Follow Us @curhatdecom

Saturday, December 16, 2017

Dari Banjarmasin ke Jakarta Cuma Untuk Gosipin Pak Presiden


Oke sebentar sebelum nulis gue mau nyanyi dulu...
"Ke Jakarta Aku kan kembaliiii...iiiii...iiiii...walau apapun yang kan terjadi", hayo siapa yang bisa tebak ini lagu siapa? Kalau tau berarti anda T.U.A. kwkwkw 😂
Memang belum lama ini gue baru saja liburan panjang di Jakarta bersama GazaRo. Setelah lahiran keluarga Jakarta memang belum sempat ke Banjarmasin, karena Ayahro juga dinas jadi sekalian ajah ke Jakarta dan sedikit agak lama. Akhir tahun pegawai Bulog banyak kerjaan memang.

Belum ada sebulan gue menginjakkan kaki lagi di Kota Seribu Sungai, tiba-tiba ada kabar kalau Blogger yang Menang lomba Flash Blogging beberapa waktu lalu di undang ke Kantor Sekretariat Negara. Oke apakah ini artinya gue akan ketemu Pak Presiden? Karena saat acara waktu itu di sebutkan pemenang lomba akan di ajak ke Istana bertemu Pak Presiden.

Baca Juga : Selamatkan Anak-Anak Dengan Konten Positif untuk Indonesia Bergerak Maju

Undangan Yang "Aneh"

Saat pertama kali Mas Jimmy Ahyari membuat grup wa dengan tujuan koordinasi gue sempat ragu. Setahu gue yang di undang kan memang hanya para juara. Oke gue juara harapan 1, tapi waktu itu kok kayak tak di anggap. Pasalnya kata panitia di lokasi acara tadinya juara harapan tidak ada, hanya sampai 3. Khusus kalsel ini mendadak juri minta di tambahkan satu lagi dengan alasan yang tidak disebutkan. Sertifikat pemenang yang gue terima ajah berbeda dari yang lain, tulisannya PESERTA bukan PEMENANG kwkwkw.
 
Blogger yang merangkap emak-emak rempong, beginilah kalau kami melancong hanya berdua hahaha

Asli gue ngarep tapi gak yakin. Jadilah busui baper kwkwkw... Karena ini akan jadi pengalaman baru buat gue.

Tapi ternyata Mas Jimmy meyakinkan lagi kalau gue beneran akan berangkat. Dan gue tambah yakin kalau gue juga akan berangkat setelah Bu Lasmi Tommy juga menghubungi langsung lewat wa.

Dan itu artinya "Yipiiii gue jadi berangkat". Bertemu presiden secara langsung tentu akan jadi pengalaman baru buat gue. Oke sebelum beliau jadi gubernur gue pernah bertemu dan berfoto langsung. Tapi sekarang setelah jadi presiden loooh...

Gue bertanya tentang undangan dari daerah lain. Daerah mana saja yang akan hadir? Katanya untuk tanggal 14 Desember 2017 hanya dari Banjarmasin saja. What? Ketemu Pak Jokowi cuma ber-4, eksklusif banget!

Foto-foto teruuuus hehehe

Tapi ternyata informasinya segera diperbaiki. Kedatangan kami ke Sekretaris Negara bukan Istana Negara, dan untuk FGD (Focus Group Discussion) dengan Staf Kepresidenan bukan ketemu dengan Pak Jokowi nya hehehe. Ternyata salah paham. Oke ini tidak mengurangi kegugupan gue, karena ternyata kami diminta membuat presentasi dengan tema "PRESIDEN JOKOWI DI MATA BLOGGER INDONESIA" 😫😫😫

PRESIDEN JOKOWI DI MATA BLOGGER INDONESIA

Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, waktu menghadiri Launching Buku Biografi beliau. Wajahnya gak berubah ya Pak hehehe

Bagi gue ini tema yang luar biasa. Beneran deh! Ini kayak pedang bermata dua *tsaaaaah. Iya bener, nulis yang cakep-cakepnya ajah kok gue kayak penjilat kwkwkw. Nulis yang jelek-jelek nanti gue di tangkep 😭 (eh itu terlalu lebay). Bagi gue yang bikin berat adalah, gue bingung mau menyampaikan apa. Kritik? Kritik yang seperti apa? Di tambah pula embel-embel "Di Mata Blogger Indonesia". Terlalu berat gue mewakili aspirasi seluruh blogger khususnya Banjarmasin. Lah, ngeblog serius ajah gue baru setahun belakangan. Masang domain, ngubah tamplate dsb ajah masih sering gaptek dan butuh banyak cemilan sebagai MP-BLOG (makanan Pendamping ngeBLOG).

Bisa di bilang gue dapat berita tentang pemerintahan hanya remah-remahannya saja yang sumbernya dari media yang pro maupun yang kontra. Di share pula oleh pendukung maupun yang "sebel" sesuai kebutuhan masing-masing kubu. Karena itu hanya remah-remah gue anggap sebagai cemilan. Cukup sekedarnya, cukup untuk hiburan gak usah di ambil serius.


Gue lebih senang memantau sisi lain dari berita yang bisa menghibur. Misal Pak Jokowi ngeVlog, pakai jaket dan sepatu kekinian dsb. Sejak jadi ibu-ibu gue memilih jadi orang yang plagmatis. Alias cari kedamaian, karena bagi gue politik itu gak lebih mengerikan dari mom war hahahaha. Biarkan semua bicara sesuai dengan porsinya. Yang paham politik monggo bicara politik. Gue pun pakai cara gue sendiri untuk berperan dalam pembangunan Indonesia. Yaitu dengan menulis, mendongeng dan menyiapkan anak-anak gue agar siap menjadi generasi penerus.

baca juga : Tetap Waras Jadi Ibu Rumah Tangga Dengan NgeBlog

Oh iya balik ke tema tadi, karena gue bingung gue pun bertanya dengan teman-teman blogger. Punya uneg-uneg apa tentang Kepemimpinan Pak Presiden. Dan dari hati yang paling tulus disampaikan oleh Ketua Female Blogger Banjarmasin bahwa dia berterima kasih pemerintah mengadakan event untuk blogger khususnya di Banjarmasin. Karena di Banjarmasin event untuk blogger sangat jarang. Terlebih event kemarin juga merupakan seminar tentang Bijak Bersosial Media, jadi ilmunya sangat bermanfaat.

Mas Jimmy sedang presentasi

Akhirnya di FGD yang di hadiri oleh Bu Lasmi, Pak Andoko dan kemudian menyusul Pak Sukardi Rinakit gue menyampaikan beberapa poin.
  1. Pemerataan sinyal internet, karena bagi gue yang dari lahir sampai usia 26 tahun di Jakarta setelah merantau ke Pulau kalimantan gue baru benar-benar merasakan tidak ratanya pembangunan di Indonesia dalam banyak aspek terutama internet. Buat gue sinyal internet yang jaringannya bagus dan MURAH itu penting. Apalagi saat ini gue mulai serius ngeblog, dan berencana membuat vlog dongeng. Dan kalau sudah mati lampu, di Banjarmasin sinyal bisa mendadak hilang sama sekali hiks.
  2. Perlindungan terhadap Blogger, karena baru-baru ini ada kasus blogger di tahan atas tuduhan pencemaran nama baik karena menulis tentang buruknya manajemen apartemen. Padahal selaku penghuni pasti dia punya data dan bukti.
  3. Hukum yang jelas tentang Plagiasi. Oke gue memang bukan penulis beken yang tulisannya bisa menjual. Tapi ternyata gue tetap mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan, tulisan gue dengan judul "Surat Cinta Untuk Calon Suamiku" di copy paste kemudian di share di Blog dan Youtube. Waktu itu gue baru aktif menulis di FB. Mungkin dari sanalah yang bersangkutan memperoleh tulisan gue.
  4. Perlindungan anak dari kejahatan siber. Gue meminta situs-situs "berbahaya" di blokir. Bahkan jika memungkinkan adanya semacam filter khusus untuk anak-anak. Dan jika memungkinkan gue mau mengajukan program edukasi "Berinternet sehat" lewat dongeng kepada anak-anak khususnya di sekolah dasar.

"Gosipin" Pak Jokowi Ternyata Seru

Mendengarkan cerita Bapak Sukardi Rinakit


Kalau di luar sana orang panas dengan berbagai kebijakan Pak Presiden, gue memilih diam. Diam bukan karena gue simpatisannya ya, tapi gue diam karena gue tidak pernah tahu berada di posisi orang lain. Secara politik dari dulu teman-teman dekat gue tahu tahu kalau gue ini kayak 'alergi'. Tapi namanya jadi manusia, kita tidak pernah bisa membahagiakan semua orang.

Di sela-sela FGD Pak Sukardi Rinakit banyak bercerita tentang sepak terjang Pak Presiden di lapangan. Sama seperti waktu acara flash Blogging, mendengar cerita Pak Sukardi bagi gue sangat menarik. Karena gue seperti melihat sisi humanis Pak Presiden dari cerita-cerita beliau.
Belum afdol kalau belum foto bareng hehehe

Misalnya cerita saat Pak Jokowi diam-diam makan duren saat di Medan, tentang Pak Jokowi yang selalu bilang sama ajudannya agar tidak terlalu keras saat ada rakyat yang ingin bersalaman atau foto bersama, dan yang paling menarik cerita Pak Sukardi tentang kuis "Makanan apa yang paling tidak enak di dunia?" dan jawabannya adalah makanan Presiden.

Sudah pasti menjadi Presiden keamanan menjadi nomor satu. Kalau yang pernah nonton film korea Jewel In The Palace pasti tau deh. Kalau makanan untuk raja sebelum di hidangkan selalu di pastikan dulu keamanannya. Nah begitu juga dengan Pak Presiden. Beberapa jam sebelum di hidangkan, makanan itu harus steril. Jadi biasanya makanan Pak Presiden selalu terhidang dalam keadaan dingin. Untuk beberapa jenis makanan, menyantap selagi hangat pasti enak kan? 😂

Gak nyangka di dalam Sekretariat Negara ada toko Sovenir
Bagi gue mendengar cerita-cerita seperti ini sangat menyenangkan. Karena sepopuler apapun orang, dia tetap manusia. Tapi terkadang popularitas seperti mematikan sisi manusiawi seseorang. Artis saja selalu di tuntut untuk tampil sempurna. Apalagi Pemimpin negeri. Dari Sabang sampai Merauke seluruhnya minta dipenuhi kepentingannya. Tapi ya itu tadi pegangan gue, kita tidak bisa selalu membahagiakan semua orang. Dan satu lagi, kita tidak pernah tau rasanya berada di posisi orang lain. So buat gue berhenti protes dan kembali ke diri sendiri bisa apa untuk membuat perubahan.
Uforia saat berhasil menemukan hape yang hilang kwkwkw


15 comments:

  1. Hape yang hilang sampe mau keliling sekneg nyarinya. Rezekiiii... Wkwkwk

    ReplyDelete
  2. Uwaaaahhh mbaaa, senengnya bisa ke sana dan 'bergosip' ttg pak presiden :D. Aku juga maauuu... Bener sih mba, akupun tipe yg lbh milih menghindar kalo ada yg bicara ttg pemerintah ato apapun yg menyangkut politik. Krn ga pengen ujung2nya malah berantem dan ribut, trs berakhir ama unfriend wkwkwkwk... Pilih damai ajalah.. Apapun kebijakan pemerintah, aku jg ngerti ga akan bisa muasin semua pihak. Tp at least cobalah liat apa sisi positif yg sudah dihasilkan pemerintah. Ga gampang jg kan jd pemimpin utk negara sebesar indonesia. Orang2 yg ribut2 itu, apa bener ngerasa mampu kalo di posisi beliau :)

    ReplyDelete
  3. Waa gaza kecil-kecil udah mampir ke kantor presiden euy. Keren!

    ReplyDelete
  4. Mbk, ceritanya seru banget. Haha
    Liat emak-emak bawa anak kemana-mana itu aku suka banget mbak. Meski sibuk, tetap tugas sebagai seorang itu mesti menonjol juga y mbk. Haha

    Heboh baca cerita n liat foto2 mbk de itu. Bunda ketce. Hihi

    ReplyDelete
  5. Waah ternyata ini cerita yang kemarin diobrolin di grup. Keren ih tapi yang lebih keren itu bayinya dibawa serta.

    ReplyDelete
  6. Wow.... ini mah namanya rezeki gak bakal kemana ya kak, gak menang tp diundang juga ke Jakarta.. asyik lah ^^ pas baca artikel ini, aku fokus ke baby ya, anteng bener ngikutin emaknya....

    ReplyDelete
  7. Asyik sambil gendong bocah. Kebayang seru dan capeknya terbayar ya mba.
    Jadi ada toko sovenir ya disitu 😁 ku jugaa baru tau mbaa

    ReplyDelete
  8. yee... pesan no.1 tersampaikan juga ke Pak Jokowi ya... :D barakallah

    ReplyDelete
  9. Wahh..selamat yaa akhirnya berhasil sampai juga di Sekretariat Negara dan ketemu TKP
    Jimmy tuh yang bingung, beberapa kali nelpon saya nanya2 soal acara ini hahaha

    ReplyDelete
  10. Lengkap ceritanya. Sayang gak sempet ketemu pak Sukardi. Hikz

    ReplyDelete
  11. Naiseee.. keren ulasannya mbak e..

    ReplyDelete
  12. senneg liatnya apalagi elu ga ninggalin anak demi buat ketemu pak pres luar biasa yak

    btw itu orang kenapa diburemin yak, hahaha

    ReplyDelete
  13. Hihi, sama saya juga juara harapan :D Senang ya mba bisa ketemu Pak Sukardi

    ReplyDelete