi bener loh, kalau anaknya enjoy dan bahagia dengan aktifitas tersebut itu bisa dianggap bermain. Misal membersihkan teras sambil main seluncur air, membuat kue anak-anak pasti suka dengan aktifitas menghias kue dsb. Nah dilain waktu, gantian orangtuanya yang nyemplung dengan permainan anak. Dengan demikian akan tercipta bonding antara orangtua dan anak.

Mba Vera juga menjelaskan, jangan khawatir kalau anak di rumah aja, gimana dengan dunia sosialisasinya? Bersosialisasi tuh gak harus jauh-jauh cari orang lain kok. Dengan bersosialisasi bersama keluarga inti juga merupakan pondasi dasar anak. Atau kalau dengan orang jauh bisa melalui video call.


"Yah nanti klo diajak video call anak kecanduan gadget dong."

Yakali masa cuma telponan beberapa menit anak kecanduan. Selagi orangtuanya tegas dan mendampingi anak saat menggunakan gadget sebetulnya kecanduan bisa dihindari kok. Gak ada yang salah dengan gadget. teknologi diciptakan untuk membantu/memfasilitasi manusia. Kontrol utama tetap ada di manusianya itu sendiri.

Seperti saat zoom meeting tempo hari, sebelum gue mendapatkan pemaparan dari para narasumber bersama Gaza kami diajak untuk terlebih dahulu mengikuti sesi ber DIY ria bersama Mba Dian Rikasari. Jadi kami diajak membuat tabung oksigen untuk menyelam dari botol bekas.

Setelah itu bersama-sama dengan yang lainnya kami mengikuti aktifitas bermain menyelami dunia bawah laut yang diselenggarakan paddle Pop bekerjasama dengan Aquarium Safari dengan tema Seaventure.

Seru banget, ini perdana Gaza mengikuti kegiatan zoom belajar tentang dunia bawah laut. Dia exited banget. Setelahnya gue kasih pengertian ke Gaza kalau screen time-nya sudah cukup.

Memang unik sih project Paddle Pop kali ini. Menggabungkan kegiatan bermain sekaligus belajar yang bikin anak happy, orangtua juga dapat nutrisi ilmu.


#MainYuk Bersama Paddle Pop dengan Tema Seaventure



Dalam rangka memberikan alternatif bermain yang mengedukasi, Paddle Pop meluncurkan Brand Purpose Paddle Pop #MainYuk. Bertepatan dengan World Play Day atau hari Bermain Sedunia pada tanggal 28 Mei kemarin Paddle Pop mengundang para blogger untuk mengikuti kegiatan gathering via zoom Meeting #MainYuk dengan tema Seaventure. 

Untuk tema Seaventure ini merupakan kerjasama Paddle Pop dengan Aquarium Safari yang berlangsung selama April-Juni 2021. 

"Wah cuma blogger doang yang bisa seseruan dengan kegiatan tersebut?"

Ya nggak dong, siapa saja bisa merasakan sensasi menjelajah dunia bawah laut dengan cara yang sangat mudah. Yuk yang mau ikutan seaventure bersama-sama, caranya:

  1. Beli Es krim Paddle Pop varian apa saja, struk pembelian jangan dibuang ya
  2.  Foto dan kirim Struk pembelian es krim (jangan pembelian panci ya) ke nomor WhatsApp 0858 1223 1223. Inget kirim foto struk, bukan konsultasi jodoh ya hihihi
  3. Masukkan kode Unik yang didapatkan ke www.paddlepopmainyuk.com

Tanggal 26 Juni 2021 berbarengan dengan event wonderfest, Paddle Pop akan mengajak orantua dan anak menjelajah dunia luar angkasa melalui program #MainYuk liburan ke pelanet mochi. Jangan sampai terlewat ya, pantau terus infonya dengan Follow instagram @paddlepop.idn


Bikin Sendiri Yuk Mainan Tema Seaventure-mu

Supaya semakin menjiwai bermain menyelami dunia bawah laut, yuk buat sendiri mainan tabung oksigen dengan barang bekas yang ada di sekitar kita. 



Siapkan alat dan bahannya ya:
  1. Dua buah botol bekas ukuran 1 liter
  2. Tali sepanjang 1 meter (sesuaikan dengan ukuran tubuh masing-masing ya)
  3. Kain Flanel hitam
  4. Cat Pylox warna silver
  5. Lem UHU
  6. Solasi Hitam

Nah untuk panduan membuatnya ikuti tutorial yang ada pada gambar ya. Mudah kok buatnya...



  1. Siapkan 2 (dua) botol plastik ukuran 1 liter dan warnai seluruh permukaan botol dengan pylox warna silver. Diamkan lebih dulu sampai kering ya
  2. Setelah kering, tempelkan isoladi di ketiga sisi botol untuk kesan menyerupai tabung aslinya.
  3. Rekatkan keddua botol dengan menggunakan lem.
  4. Tempelkan 1 kain flanel dibagian belakang botol.
  5. Tempelkan Tali di empat sudut kain flanel
  6. Tutup permukaan dengan kain flanel kedua
  7. Nah tabung oksigen DIY siap digunakan deh


Seru kan aktifitas bermain bersama dengan anak-anak. Ayah dan Bunda boleh ikutan seseruan bersama loh. Karena aktifitas bermain buat orang dewasa bisa membantu melepas stress loh...