Follow Us @curhatdecom

Wednesday, February 21, 2018

Serba Serbi Naik Pesawat Bawa Bayi

6:13:00 PM 10 Comments
Say Cheeeese....

Heloooooooo....helooooo... uhuk...uhuk... ini debu banyak amat yak di Blog. Hampir sebulan gak tersentuh sih kwkwkwkw. Maafkan, fufufufu. Gue agak rempong sama pindahan. Serba serbi pindahan mau gue tulis lain waktu ya. Ada tips DIY dapur ala bundaro juga. Kapan, iya nantiiii... kwkwkw

Selain pindahan, salah satu yang bikin gue lama gak nulis blog, adalah di undang kembali ke Jakarta oleh Staf Kepresidenan. So, gue sama GazaRo wussssh terbang lagi deh ke Jakarta hehehe.

Baca Juga : Dari Banjarmasin Ke Jakarta Cuma Untuk Gosipin Pak Presiden


Oke dibandingkan Umaro, Gazaro ini di usia yang belum genap 5 bulan udah 7 kali naik peswat. 2 kali di antar ayahro, sisanya kami "nge-Date" berdua ajah. Rempong? Gak juga sih. Dulu jaman Umaro juga gue beberapa kali mudik berdua ajah. Begitulah jadi perantauan, Bundaro kudu Seterong bak Terong #eh.

Kalau ada yang mau bepergian dengan bayi naik pesawat, ini dia 5 hal dasar yang perlu di ketahui.


Surat Keterangan/Rekomendasi Dokter

Penerbangan perdana GazaRo yaitu ke Jogja usia kurang dari sebulan. Boleh? iya boleh kok, tapi harus disertai dengan surat keterangan dokter. Surat ini lebih untuk memastikan ajah bayi terbang dalam keadaan sehat atau layak terbang.

Bikin suratnya gampang kok, tinggal datangi DSA (dokter Spesialis anak), biayanya sesuai dengan DSA masing-masing sih ya. Kemarin GazaRo sekitar 100rb kalau gak salah, sekalian konsultasi.

Kalau mau versi murah, bisa datang ke puskesmas ajah. Gazaro juga pernah ke puskesmas. Bayar cuma 5rb cyiiin. Tapi sabar ya kalau Nakes (tenaga kesehatan) nya agak bingung gak paham. Kemarin gue gitu karena ternyata mereka belum pernah buat. Tapi di spanduk layanan puskesmas tercantum, jadi gue yakin bisa hehehe

Nah kalau versi kepepet alias gak sempet ke DSA atau puskesmas bisa juga cek di bandara. Biayanya sekitar 35rb. Tapi daripada dicek gak layak terbang trus gagal pergi mending prepare sebelumnya ya. Karena pemeriksaan di bandara ini lumayan ketat. Suhu tubuh juga di periksa.

Oh iya surat keterangan dokter ini ada masa expirednya ya. Beda maskapai beda kebijakan. Biasanya 3-7 hari. Sampai usia berapa butuh surat rekomendasi dokter ini? Nah beda-beda juga kebijakan tiap maskapai. Kalau gak salah Lion Grup sampai 3 Bulan.

Jangan lupa, nanti di Bandara kita akan diminta menandatangani surat keterangan bahwa kita tidak akan menuntut apa-apa jika terjadi sesuatu dengan si bayi.

Tiket Bayi

Anu... walau belum duduk sendiri jangan lupa beli tiket untuk bayi yaaaa hehehe. Karena mereka juga masuk kategori penumpang. Murah ajah kok, cuma 10% dari tiket dewasanya ajah. 
Loket Pembelian Tiket Tambahan Infant

Kalau beli tiket di aplikasi tiket online pilih "INFANT" untuk beli tiket bayi. Belinya sekalian tiket dewasa ya, jangan terpisah. 

Bagaimana kalau terpisah? 
2 kali gue di undang ke Jakarta sebagai blogger. Tapi tiket bayi gak di cover. Aduuuh ini gimana ya, kan bayinya gak bisa di tinggal. Setelah googling dan curhat dengan teman sejawat (halah) dapat info kalau tiket bayi bisa menyusul di beli. Caranya tinggal mendatangi counter maskapai yang di tunjuk. Atau beli di bandara saat akan cek in, beli di counter resminya ya. Gampang kok 
prosesnya. Kemarin tiket PP Gazaro dengan maskapai Batik sekitar 160rb.

Oh iya, biasanya kalau belinya udah 4 jam sebelum keberangkatan memang harus di bandara ya. Karena itu sudah masuk otoritas bandara katanya. 

Jangan lupa siap-siap bawa fotocopy akte kelahiran atau KK. Jaga-jaga ajah sih, selama ini gue gak pernah diminta.


Perlengkapan Keamanan Di Pesawat

Perlengkapan keamanan di pesawat untuk bayi kurang lebih sama kok kayak dewasa. Ada seatbelt dan baju pelampung. Dua benda ini akan diberikan pramugari setelah kita duduk dengan nyaman.
Gak boleh di bawa pulang sih, jadi di foto ajah hehehe

Nah karena gue pakai gendongan yang ergonomis dan safety kata pramugarinya gak perlu di pakai seatbelt nya. Di gendongan juga udah aman. 


Dan pramugari akan sedikit memberikan briefieng tentang baju pelampung bayi di letakkan di kantong depan tempat duduk, tentang pemakaian nya, tentang masker oksigen, tombol bantuan dsb. 

Oh iya, jangan sekali-sekali mikir mau bawa pulang buat oleh-oleh yaaaa... Barangkali mikir "wah lumayan nih buat berenang dede" (lah itu mah elu kali pit yang mikir begitu kwkwkw)

Karena membawa pulang pelampung bayi sama dengan hukuman membawa pulang pelampung dewasa. Bisa di denda dan di penjara 2 tahun. Itu alat keselamatan cyiiin bukan sovenir dari maskapai #LOL

Oh iya di pesawat kadang kita bisa request bassinet. Semacam tempat tidur bayi gitu. Tapi kayaknya itu khusus penerbangan yang memakan waktu berjam-jam. Kalau cuma 1-2 jam penerbangan jarang ada hehehe.

Saat Terjadi Keadaan Darurat

Namanya seorang ibu pasti akan refleks memberikan yang terbaik donk ya buat anak. Bahkan rela mengorbankan diri jika perlu. Tapi ternyata pengorbanan di dunia penerbangan juga harus smart. 

waktu rebutan kamera sama Umaro, iya ini darurat juga sih kwkwkwkw

Dalam briefieng yang disampaikan oleh pramugari, jika ada perubahan tekanan udara mendadak masker oksigen akan keluar. Dan pramugari memberi instruksi kalau ibunya harus memakai lebih dulu baru anaknya. Kok seperti egois ya, tapi ada benarnya. Karena dengan orang dewasanya menyelamatkan diri terlebih dahulu, peluang selamat keduanya lebih besar. Sedangkan jika orang dewasanya tidak selamat bayinya selamat, maka bayinya juga tidak bisa bertahan lama. Itu logikanya. Tapi hidup dan mati tetap Allah yang atur ya.

Membuat Bayi Nyaman

Saat penerbangan pulang ke Banjarmasin, gue kebetulan satu pesawat dengan another baby. Usianya 1 tahun, dan selama penerbangan dia full menangis. Bagaimana dengan GazaRo? Alhamdulillah selama penerbangan GazaRo tenang. Pernah si penerbangan ke 4 dan 5 kalau gak salah GazaRo rewel.

Emak Selpih biar rileks lah yaaaaa....
Banyak hal sih yang bikin bayi rewel di pesawat. Salah satunya adalah sakit di telinga karena suara bising atau perubahan tekanan udara. Solusi nya bisa dengan menggunakan earmuf atau bisa dengan di beri makan/susui saat take off dan landing. Tapi kalau bayinya tidur, ya biarkan saja. Jangan di paksa di susui, malah jadi rewel.

Bayi rewel tentu karena tidak nyaman. Di penerbangan ke 4 ternyata GazaRo rewel karena minta keluar dari gendongan. Dia kegerahan juga karena ac nya gak terasa cyiin. Di penerbangan ke 5 paling bikin heboh. DIA MINTA KURSI SENDIRI. Ampooon bayi 4 bulan minta kursi sendiri coba. Untung penerbangan lagi kosong. Oh iya itu waktu kami ketinggalan pesawat karena salah maskapai (someday kalau mood gue cerita kwkwkwkw)
Senyum kemenangan saat akhirnya dapat kursi sendiri errrrrr...

Hal lain yang bikin bayi rewel di pesawat adalah karena dia merasa asing dengan lingkungan. Dan percaya atau gak, suasana hati ibunya ngaruh loh ke suasana hati bayi

Jadi bayi yang nangis di pesawat itu, gue lihat di ruang tunggu ortunya emang gelisah, dan dan ribet sendiri (maaf bukan ngejudge). Di bis anaknya anteng, eh emaknya udah bikin semacam sugesti pas ngobrol sama gue "Anak saya mah pasti nangis di pesawat". Lah iya bener dia nangis selama penerbangan. 

Ada juga pengalaman bapak-bapak yang terbang bawa anaknya (SD). Saat take off dia nutup kuping anaknya dengan kedua tangannya trus merunduk bersama. Anaknya jadi ketakutan dan nangis. Padahal tadinya biasa-biasa saja. 
Gendongannya ergonomis, jadi mudik berdua doank sama Bayi siapa takut hehehe

Gak cuma di pesawat, dalam kehidupan sehari-hari kalau gue udah kacau pikiran, pasti nyamber ke bayi. Mereka ikutan rewel dan malah bikin tambah pusing hihihi. Trus emang emak gak boleh marah? Gak boleh kesel? Gak boleh stress? Boleh, manusiawi itu. Tapi yang perlu di perhatikan adalah bagaimana mengelola semua emosi itu.
Oh iya untuk tempat duduk saat cek-in minta di bagian lorong jangan deket jendela. Kalau bawa anak-anak duduk dekat jendela bisa jadi pengalaman menarik. Tapi kalau bawa bayi mending di lorong. Karena bayi lebih mendapat space terbuka. Kalau perlu ganti popok ke toilet juga mudah keluar masuk. Atau kalau sesekali minta gendong berdiri juga nyaman (dengan catatan tanda lampu kenakan sabuk pegaman dalam keadaan padam ya).

A post shared by KeluargaRo (@keluargaro) on

Jangan lupa siapkan mainan kesukaan jika dia bosan. Ajak bercanda dan ngobrol-ngobrol. Tapi memang paling aman adalah biarkan dia tidur selama penerbangan hehehe...

Kalau bisa jangan terlalu mepet datang ke bandara. Kalau kelamaan nunggu mau tempat nyaman bisa mampir ke ruang menyusui. Kalau di bandara soekarno Hatta ruang menyusuinya nyaman bangeeeeet. Bundaro dan GazaRo seneng banget bisa guling-guling disana kwkwkw...