Follow Us @curhatdecom

Follow by Email

Thursday, January 7, 2021

Swab Test untuk Persiapan Melahirkan di Masa Pandemi

Bagaimana rasanya melahirkan di masa pandemi? Yang jelas bagi gue nano-nano. Selain kekhawatiran akan tertular virus Covid-19, gue pun kejar-kejaran dengan standar melahirkan di fasilitas kesehatan. Yaitu mengantongi surat keterangan bebas covid-19 dari hasil swab.

Rencana melahirkan gue adalah spontan pervaginam alias melahirkan normal. Berbeda dengan Secar yang waktunya bisa dipilih/ditentukan, melahirkan normal tentunya menunggu sinyal-sinyal kapan si baby mau keluar. Meski ada yang dinamakan HPL (hari perkiraan lahir) tapi tetap aja bikin “galau” kapan harus swab test

Setelah konsultasi dengan dokter kandungan gue, akhirnya dipilihlah waktu usia kandungan 38 minggu untuk test swab. Pilihan awal jatuh di Rumah Sakit tujuan bersalin. Tapi ternyata setelah suami survey testimoni peserta, banyak yang mengeluhkan hasil yang lama keluar. Sekitar tiga sampai empat hari.

Mungkin karena permintaan yang meningkat, dan mungkin salah satu penyebab lambatnya keluar hasil karena tempat pengambilan sampel tidak memiliki laboratorium sendiri. Sehingga antriannya panjang.


Setelah mendapatkan rekomendasi dari adik bungsu gue yang belum lama test swab istrinya untuk keperluan kelengkapan dokumen CPNS, akhirnya gue dan suami memutuskan untuk Swab Test di GSI Lab yang berlokasi di Fatmawati.

Semua proses pendaftaran dilakukan secara online dan mudah. Begitupun pembayaran juga dilakukan secara online. Jadi kita hanya perlu mengisi formulir identitas diri, menentukan waktu pelaksanaan, melakukan pembayaran dan survey semua secara online.

Uniknya sudah ada jadwal yang available tertera dalam formulir. Sehingga kedatangan peserta bisa terakomodir dan tidak terjadi penumpukan karena hari tanggal dan jam sudah disesuaikan terlebih dahulu. Metode pengambilan pun lumayan memudahkan dan aman. Karena bagi yang membawa kendaraan bisa drive thru. Jadi gak perlu ribet cari parkir, dan tetap Social distancing karena gak perlu keluar dari kendaraan.

Buat yang menggunakan sepeda motor atau datang tanpa kendaraan juga gak perlu khawatir tidak dilayani. Karena ada posnya tersendiri. Dan yang membuat gue takjub, hasil yang di janjikan adalah maksimal pukul 24.00 WIB H+1. Tapi ternyata subuh keesokan harinya sudah ada hasil keluar. Itu karena sample yang di ambil langsung di proses saat itu juga. Kok gue tahu? Iya soalnya pas nunggu antrian ada layar monitor yang memberikan gambar live proses dalam lab pemeriksaannya.


Gimana rasanya Swab Test? Jelas gak enak, tapi mertua gue yang kebetulan ikut menenangkan. Katanya sekarang orang sudah semakin terlatih mengambil sample dibandingkan dulu. Dan alhamdulillah meski bersin-bersin dan mual awalnya tapi tidak sampai berhari-hari seperti banyak diceritakan orang-orang yang mengalami efek swab test. Tentunya yang lebih menggembirakan adalah, hasil gue negatif. Yipiii...

No comments:

Post a Comment