Follow Us @curhatdecom

Follow by Email

Saturday, June 29, 2019

Ide Berbagi Bingkisan Di Hari Lebaran

9:03:00 PM 13 Comments
Tiba-tiba suami udah ngomongin persiapan mudik ajah. Tapi ternyata bener sih, lebaran udah di depan mata. Tapi kalau dipikir-pikir iklan sirop aja udah iklan idul fitri di awal puasa. Artinya kan emang lebaran tinggal 30 hari lagi *LOL
Biasanya untuk merayakan lebaran ada banyak hal yang dipersiapkan. Selain kebutuhan diri sendiri karena selama sebulan sudah ditempa jadi orang baik, biasanya jadi lebih peka dan peduli sama orang lain. Apalagi momentnya idul fitri.
Tapi suka bingung gak sih idul fitri mau berbagi apa dan kesiapa? Kalau umumnya sih berbagi kue lebaran, atau santapan lebaran lainnya sambil open house. Yang lebih umum lagi... adalah bagi-bagi angpau lebaran terutama buat anak-anak kecil (walaupun yang gede kadang suka ngarep hahaha)
Gue pernah baca artikel tentang angpau lebaran ini. Intinya ‘jangan mengajarkan anak jadi pengemis’ di hari raya. Maksudnya? Ya dengan nyuruh anak-anak ‘malak’ eyang , om, tante atau tetangga dekat supaya dapat angpau. Kalau dipikir-pikir iya juga sih, kenapa anak kecil di tempelin uang setiap silaturahmi saat hari raya. Mereka kan belum kenal duit. Malah gak jarang uangnya masuk kantong emaknya kwkwkw (eh ini gak boleh ya, uang anak adalah hak anak). Dan paling sebel kalau uang ‘THR’ nya malah di pakai buat beli petasan. 
Tahun ini coba yuk berbagi yang lebih bermanfaat khususnya buat anak-anak. Coba nih simak beberapa ide yang gue mau coba.
Parcel Mini for Kids
Pernah datang ke acara ulang tahun anak-anak? Pasti gak asing dengan bontrotan (baca: tentengan) selepas pesta ini. Itu loh bingkisan snack-snack yang dibagikan setelah pesta. Kenapa nggak diterapkan saat lebaran juga? Isinya gak perlu mewah-mewah, tapi dikemas secara cantik anak-anak pasti suka. Tapi kita juga perlu memikirkan isiannya ya. Jangan jajanan sembarangan. Pilih yang aman untuk anak-anak. 
IMG_20190524_074545-01.jpeg
Menurut gue parcel mini ini lebih ramah dikantong. Karena untuk mengisi berbagai snack tersebut paling hanya butuh modal 5000-10000. Misalkan kita ngasih dalam bentuk uang, kadang 5000-10000 suka “diremehkan” sama anak-anak. Ampun bener anak sekarang udah ada yang ngerti duit. 
Kalau punya modal berlebih bisa bikin yang lebih serius. Dengan tas-tas kecil dan sebagainya. Lah kalau gue sih lebaran ajah udah banyak pengeluaran jadi yang simple aja. Sejauh ini yang gue amati anak-anak udah cukup bahagia kok kalau dengan bingkisan sederhana. Yang penting dikemas menarik dan diberikan sambil senyum hehehe
Baju “Baru” untuk mereka
Bagi yang punya anak kecil macam gue pasti merasakan kalau ternyata baju anak itu kepakenya sebentar. Iya gak? Apalagi baju pergi atau baju pesta, baru dipakai sekali dua kali ternyata udah gak muat lagi. Karena emang jarang pergi sekalinya pergi lagi lama.
IMG_20190524_074851-01.jpeg
Karena insyallah calon adiknya Gazaro perempuan keduanya (iya gue hamil kembar ternyata hehehe), mulai mikirin nih baju Gaza yang udah gak muat kayaknya perlu “dikeluarkan” dari lemari. Karena biasanya kalau baju pergi kan memang gak unisex ya. Jadi gak lucu kalau di lungsurkan ke adik-adiknya. Gue gak siap melihat anak-anak perempuan gue macho macam mamaknya kwkwkw
Nah pengalaman gue waktu di Banjarmasin bisa jadi inspirasi nih. Jadi gue kan nyumbangin pakaian bekas layak pakai ke sebuah komunitas berbagi. Saat dikirimin foto laporan serah terima kaget donk gue, kok bajunya dibungkus satu persatu pakai plastik? Kenapa gitu?
Ternyata pengelola komunitasnya menjelaskan, kalau pakaian layak pakai yang mereka terima setelah di sortir jika ada yang rusak dan masih bisa diperbaiki maka akan diperbaiki terlebih dahulu. Pakaian yang sudah lolos sortir mereka bawa ke laundry agar dicuci bersih dan wangi. Kemudian dibungkus satu persatu supaya kesannya pakaian yang diberikan masih “baru”. 
Kata mereka dengan begitu yang menerima lebih senang dan merasa dihargai. Mereka merasa seperti dapat pakaian baru meskipun sebetulnya hanya pakaian preloved. Nah gue jadi terinspirasi nih kenapa baju Gazaro yang mau dihibahkan gak diperlakukan begitu juga? Daripada Cuma di tumpuk trus orang suruh milih layaknya baju diskonan di departement store?
Memilih Plastik Kemasan Yang Tepat
19-05-24-07-54-16-643_deco.jpg
Nah untuk aksi-aksi diatas kebutuhan utama gue adalah plastik kemasan yang tepat. Dari segi kualitas dan harga terpercaya lah ya. Memang sih sekarang sedang gencar campaign zero waste.Tapi memang tidak bisa dihindari juga penggunaan plastik untuk kehidupan sehari-hari.
Untuk membantu perekonomian keluarga, Emak gue buka warung klontong di rumah. Sesekali juga Emak bikin peyek atau keripik singkong untuk dijual di warungnya. Biasanya dulu yang bantu mengemas makanan itu gue dan sodara-sodara yang lain (Kalau gak sempet kabur main sih hehehe). Nah dari dulu Emak pakai plastik PP untuk mengemas peyek atau keripik singkong.
Karena sekarang eranya melek halal, gue jadi kepikiran selama ini kemasan yang dipakai untuk ngemas makanan (apalagi bersentuhan langsung dengan makanannya) aman gak ya? Yah ada aja sih yang bilang ‘sekarang apa-apa kudu halal’. Padahal keharusan halal mah udah dari jaman para nabi diturunkan keleus. Cuma memang sekarang masyarakat lebih peduli.
Dan ternyata para pelaku usaha juga mulai peduli dengan itu. Agak kaget juga kemarin lihat kemasan baru Plastik PP Wayang yang baru. Karena kemasannya lebih menggambarkan identitas budaya (sesuai namanya) sekarang di kemasan barunya tercantum logo HALAL MUI donk. Kan tambah yakin buat ngemas makanan langsung. 
Oh iya selain belakangan ini banyak brand termasuk Plastik PP Wayang yang sudah mulai melek soal Halal MUI, ternyata kepedulian tentang produk yang food grade juga mulai dapat perhatian. Plastik PP Wayang pun sudah menerapkan pada produknya. Jadi kalau mau mengemas makanan langsung bisa loh. 
Karena rencananya gue mau bikinin kue kesukaan emak yaitu Akar Kelapa. Jadi mau gue kemas pakai Plastik PP Wayang. Nyarinya gampang kok kalau mau beli plastik ini. Sekarang sudah banyak kan toko-toko plastik atau bahan kue dekat rumah? Nah biasanya ada tuh. Tinggal bilang ajah nyari Plastik PP Wayang.
Emang Food grade apaan sih? Jadi kalau produk sudah food grade artinya produk tersebut sudah menggunakan material yang terstandarisasi dan layak untuk digunakan sebagai perlengkapan memproduksi makanan. 
Ada syarat-syarat bahan untuk dikualifikasikan sebagai food grade, yaitu:
  • Tidak mengandung bahan-bahan berbahaya bagi kesehatan.
  • Tidak mengubah rasa makanan.
  • Tidak mentransfer unsur tertentu dalam makanan.

So pasti aman banget deh kalau pakai ini buat bersentuhan langsung dengan bahan makanan. Plastik PP Wayang juga gak gampang jebol loh. Setelah cari informasinya ternyata karena terbuat dari biji plastik murni dengan doubel seal. Oh iya jangan lupa untuk bijak menggunakan plastik ya. Setelah dipakai jangan lupa dibuang di tempat sampah. Setelah digunakan bisa dimanfaatkan kembali sebagai wadah sampah biar gak berantakan.