Follow Us @curhatdecom

Sunday, December 24, 2017

Seminar Indonesia Poverty Outlook: Pembangunan Infrastruktur Untuk Si Miskin

8:06:00 PM 0 Comments

GazaRo Selalu Membersamai BundaRo hehehe

Entah kenapa kehadiran Gue di Jakarta kali ini sangat berfaedah hehehe. Biasanya pulang kampung kota jadi ajang gue bernostalgia dengan teman, atau dengan kuliner yang dirindu (kan makanan lagi kan hahaha). Tapi selain memenuhi undangan dari staf kepresidenan di Kantor Sekretariat Negara, gue juga mencoba mengikuti beberapa undangan event sebagai Blogger. Kapan lagi coba ya, di Banjarmasin event yang melibatkan blogger masih sedeikit cyiiiin...

Baca Juga : Dari Banjarmasin Ke Jakarta Cuma Untuk Gosipin Presiden



Nah selain "perjalanan dinas" beberapa event yang gue ikuti adalah Seminar Indonesia Poverty Outlook: Pembangunan Infrastruktur Untuk Si Miskin. Ehm... untuk gue sebetulnya seminar ini cukup berat tapi bermanfaat. Yups setelah meninggalkan bangku kuliah seminar-seminar macam ini hampir gak pernah masuk wish list Bundaro. Maklum udah emak-emak, concern gue lebih ke seminar parenting, ASI dan segala hal tentang anak-anak. Tapi seminar kali ini menarik untuk di ikuti, jadi kita bisa membuka wawasan tentang "dapur orang" bukan hanya sibuk memperhatikan "dapur sendiri".


Bertempat di Museum Kebangkitan Nasional, Kamis 21 Desember 2017 Dompet Dhuafa menyelenggarakan Seminar ini dengan beberapa narasumber, diantaranya:
  1. Dr. Ir. Rachmat Mardianan, Mars, Direktur Energi Telekomunikasi dan Informatika Kementrian PPN/Bappenas
  2. Prof. Ahmad Erina Yustika, Direktur Jendral Pembangunan Kawasan Pedesaan Kementrian Desa
  3. Marsudi Nur Wahid, Pimpinan Redaksi Jawa Pos
  4. Yusuf Wibisono, Direktur IDEAS
  5. Eki Sinaryanto, Perwakilan Redaktur Pelaksana Republika
Gue rasa pertemuan gue dengan staf kepresidenan seperti ada benang merahnya dengan seminar yang gue ikuti kali ini. Di pemerintahan Presiden Jokowi saat ini pembangunan Infrastruktur seperti menjadi prioritas. Ternyata ini semua ada tujuannya. Seperti yang disampaikan oleh para narasumber, bahwa pembangunan infrastruktur sangat dibutuhkan oleh masyarakat miskin di Indonesia terutama untuk membuka akses.
 
Para Blogger Berfoto Bersama dengan Para Narasumber

Dengan infrastruktur yang baik, maka masyarakat pedalaman dapat dengan mudah mendistribusikan logistik dan hasil olahan mereka, sehingga masyarakat pedalaman dapat lebih berdaya.

Dampak ekonomi tahap konstruksi pembangunan infrastruktur :
  • Tahun 2017 investasi Rp 126,8 trilliun, nilai tambah yang dihasilkan Rp 146,9 trilliun dan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi adalah sebesar 1,06%.
  • Tahun 2018 investasi Rp 157,8 trilliun, nilai tambah yang dihasilkan Rp 186,4 trilliun dan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi adalah sebesar 1,28 %.
Dampak ekonomi tahap operasional pembangunan infrastruktur :
  • Tahun 2017 investasi 49,3 trilliun, nilai tambah yang dihasilkan Rp 52,2 trilliun dan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi adalah sebesar 0,38 %.
  • Tahun 2018 investasi Rp 92,3 trilliun, nilai tambahn yang dihasilkan Rp 94,8 trilliun dan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi adalah sebesar 0,65 %.
Pernah gue mendengar di televisi tentang motivasi seseorang menjadi "relawan". Jawaban dia adalah karena selain memberikan sumbangsih langsung, dia merasa pemerintah perlu dibantu. Mungkin itu juga yang menjadi salah satu alasan Dompet Dhuafa.
Dapat Oleh-Oleh Produk UKM binaan Dompet Dhuafa. Voucernya belum kepakai buat belanja di Minirmarket DD yang banyak menjual produk UKM. Masih ada sekotak Buah Naga, tapi tinggal kotaknya isinya lupa kefoto hehehe

Secara pribadi gue pernah bergabung dengan Dompet Dhuafa sebagai Fundrising. Sumber pendanaan Dompet Dhuafa memang kebanyakan diserap dari Zakat, Infak dan Sedekah Umat Islam. Lembaga-lembaga sosial seperti Dompet Dhuafa bukan sekedar menyemarakan pembangunan di Indonesia, tapi bentuk rill dari aksi nyata untuk Indonesia. Dompet Dhuafa sebagai organisasi nirlaba memberikan alternatif pemanfaatan ZIS lewat program produktif dan Inovatif.

Seperti yang disampaikan oleh Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi, Bapak Drg. Imam Rulyawan. Dompet Dhuafa memiliki banyak program terintegrasi di wilayah pedesaan yang dinamakan dengan klaster mandiri. Memberdayakan masyarakat dari program kesehatan, pendidikan, agama, dan ekonomi.

Semoga semakin banyak masyarakat kreatif ikut sumbangsih dalam mengatasi kemiskinan di Indonesia. Karena kalau bukan kita, siapa lagi?

Thursday, December 21, 2017

Bayam Kuah Santan (Bobor Santan) #AlaBundaro

10:08:00 AM 0 Comments
Belakangan hasrat memasak gue memudar. Sebab apa? Sebab gue merasa kelelahan dan kemalasan, oke fix alasan sesungguhnya karena gue malas hehehe. Tapi apa daya, emak kudu masak. Kenapa? Karena jajan terus kantong bisa jebol kwkwkw

Untuk satu kali jajan minimal gue merogoh kantong 20k untuk satu orang. Kalau sehari 3x makan untuk dua orang jadilah 120k satu hari. Padahal dengan uang segitu gue bisa buat nyetok isi kulkas seminggu. Tapi gimana ya kalau udah males maaaah....

Oke Bundaro harus tetap realistis. Dapur harus ngepul, peruta harus terisi, dan stabilitas ekonomi rumah tangga harus tetap terjaga. Jadi mari kita masak lagi, dan kita pilih menu yang simpeeeeeeel pake banget. hehehe

Kalau kata orangtua jaman old, kalau lagi menyusui jangan lupa makan sayur. Yang di rekomendasikan adalah Bayam dan Katuk. Okeh di Banjarmasin cari Katuk bagi gue susah, entah apa karena gue kurang usaha juga yak hahaha. Soalnya gue "kurang percaya" dengan istilah makanan sebagai ASI Booster. Bayam bagus karena gizinya. Tapi kalau tiap hari busui di jejelin bayam kan bosan juga. Dan busui yang kehilangan mood sangat berbahaya buat kuantitas ASI-nya.

Gue termasuk sering masak Bayam di Rumah. Karena emang selain Paman Sayur selalu bawa itu, bayam mudah di masak, bumbunya simple, dan cukup familiar. Soalnya kalau gue masak aneh-aneh si Abang gak selera makan. Tapi sejujurnya gue bosan juga makan bayam terus. Aha! Mari kita buat bayam ini lebih istimewa. Kita buat Bobor Santan.

Aslinya gue tahunya ini Sayur Bayam Khas Bogor, tapi pas upload ke Facebook kata temen-temen namanya adalah Bobor Santan. Nah ini dia resep simpel ala Bundaro.

Bahan:
  1. Sayur bayam 3 ikat
  2. Wortel
  3. Bawang Merah
  4. Bawang Putih
  5. Cabe Merah
  6. Kencur
  7. Kunci (yang ini gue skip karena gue gak pernah nemu ini di Banjarmasin)
  8. Sasa Santan Kelapa
  9. Garam dan gula putih secukupnya
  10. Penyedap rasa (kalau gue skip) 

Cara membuat:
  1. Cuci sayur kemudian potes-potes (kwkwkw bahasa apa ini). Wortel yang sudah di cuci juga sekalian di kupas dan di potong-potong ya.
  2. Iris cabe dan bawang merah. Untuk Bawang putih, kencur dan kunci cukup di geprek ajah. Supaya aroma dan rasanya lebih keluar
  3. Rebus air bersama para bumbu sampai mendidih, kemudian masukkan  wortel. Masak sampai setengah matang.
  4. Masukkan bayam, aduk rata. Setelah agak layu tambahkan gula dan garam sedikit saja. Terakhir masukan Sasa Santan Kelapa, koreksi rasa. Dan violaaaa selesai deh hehehe
Sebetulnya awal masak bobor ini berawal dari ketidak sengajaan kwkwkw. Pas lagi masak, tiba-tiba gue merenung. Gue bosen makan bayam gini-gini ajah. Trus gue inget punya stok Sasa Santan kelapa sisa bikin opor ayam. Dan tanpa pikir panjang langsung gue cemplungin ajah gitu hahaha (Emak Labil).

Bobor Santan #AlaBundaro, makannya pakai Cumi hitam tambah maknyuuuus...


Untung kan ada santan yang praktis gini. Coba kalau gue tiba-tiba punya ide, tapi santannya harus pakai proses peras memeras dulu. Hayati lelah hahaha. Karena tentu harus balik ke pasar cari kelapa segar. Dan gak akan bisa di simpan lama buat "Nyetok". Jadi udah paling bener deh nyetok Sasa Santan, aslinya santan.

Kemasannya juga mungil. Jadi buat masak sedikit gak ada sisa. Karena santan kalau sudah kebuka kan harus segera di masak, atau nanti jadi rusak dan harus dibuang. Kan mubazir.

Saturday, December 16, 2017

Dari Banjarmasin ke Jakarta Cuma Untuk Gosipin Pak Presiden

7:59:00 PM 15 Comments

Oke sebentar sebelum nulis gue mau nyanyi dulu...
"Ke Jakarta Aku kan kembaliiii...iiiii...iiiii...walau apapun yang kan terjadi", hayo siapa yang bisa tebak ini lagu siapa? Kalau tau berarti anda T.U.A. kwkwkw πŸ˜‚
Memang belum lama ini gue baru saja liburan panjang di Jakarta bersama GazaRo. Setelah lahiran keluarga Jakarta memang belum sempat ke Banjarmasin, karena Ayahro juga dinas jadi sekalian ajah ke Jakarta dan sedikit agak lama. Akhir tahun pegawai Bulog banyak kerjaan memang.

Belum ada sebulan gue menginjakkan kaki lagi di Kota Seribu Sungai, tiba-tiba ada kabar kalau Blogger yang Menang lomba Flash Blogging beberapa waktu lalu di undang ke Kantor Sekretariat Negara. Oke apakah ini artinya gue akan ketemu Pak Presiden? Karena saat acara waktu itu di sebutkan pemenang lomba akan di ajak ke Istana bertemu Pak Presiden.

Baca Juga : Selamatkan Anak-Anak Dengan Konten Positif untuk Indonesia Bergerak Maju

Undangan Yang "Aneh"

Saat pertama kali Mas Jimmy Ahyari membuat grup wa dengan tujuan koordinasi gue sempat ragu. Setahu gue yang di undang kan memang hanya para juara. Oke gue juara harapan 1, tapi waktu itu kok kayak tak di anggap. Pasalnya kata panitia di lokasi acara tadinya juara harapan tidak ada, hanya sampai 3. Khusus kalsel ini mendadak juri minta di tambahkan satu lagi dengan alasan yang tidak disebutkan. Sertifikat pemenang yang gue terima ajah berbeda dari yang lain, tulisannya PESERTA bukan PEMENANG kwkwkw.
 
Blogger yang merangkap emak-emak rempong, beginilah kalau kami melancong hanya berdua hahaha

Asli gue ngarep tapi gak yakin. Jadilah busui baper kwkwkw... Karena ini akan jadi pengalaman baru buat gue.

Tapi ternyata Mas Jimmy meyakinkan lagi kalau gue beneran akan berangkat. Dan gue tambah yakin kalau gue juga akan berangkat setelah Bu Lasmi Tommy juga menghubungi langsung lewat wa.

Dan itu artinya "Yipiiii gue jadi berangkat". Bertemu presiden secara langsung tentu akan jadi pengalaman baru buat gue. Oke sebelum beliau jadi gubernur gue pernah bertemu dan berfoto langsung. Tapi sekarang setelah jadi presiden loooh...

Gue bertanya tentang undangan dari daerah lain. Daerah mana saja yang akan hadir? Katanya untuk tanggal 14 Desember 2017 hanya dari Banjarmasin saja. What? Ketemu Pak Jokowi cuma ber-4, eksklusif banget!

Foto-foto teruuuus hehehe

Tapi ternyata informasinya segera diperbaiki. Kedatangan kami ke Sekretaris Negara bukan Istana Negara, dan untuk FGD (Focus Group Discussion) dengan Staf Kepresidenan bukan ketemu dengan Pak Jokowi nya hehehe. Ternyata salah paham. Oke ini tidak mengurangi kegugupan gue, karena ternyata kami diminta membuat presentasi dengan tema "PRESIDEN JOKOWI DI MATA BLOGGER INDONESIA" 😫😫😫

PRESIDEN JOKOWI DI MATA BLOGGER INDONESIA

Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, waktu menghadiri Launching Buku Biografi beliau. Wajahnya gak berubah ya Pak hehehe

Bagi gue ini tema yang luar biasa. Beneran deh! Ini kayak pedang bermata dua *tsaaaaah. Iya bener, nulis yang cakep-cakepnya ajah kok gue kayak penjilat kwkwkw. Nulis yang jelek-jelek nanti gue di tangkep 😭 (eh itu terlalu lebay). Bagi gue yang bikin berat adalah, gue bingung mau menyampaikan apa. Kritik? Kritik yang seperti apa? Di tambah pula embel-embel "Di Mata Blogger Indonesia". Terlalu berat gue mewakili aspirasi seluruh blogger khususnya Banjarmasin. Lah, ngeblog serius ajah gue baru setahun belakangan. Masang domain, ngubah tamplate dsb ajah masih sering gaptek dan butuh banyak cemilan sebagai MP-BLOG (makanan Pendamping ngeBLOG).

Bisa di bilang gue dapat berita tentang pemerintahan hanya remah-remahannya saja yang sumbernya dari media yang pro maupun yang kontra. Di share pula oleh pendukung maupun yang "sebel" sesuai kebutuhan masing-masing kubu. Karena itu hanya remah-remah gue anggap sebagai cemilan. Cukup sekedarnya, cukup untuk hiburan gak usah di ambil serius.


Gue lebih senang memantau sisi lain dari berita yang bisa menghibur. Misal Pak Jokowi ngeVlog, pakai jaket dan sepatu kekinian dsb. Sejak jadi ibu-ibu gue memilih jadi orang yang plagmatis. Alias cari kedamaian, karena bagi gue politik itu gak lebih mengerikan dari mom war hahahaha. Biarkan semua bicara sesuai dengan porsinya. Yang paham politik monggo bicara politik. Gue pun pakai cara gue sendiri untuk berperan dalam pembangunan Indonesia. Yaitu dengan menulis, mendongeng dan menyiapkan anak-anak gue agar siap menjadi generasi penerus.

baca juga : Tetap Waras Jadi Ibu Rumah Tangga Dengan NgeBlog

Oh iya balik ke tema tadi, karena gue bingung gue pun bertanya dengan teman-teman blogger. Punya uneg-uneg apa tentang Kepemimpinan Pak Presiden. Dan dari hati yang paling tulus disampaikan oleh Ketua Female Blogger Banjarmasin bahwa dia berterima kasih pemerintah mengadakan event untuk blogger khususnya di Banjarmasin. Karena di Banjarmasin event untuk blogger sangat jarang. Terlebih event kemarin juga merupakan seminar tentang Bijak Bersosial Media, jadi ilmunya sangat bermanfaat.

Mas Jimmy sedang presentasi

Akhirnya di FGD yang di hadiri oleh Bu Lasmi, Pak Andoko dan kemudian menyusul Pak Sukardi Rinakit gue menyampaikan beberapa poin.
  1. Pemerataan sinyal internet, karena bagi gue yang dari lahir sampai usia 26 tahun di Jakarta setelah merantau ke Pulau kalimantan gue baru benar-benar merasakan tidak ratanya pembangunan di Indonesia dalam banyak aspek terutama internet. Buat gue sinyal internet yang jaringannya bagus dan MURAH itu penting. Apalagi saat ini gue mulai serius ngeblog, dan berencana membuat vlog dongeng. Dan kalau sudah mati lampu, di Banjarmasin sinyal bisa mendadak hilang sama sekali hiks.
  2. Perlindungan terhadap Blogger, karena baru-baru ini ada kasus blogger di tahan atas tuduhan pencemaran nama baik karena menulis tentang buruknya manajemen apartemen. Padahal selaku penghuni pasti dia punya data dan bukti.
  3. Hukum yang jelas tentang Plagiasi. Oke gue memang bukan penulis beken yang tulisannya bisa menjual. Tapi ternyata gue tetap mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan, tulisan gue dengan judul "Surat Cinta Untuk Calon Suamiku" di copy paste kemudian di share di Blog dan Youtube. Waktu itu gue baru aktif menulis di FB. Mungkin dari sanalah yang bersangkutan memperoleh tulisan gue.
  4. Perlindungan anak dari kejahatan siber. Gue meminta situs-situs "berbahaya" di blokir. Bahkan jika memungkinkan adanya semacam filter khusus untuk anak-anak. Dan jika memungkinkan gue mau mengajukan program edukasi "Berinternet sehat" lewat dongeng kepada anak-anak khususnya di sekolah dasar.

"Gosipin" Pak Jokowi Ternyata Seru

Mendengarkan cerita Bapak Sukardi Rinakit


Kalau di luar sana orang panas dengan berbagai kebijakan Pak Presiden, gue memilih diam. Diam bukan karena gue simpatisannya ya, tapi gue diam karena gue tidak pernah tahu berada di posisi orang lain. Secara politik dari dulu teman-teman dekat gue tahu tahu kalau gue ini kayak 'alergi'. Tapi namanya jadi manusia, kita tidak pernah bisa membahagiakan semua orang.

Di sela-sela FGD Pak Sukardi Rinakit banyak bercerita tentang sepak terjang Pak Presiden di lapangan. Sama seperti waktu acara flash Blogging, mendengar cerita Pak Sukardi bagi gue sangat menarik. Karena gue seperti melihat sisi humanis Pak Presiden dari cerita-cerita beliau.
Belum afdol kalau belum foto bareng hehehe

Misalnya cerita saat Pak Jokowi diam-diam makan duren saat di Medan, tentang Pak Jokowi yang selalu bilang sama ajudannya agar tidak terlalu keras saat ada rakyat yang ingin bersalaman atau foto bersama, dan yang paling menarik cerita Pak Sukardi tentang kuis "Makanan apa yang paling tidak enak di dunia?" dan jawabannya adalah makanan Presiden.

Sudah pasti menjadi Presiden keamanan menjadi nomor satu. Kalau yang pernah nonton film korea Jewel In The Palace pasti tau deh. Kalau makanan untuk raja sebelum di hidangkan selalu di pastikan dulu keamanannya. Nah begitu juga dengan Pak Presiden. Beberapa jam sebelum di hidangkan, makanan itu harus steril. Jadi biasanya makanan Pak Presiden selalu terhidang dalam keadaan dingin. Untuk beberapa jenis makanan, menyantap selagi hangat pasti enak kan? πŸ˜‚

Gak nyangka di dalam Sekretariat Negara ada toko Sovenir
Bagi gue mendengar cerita-cerita seperti ini sangat menyenangkan. Karena sepopuler apapun orang, dia tetap manusia. Tapi terkadang popularitas seperti mematikan sisi manusiawi seseorang. Artis saja selalu di tuntut untuk tampil sempurna. Apalagi Pemimpin negeri. Dari Sabang sampai Merauke seluruhnya minta dipenuhi kepentingannya. Tapi ya itu tadi pegangan gue, kita tidak bisa selalu membahagiakan semua orang. Dan satu lagi, kita tidak pernah tau rasanya berada di posisi orang lain. So buat gue berhenti protes dan kembali ke diri sendiri bisa apa untuk membuat perubahan.
Uforia saat berhasil menemukan hape yang hilang kwkwkw


Tuesday, December 12, 2017

Kompor Induksi PLN KALSELTENG, Kompor Jaman Now

7:12:00 AM 6 Comments

Yuhuuuu jaman Now masih ada yang pakai kompor minyak tanah? Pasti ada yang jawab ada hehehe. Soalnya beberapa temen gue memang posting di medsos kalau mereka pakai kompor minyak tanah. Ada berbagai macam alasan sih kenapa mereka pakai kompor minyak tanah. Nah kalau kompor gas pasti mayoritas pada tahu dan pakai dong. Tapi kalau Kompor Induksi pernah denger gak? Atau mungkin di rumah sudah pakai?

Kompor Induksi ini adalah kompor yang sumber daya nya berasal dari Listrik. Nah cara kerja kompor induksi ini berbeda dengan kompor konvensional. Kalau kita punya paradigma memasak harus pakai api, kompor induksi bahkan tidak mengelurkan api sama sekali karena cara kerjanya memanfaatkan reaksi magnet untuk menghasilkan panas. Kompor induksi ini di klaim mampu memasak lebih cepat, aman dan hemat energi. Tapi tambahan dari gue kompor induksi ini punya kelebihan lebih bersih. Karena memasak dengan kompor induksi ini selain tidak ada bau gas, tidak ada tumpahan minyak tanah, juga menjaga pantat panci berubah warna alias gosong karena tidak ada api. Wuiiiiih kompor masa depan banget yaaaa...

Kompor induksi ini mulai diperkenalkan oleh PLN Kalselteng kepada masyarakat Banjarmasin loh. Minggu 10 Desember 2017 di taman kamboja PLN Kalselteng mengadakan lomba masak menggunakan kompor induksi ini. Gue yang penasaran datang langsung untuk melihat wujud dari kompor induksi ini. Ternyata si kompor induksi ini emang seperti punya kelas tersendiri. Desainnya elegan, praktis dan punya tingkat keamanan yang lebih baik dari kompor-kompor konvensional. Pembahasan tentang kompor induksi ini sudah banyak di ulas pada topik kompor induksi PLN Kalselteng di portal bpost online.
Agus Sasirangan master chef yang menjadi juri lomba memasak

Oh iya, kompor induksi ini hanya bekerja pada peralatan memasak yang stainless steel, terbuat dari bahan besi atau logam yang akan menempel pada magnet. Teman-teman bisa cari di youtube cara kerja si kompor induksi ini. Dalam keadaan menyala jika teman-teman pegang kompor induksi ini tidak akan panas. Tapi kalau diletakkan panci yang suport maka panas baru akan terasa. Jadi aman donk kalau gak sengaja kompornya terpegang dalam kondisi menyala. Jelas lebih aman.

Desain kompor induksi sendiri lebih elegan dan simple. Biasanya sih kompor induksi ini dipakai untuk diletakkan dimeja makan untuk masakan seperti sukiyaki dsb. Karena bentuknya yang ringan dan simple. Tapi gak ada salahnya kalau kompor kece ini pindah ke dapur ya. Bikin dapur lebih minimalis, bersih dan elegan.


Yang masih kepo bisa cek InstagramPLN Kalselteng untuk dapat informasi lainnya seputar Kompor Induksi ini.

Monday, December 11, 2017

Merancang Desain Rumah Minimalis Bersama Pasangan

7:38:00 PM 8 Comments

sumber : Pixabay
Bulan desember membawa gue pada memori 3 tahun silam (*tsaaaah). Pada bulan ini 3 tahun yang lalu gue sedang merasakan debar-debar mendekati hari-H perikahan. 11 Januari 2015 adalah tanggal yang gue pilih buat melangsungkan akad nikah. Kalau di tanya alasannya, simple. Karena udah ada lagunya jadi gue gak usah repot-repot bikin jingle pas aniversary wkwkw, dan pas juga hari minggu. Gue menolak dengan tegas saat di tawari berbagai pihak memilih tanggal dengan hitungan tanggal baik ini dan itu. Semua hari baik menurut gue!

Nah sejak perkenalan pertama dengan si abang (awal-awal manggilnya masih mas hehehe) gue sudah siap kalau ta’aruf kami berjalan sampai ke pelaminan berarti gue harus siap ikut merantau di pulau seberang, Banjarmasin Kalimantan Selatan.

Dan entah kenapa, sebetulnya cita-cita gue yang pengen keluar dari Ibu Kota yang semrawut seperti akan terwujud jika kami jadi menikah. Dan tadaaaaaa sekarang gue punya predikat “Ny. Iskandar” sudah 3 tahun lamanya. Nah kali ini gue mau cerita tentang merancang rumah kami.

Menentukan Lokasi

Oke jadi ternyata sebelum menikah, bahkan sebelum kenal gue (jarak perkenalan ke pelaminan Cuma 6 bulan) si Abang sudah ambil KPR di Banjarmasin. Dulu abang berpikiran daripada uangnya buat bayar kosan yang setara dengan biaya cicilan KPR kenapa gak sekalian ajah ambil rumah.
Penampakan Rumah Dinas kami

Sebelum menikah abang udah sounding kalau nantinya kami akan menempati sementara rumah dinas karena rumahnya molor waktu pengerjaannya. Dan rumah Dinas yang kami tempati rumah panggung, karena Banjarmasin ini tanahnya rawa. Dalam benak gue rumah panggung yang di maksud adalah rumah adat gitu trus serba kayu. Gue emang dari dulu pengen banget punya rumah yang serba kayu kayak di buku kumpulan lagu-lagu tradisional hehehe.

Karena abang tidak suka konsep rumah tinggal di Banjarmasin yang rawa, dan terkesan kumuh maka rumah yang di ambil adalah daerah yang “tanah padat”. Cuma karena jauh dari pusat kota gue yang biasa jadi anak mol, masih merajuk dan minta bertahan di rumah dinas. Yang bahkan klo mau ke supermarket tinggal loncat.

Nah ini kondisinya karena memang abang beli rumah sebelum menikah jelas itu jadi hak dia sepenuhnya. Tapi untuk pasangan yang sudah menikah dan akan membeli rumah, sebaiknya diskusikan berdua. Untuk lokasi yang dipilih. Karena membeli rumah bukan kayak beli kacang goreng hehehe...


Menentukan Design Bangunan

Mungkin buat yang membeli rumah KPR biasanya desainnya sudah seragam ya, apalagi di komplek perumahan. Tapi dalam proses pengerjaannya biasanya kita bisa request-request loh. Maksudnya bukan request lagu ya hehehe. Tapi misalnya ada bentuk bangunan yang disesuaikan dengan kebutuhan.
sumber : Pixabay

Selain jauh dari kota, alasan kami belum menempati rumah tersebut karena toiletnya yang super kecil. Cuma ada jamban, dan sower. Bahkan buat meletakkan ember kecil saja tidak memungkinkan. Hiks...

Tapi ternyata tidak berlaku buat rumah lainnya. Ada beberapa rumah yang sedang proses pembangunan kami datangi, kamar mandinya agak manusiawi. Rupanya mereka request di awal pembangunan.

Hasilnya sekarang kami sedang membangun kamar mandi tambahan di halaman belakang. Saat ini sedang proses pengerjaan. Semoga akhir bulan ini rampung, jadi tahun depan bisa di tempati deh.


Menentukan Desain Interior

Sekarang yang lagi ngetrend banget tuh desain minimalis dan ShabyChic. Sebagai penyuka pink, gue pengeeeeeen banget mendesain rumah kami itu dengan nuansa ShabyChic. Tapi sama si abang dengan tegas di tolak “Bundaro, abang sama GazaRo kan laki-laki. Masa tinggal di rumah yang feminin gitu siiih”. Hahahaha
Sumber : Paxabay

Emang paling susah deh ngerayu si abang buat pake sesuatu yang rada girly. Bahkan pakai baju kalau ada pink-pink nya gitu dia langsung risih walaupun Cuma setitik kwkwkw. Makanya gue berpikir kok ya itu rumah-rumah yang di ig serba girly suaminya sangat besar hati sekali kwkwkw.

So penting juga kan diskusi soal desain interior :p

Memilih Prabotan Yang Sesuai

Untuk mendukung desain interior yang di inginkan, tentunya memilih prabotan yang sesuai dengan tema juga penting loh. Oke gue dan suami akhirnya sepakat untuk membuat desain dengan tema minimalis. Tapi untuk dapur, itu teritorial gue hahaha. Gak boleh ada yang protes kalau gue bikin dengan konsep ShabyChic, serba pink, or whatever kwkwkw.
Sofabed dari jaman hamil anak pertama, udah kempes. Butuh ganti baru nih

Beberapa waktu lalu gue menyodorkan Ig Jastip (Jasa Titip) prabotan rumah tangga ke abang. “Ini lagi ngetrend loh Sayang yang model gini.” Si abang pun tanya seperti apa proses pembeliannya. Gue jelaskan kalau orangnya akan ke toko membelikan barang yang kita pilih dan ada biaya jastip sesuai dengan ketentuan dari orangnya.

Kata abang sih kalau kayak gitu mending cari langsung ajah di online shop. Sekarang kan banyak toko-toko besar yang bikin website resmi untuk melayani penjualan online. Bener juga sih hahaha. Belanja di website resmi jauh lebih aman. Kalau dulu belanja online Cuma bisa panci dan baju, sekarang prabotan besar seperti kasur, lemari, bahkan sofa minimalis juga sudah banyak di jual online. Oh iya kita bisa cek Harga Sofa di Mataharimall loh pakai hape ataupun laptop.


Gak capek ke toko, gak ribet pilah pilih. Kalau mau berantem sama pasangan saat proses memilih gak jadi tontonan orang hahaha. Iya bener, urusan beginian emang kadang bisa bikin ribut loh hihihi. Kayak kemarin waktu gue dan si abang sempet ribut kecil pas survey keramik. Itu baru survey loh hahaha. Namanya juga menyatukan dua kepala jadi satu hihihi.

Sunday, December 10, 2017

60 Tahun Astra Internasional : Menginspirasi Itu Bukan Soal Usia

9:19:00 PM 9 Comments

Sumber : Satu Indonesia

Setuju gak kalau ada perumpamaan “Setiap orang akan mengambil porsinya masing-masing”. Maksudnya setiaporang tentu punya sudut pandang dan cara pemikiran yang berbeda satu sama lain, dan pemikiran itulah yang kemudian mempengaruhi aksi mereka.

Misalnya gini, ada orang yang mengeluhkan kondisi bumi yang semakin panas. Tapi alih-alih membuat perubahan perilakunya sendiri sebetulnya banyak yang menjadi pemicu kerusakan bumi itu sendiri. Tapi kalau di ‘tegur’ bilangnya ah sok idealis pake go green segala. Grrrrr model-model kayak gini pengen gue krukupin karung mukanya.

Gue jadi kangeng sama sabahat-sahabat cilik gue yang jadi duta sahabat lingkungan hidup di sekolahnya. Tugas gue kala itu mendampingi 5 anak hebat di sekolahnya untuk menjadi penggerak go green. Lewat mereka semangat menjaga bumi ini ditularkan kepada teman-temannya di sekolah.

Yups, kalau orang dewasa ketika di kasih tahu banyak ngelesnya, tapi kenceng ngeluhnya. Paling enak menanamkan kesadaran untuk berperilaku ramah lingkungan kepada anak-anak. Meski anak-anak jaman now kadang suka kritis banget, tapi sebetulnya itu potensi yang sangat besar untuk memperlambat kerusakan bumi.

Ternyata hal ini juga yang di lirik oleh astra Internasional. Ternyata PT Astra Internasional Tbk pernah mengadakan Adiwiyata Summit bagi para duta lingkungan pada tahun 2016. Adiwiyata sendiri adalah nama program pendidikan lingkungan hidup. Acara ini gak main-main, ada 159 Siswa Siswi serta guru dari 54 SD, SMP, dan SMA binaan Astra, serta komunitas lingkungan daerah. Mereka semua berasal dari berbagai daerah di Meulaboh (Aceh), Lampung, DKI Jakarta, Banten dan Bogor (Jawa Barat),Yogyakarta dan Mamuju (Sulawesi Barat).
Sumber : Satu Indonesia

Sudah terbayang keseruan acara tersebut dalam pikiran gue. Karena pastinya anak-anak happy banget di ajak mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang berlangsung di Eco Edu Tourism Forest yang masih satu wilayah dengan Haroto Pusako, Hutan Konservasi yang di gagas oleh Astra. Dan gue salut, karena ini bukan pertama kalinya Astra membuat kegiatan yang bertemakan lingkungan hidup. Karena tahun 2015 juga telah membuat program Jambore Duta Lingkungan Astra 2015.

Kegiatan dalam acara Adiwiyata Summit sendiri berisi tentang edukasi lingkungan terkait Adiwiyataserta Sustainable Development Goals tujuan ke 15 yaitu: melidungi, memulihkan, dan mengedepankan pemanfaatan ekosistem darat secara arif, mengelola dan menjaga keberlangsungan hutan, memerangi penggundulan lahan, menghentikan dan mengembalikan degradasi lahan serta menghentikan hilangnya keanekaragaman hayati.

Oh iya, selama 60 tahun berdiri Astra berhasil membuktikan diri mampu menginspirasi berdasarkan 4 pilar, yaitu :
  1. Astra untuk Indonesia Sehat
  2. Astra untuk Indonesia Cerdas
  3. Astra untuk Indonesia Hijau
  4. Astra untuk Indonesia Kreatif


Menurut gue langkah Astra dalam melibatkan anak-anak dalam menjaga lingkungan hidup sangat tepat. Karena selain mereka lebih mudah ‘dibentuk’ anak-anak akan menjadi generasi penerus. Terdengar klise ya, tapi itu benar adanya.
Sumber : Satu Indonesia

Sebagai pendongeng profesional yang tidak pernah jauh dari dunia anak-anak, gue sangat berharap kalau kegiatan positif yang melibatkan anak-anak terlebih menjadikan mereka agen of change akan selalu terus di gagas oleh PT. Astra Internasional Tbk.


Karena bumi kita tidak hanya butuh orang-orang pintar. Tapi juga orang-orang yang bijaksana. Orang-orang yang mencintai alamnya. Orang-orang yang menghargai alamnya. Dan tugas kita bersama untuk menciptakan lingkungan positif bagi generasi muda agar mereka tumbuh menjadi anak-anak yang mencintai lingkungan. Teruslah menginspirasi negeri Astra, 60 tahun bukanlah usia yang cukup untuk terus menginspirasi. 

Friday, December 8, 2017

Memilih Gendongan untuk Bayi Baru Lahir #AlaBundaro

8:11:00 PM 17 Comments
Tebak GazaRo di manaaaa kwkwkw

"Menggendong Jaman Now", kayaknya banyak yang bilang gitu ke gue. Selain posisi si bayi saat digendong, jenis gendongan yang gue pakai ternyata menyita perhatian banyak orang. Yups gendongan favorit gue adalah StarchWrap, dan merk yang gue pakai produk lokal yaitu Hanaroo.

Jenis gendongan yang gue pakai memang belum familiar dan memang terkesan aneh. Selain cara pakai yang di lilit-lilit gendongan gue itu membuat bayi seperti tersembunyi. Komentar yang masuk beragam. 

Dari mulai "itu gendongan ribet banget sih" atau "Ya Allah itu anaknya gak sesek di kekep gitu" atau "Ya ampun itu anaknya gak gerah apa di lapis-lapis gitu" atau "Kok udah di pekeh" atau yang terakhir bener banget "itu ibu dan anaknya kok nyaman banget ya, bayinya sampe pules gitu bobonya"
Beragam komentar dan ekspresi orang melihat gendongan yang gue pakai kadang bikin keki. Malah sampai ada yang nabrak manekin di mol gara-gara jalan sambil lirik gendongan yang gue pakai hehehe. 

Oke kali ini gue mau kasih refrensi gendongan yang oke di pakai untuk bayi baru lahir yang jadi andalan gue. Tapi sebelumnya kalian bisa mampir ke artikel Ternyata Selama Ini Gue Salah Memilih Gendongan untuk pembahasan lebih detail soal urusan gendong menggendong.


Posisi Menggendong

Kalau umumnya kita tahu posisi menggendong bayi adalah dengan cari di tidurkan. Begitu pun saat menggunakan gendongan. Posisi gendong tiduran di anggap sudah paling oke untuk bayi newborn yang terlihat sangat ringkih. 

Iya betul bayi baru lahir memang masih sangat ringkih. Itu makanya sebaiknya kita mengikuti bentuk alami si bayi. Coba perhatikan posisi kaki bayi yang baru lahir. Pasti bentuknya kayak kaki katak atau membentuk huruf M kan? Nah itulah bentuk alaminya. Kalau jaman dahulu kala (eh kok Kayak Dongeng hehe) katanya biar lurus maka si bayi harus di bedong.
Sumber : Google Posisi M-Shape 
Tapi kemudian ilmu semakin berkembang. Banyak penelitian yang membuktikan bahwa memaksakan kaki bayi dengan posisi lurus dengan bedong justru ternyata malah tidak lagi disarankan.
Nah begitupun saat menggendong. Posisi yang direkomendasikan adalah M-Shape. Kalau kata orang dulu di pekeh. Tapi tidak sembarang M-Shape ya. meski posisi kaki katak di sarankan, tapi hati-hati jangan sampai overspread alias terlalu ngangkang. Jika mau tahu batas maksimal ngangkang bayi, teman-teman bisa sandarkan dulu di dada tanpa pakai gendongan. Nah bisa dilihat kakinya selebar apa. 


GazaRo dengan posisi alaminya

Oke gue gak akan bahas lebih detail lagi ya, karena sudah ada pembahasan detailnya di artikel satu lagi yang tadi gue share hehehe. 

Gendongan Jarik atau Cukin

Nah dulu gue paling anti deh gendong dengan jarik atau cukin. Selain motifnya yang old gitu cara yang di puntir-puntir dibahu gak pernah sukses gue coba. Biasanya yang di puntir-puntir itu untuk posisi bayi digendong rebahan atau tiduran. Dan aslinya itu bahaya loh kalau belum mahir.

Untuk menggendong posisi M-Shape bayi baru lahir bisa menggunakan simpul slipknot. Ini jauh lebih aman, mudah, dan nyaman buat bayi maupun penggendong. Setelah membuat simpul kain yang di pundak dilebarkan supaya penggendong lebih nyaman dan tidak sakit.

sumber : Grup FB Indonesia Baby Wearing 
Jarik ini bisa dipakai dari bayi newborn sampai suka-suka lu deh hehehe. Soalnya kainnya asalkan masih bagus usia 2 tahun juga hayuk ajah gendongnya hahaha. Dengan catatan yang gendong masih kuat ya. 

Gendongan Ring Sling

Menggendong M-shape ini butuh rasa percaya diri dari penggendongnya itu sendiri. Terutama ibunya ya. Jadi kalau belum siap menggendong posisi ini sebaiknya tahan dulu. Tapi lebih baik jika belum siap menggendongnya tanpa gendongan saja untuk posisi rebah. Karena kalau pakai gendongan pastinya kaki bayi di paksa rapat dan lurus oleh gendongan. Hampir mirip seperti dibedong.

Nah ring sling ini gendongan yang paaaaaling mudah dipakai. Pilih gendongan ring sling yang ringnya tidak ada celah dan kainnya tidak berbusa. Ring yang bercelah riskan patah atau lepas jika bayi bertambah berat. Dan gendongan dengan busa akan sangat sulit menyesuaikan gendongan untuk posisi M-Shape.

Gendongan Ring Sling juga mudah disesuaikan saat bayi ingin menyusui. Gendongan yang gue pakai Airsling merk CuddleMe. Kainnya tipis jadi pas dipakai di Indonesia yang iklimnya tropis (apalagi Banjarmasin). 

Ringsling sama seperti jarik, bisa dipakai dari newborn sampai usia 2 tahun. 

Gendongan StrachWrap

Nah ini dia gendongan yang jadi favorit gue banget. Selain nyaman di pundak gue, bayi cepeeeeeet banget bobonya. Enaknya lagi gendongan ini bener-bener bikin hands free. Terus kainnya tuh lentur jadi menyesuaikan banget bentuk bayi.
Sambil gendong tetep bisa bikin roti, tapi pas bagian oven janganlah yaaaa...

Selain Strachwrap ada juga WovenWrap. Hampir mirip, cara pakainya di lilit-lilit. Perbedaan ada di bahan nya. Kalau WovenWrap bahannya gak mulur. Dan kalau beli WW ada ukuran yang disesuaikan dengan BB penggendong. Gue gak beli karena harganya lumayan hehehe, dan karena pakai ukuran BB penggendong agak gak praktis. Nanti kalau gue jadi langsing kan ganti ukuran... KAPAN LOE LANGSING PIT?! ahak!


Untuk Strachwrap bisa di pakai dari newborn sampai BB anak 15kg. Lebih dari itu biasanya akan semakin kendor gendongannya hehehe.

Soft Structure Carrier (SSC)

Awalnya gue pikir SSC ini baru bisa dipakai kalau GazaRo usia 4 bulan. Sebetulnya SSC bisa di pakai kok dari newborn, tapi harus pakai insert. Nah untuk SSC brand luar sebetulnya ada yang sudah bisa di pakai newborn tanpa insert. Tapi brand luar harga paling murah sejuta boooo... eman!

Di Indonesia KW-annya banyak. Tapi Kw jelas banyak resikonya. Selain kenyamanan tidak sama pastinya dengan yang asli, kualitas dan keamanannya tidak terjamin. Lah siapa yang mau jamin?!

Mending beli produk lokal kayak CuddleMe, Nana, Andrea, Bobita dan yang terbaru ada merk Zakkel. Gue sendiri pakai CuddleMe yang harganya paling murah. Dan keuntungan beli produk lokal kalau ada apa-apa kita bisa klaim.
GazaRo Nyoba SSC CuddleMe

Kalau gue sih beberapa waktu lalu hubungi owner CuddleMe bukan buat klaim. Tapi buat nanya sebetulnya pakai SSC kenapa harus tunggu usia 4 bulan dan BB minimal 7kg? Ternyata usia bukan patokan pasti.

Kalau bayi belum 4 bulan tapi sudah 7 kg sudah bisa kok pakai SSC. Patokannya ada di BB atau Tinggi bayi. Rata-rata anak usia 4 bulan kan sudah 7kg beratnya. Yang perlu di perhatikan saat memakai SSC adalah bayi tidak tenggelam (agar bisa terpantau sirkulasi udaranya) dan kaki tidak overspread. Dan alhamdulillah GazaRo sudah bisa pakai SSC di usia 3 Bulan kurang 10 Hari hehehe...

Yang perlu di garis bawahi, menggendong adalah aktifitas memeluk. Jadi sebisa mungkin keduanya merasakan kenyamanan donk. Sedangkan gendongan hanya alat untuk membantu si penggendong. Gendongan yang ergonomis selain T.I.C.K.S. saat menggendong terpenuhi yang tidak kalah penting adalah gendongan membuat penggendong bisa handsfree. Buat apa pakai gendongan tapi tangan masih harus sanggah sana sini?

Tapi tetap lakukan aktifitas wajar ya saat menggendong. Jangan lakukan aktifitas berbahaya seperti panjat tebing atau salto #eh? Yah pokoknya di takar-takar sendirilah ya, yang bahaya seperti apa. 

Sebetulnya gue masih ada satu gendongan lagi, yaitu HipSeat. Nah gendongan yang satu ini juga lagi ngetrend banget. Hipseat udah jelas ya dari namanya gendongan yang ada 'kursinya'. Nah ini jelas bukan gendongan yang suport M-shape. Tapi anak di posisikan duduk. Gendongan ini hanya boleh di pakai oleh bayi yang sudah bisa duduk sendir tanpa di bantu/disanggah. Posisi duduk sangat berbeda dengan posisi M-shape.

sumber google : gendongan hipseat
Karena GazaRo belum bisa pakai hipseat jadi belum ada fotonya ya. Kalau Umaro juga hampir gak pernah dipakai hipseatnya. Karena ternyata buat gue gak nyaman banget. Terlalu Bucky dan gue yang terlalu pendek bikin itu gendongan bukan cuma bikin baby bisa di cium, tapi sekaligus menghalangi pandangan kwkwkw

Nah itu dia pamer koleksi gendongan gue #eh maksudnya riview koleksi gendongan #alaBundaro hehehe. Hayuk di pilih mau pakai yang mana? Atau ada yang mau lempar gendongan prelovednya buat gue?? Boleeeeh, yang penting standar gendong menggendong di atas terpenuhi ya. Pengen banget sih ada yang #uhuk ngasih WW hahaha. Belum pernah coba pakai soalnya. #ngarep

Thursday, December 7, 2017

Wishlist #AlaBundaro di Hari Belanja Nasional

11:54:00 AM 29 Comments

Yuhuuuu para emak yang gak suka belanja, Cung! Sama gue juga gak suka belanja, maksudnya gak suka kalau pakai duit sendiri. Paling suka kalau habis tengak tengok aplikasi belanja online langsung keluarin jurus rayuan ke Pak Suami biar di bayarin kwkwkw *ups.

Paling suka belanja online pake aplikasi apa mak? Dulu sih gue pertama kali kenal aplikasi belanja online ya Lazada Indonesia. Dan yang paling berkesan buat gue adalah beli mesin jahit Juni tahun 2015. Pas diskon besar-besaran. Harga pasarannya 750k-900k. Eh gue bayar cuma 415k sudah dengan ongkirnya loh. Dan mesin jahit itu sangat berguna buat gue yang gak bisa jahit tangan. Dan apalagi sejak nikah ternyata celana Si Abang sering bolong. Kenapa? Karena gue gak berhasil Ngurus suami, tapi berhasil Gemukin suami kwkwkwkw...

Nah sampai sekarang gue juga tetep suka buka-buka Lazada Indonesia buat refrensi berbelanja online. Terutama untuk pembelian barang-barang elektronik, ulasan dan riview nya bagus-bagus. Dan yang paling bersahabat buat emak jaman now adalah metode pembayaran di tempat.

Yups, punya baby newborn suami belum acc untuk bawa motor berdua ajah. Jangankan belanja, mau ke atm bayar belanjaan online ajah susah. Kayak sekarang nih mudik sebulan di rumah emak. Suami dinas, emak gak kuat gendong cucu lama dan punya aktifitas lain, adik bungsu ogah di titipin (doi cowok sih hahaha), babeh baru sembuh sakit belum berani bonceng motor. Tapi POPOK HABIS! Trus aku kudu piye?? *TantrumGulingGuling



Tapi Allah maha baik, rezeki emak solehah buka lazada pas Pampers Premium lagi promo turun harga. Udah gitu bisa bayar di tempat. Plus free ongkir. Nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan... hehehe

Abis beli Pampers gue yang baru beli hape, belum kebeli aksesorisnya langsung cuss cari-cari lagi di Lazada. Dapet deh tuh casing yang bonusnya tempared glass dan ring. Hahaha Bundaro menang banyak nih ceritanya. Harganya murah, bonusnya jelas, dan lagi-lagi free ongkir. Oh iya tetep ya, BISA BAYAR DI TEMPAT. Cihuuuy...

Nah gue masih punya satu daftar wishlist nih. Gue pengen punya kamera mirorrless atau gak DSLR. Pokoknya kamera profesional gitu. Dari dulu kalau buka Lazada Indonesia, yang selalu gue buka adalah kategori kamera. Tampilanya yang user friendly, ditambah ada filter yang bisa menyesuaikan dengan kebutuhan.

Sebetulnya kata Abang dulu "Bundaro kalau mau beli Kamera jangan di Kalimantan lah, nanti ajah pas pulang ke Jakarta." Emang sih mudik kali ini gue akhirnya mau beli kamera. Tapi gak ada yang antar. Eh emang dasar udah abis rezekinya, si hape duluan minggat. Jadinya ya udah deh, beli kamera nanti dulu deh. Nabung lagi deh... *hiks

Sama seperti halnya mesin jahit, gue berharap di Hari Belanja Nasional ada Sale 50% buat kamera mirorless atau DSLR nya hihihi. Kalau ada sale gede-gedean langsung pengen beli.

Karena lihat riview dan testimoni pembelinya juga bagus-bagus gue jadi berani beli barang elektronik secara online di Lazada Indonesia. Kata temen-temen blogger di Banjarmasin juga katanya beli kamera di sana cuma sedikit yang bisa di percaya. Malah nyaranin beli online ajah sekalian. Ya udah fix pengen beli kamera di Lazada Indonesia.




Kenapa gue pengen banget punya kamera Mirorless atau DSLR.

  1. Gue suka fotografi, dari jaman Rama dan Sinta (maksudnya gue dan suami) belum ketemu gue emang pengen punya kamera. Tapi belum kesampaian hehehe...
  2. Pengen foto-foto-in GazaRo my little boy dengan kualitas gambar yang oke. Eh skip...skip... ini alasan terakhir. Kalau jadi alasan terdahulu bisa gak di acc sama Pak Suami kwkwkw
  3. BUTUH BANGET BUAT NGE-BLOG. Apakah ngeblog butuh kamera pro? Ada moment-moment tertentu bagi gue iya BUTUH. Gue masih inget saat datang ke pameran busana sebagai blogger. Gak satupun foto catwalk yang berhasil tertangkap kamera handphone gue hiks. Dan akhirnya jadi bingung mau meriview apa. Gue juga butuh buat foto produk yang gue riview atau gue endorse. Kamera kan barang yang cukup mewah lah ya, dan kalau punya sendiri enak mau di apain juga. Kalau pinjam, kayak beberapa hari lalu punya kakak gue gak sengaja jatuh dan gue rasa kayak ini akhir segalanya. 

Kenapa Lazada?

Lazada adalah Toko Jual Beli Online pertama yang gue tahu. Tampilannya yang user friendly juga terkesan eksklusif. Tata letak dan standart foto produknya sangat memanjakan mata emak-emak.

Metode pembayaran yang memang banyak pilihan termasuk metode COD alias Cash On Delivery alias lagi Bayardi tempat jadi pilihan yang sangat membantu emak-emak macam gue yang gak bisa kemana-mana. Atau emak-emak jaman old yang gak ngerti pake ATM (ini ngomongin emak gue maksudnya) kwkwkw. Dan Emak gue beneran happy banget pas tau bisa belanja bayarnya di teras rumah. Oh iya untuk metode pembayaran ini pastikan mengikuti sistem aplikasi ya. Jangan tergiur harga murah dengan syarat pembayaran melalui rekening selain rekening Lazada.

Metode pengiriman yang juga tepat waktu menjadi salah satu alasan kuat kenapa belanja di Lazada. Bahkan kalau mau cepat alias pesan hari itu, dan ingin hari itu juga sampai kita bisa pakai pengiriman dengan ojek online. Tapi baru ada di Jabodetabek ajah deh. Di Banjarmasin belum bisa. Tapi semoga segera.

Semogaaaaa banget gue bisa mewujudkan wishlist gue di Hari Belanja Nasional ini. Ibarat lagu dangdut ya, "siang kunantikan dan malam aku impikan" kwkwkw. Punya Wishlist di Hari Belanja Nasional? Bisikin ke Bundaro lewat kolom komen ya. Kali ajah bisa jadi inspirasi bundaro dalam menambah wishlist #eh