Follow Us @curhatdecom

Thursday, June 23, 2016

Resep Roasted Chicken Hanya Dengan 3 Bumbu Dasar + 1 Bumbu Rahasia

1:56:00 PM 8 Comments
Maknyuuuuus
 Beberapa waktu lalu gue sempet share menu berbuka puasa yang katanya ala-ala restaurant itu. Yaitu Ayam Panggang Alias Roasted Chicken. Tampilannya seksi karena si ayam matang dalam keadaan utuh hahaha. Kesannya sih itu ayam rempong masaknya. Tapi tau gak sih loooo... itu ayam lebih mudah masaknya ketimbang ayam goreng di warung padang kwkwkw.

Dari dulu emang kepengen banget nyoba bikin si ayam seksi ini. Tapi mikir-mikir kayaknya ribet, udah gitu gede binggo siapa yang mau makan kalau Cuma berdua? Secara Umaro kan belum bisa icip-icip. Tapi akhirnya kesampaian juga bikin pas ngadain buka bersama dirumah sama sahabatnya suami sekeluarga.

Setelah eksekusi, ternyata boooo emang dasarnya makanan orang sonoh (barat) itu simple bin gampil (halah bahasanya). Jadi gak usah mikir itu rempong masaknya apalagi punya baby yang mulai banyak melek dan ngajak main kayak Umaro. Udah gituuuu, bumbunya boooo. Iya bumbunyaaaaaa simpeeeeeel. Serius gak usah uleg-uleg, trus pergi ke barat mencari sebelas bumbu rahasia. Cuma butuh 3 bumbu dasar + 1 Bumbu rahasia.

3 bumbu dasar itu antaranya

Wednesday, June 22, 2016

Tentang Gerakan #BukuRamahAnakMuslim

1:57:00 PM 2 Comments

Bismillah...

Sejak beberapa tahun lalu saya memang dibuat gundah lantaran kecolongan beli buku anak yang saya kira bagus dan informatif nyatanya malah diam-diam terselip pesan LGBT (Lesbian, Gay, Bioseksual, Transgender). Saya dan mungkin sebagian besar orangtua diluar sana mungkin bukannya tidak peduli, tapi seringkali kami kecolongan karena embel-embel “buku anak” sehingga membeli tanpa lebih dulu membacanya.

Ya iyalah, kadang anak keburu meminta di tempat dan gak mungkin juga kita melahap buku yang tebal di toko buku baru kemudian membelikannya untuk anak. Maka itu tercetuslah sebuah ide gerakan berjejaring antar orangtua/kakak/guru yang peduli dengan bacaan anak.

Membaca itu baik, tapi alangkah sedihnya kalau ternyata kebaikan itu di manfaatkan oleh opnum tertentu untuk menyebarluaskan faham yang menjerumuskan. Agar gerakan ini tidak menjadi gerakan penilaian buku secara subyektif, tentu perlu adanya standart penilian buku itu menjadi buku yang ramah anak atau tidak khususnya muslim.

Berikut saya jabarkan point penilaian Buku Ramah Anak Muslim:
  1.  Tidak bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadits (sudah jelas sekali)
  2. Tidak melecehkan golongan tertentu
  3. Tidak melecehkan suku tertentu
  4. Tidak mengandung gambar-gambar yang vulgar (Buku yang berkaitan dengan pengajaran anatomi tubuh tidak termasuk di dalamnya. Cukup menjadi catatan bahwa harus dalam pengawasan orangtua)
  5. Tidak mengajarkan kekerasan (Jika dicontohkan ada anak nakal yang masih wajar, namun kemudian ada hikmah cerita yang bisa diberikan tidak termasuk di dalamnya)
  6. Tidak mendukung gerakan LGBT


Adapun cara berpartisipasi dalam gerakan ini adalah:
  1. Menuliskan resensinya di blog pribadi dengan hastag #BukuRamahAnakMuslim kemudian link nya di share melalui email saya dongengkakpita@gmail.com. Nanti akan saya tulis sebuah pembuka untuk menuju blog partisipan sesuai link yang diberikan.
  2. Jika tidak memiliki Blog, bisa mengirimkan komentar tentang buku beserta ulasan umumnya, kemudian akan saya tulis ulang menjadi resensi sederhana dengan menampilkan partisipan sebagai narasumbernya.
  3. Penulis tidak bisa merekomendasikan bukunya sendiri.
  4. Nantinya akan ada gallery Khusus untuk menampilkan buku-buku yang masuk ke dalam kategori Buku Ramah Anak sehingga pengunjung bisa dengan mudah melhat list bukunya.


Mari jadikan gerakan ini menjadi gerakan bersama. Jika ada kritik dan saran atau kedepannya terdapat buku yang ternyata tidak sesuai dengan point kelayakan silahkan menghubungi saya untuk di evaluasi. Terima Kasih...

Monday, June 20, 2016

Mesin Jahit Mini Sebagai #SolusiRamadan | Berlebaran Dengan Baju Handmade

12:12:00 PM 2 Comments

Dunia ini begitu nyatanya, sampai-sampai gak berani berandai-andai jadi cinderella yang ketemu ibu peri super dan baik hati yang bisa mengabulkan segala permintaan walaupun Cuma setengah hari kwkwkw. Tapi meski bukan di negeri fantasi, dunia nyata telah memberikan kita berbagai macam kemudahan lewat berbagai tekhnologi maupun barang yang berguna dan gak semahal yang kita bayangkan.

Sejak menikah awal tahun 2015 gue ikut suami tinggal di kota Banjarmasin. Namanya pindah ke tempat yang baru, segala penyesuaian terjadi. Selain menyesuaikan diri dengan status isteri, menyesuaikan diri dengan kondisi jauh dari ortu, termasuk menyesuaikan diri dari lingkungan baru.

Waktu masih tinggal di Jakarta segalanya amat mudah dijangkau, apalagi sudah hapal seluk beluk nya (iyalah 26 tahun jadi penghuni Jakarta Bo!). Dan disini saking “buta”nya dengan lingkungan, akhirnya kalau mau nyari apa-apa

Sunday, June 19, 2016

Menulis 45 Buku Miyosi | "Musti Kreatif Jangan Ngandelin Royalti Ajah"

4:24:00 PM 11 Comments
Yang Minta Buku Gratisan Siap-Siap Di Terkam kwkwkw :p

Semalam gue akhirnya berkesempatan baca komik Hai Miiko nomor 28. Meski dah berbulan-bulan terbit, susyah sekali merayu suami buat “jajan” komik. Kalau beli buku sih di acc, meski kadang diledek dulu “emang yang kemaren dah dibaca?” kwkwkw

Nah di komik itu, ada satu cerita yang rasanya nohok hati gue sebagai pembaca dan penulis (lebih tepatnya punya banyak teman penulis kwkwkw). Ceritanya si Miiko mau hadiah komik satu set, tapi sama ortunya di batasi nominalnya. Ternyata ada toko buku baru buka yang menjual buku-buku bekas.

Saturday, June 18, 2016

Punya Mata Minus Menghalangi Ibu Melahirkan Normal, Benarkah?

1:26:00 PM 15 Comments
Hamil Umaro Trimester Akhir

Dulu waktu kecil gue suka penasaran liat orang pakai kacamata. Entah kenapa kesannya keren yak, sampe akhirnya kepingin. Dan akhirnya waktu duduk di kelas lima keinginan pakai kacamata itu terwujud berkat gaya hidup yang buruk.

Dari masih kecil emang udeh hobi baca buku, dan nonton tv. Apa yang buruk dari kedua hobi itu? Adalah ketika membaca terlalu dekat apalagi sambil tiduran, begitupun nonton tv dan akhirnya berujung pada takdir berkacamata.

Dimulai dari minus setengah tanpa silinder, dan karena kebiasaan buruk yang tidak berkurang  sampai sekarang(kapokmu kapan?? :p) akhirnya penambahan minus terus bertambah bahkan dilengkapi dengan silinder yang juga terus nambah.

Saat akhirnya testpack dan dokter menyatakan gue positif hamil, salah satu yang pengen banget gue usahakan adalah melahirkan secara normal. Ehm, gue sih gak bilang melahirkan SC (Secio Caesar) itu gak oke loh ya. Gue gak maksud nyinyirin orang-orang yang melahirkan SC loh ya. Gue gak mau SC semata-mata karena emang gue itu takut. Gue punya phobia sama jarum suntik dsb. Walau akhirnya ketika mendekati persalinan dah gak peduli sakitnya infus, jarum suntik, dan bahkan dengan tegas meminta SC di akhir-akhir karena tidak ada perkembangan walau akhirnya berhasil normal.

Nah salah satu dokter kandungan yang gue datangi, agak merasa berat hati ketika gue konsultasi untuk lahiran normal dengan kondisi minus tinggi. Kata beliau sih ambang batas ibu bisa melahirkan normal dengan mata minus adalah jika ukuran minusnya 5. Sedangkan gue udeh hampir minus enam baik kanan dan kiri plus silinder. Katanya ada resiko kebutaan.

Akhirnya dokter kandungan meminta gue mendatangi dokter specialis mata dan minta rekomendasinya. Dan yang namanya test mata untuk mengukur bola mata itu yaaaaaaaa... Ampuuun panjang, lama, dan mehong alias mahal huhuhu *nangis. Udah gitu ada obat yang di tetesin punya efek ngebayang pada mata. Makanya di tanya dokter sebelumnya ke rumah sakit naik apa, dan sama siapa. Karena kalau sendiri atau nyetir disuruh pulang lagi.



Dan setelah melewati proses yang panjang, antri-masuk ruangan-keluar lagi-antri lagi-masuk lagi-keluar lagi-antri lagi- sampai berkali-kali akhirnya sampailah kepada dokter yang bukannya ngasih hasil pemeriksaan malah ngajakin ngomong dari hati-ke hati tsaaaah. Dan secara garis besar intinya adalah:

Thursday, June 16, 2016

Ramadhan di Banjarmasin Sarat Toleransi: Kulinerlah Pada Tempatnya

6:40:00 PM 2 Comments
Suasana Pasar Wadai Banjarmasin

Ramenyooooo kisah tentang para pedagang makanan yang dirazia petgas SATPOL PP karena berjualan di bulan suci Ramadhan. Banyak yang menghujat, membela, bahkan membuat gerakan donasi untuk di si pedagang. Terus muncul lagi komentar tandingan yang semula hujat SATPOL PP sekarang gantian hujat yang bikin gerakan donasi.

Eeeeeh gue bukan mau ikut-ikutan hujat ya. Gue Cuma mau cerita tentang suasana ramadhan di kota yang punya julukan kota seribu sungai, Banjarmasin. Satu setangah tahun sudah gue di Banjarmasin ikut suami yang penempatan dinas disini.

Tahun lalu sempat syock dengan kenyataan “pahit” bahwa setiap Ramadhan rumah makan di sini HARUS TUTUP. Gak Cuma pedagang kecilnya loh, tapi juga aneka restoran fast food juga. Baik yang di pinggir jalan maupun yang di mall. Iya serius yang di mall juga tutup.

Saturday, June 11, 2016

Sukses ASI Eksklusif Sebelum Melahirkan

12:12:00 PM 2 Comments
Ilustrasi diambil dari google

Kali ini Emaknya Umaro mau curhat mengenai proses menuju ASI Eksklusif. Karena supaya sukses menyusui secara eksklusif agak telat kalau dipersiapkan kalau baby nya sudah brojol. Yang ada malah panik, baper, and akhirnya tergoda sufor (Susu Formula).

Sebelumnya gue mau menyampaikan kepada Ayah Umaro, bahwa “Sayang, aku padamu deh. Bersyukur punya suami yang inisiatifnya besar kayak kamu...Lup...Lup...”

Kenapa gue bilang begitu? Sebab gue tuh cuek banget dan lebih tepatnya kadang bingung apa yang harus di pelajari menyambut si Baby. Kalau emak-emak biasanya sih fokus di perlengkapan baby, apalagi kalau udah masuk toko baby. Beugh bisa fokus banget gak terusik dengan deheman suami ngajak udahan belanja kwkwkw.

Ayah Umaro paling gesit cari info seputar merawat baby, info seputar fakta vs mitos selama hamil, info pentingnya menyusui dsb. Nah info seputar menyusui secara eksklusif ini berawal dari suami yang jaman bujangnya “terdoktrin” oleh seorang dokter yang menyatakan bahwa Susu Formula hakikatnya lebih banyak bahayanya daripada manfaatnya (yang ini cari sendiri ya infonya hehehe)

Banyak yang akhirnya bilang “Lo sih enak pit, dari semenjak hamil ASI nya dah keluar banyak”. Yah namanya ibu dan calon ibu mah ada ajah ya Bapernya. Dulu waktu hamil dan ASI gak berhenti mengalir gue panik loh. Karena gue takut banget kalau Umaro lahir ternyata dia gak dapet colostrum. Padahal itu produksi terbaik dari ASI. Tapi akhirnya kembali tenang karena banyak masukan dari teman-teman yang berpengalaman.

Insya Allah siapa saja bisa sukses memberikan ASI Eksklusif asalkan ikhtiarnya maksimal.
Nah apa ajah yang perlu di persiapkan untuk sukses menyusui sebelum melahirkan? Berikut tips ala emaknya Umaro: