Follow Us @curhatdecom

Thursday, June 28, 2018

Riview Hipseat Mooimom Ala Bundaro

5:27:00 PM 7 Comments
Permisi, numpang bebersih dulu yaaaaa... Blog nya agak berdebu. Kelamaan di tinggal libur Ramadan dan Idul Fitri hehehe. Gak maksud liburan juga sih, tapi emang ternyata butuh fokus lebih untuk bulan-bulan Ramadan. Dan walaupun Laptop kebawa mudik, tetep ajah keriweuhan sana-sini jadi alasan sedikit vakum. Ah loe mah kebanyakan alasan pit!  



Nah tulisan perdana setelah liburan, gue mau meriview salah satu item penting buat gue selama jadi ibu. Dan ini merupakan item favorit gue, yaitu gendongan. Punya anak dua, gue baru melek soal gendongan ergonomis. Dulu gue asal banget gendong Umaro. Padahal gendongan yang tidak ergonomis, penggunaan tidak tepat usia, serta material yang tidak kokoh sangat berbahaya untuk keselamatan, kenyamanan, dan tumbuh kembang anak.

Baca Juga : Ternyata Selama Ini Gue Salah Memilih Gendongan



Nah setelah melalang buana dengan SSC (Soft Structure Carier), Jarik/cukuin, Ringsling, Strach Wrap kali ini gue akhirnya mencoba Hipseat. Oke sebelumnya gue punya hipseat sih, tapi seatnya hampir gak pernah gue pakai karena emang gak nyaman. Kebetulan yang gue punya adalah Hipseat yang bisa di lepas dan gendongannya bisa tetap di pakai. Tapi ternyata sebetulnya gak baik untuk bayi karena tidak suport M-shape. Apalagi gue pakainya belum tepat usia waktu itu.

Baca Juga : Memilih Gendongan Untuk Bayi Baru Lahir #alaBundaro

Tapi baru kali ini, gue akhirnya menemukan kenyamanan menggunakan hipseat. Yaitu setelah mencoba Hipseat Mooimom.


Hipseat Mooimom Nyaman di Gunakan

Sebelum punya anak, gue sama sekali gak paham brand-brand mom and baby. Tapi setelah punya anak, akhirnya gue jadi banyak tahu tetang brand-brand yang menyediakan kebutuhan ibu dan anak. Nah salah satunya mooimom.

Buat gue yang hiperlaktasi (Baca : ASI Melimpah Kadang Merepotkan Loh), menemukan produk-produk Mooimom kayak Oase. Favorit item gue adalah Bra Menyusui, breastpump, breastpad dll. Satu lagi item favorit gue yang terbaru adalah Lightweight Hipseat Carrier.

Menurut gue, masing-masing gendongan (SSC, Hipseat, Jarik, WW, SW dsb) memiliki plus minusnya tersendiri. Nah Biar Apple To Apple, gue akan bilang Hipseat Mooimom termasuk kategori yang nyaman di gunakan (dibandingkan Hipseat gue sebelumnya). Hipseat dari Mooimom ini membuat gue menarik kata-kata gue dulu kalau pakai Hipseat itu gak enak. Hehehe...


Sumber : Website Mooimom
Pertama kali mengeluarkan dari kotaknya, udah berasa banget ini gendongan kok ringaaaaaan sangat. Sterofoam yang di pakai sebagai dudukan/seat nya juga ringan. Berbeda dengan hipseat gue yang sebelumnya.

Trus ini desainnya ramping sangat. Gak terlalu tertutup jadi anak gak gampang gerah. Tapi memang bagian depannya terlalu turun sih, jadi kalau sedang gendong hadap kita, kalau bayi mencal-mencal ke belakang harus di awasi. Dan salah satu kekurangannya versi gue sih, ini gak ada hoodie nya. Eh tapi hipseat emang jarang ada yang pakai hoodie sih. Bagi gue entah jadi kelebihan atau kekurangan, karena akhirnya gue jadi seneng makein topi. Kalau udah ada hoodie kan mau pakein topi jadi mikir "Ngapain dobel-dobel" hehehe

Oh iya FYI, gue lahiran normal. Jadi gak ada masalah menggendong dengan Hipseat. Ada beberapa orang yang merasa tidak nyaman, tapi ada juga yang fine-fine ajah gendong pakai hipseat meski lahiran SC. Sesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing ya Mak.


Beberapa Posisi Menggendong

Sebetulnya kalau di tanya kenapa gue tertarik menggunakan hipseat, kalau dulu sih kok kayaknya kekinian banget (Please jangan di tiru, gunakan gendongan yang aman dan nyaman ya). Selain itu alasan gue tertarik hipseat adalah prinsip emak-emak yaitu "Satu Untuk Semua". Jadi sangat menggiurkan ketika mendengar adanya istilah "Gendongan dengan Berbagai Posisi". Dan tentunya setiap posisi disesuaikan dengan usia dan tumbuh kembang anak ya. 

Hadap Depan

Salah satu Kelebihan Hipseat adalah bisa menggendong bayi hadap depan. Tapi untuk mencegah overstimulus, menggendong hadap depan di rekomendasikan maksimal hanya 15 menit setiap sesi ya. Karena di khawatirkan dapat menyebabkan bayi overstimulus. Setiap anak tentu berbeda ya tingkat sensitifitasnya. Pokoknya kalau Bayi mulai terlihat tidak nyaman saat gendong hadap depan, hentikan dan kembalikan posisi menggendong menghadap Penggendong ya.

Tanpa Tali Bahu

Kalau tali bahunya dibuka, kita bisa loh pakai seatnya ajah. Ini prkatis buat gendong-gendong saat dirumah. Bahkan keponakan gue yang masih kelas 5 SD jadi dengan sukarela gendong adeknya ini karena pakai seatnya. Katanya enak tangan gak pegel hihihi. Emak merdekaaaa dari urusan gendong menggendong deh kwkwkw. Oh iya kalau pakai seatnya doank, jelas semua beban numpuk di perut dan pinggang ya. Kalau Tali bahunya di pasang, gue pribadi ngerasa nyaman banget karena semua beban terbagi.

BackCarry

Salah satu posisi gendong yang sedang gue pelajari itu BackCarry. Lumayan, gendong model begini bisa bener-bener bikin handsfree emak. Jadi bisa disambi ngerjain yang lain-lain deh. Oh iya, gendong model begini disarankan ketika anak sudah bisa duduk sendiri dan memiliki keseimbangan tubuh yang baik ya. 

Seat nya juga bisa di fungsikan sebagai Nursing Pillow atau Bantal Menyusui loh.

Cara Perawatan dan Pencucian

Buat kalian yang berencana beli Hipseat Mooimom, ini ada petunjuk pencuciannya. Punya gue udah 3x cuci sih sejauh ini. Waktu akan dipakai (gue gak suka pakai dari pabrik langsung), saat mudik ke Yogja karena kena rembes ompol GazaRo. Dan terakhir saat mudik di Jakarta karena ketumpahan soda. 
  1. · Bersihkan kotoran dengan handuk basah, jangan menggunakan mesin, lebih disarankan Handwash
  2. · Keluarkan busa cushion seat sebelum dicuci
  3. · Pencucian dipisahkan dengan pakaian yang mudah luntur
  4. · Jangan gunakan pemutih
  5. · Dijemur ditempat yang teduh
Kalau kalian termasuk yang golongan pemalas kayak gue (asli paling males cuci tanpa mesin), sangat disarankan gendongan di masukkan ke dalam laundry bag terlebih dahulu.

Menurut gue sih perawatannya gampang banget kok. Gendongan ini gak sampai harus masuk salon buat di meni pedi. Ya iyalaaaaah itu mah Bundaro ajaaaah hehehe

Wednesday, June 6, 2018

Rokok! Hush... Hush... Sanaaaa...

3:26:00 PM 1 Comments
Kalau ada yang tanya bagaimana gue bisa merasa cocok dengan suami yang bagaikan langit dan bumi ini, maka gue hanya akan kembali pada kriteria calon suami yang gue tuliskan di proposal Ta'aruf.


Yes, gue nikah pakai proposal. Mungkin karena kelamaan jadi orang organisasi yang saban waktu bikin proposal terus kali sampai nyari jodoh pun pakai proposal kwkwkw. Dan gue hanya menulis 3 kriteria dasar yang bagi gue mencakup keseluruhannya.
  1. Bertanggung jawab
  2. Tidak merokok
  3. Menerima Gue apa adanya
Seiman? Oh yes itu mah syarat utama yang gak perlu di tulis lah. Dan yang paling gue BOLD adalah poin nomor 2. Yaitu tidak merokok. Kenapa? Karena gue bengek kalau ada asap rokok kwkwkw. Eh serius!

Dulu waktu kuliah sampe-sampe gue sebel banget sama kakak kelas. Ngaku mahasiswa, suka ngutang buat makan, tapi kok bisa beli rokok. Jadi biasanya kalau mereka udah mulai taru rokok di mulut, saat lengah mencari korek itu rokok gue cabut trus kabur.

Dan gue juga masih gak habis pikir kenapa mereka lebih memilih gak makan, tapi gak rela kalau sampai gak merokok. Kurang apa yah itu campaign di medsos-medsos tentang kisah nyata para perokok? Atau itu gambar-gambar serem di bungkus rokoknya.


Dan yang Paling gue benci adalah, "LO YANG NGEROKOK, KENAPA JUGA ASEPNYA HARUS GUE YANG NERIMA?"

Kenikmatan Dalam Rokok

Pernah suatu hari gue mengikuti tranining pengembangan diri. Nah trainernya menjelaskan tentang kenapa Rasul menyunahkan 3 olahraga yaitu Renang, Berkuda, dan Memanah. Ternyata rahasianya adalah, itu olahraga yang semuanya basicnya adalah mengatur napas.

Sebetulnya saat kita bisa menghirup napas dengan teratur dan mendalam, kita dapat mengendalikan emosi kita loh. Coba ajah kalau memanah sambil ngos-ngosan napasnya, pasti anak panah meleset. Sama prinsipnya ketika merokok. Coba merokok dengan hirupan seperti orang ngos-ngosan, mana nikmat?

Nah hanya saja kok ya gak peduli sih kalau rokok itu merusak. Gue yakin para perokok sadar, cuma itu tadi "GAK PEDULI". Terserah kalau itu loe telen sendiri. Lah kalau sampai orang di sekitar yang kena imbas terutama anak-anak. Kan TERLALU.

Aduh gue kok nulisnya berapi-api gini yak, kwkwkw. Iya gue jengkel banget. Sampai-sampai gue pasang stiker dilarang merokok di depan rumah. Biar tamu yang datang paham tuan rumah tidak mentoleransi rokok. Apalagi ada GazaRo kan di rumah. Ngeri liat berita tentang anak yang kena peunomia gara-gara orang dewasa yang merokok di dekatnya.


Bahkan ayahro kalau baru pulang gue suruh ganti baju dulu baru pegang2 anaknya. Awalnya sih Ayahro keberatan gue pasang sticker itu. Tapi doi akhirnya pasrah karena lebih keberatan lagi kalau gue menegur orang yang merokok di rumah. Katanya gak sopan. Laaaah yang merokok siapa, yang gak sopan siapa. Mereka yang nikmat, kita yang skakmat 😀


Rokok harus mahal


Ada yang pernah nonton film hafalan solat Delisha? Penulisnya pernah bercerita kalau ternyata lokasi pantai tempat syutingnya yaitu pulang genteng kalau gak salah disana ada gerakan khusus untuk rokok. Lupa juga nama gerakannya, tapi intinya setia ibu/wanita ketika membelikan rokok untuk suaminya mereka ambil satu batang setiap bungkusnya. Jika sudah terkumpul satu bungkus saat di minta membelikan lagi, mereka memberikan rokok yang berhasil di kumpulkan. Kemudian uang rokok jatah hari itu di pakai untuk gotong royong membangun fasilitas kesehatan, yang katanya belum ada di desa tersebut.

Emak gue di Jakarta punya warung kelontong. Kadang sedih yang datang membeli rokok adalah keluarga yang sehari-harinya pas Pasan. Bahkan bisa di bilang kurang. Tapi para bapak-bapak ya kok nekat terus merokok. 

Atuh pak itu kalau di kumpulin sampeyan bisa beli motor buat ngojek loh. Dari pada bengong depan rumah sambil isep racun😀

Kata emak, belakangan yang beli rokok kadang anak kecil. Bilangnya di suruh bapaknya. Kalau warung kelontong di kampung-kampung mah kan gak kayak minimarket yang jelas ada peraturan di larang membeli rokok dan minuman keras di usia-usia tertentu. Tapi belakangan emak suka gak ngasih tuh bocah-bocah yang katanya di suruh para leluhurnya. Lagian itu orang yak, yang ngerokok dia, kenapa belinya nyuruh orang, yang ngisep dia, kenapa yang sakit orang lain. NYURUH ANAK KECIL PULA!!!


Program Radio Ruang Publik KBR


Beberapa waktu lalu di siarkan secara live di 100 radio yang bekerjasama dengan KBR untuk mendengarkan pemaparan ibu Magdalena Sitorus dari Jaringan Perempuan Peduli Pengedalian Tembakau (JP3T) 
Dan Ibu Ligwina Hananto - Financial Trainer.

Keduanya membahas tentang rokok yang di harapkan kedepannya tidak lagi murah, #rokokharusmahal. Agar masyarakat khususnya anak-anak yang mulai berani coba-coba berpikir ulang untuk membeli. Kalau ibu Magdalena setuju harga #rokok50ribu gue sepakay untuk di taruh di harga 100rb hehehehe...

Biar gak pake mikir ulang, tapi langsung ilfiel hahahaha.

Siaran yang di dengar dari Sabang sampai merauke tersebut mendapatkan banyak perhatian dari masyarakat. Ada masukan dari pendengar yang cukup menarik, yaitu dari mba Tri.


saya sangat mendukung rokok harus mahal. Selain agar tidak mudah dibeli anak. Saya punya saran Bagaimana kalau penjual rokoknya dibatasi, hanya tempat-tempat tertentu mungkin toko yang besar yang punya cctv dan pengawasan yang ketat. Kemudian yang perlu jadi perhatian adalah rokok yang tidak memakai cukai, atau industri rumah tangga.

Idenya oke juga ya. Kalau misal setiap provinsi hanya ada beberapa outlet, dan misalkan yang di daerah untuk bisa beli rokok harus ke kota kan seru tuh kwkwkw 🀣. Mendaki gunung lewati lembah...

Gue berdoa semoga orang-orang yang mengkampanyekan #rokokharusmahal diberikan kesehatan supaya Champaign ini mencapai goalnya dan membawa perubahan lebih baik. 

Btw salah satu alasan gue nyari suami yang gak merokok, karena selain bengekan, keluarga gue gak ada yang merokok. Jadi penting sekali adanya role model dalam keluarga. Dan dengan tidak merokok, gue sepakat kalau itu adalah bentuk tanggung jawab kepala keluarga (khususnya) kepada keluarganya. Baik secara kesehatan maupun secara finansial 😊