Follow Us @curhatdecom

Follow by Email

Tuesday, February 19, 2019

Jalan-Jalan Ke TMII Gak Jadi Berenang Di Snowbay Tapi Wisata Kuliner

11:32:00 AM 0 Comments

Kapan terakhir kalian berenang guys? Kalian termasuk yang suka berenang gak sih? Kalau gue yes suka banget berenang, eh lebih tepatnya main air sih hehehehe. Terakhir berenang ngajak Gaza itu waktu traveling di Lombok, itupun karena di hotel ada fasilitas kolam renang. Jadi hampir tiap hari berenang selama seminggu di sana.

Kalau kalian cari kolam renang pilih yang cukup bisa dipakai berenang ajah, atau yang punya fasilitas permainan air gitu?

Kalau gue cari yang murah dan nyaman ajah hihhi. Gak terlalu berpengaruh ada permainan airnya atau gak. Soalnya renang sama bayi, kecuali Gazaro udah gede dan ngerti dengan segala jenis permainan air itu. Nyali juga ciut semakin tua nih kwkwkw. Terakhir ke waterboon PIK ajah Cuma berani main seluncuran anak-anak hahahah...

Oh iya hari minggu kemarin gue dan suami dadakan ke Taman Mini Indonesia Indah. Tujuan kami adalah ke Anjungan Kalimantan Selatan. Karena gue ngidam masakan banjar guys kwkwkw. Lebih tepatnya kangen sih. Dan disana setiap minggu pagi ada penjual makanan tradisional Khas Kalimantan Selatan.

Sebetulnya salah satu agenda kami mau berenang juga. Sempet mau mampir masuk ke Snowbay. Tapi karena kelihatannya ramai dan tiketnya lumayan, jadinya kami pilih keluar cari kolam renang yang lebih murah. Pernah dapat rekomendasi sodara juga, kalau snowbay itu gak terlalu besar. Jadi kalau rame gak asyik mainnya. Yah mungkin baru asyik kalau itu kolam di sewa buat pribadi kali yak hahaha.

Tapi sebetulnya sebelum memutuskan untuk gak jadi berenang kami sempat googling harga tiket Snowbay. Dan bener lumayan hahaha. Karena udah tanggal tua, fix kita keluar ajah guys. Oh iya kemarin gue masuk Taman Mini Indonesia Indah 2 dewasa 1 bayi dan mobil total 55k. Lumayan juga sih. Yah sebetulnya menurut gue TMII memang tempat wisata mahal. Karena tiketnya gak all in.

Well, gue sebetulnya tetap penasaran sih masuk ke Snowbay. So suatu hari mungkin di weekday gue akan mencoba ke Snowbay. Semoga timing nya pas, alias sepi. Jadi bisa lebih menikmati.


Menikmati Kuliner Khas Kalimantan Selatan Di Anjungan Kalsel



Nah karena fokus kami emang pengen berburu makanan khas Banjar, so gue mau cerita sedikit tentang hasil perburuan kami.

Oh iya, FYI gue satu-satunya dari 3 manusia dalam mobil yang berangkat belum mandi hahaha. Karena rencana awal kami mau berenang pagi di Buperta Cibubur, trus belajar melancarkan nyetir mobil, habis itu pulang. Sama sekali gak ada agenda ke TMII. Semua itu agenda dadakan. Dan karena bakal renang duluan, ya ngapain juga gue mandi, malah gue berangkat dengan pakai baju renang lengkap di balik gamis. Dan ternyata saat gue lagi siap-siap dua laki-laki di rumah mandi. CURANG! Gue udah mager buat buka-buka lagi, jadi ya sudahlah.

Keputusan untuk berangkat ke Taman Mini juga baru muncul saat gue udah sampe Cibubur. tinggal 5 menit lagi sampai Jambore. Wkwkwkw kami keluarga yang tidak mudah di tebak memang.

Nah balik ke cerita awal tentang wiskul (wisata kuliner) di Anjungan Kalsel. Kami hampir kalap memilih semua jenis makanan hahaha. Ada Soto Banjar, Katupat Kandangan, Nasi Kuning Bumbu Habang (merah), pundut nasi, lontong orari, sate Banjar, wadai dan sampai Tahi Lala pun ada.

Gue pesan katupat Kandangan. Kandangan itu nama daerah di Kalsel. Isinya lontong disiram kuah santan dan ikan haruan (gabus) panggang. Sedangkan suami pesan lontong orari yang terkenal di Banjarmasin.

Untuk citarasa menurut gue sih lumayan, meski belum seenak warung langganan di Banjar dulu. Yang agak berbeda juga dari ketupatnya. Karena kalau di banjar, beras yang digunakan beras banjar. Tekstur dan karakternya jelas berbeda dengan beras di Jawa.

Tapi alhamdulillah lumayan mengobati kerinduan. Makannya di bawah rumah panggung khas Banjar dan menghadap ke danau TMII. Jadi makannya seru karena sambil melihat danau dan kereta gantung yang sesekali lewat.

Setelah menu kami habis, ternyata suami masih penasaran dengan nasi kuning bumbu habang hahaha. Padahal perut kami sudah penuh. Oh iya porsinya menurut gue gak jauh beda dengan di Banjar, porsi besar guys. Gue aslinya juga penasaran dengan nasi pundut dan Tahi Lala. Nasi pundut itu semacam lontong santan tapi di bungkusnya gak kayak lontong. Tapi di lipat seperti nasi bungkus baru di kukus/rebus. Makannya dengan disiram kuah bumbu habang.

Sedangkan Tahi Lala, adalah jaring alias jengkol hehehe. Uniknya di Banjara Jaring/jengkol jadi cemilan guys. Si Jengkol di rebus sampai lunak, trus di makan dengan cocolan santan manis gitu. Yummy...

Next time semoga ada menu tambahan seperti Nasi Itik Gambut atau Lais (ikan khas kalimantan) Goreng atau Mandai (kulit cimpedak yang di fermentasi). Asli kalau kalian ke Banjarmasin sameday, jangan pernah berhenti berwisata kuliner hehehe

Tuesday, February 5, 2019

Inilah Cara Membuat Desain Denah Rumah Minimalis Yang Sederhana

6:28:00 PM 0 Comments

Gak terasa gue udah balik ke Ibukota hampir setahun. Yah lebih tepatnya sih sekarang tinggal di depok. Sampai sekarang gue masih suka kangen sama rumah di Banjarmasin. Belum ada yang nyewa dan gak ada yang urus. hiks...

Rumah di Banjarmasin sangat berkesan buat gue. Meski rumah KPR, tapi sebelum di tempati bagian teras belakang di renovasi. Rencanaya sih pengen bikin rumah yang instagramebel. Tapi baru 3 bulan nempatin, kudu banget pindah ke Jakarta karena mutasi. 

Saat ini sih gue lagi menempati rumah sewa di sebuah cluster kecil di Depok. Sempat tanya sama Suami, tertarik gak beli rumah di Jakarta dan sekitarnya? Katanya tertarik, tapi gue kok lebih tertarik rumah desain sendiri ya. Karena lebih sesuai dengan kebutuhan dan gak pasaran kayak tetangga yang tinggal satu komplek hhihihi...

sumber gambar Pixabay


Saat hendak membangun sebuah rumah, tentu saja kita membutuhkan sketsa denah sehingga desain rumahnya sesuai dengan yang inginkan. Dalam hal ini, biasanya kebanyakan kita akan menggunakan jasa arsitek. Padahal, cara membuat desain rumah itu bisa kita buat dengan tangan sendiri lho. Seperti yang dikutip dari situs desain rumah minimalis, berikut di bawah ini ada beberapa cara dalam membuat desain denah rumah minimalis yang sederhana :

1. Tentukan Dulu Data Penghuninya
 Langkah pertama yang harus kamu lakukan dalam membuat desain denah rumah minimalis, yakni tentukan dulu data penghuninya. Misalkan saja keluargamu terdiri dari 3 – 4 orang seperti ayah, ibu, dan dua anak. Jika sudah demikian, tentunya kamu akan mendapatkan gambaran tentang luas rumah yang diperlukan.

2. Buat Program Ruangan
Dalam hal ini, kamu harus membuat program ruangan beserta ukurannya. Contoh => kamar tidur 3 x 3 m, kamar mandi 1,5 x 1,5 m, ruang keluarga 3 x 3 m, ruang bermain, taman, tempat cuci, dan lain sebagainya.
3. Membuat Sketsa Lahan Pada Kertas Milimeter
Sangat disarankan bagi kamu untuk menggunakan kertas milimeter dalam membuat sketsa lahannya. Di samping itu, kamu juga jangan sampai lupa untuk membeli perlengkapan alat tulisnya seperti pensil, penghapus, penggaris, dan sebagainya. Mengenai cara membuatnya, ambil kertas milimeternya, kemudian mulai gambar ukuran lahannya.

4. Menggambar Garis Bantu
Agar kamu lebih mudah dalam menempatkan ruang, maka kamu harus menggambar garis bantu. Mulailah dengan menggambar garis bantu dari area horizontal berjarak 5 meter dari depan, dan 3 meter dari samping 3 x 5 meter dengan ukuran standard carport untuk desain rumah minimalis. Dengan ukuran tersebut, maka luas lahan rumahnya dapat menampung sebuah mobil tanpa harus memakan lahan orang lain atau jalan.

5. Posisikan Ruangan Yang Berdasarkan Garis Bantu
Sangat penting bagi kita untuk menetapkan konsep ruang yang berdasarkan garis bantu yang sudah kmau gambar. Dengan kata lain, hal ini hanyalah sebuah konsep yang artinya ruang tersebut tidak harus selalu sesuai dengan ukuran yang sudah ditetapkan pada program ruang tahap 2. Pada intinya, kamu kira-kira saja ruangan mana yang perlu dibuat dan ruangan mana yang tidak perlu dibuat.

6. Menambahkan Kembali Garis Bantu
Selanjutnya tambahkan kembali garis bantu yang menurutmu perlu. Misalkan saja untuk ukuran kamar mandi yang menjadi 2 x 2 meter. Selain itu, kamu juga dapat menambahkan ukuran pada bagian teras depan dan belakang dengan menggambar garis merah berjarak 1 meter dari garis bantu tersebut. Warna merah ini berfungsi untuk memudahkan kamu dalam mencari tanda, sehingga kamu dapat memberi gambar tambahan dengan menggunakan pensil.

7. Melakukan Trial-Error
Pertebal garis yang menurutmu sudah cocok, kemudian hapuslah garis bantu yang sekiranya tidak cocok. Cara penghitungannya mulai dari jumlah total pada setiap ruangan, yang kemudian akan ditambahkan dengan setengah dari luas area teras rumah. Teras dihitung dari setengah, dikarenakan pembangunannya hanya membutuhkan setengah dari biaya pembangunan per meternya.

8. Salin ke Kertas HVS Berwarna Putih
Supaya memperjelas dan mempermudah dalam pemahaman denahnya, disarankan bagi kamu untuk menyalin sketsa tersebut ke kertas HVS yang berwarna putih.
Itulah beberapa cara dalam membuat denah rumah minimalis, yang tentu saja bisa kamu coba sendiri.


Friday, January 25, 2019

Tips Memilih GEOS (Gendongan Kaos) #AlaBundaro

3:56:00 PM 0 Comments
Salam gendong dari Bundaro yang masih wara-wiri sambil bawa gembolan bayi hihihi. Kali ini gue gak akan meriview gendongan dari brand tertentu ya guys. Tapi gue mau kasih tips gimana cara memilih gendongan kaos atau GEOS.
GeOs merk Mere ET Moi

Tau dong geos itu apa? Yups dari namanya ajah udah pasti tau kalau gendongan ini berbahan dasar kaos. Cara pakai Geos ini gampang banget cyin. Tinggal slurup selesai.

Yes, beberapa tahun ini Geos emang lagi fenomenal banget ya gaes. Karena memudahkan emak-emak jaman now yang rata-rata (gak semua loh) menyerah pakai jarik yang di untel-untel itu loh. Atau gak mau ribet juga sama ring sling yang kalau gak bener cara pakainya si ring besinya malah bikin sakit di pundak.

Kalau kalian berencana membeli geos untuk di pakai sendiri atau di jadikan kado untuk orang lain, cusss simak dulu yes tips #alaBundaro berikut ini.

Pemilihan Bahan
Meski dari namanya udah ketahuan kalau geos alias gendongan kaos pastinya bahannya terbuat dari kaos guys. Tapi kalian pasti setuju sama gue kalau gak semua kaos karakternya sama. Ada yang tebel, ada yang tipis, ada yang ketat, dan ada yang gampan melar.

Begitu juga dengan GEOS ini. Masing-masing brand tentunya punya kebijakan masing-masing dalam pemilihan bahan yang digunakan. Bahkan dalam brand yang sama ajah kadang karakter kaos yang digunakan bisa beda loh. Ehm... gue lupa istilahnya apa, tapi kata kakak gue yang produksi hijab kata tukang kain setiap kain setelah proses pewarnaan bisa berubah karakternya. Entah itu kasar lembutnya, juga gramasinya.

Nah di pameran IMBEX 2019 kemarin, gue sempat mengunjungi beberaoa stand dari brand GEOS yang ada di Indonesia. Selain akhirnya gue beli salah satunya, yang gue lakukan adalah "meper" alias pegang-pegang hampir semua yang mereka pajang. Dan Yes, meski satu brand kadang bahannya beda.

Size Gendongan Berdasarkan Berat Badan Pemakai
Geos Petit Mimi, ukuran yang pas sangat penting untuk mendapatkan posisi menggendong yang ideal

Nah karena GEOS sifatnya instan, saat membeli GEOS hal penting nomor dua yang harus di perhatikan adalah Berat Badan Penggendong. Karena ini mengacu kepada size GEOS yang akan digunakan.

Umumnya geos ini punya ukuran S, M, L, dan XL. Tapi untuk size gue lebih suka kalau brand mencantumkan ukuran cm geos itu sendiri. Karena berat badan seseorang bukan cuma sensitif untuh dibicara (eaaaaa) tapi juga gak mutlak karena BB orang yang satu dengan yang lain akan berbeda karena TB (tinggi badan) juga berbeda.

Dengan ukuran Cm, kita bisa ngukur sendiri. Caranya adalah dengan menggunakan meteran kain (itulah meteran yang biasa dipakai tukang jahit). Caranya dengan mengalungkan meteran (ukuran sesuai dengan informasi ukuran dari penjual) ke tubuh kita. Jadi bisa di kira-kira seperti apa saat di gunakan.

Dan karena bahannya kaos, biasanya setelah di pakai gendong, bahannya akan melar 3-5 cm tergantung jenis kaos nya ya.

Usia Bayi Yang di Gendong
Walau gue biasa melihat orang pakai geos sejak bayi newborn. Bayi newborn yang gue lihat memang mereka di gendong dengan cradle atau posisi rebahan.

Baca Juga : Memilih Gendongan untuk Bayi Baru Lahir

Gue pribadi pakai geos baru setelah Gazaro berusia 4 bulan. Karena posisi menggendong yang gue terapkan ke Gazaro adalah posisi upright atau M-shape. Nah Geos ini bisa di bilang T.I.C.K.S. nya kurang apalagi kalau tidak sesuai ukuran penggendong.

Cara Gendong Yang Di rekomendasikan
Meski banyak yang bilang kalau jangan pekeh anak nanti jalannya ngengkang, gue pribadi tidak terlalu ambil pusing sih. Karena ternyata menggendong M-shape direkomendasikan loh. Terutama untuk mencegah hip dysplasia. Tapi menurut dokter spesialis anak dan konselor babywearing menggendong upright atau m shape mungkin tidak bisa diterapkan pada anak-anak berkebutuhan khusus seperti cerebral palsy dengan tingkat kekakuan yang berbeda-beda.

Dan gue mau garis bawahi ya, kalau menggendong M-Shape BERBEDA dengan Pekeh. Pekeh itu posisi kaki terlalu di lebarkan atau overspread. Sedangkan M-shape posisi kaki mengikuti posisi kaki alami bayi. Jadi sebelum di gendong m-shape kita lihat dulu, kaki bayi alaminya seberapa lebar terbukanya.

Tau posisi gendong samping kan? Nah itu namanya di pekeh. Makanya pekeh itu baru boleh kalau bayi sudah bisa duduk sendiri. Maksudnya duduk sendiri adalah dia dari posisi tengkurap kemudian duduk sendiri tanpa di bantu atau di dudukkan ya.

Nah menurut gue pribadi dengan berbagai pertimbangan di atas, untuk membeli geos secara online itu sangat tricky. Karena gue pernah beli salah satu brand geos ukuran XL. Dan ternyata gak muat guys. Sampai hati gue terpoteque rasanya karena 'Hello sebesar itukah body gue". Dan akhirnya si gendongan berakhir di jejeran gendongan preloved gue hihihi

Baca Juga : Ternyata Selama ini Gue Salah Memilih Gendongan

Dan akhirnya gue beli brand lain, secara offline di salah satu baby shop di Banjarmasin. Gue coba dulu hingga akhirnya merasa pas baru deh gue beli. Dan beberapa hari lalu gue beli donk Geos brand yang sebelumnya gue preloved karena akhirnya gue bisa coba langsung supaya pas. Herannya Size nya berubah loh. Gue pakai yang L cukup.

Boleh Ge-Er gak? hahaha. Kan kali ajah memang ternyata gue tambah langsing #uhuk

Hahaha padahal seperti yang gue sebutkan di poin pertama, barangkali karena memang bahan yang berbeda meski masih satu brand ya makanya walaupun beda ukuran bisa beda hasil.

Oh iya, karena gue akhirnya punya GeOs dari dua brand berbeda, maka gue mau buat vlog perbandingan dua GeOs dari brand tersebut. Ada yang bisa tebak brand apa itu? Hihihi


Monday, January 14, 2019

Tiket Pesawat Mahal, Mudik Naik Apa?

1:44:00 PM 1 Comments
Libur sekolah anak udah kelar ya? Channel tv yang biasa isinya kartun jam segini, kembali ke program dangdutan kwkwkw. Gak aman buat Gazaro, akhirnya ganti channel ke program berita. Di rumah gue cuma dua channel yang bisa di tonton kwkwkw. Katanya sih tv digital dan antena digital. Tapi ternyata meski digital antena dalam gak suport di daerah gue. 

Eh oke tapi gue bukan mau bahas tentang tv ya. Gue mau bahas tema talkshow itu channel, yaitu tentang harga tiket pesawat yang meroket. Bentar ini ngomongin pesawat atau roket sih?? kwkwkw

Sebagai "mantan dan calon" perantau gue cukup nyesek sih lihat deretan angka pas cek tiket pesawat. Meski sudah gak merantau. tapi dalam waktu dekat gue emang ada niat balik ke Banjarmasin. Bulan depan bertepatan dengan dua tahun Umaro pergi. Pengen banget nengok makamnya. 


Baru ajah ngerayu suami malamnya. Trus ada teman yang bikin status tiket ke malaysia 500k udah free bagasi. Sedangkan tiket ke Banjarmasin 1,300k tanpa bagasi. Syock donk gue, dan meringis pas ngecek di aplikasi Traveloka. 

Denger kabar Lion yang menghapuskan bagasi ajah udah bikin nyesek, apalagi dengan harga segitu. Dulu waktu di Banjarmasin udah dibikin nyesek karena tiket mudik ke Yogya cuma ada satu penerbangan dan itu udah di atas satu juta. Masih lebih murah ke Jakarta. Lah kok sekarang tiket ke Jakarta segitu juga, gue jadi gak berani intip harga tiket BJM-Jogja.

Padahal mudik dengan pesawat andalan gue banget. Karena jelas waktu tempuhnya lebih cepat. Bawa bayi kalau lama-lama di jalan kan pastinya ribet dan gak nyaman.

Nah terus talkshow yang gue tonton tadi itu, banyak hal sih yang dibahas. Selain kekhawatiran kalau harga pesawat naik ada kualitas yang dikurangi. Tapi semoga bukan hal perawatan dan keselamatan. Lah iya serem juga kan kalau sampai dua point itu yang dimaikan. 
Meski udah kembali ke Jakarta, tapi suami tetap berpotensi di pindah tugaskan apabila harga tiket masih selangit gitu. Apalagi Sesekali juga masih merasakan mudik kala harus ke tempat mertua di Jogja. 

Tapi kata pengamat, kenaikan harga tiket pesawat juga bisa di manfaatkan oleh perusahaan transportasi  lainnya. Seperti kereta, bus, dan kapal.

Kereta

Transportasi satu ini paling favorit buat gue. Karena cepat, ontime, nyaman, gak bikin mabok perjalanan hihihi. Tiketnya juga terjangkau harganya. Cara pesannya juga bisa online gak harus ngantri ke stasiun. 


Kalau lagi gak mampu males beli tiket pesawat alternatif pertama gue adalah kereta. Karena memang nyaman banget sih naik kereta. Apalagi beberapa tahun belakangan ini kereta api banyak bebenah diri. Gerbong penumpang lebih nyaman, stasiun yang semakin rapi dan banyak fasilitas menarik juga.

Pernah ngajak Gazaro naik kereta pas lebaran kemarin. Alhamdulillah perjalanan lancar dan aman hehehe (aman versi gue adalah bayi gak rusuh selama perjalanan hihhi)

Bus

Kalau di ingat-ingat terakhir kali gue naik bus itu 4 tahun lalu. Waktu pulang dari jogja setelah acara ngunduh mantu (cieeee gue baru ajah merayakan annifoursary loh... #PentingBuatGue kwkwkw). Waktu itu ada sedikit kejadian yang tidak diinginkan sehingga membuat gue stay lebih lama di Jogja.

Gue harus mengikhlaskan tiket kereta yang hangu ke Jakarta. Dan suami yang tiket pesawat ke Banjarmasin hangus juga. Yups rencana awal kami emang balik ke kota masing-masing. Gue menyelesaikan dulu kerjaan di Jakarta, resign, baru deh nyusul tinggal di Banjarmasin. 



Karena kejadian yang tidak di inginkan itu, akhirnya suami berniat mengantarkan gue dulu ke Jakarta. Baru balik ka Banjarmasin. Mungkin kejadian yang tidak diinginkan itu buah dari ketidak ridhoan ortu pada rencana kami yang pulang sendiri-sendiri hahaha. Jadi emak gue ngerasa aneh, itu isteri kok di biarin pulang snediri kwkwkw. So akhirnya sesuai dengan harapan emak deh, kalau gue akhirnya pulang diantar sama suami (cie nyebutnya suami, biasanya juga abang. Maklum mendadak nostalgia pada masa itu kwkwkw)

Pada waktu itu mau beli tiket pesawat mahal, tiket kereta sudah habis, pilihan terakhir adalah naik bus. Dan gue menolak dengan tegas kwkwkw. Kenapa? Karena gue gak bisa naik bus Cyiiin... Mabokan anaknya akutuh kwkwkw.
Tapi akhirnya luluh setelah di tawarinnya bus yang eksekutif kwkwkw. Ada sih keinginan ngajarin Gaza untuk mencoba berbagai transportasi umum. Supaya gak melulu harus pesawat.

Mungkin bisa dicoba kali ya dengan rute terdekat dulu. Ke Bandung barangkali atau bogor gitu (semoga si Abang baca ini kwkwkwkw). 

Oh iya, dulu waktu kecil gue kalau mudik ke Pacitan Jawa Timur (kampung emak dan Babeh) inget banget kalau mau beli tiket harus datang langsung ke pull bis nya (eh bener gak nih tulisannya), trus ngantri apalagi kalau musim mudik. Beugh malesin banget.

Gue pernah juga nyari tiket ke Bandung di terminal. Ya ampun, gue gak kuat serangan para calo. Gue tuh paling gak bisa di serbu gitu. Jadi keder dan gak bisa mikir trus blank.

Tapi kabar baiknya, ternyata sekarang pesen tiket bus gak harus begitu lagi cuy. Karena bisa pesan tiket bus secara online lewat aplikasi traveloka. Bahkan buat yang tinggal di Sumatra Bus Putra Pelangi sudah bisa di pesan secara online loh di traveloka.

Kapal Laut

Sejujurnya gue penasaran mencoba pulang kampung dengan kapal laut. Selama ini gue baru mencoba naik kapal veri dan Roro saja. Waktu itu perjalanan dari Jakarta-Lampung (waktu kecil), trus nyebrang dari Batulicin-Kota Baru Kalimantan Selatan, dan waktu perjalanan ke Bengkalis Riau.

Pernah sih ngajakin abang mudik naik kapal waktu masih di Banjarmasin. Tapi orangnya belum acc hahaha. Karena kalau naik kapal katanya baru ada ke Surabaya ajah. Dan masih PR banget buat sampai di Jogja hihihi

Gak papa, semoga kapan-kapan bisa nyobain naik kapal laut. Malah kalau bisa sekalian kapal pesiar (semoga suami baca kwkwkw #kode). Kalau kalian guys tim naik apa kalau traveling, atau mudik?