Follow Us @curhatdecom

Follow by Email

Saturday, December 8, 2018

Tips Memilih Gendongan SSC #AlaBundaro

Haloooo... terima kasih sudah mampir di blog Bundaro ya. Buat kalian yang sering mampir (maaf lagi narsis akut kwkwkw) coba tebak gue paling sering bahas apa di blog?

Yang jawab gendongan, kalian luar biasa nyimak hahaha. Sebetulnya gue gak khususon bahas gendongan sih. Segala hal yang berkaitan dengan kehidupan gue saat ini (tsaaaah) ya gue bahas. Cuma karena sekarang momennya lagi banyak bawa buntelan eh bayi maksudnya kemana-mana ya gue suka ajah bahas soal gendongan.

Karena yang gue tahu secara awam gendongan itu cuma yang penting tangan gak pegel-pegel amat cyiiin saat gendong. Tapi ternyata salah posisi dan salah memilih gendongan bisa membahayakan penggendong dan terutama yang di gendong. Makanya gue sering bahas gendongan supaya pembaca blog gue lebih aware soal beginian nih.

Nah dari sekian jenis gendongan yang gue punya, yang paling sering gue pakai adalah jenis SSC (soft Structure Carier). Setidaknya gue punya 3 SSC dari tiga brand lokal yaitu Cuddleme, Nana babycarrier dan Zakkel. Belakangan ini brand lokal semakin banyak loh yang memproduksi SSC.

Nah buat kalian yang mau beli SSC, simak dulu tips #alaBundaro ya :)

Mengenal Anatomi Gendongan SSC
Secara umum SSC ini gendongan yang bentuknya menyerupai tas ransel. So, sama seperti tas ransel maka penggendong bisa menyesuaikan untuk gendong depan/front carriy atau Gendong belakang/Back Carry.

Baca Juga : Riview Gendongan Zakkel

Nah umumnya SSC memiliki anatomi yang serupa. Meski beberapa brand punya kebijakan sendiri soal penambahan aksesoris, pemilihan bahan, dan bentuknya.

Tapi bisa cek gambar di bawah ini, secara umum anatomi SSC seperti pada gambar yang gue ambil dari salah satu komunitas babywearing yang ada di Indonesia.


Pada SSC terdapat Shoulder Pad (Busa Bahu), Hoodie (topi), Body Panel (panel), Back Chest Strap (Tali dada), Waist Strap (Tali Pinggang), Waist Pad (Busa Pinggang), Shoulder Strap (Tali Bahu), PFA/Perfect Fit Adjuster (Setellan bahu).

Beberapa gendongan memiliki PFA do bagian depan gendongan. Fungsinya adalah untuk mengatur ukuran saat bayi akan menyusui. Jadi biasanya di kendurkan gitu sampai bayi mendapat posisi yang pas.

Tapi untuk brand dari cuddleme PFA nya agak berbeda. Karena posisinya ada di bawah ketiak. Dan gue merasa lebih nyaman untuk menyusui saat pakai cuddleme. Mungkin karena sebelum mencoba nana dan zakkel, tiga SSC gue sebelumnya cuddleme semua. Jadinya sudah terbiasa dengan PFA di bawah ketiak.

Tentunya setiap orang punya titik nyaman berbeda. Mungkin karena faktor kebiasaan ajah sih. Toh sekarang gue juga udah nyaman menyusui sambil pakai SSC dengan gendongan yang PFA nya di dada seperti punya Nanan Babycarrier dan Zakkel.


Brand Lokal vs Brand Luar
Kalau kamu buta sama sekali dengan brand-brand gendongan SSC karena merasa "Gue itu new mom", tos dulu karena gue juga dulunya awam banget. Tapi dengan bergabung dengan komunitas babywearing gue jadi tahu deh brand-brand gendongan.

Baca Juga : Riview Hipseat Mooimom Ala Bundaro

Dan ngerinya lagi, saking penasarannya sama nyoba brand-brand tersebut di rumah setidaknya ada 13 gendongan dari berbagai jenis dan brand. Tapi hampir semuanya brand lokal. Kenapa karena ramah di kantong kwkwkw...
Nyoba I-Angel Miracle yang bisa jadi SSC dan Hipseat
Brand-brand lokal yang mengeluarkan produk SSC di Indonesia antara lain: Cuddleme, Nana Babycarrier, Zakkel, Andrea, Babyta, Bobita. Produk Lokal ini harganya berkisar antara 250k-850k.

Untuk brand-brand luar yang familiar gue denger ada Ergo Baby, Beco, Tula, Boba, Anoona, Lenny Lamb, dll. Karena impor alias brand luar harap jangan terkejut dengan kisaran harganya. Harga terendah bisa sampai satu juta guys. Itulah kenapa dari koleksi-koleksi gue belum ada yang dari luar kwkwkw.

Punya 13 gendongan lokal ajah abang udah Syock. Tapi 13 gendongan itu alhamdulillah kepake semua kok. Beberapa yang udah gak di pakai untuk sementara seperti wrap dan ring sling gue pinjemin ke yang membutuhkan. Gendongan yang dobel kayak Cuddleme pun biasanya gue preloved kalau mau ganti motif hihihi. Mayan ngurangi hisab ceunah.

Tapi bagi gue emang jadi kayak candu sih nyoba gendongan brand ini dan itu. Kalau orang koleksi tas dan sepatu, gue gendongan kwkwkw

Hindari Barang KW
Tempo hari gue pernah posting di sosmed tentang pentingnya kita memilih barang original alias no KW-KW. Tapi ternyata gue malah di serang sama orang-orang dengan stetmen "gak semua perekonomian orang sama". Yes gue setuju, paham banget sebagai menteri keuangan rumah tangga mengelola keuangan sangat penting.

Baca Juga : Ternyata Selama Ini Gue Salah Memilih Gendongan

Kalau gak mampu beli yang brand luar, ya gak masalah beli brand lokal? Misal beli tas, gak bisa beli LV kan bisa beli brand cibaduyut yang tentunya modelnya gak jiplak brand luar ya. Sama halnya dengan gendongan, gak bisa beli brand luar, yuk beli brand lokal.
Suamipun jadi mau di ajak gantian gendong karena SSC yang ergonomis nyaman dan aman, ini lagi pakai Zakkel

Sebetulnya beli ori atau kw itu kembali ke kebijakan masing-masing. Cuma yang gue sayangkan adalah ketika seseorang beli brand kw eh dia bangga. Gue beli kw aman-aman ajah. Baik-baik ajah dsb. Coba tempatkan diri kita sebagai si pemilik brand, kemudian ternyata barang kita di bajak alias di bikin Kw-annya. Masih mau bilang "Gak papa lagi beli bajakan"?

Tahukah kalian kenapa harga asli lebih mahal dari kw? Yang paling mendasar adalah kulitas barang dan adanya quality control. Barang ori kalau terjadi apa-apa kita tahu kemana bisa mengadu dan mengklaim. Kalau Kw hanya kepada rumput yang bergoyang kita bisa mengeluh. 

Yang original kalau ada kerusakan, mereka memberikan masa garansi loh. Gak cuma brand luar, brand gendongan lokal mereka juga memberikan garansi barang.

Dan hal lainnya yang membuat harga brand luar mahal adalah, karena ada bea cukainya cyiiin. Kalau mau murah, caranya bisa titip teman yang lagi jalan-jalan ke luar negeri. Harganya bisa beda sampai satu juta.

Coba Dulu Sebelum Membeli
Ini waktu naik roro menuju Bengkalis, Riau. Entah ini traveling ke berapa berdua bayi doang. Dan Setiap mau berangkat selalu bingung mau bawa gendongan yang mana. Akhirnya pilihan jatuh di Nanan Baby Carrier
Nah Sering ada yang tanya, enak mana brand yang ini dengan yang itu. Guys, setiap orang punya titik kenyamanan berbeda. Dan gue suka gemesh sama orang yang baru pakai satu brand langsung bilang enak brand yang dia pakai. Lah brand yang yang udah pernah nyoba belum hihihi. Kalau belum itu namanya bukan membandingkan.

Baca Juga : Memilih Gendongan Untuk Bayi Baru Lahir

Kalau gue ada yang tanya misal brand Cuddleme sama Andrea enak mana? Maka gue jawab "saya gak tahu, mana yang lebih bikin saya nyaman. Karena belum pernah coba Andrea. Dan setiap orang punya titik nyaman berbeda ya."

Supaya tahu, kita lebih nyaman dengan brand yang mana ya dengan mencoba langsung. Cuma sayangnya kebanyakan SSC ini banyaknya di jual secara online, gimana mau mencoba?

Salah satu cara mencoba adalah dengan mencari rental gendongan. Memangnya ada? Ada donk. Biasanya yang merentalkan ini komunitas gendongan atau rental-rental perlengkapan bayi. Nah kalau mau nyicip brand luar, bisa sewa juga. Daripada beli menguras uang belanja hihihi

Cara lain agar bisa mencoba langsung adalah dengan mengikuti kopdar komunitas-komunitas menggendong atau babywearing. Komunitas ini ada beberapa di Indonesia. Bahkan cabangnya sudah banyak menyebar di hampir seluruh wilayah indonesia. Selain ada koleksi dari librabry komunitas, saat mengikuti kopdar kita bisa juga mencoba milik peserta lain yang datang.

Setelah itu baru deh tentukan pilihan mau beli yang mana.

SSC, NBC, dan Hipseat
ini NBC yang kemudian di modifikasi agar suport M-shape

Sudah tahu apa bedanya SSC, NBC, dan Hipseat? Kalau persamaannya mereka sama-sama di jenis gendongan ransel atau carrier. Kalau secara fisik bedanya juga bisa langsung kelihatan kok.

SSC (Soft structure carrier) memiliki body pannel yang lebar. Sehingga bisa untuk suport M-shape bayi. Sedangkan NBC (Narrow Based Carrier) adalah gendongan ransel dengan body panel sempit atau kecil. Gendongan ini membuat kaki anak menggantung dan beberapa ada yang menekan kemaluan. Dan yang ketiga adalah Hipseat, secara gampangnya ini gendongan yang ada tempat duduknya.

Dari ketiganya masing--masing punya syarat usia, tinggi, berat badan bayi yang di gendong. Bahkan sesama SSC saja kalau beda merk bisa beda syarat pemakaian loh. Karena memang masing-masing brand pastinya punya karakteristik dan kebijakan produk masing-masing.

Kira-kira setelah baca tulisan gue, sudah ada gambaran mau beli SSC yang kayak gimana? Menurut gue pribadi sih, tulisan ini gak hanya penting di baca oleh calon orangtua. Tapi single-lillah juga perlu kok. Kan kadang-kadang suka kasih kado ke temen yang baru lahiran. Jadi semoga gak salah pilih kado ya

No comments:

Post a Comment