Follow Us @curhatdecom

Follow by Email

Tuesday, February 5, 2019

Inilah Cara Membuat Desain Denah Rumah Minimalis Yang Sederhana

6:28:00 PM 0 Comments

Gak terasa gue udah balik ke Ibukota hampir setahun. Yah lebih tepatnya sih sekarang tinggal di depok. Sampai sekarang gue masih suka kangen sama rumah di Banjarmasin. Belum ada yang nyewa dan gak ada yang urus. hiks...

Rumah di Banjarmasin sangat berkesan buat gue. Meski rumah KPR, tapi sebelum di tempati bagian teras belakang di renovasi. Rencanaya sih pengen bikin rumah yang instagramebel. Tapi baru 3 bulan nempatin, kudu banget pindah ke Jakarta karena mutasi. 

Saat ini sih gue lagi menempati rumah sewa di sebuah cluster kecil di Depok. Sempat tanya sama Suami, tertarik gak beli rumah di Jakarta dan sekitarnya? Katanya tertarik, tapi gue kok lebih tertarik rumah desain sendiri ya. Karena lebih sesuai dengan kebutuhan dan gak pasaran kayak tetangga yang tinggal satu komplek hhihihi...

sumber gambar Pixabay


Saat hendak membangun sebuah rumah, tentu saja kita membutuhkan sketsa denah sehingga desain rumahnya sesuai dengan yang inginkan. Dalam hal ini, biasanya kebanyakan kita akan menggunakan jasa arsitek. Padahal, cara membuat desain rumah itu bisa kita buat dengan tangan sendiri lho. Seperti yang dikutip dari situs desain rumah minimalis, berikut di bawah ini ada beberapa cara dalam membuat desain denah rumah minimalis yang sederhana :

1. Tentukan Dulu Data Penghuninya
 Langkah pertama yang harus kamu lakukan dalam membuat desain denah rumah minimalis, yakni tentukan dulu data penghuninya. Misalkan saja keluargamu terdiri dari 3 – 4 orang seperti ayah, ibu, dan dua anak. Jika sudah demikian, tentunya kamu akan mendapatkan gambaran tentang luas rumah yang diperlukan.

2. Buat Program Ruangan
Dalam hal ini, kamu harus membuat program ruangan beserta ukurannya. Contoh => kamar tidur 3 x 3 m, kamar mandi 1,5 x 1,5 m, ruang keluarga 3 x 3 m, ruang bermain, taman, tempat cuci, dan lain sebagainya.
3. Membuat Sketsa Lahan Pada Kertas Milimeter
Sangat disarankan bagi kamu untuk menggunakan kertas milimeter dalam membuat sketsa lahannya. Di samping itu, kamu juga jangan sampai lupa untuk membeli perlengkapan alat tulisnya seperti pensil, penghapus, penggaris, dan sebagainya. Mengenai cara membuatnya, ambil kertas milimeternya, kemudian mulai gambar ukuran lahannya.

4. Menggambar Garis Bantu
Agar kamu lebih mudah dalam menempatkan ruang, maka kamu harus menggambar garis bantu. Mulailah dengan menggambar garis bantu dari area horizontal berjarak 5 meter dari depan, dan 3 meter dari samping 3 x 5 meter dengan ukuran standard carport untuk desain rumah minimalis. Dengan ukuran tersebut, maka luas lahan rumahnya dapat menampung sebuah mobil tanpa harus memakan lahan orang lain atau jalan.

5. Posisikan Ruangan Yang Berdasarkan Garis Bantu
Sangat penting bagi kita untuk menetapkan konsep ruang yang berdasarkan garis bantu yang sudah kmau gambar. Dengan kata lain, hal ini hanyalah sebuah konsep yang artinya ruang tersebut tidak harus selalu sesuai dengan ukuran yang sudah ditetapkan pada program ruang tahap 2. Pada intinya, kamu kira-kira saja ruangan mana yang perlu dibuat dan ruangan mana yang tidak perlu dibuat.

6. Menambahkan Kembali Garis Bantu
Selanjutnya tambahkan kembali garis bantu yang menurutmu perlu. Misalkan saja untuk ukuran kamar mandi yang menjadi 2 x 2 meter. Selain itu, kamu juga dapat menambahkan ukuran pada bagian teras depan dan belakang dengan menggambar garis merah berjarak 1 meter dari garis bantu tersebut. Warna merah ini berfungsi untuk memudahkan kamu dalam mencari tanda, sehingga kamu dapat memberi gambar tambahan dengan menggunakan pensil.

7. Melakukan Trial-Error
Pertebal garis yang menurutmu sudah cocok, kemudian hapuslah garis bantu yang sekiranya tidak cocok. Cara penghitungannya mulai dari jumlah total pada setiap ruangan, yang kemudian akan ditambahkan dengan setengah dari luas area teras rumah. Teras dihitung dari setengah, dikarenakan pembangunannya hanya membutuhkan setengah dari biaya pembangunan per meternya.

8. Salin ke Kertas HVS Berwarna Putih
Supaya memperjelas dan mempermudah dalam pemahaman denahnya, disarankan bagi kamu untuk menyalin sketsa tersebut ke kertas HVS yang berwarna putih.
Itulah beberapa cara dalam membuat denah rumah minimalis, yang tentu saja bisa kamu coba sendiri.


Friday, January 25, 2019

Tips Memilih GEOS (Gendongan Kaos) #AlaBundaro

3:56:00 PM 0 Comments
Salam gendong dari Bundaro yang masih wara-wiri sambil bawa gembolan bayi hihihi. Kali ini gue gak akan meriview gendongan dari brand tertentu ya guys. Tapi gue mau kasih tips gimana cara memilih gendongan kaos atau GEOS.
GeOs merk Mere ET Moi

Tau dong geos itu apa? Yups dari namanya ajah udah pasti tau kalau gendongan ini berbahan dasar kaos. Cara pakai Geos ini gampang banget cyin. Tinggal slurup selesai.

Yes, beberapa tahun ini Geos emang lagi fenomenal banget ya gaes. Karena memudahkan emak-emak jaman now yang rata-rata (gak semua loh) menyerah pakai jarik yang di untel-untel itu loh. Atau gak mau ribet juga sama ring sling yang kalau gak bener cara pakainya si ring besinya malah bikin sakit di pundak.

Kalau kalian berencana membeli geos untuk di pakai sendiri atau di jadikan kado untuk orang lain, cusss simak dulu yes tips #alaBundaro berikut ini.

Pemilihan Bahan
Meski dari namanya udah ketahuan kalau geos alias gendongan kaos pastinya bahannya terbuat dari kaos guys. Tapi kalian pasti setuju sama gue kalau gak semua kaos karakternya sama. Ada yang tebel, ada yang tipis, ada yang ketat, dan ada yang gampan melar.

Begitu juga dengan GEOS ini. Masing-masing brand tentunya punya kebijakan masing-masing dalam pemilihan bahan yang digunakan. Bahkan dalam brand yang sama ajah kadang karakter kaos yang digunakan bisa beda loh. Ehm... gue lupa istilahnya apa, tapi kata kakak gue yang produksi hijab kata tukang kain setiap kain setelah proses pewarnaan bisa berubah karakternya. Entah itu kasar lembutnya, juga gramasinya.

Nah di pameran IMBEX 2019 kemarin, gue sempat mengunjungi beberaoa stand dari brand GEOS yang ada di Indonesia. Selain akhirnya gue beli salah satunya, yang gue lakukan adalah "meper" alias pegang-pegang hampir semua yang mereka pajang. Dan Yes, meski satu brand kadang bahannya beda.

Size Gendongan Berdasarkan Berat Badan Pemakai
Geos Petit Mimi, ukuran yang pas sangat penting untuk mendapatkan posisi menggendong yang ideal

Nah karena GEOS sifatnya instan, saat membeli GEOS hal penting nomor dua yang harus di perhatikan adalah Berat Badan Penggendong. Karena ini mengacu kepada size GEOS yang akan digunakan.

Umumnya geos ini punya ukuran S, M, L, dan XL. Tapi untuk size gue lebih suka kalau brand mencantumkan ukuran cm geos itu sendiri. Karena berat badan seseorang bukan cuma sensitif untuh dibicara (eaaaaa) tapi juga gak mutlak karena BB orang yang satu dengan yang lain akan berbeda karena TB (tinggi badan) juga berbeda.

Dengan ukuran Cm, kita bisa ngukur sendiri. Caranya adalah dengan menggunakan meteran kain (itulah meteran yang biasa dipakai tukang jahit). Caranya dengan mengalungkan meteran (ukuran sesuai dengan informasi ukuran dari penjual) ke tubuh kita. Jadi bisa di kira-kira seperti apa saat di gunakan.

Dan karena bahannya kaos, biasanya setelah di pakai gendong, bahannya akan melar 3-5 cm tergantung jenis kaos nya ya.

Usia Bayi Yang di Gendong
Walau gue biasa melihat orang pakai geos sejak bayi newborn. Bayi newborn yang gue lihat memang mereka di gendong dengan cradle atau posisi rebahan.

Baca Juga : Memilih Gendongan untuk Bayi Baru Lahir

Gue pribadi pakai geos baru setelah Gazaro berusia 4 bulan. Karena posisi menggendong yang gue terapkan ke Gazaro adalah posisi upright atau M-shape. Nah Geos ini bisa di bilang T.I.C.K.S. nya kurang apalagi kalau tidak sesuai ukuran penggendong.

Cara Gendong Yang Di rekomendasikan
Meski banyak yang bilang kalau jangan pekeh anak nanti jalannya ngengkang, gue pribadi tidak terlalu ambil pusing sih. Karena ternyata menggendong M-shape direkomendasikan loh. Terutama untuk mencegah hip dysplasia. Tapi menurut dokter spesialis anak dan konselor babywearing menggendong upright atau m shape mungkin tidak bisa diterapkan pada anak-anak berkebutuhan khusus seperti cerebral palsy dengan tingkat kekakuan yang berbeda-beda.

Dan gue mau garis bawahi ya, kalau menggendong M-Shape BERBEDA dengan Pekeh. Pekeh itu posisi kaki terlalu di lebarkan atau overspread. Sedangkan M-shape posisi kaki mengikuti posisi kaki alami bayi. Jadi sebelum di gendong m-shape kita lihat dulu, kaki bayi alaminya seberapa lebar terbukanya.

Tau posisi gendong samping kan? Nah itu namanya di pekeh. Makanya pekeh itu baru boleh kalau bayi sudah bisa duduk sendiri. Maksudnya duduk sendiri adalah dia dari posisi tengkurap kemudian duduk sendiri tanpa di bantu atau di dudukkan ya.

Nah menurut gue pribadi dengan berbagai pertimbangan di atas, untuk membeli geos secara online itu sangat tricky. Karena gue pernah beli salah satu brand geos ukuran XL. Dan ternyata gak muat guys. Sampai hati gue terpoteque rasanya karena 'Hello sebesar itukah body gue". Dan akhirnya si gendongan berakhir di jejeran gendongan preloved gue hihihi

Baca Juga : Ternyata Selama ini Gue Salah Memilih Gendongan

Dan akhirnya gue beli brand lain, secara offline di salah satu baby shop di Banjarmasin. Gue coba dulu hingga akhirnya merasa pas baru deh gue beli. Dan beberapa hari lalu gue beli donk Geos brand yang sebelumnya gue preloved karena akhirnya gue bisa coba langsung supaya pas. Herannya Size nya berubah loh. Gue pakai yang L cukup.

Boleh Ge-Er gak? hahaha. Kan kali ajah memang ternyata gue tambah langsing #uhuk

Hahaha padahal seperti yang gue sebutkan di poin pertama, barangkali karena memang bahan yang berbeda meski masih satu brand ya makanya walaupun beda ukuran bisa beda hasil.

Oh iya, karena gue akhirnya punya GeOs dari dua brand berbeda, maka gue mau buat vlog perbandingan dua GeOs dari brand tersebut. Ada yang bisa tebak brand apa itu? Hihihi


Monday, January 14, 2019

Tiket Pesawat Mahal, Mudik Naik Apa?

1:44:00 PM 1 Comments
Libur sekolah anak udah kelar ya? Channel tv yang biasa isinya kartun jam segini, kembali ke program dangdutan kwkwkw. Gak aman buat Gazaro, akhirnya ganti channel ke program berita. Di rumah gue cuma dua channel yang bisa di tonton kwkwkw. Katanya sih tv digital dan antena digital. Tapi ternyata meski digital antena dalam gak suport di daerah gue. 

Eh oke tapi gue bukan mau bahas tentang tv ya. Gue mau bahas tema talkshow itu channel, yaitu tentang harga tiket pesawat yang meroket. Bentar ini ngomongin pesawat atau roket sih?? kwkwkw

Sebagai "mantan dan calon" perantau gue cukup nyesek sih lihat deretan angka pas cek tiket pesawat. Meski sudah gak merantau. tapi dalam waktu dekat gue emang ada niat balik ke Banjarmasin. Bulan depan bertepatan dengan dua tahun Umaro pergi. Pengen banget nengok makamnya. 


Baru ajah ngerayu suami malamnya. Trus ada teman yang bikin status tiket ke malaysia 500k udah free bagasi. Sedangkan tiket ke Banjarmasin 1,300k tanpa bagasi. Syock donk gue, dan meringis pas ngecek di aplikasi Traveloka. 

Denger kabar Lion yang menghapuskan bagasi ajah udah bikin nyesek, apalagi dengan harga segitu. Dulu waktu di Banjarmasin udah dibikin nyesek karena tiket mudik ke Yogya cuma ada satu penerbangan dan itu udah di atas satu juta. Masih lebih murah ke Jakarta. Lah kok sekarang tiket ke Jakarta segitu juga, gue jadi gak berani intip harga tiket BJM-Jogja.

Padahal mudik dengan pesawat andalan gue banget. Karena jelas waktu tempuhnya lebih cepat. Bawa bayi kalau lama-lama di jalan kan pastinya ribet dan gak nyaman.

Nah terus talkshow yang gue tonton tadi itu, banyak hal sih yang dibahas. Selain kekhawatiran kalau harga pesawat naik ada kualitas yang dikurangi. Tapi semoga bukan hal perawatan dan keselamatan. Lah iya serem juga kan kalau sampai dua point itu yang dimaikan. 
Meski udah kembali ke Jakarta, tapi suami tetap berpotensi di pindah tugaskan apabila harga tiket masih selangit gitu. Apalagi Sesekali juga masih merasakan mudik kala harus ke tempat mertua di Jogja. 

Tapi kata pengamat, kenaikan harga tiket pesawat juga bisa di manfaatkan oleh perusahaan transportasi  lainnya. Seperti kereta, bus, dan kapal.

Kereta

Transportasi satu ini paling favorit buat gue. Karena cepat, ontime, nyaman, gak bikin mabok perjalanan hihihi. Tiketnya juga terjangkau harganya. Cara pesannya juga bisa online gak harus ngantri ke stasiun. 


Kalau lagi gak mampu males beli tiket pesawat alternatif pertama gue adalah kereta. Karena memang nyaman banget sih naik kereta. Apalagi beberapa tahun belakangan ini kereta api banyak bebenah diri. Gerbong penumpang lebih nyaman, stasiun yang semakin rapi dan banyak fasilitas menarik juga.

Pernah ngajak Gazaro naik kereta pas lebaran kemarin. Alhamdulillah perjalanan lancar dan aman hehehe (aman versi gue adalah bayi gak rusuh selama perjalanan hihhi)

Bus

Kalau di ingat-ingat terakhir kali gue naik bus itu 4 tahun lalu. Waktu pulang dari jogja setelah acara ngunduh mantu (cieeee gue baru ajah merayakan annifoursary loh... #PentingBuatGue kwkwkw). Waktu itu ada sedikit kejadian yang tidak diinginkan sehingga membuat gue stay lebih lama di Jogja.

Gue harus mengikhlaskan tiket kereta yang hangu ke Jakarta. Dan suami yang tiket pesawat ke Banjarmasin hangus juga. Yups rencana awal kami emang balik ke kota masing-masing. Gue menyelesaikan dulu kerjaan di Jakarta, resign, baru deh nyusul tinggal di Banjarmasin. 



Karena kejadian yang tidak di inginkan itu, akhirnya suami berniat mengantarkan gue dulu ke Jakarta. Baru balik ka Banjarmasin. Mungkin kejadian yang tidak diinginkan itu buah dari ketidak ridhoan ortu pada rencana kami yang pulang sendiri-sendiri hahaha. Jadi emak gue ngerasa aneh, itu isteri kok di biarin pulang snediri kwkwkw. So akhirnya sesuai dengan harapan emak deh, kalau gue akhirnya pulang diantar sama suami (cie nyebutnya suami, biasanya juga abang. Maklum mendadak nostalgia pada masa itu kwkwkw)

Pada waktu itu mau beli tiket pesawat mahal, tiket kereta sudah habis, pilihan terakhir adalah naik bus. Dan gue menolak dengan tegas kwkwkw. Kenapa? Karena gue gak bisa naik bus Cyiiin... Mabokan anaknya akutuh kwkwkw.
Tapi akhirnya luluh setelah di tawarinnya bus yang eksekutif kwkwkw. Ada sih keinginan ngajarin Gaza untuk mencoba berbagai transportasi umum. Supaya gak melulu harus pesawat.

Mungkin bisa dicoba kali ya dengan rute terdekat dulu. Ke Bandung barangkali atau bogor gitu (semoga si Abang baca ini kwkwkwkw). 

Oh iya, dulu waktu kecil gue kalau mudik ke Pacitan Jawa Timur (kampung emak dan Babeh) inget banget kalau mau beli tiket harus datang langsung ke pull bis nya (eh bener gak nih tulisannya), trus ngantri apalagi kalau musim mudik. Beugh malesin banget.

Gue pernah juga nyari tiket ke Bandung di terminal. Ya ampun, gue gak kuat serangan para calo. Gue tuh paling gak bisa di serbu gitu. Jadi keder dan gak bisa mikir trus blank.

Tapi kabar baiknya, ternyata sekarang pesen tiket bus gak harus begitu lagi cuy. Karena bisa pesan tiket bus secara online lewat aplikasi traveloka. Bahkan buat yang tinggal di Sumatra Bus Putra Pelangi sudah bisa di pesan secara online loh di traveloka.

Kapal Laut

Sejujurnya gue penasaran mencoba pulang kampung dengan kapal laut. Selama ini gue baru mencoba naik kapal veri dan Roro saja. Waktu itu perjalanan dari Jakarta-Lampung (waktu kecil), trus nyebrang dari Batulicin-Kota Baru Kalimantan Selatan, dan waktu perjalanan ke Bengkalis Riau.

Pernah sih ngajakin abang mudik naik kapal waktu masih di Banjarmasin. Tapi orangnya belum acc hahaha. Karena kalau naik kapal katanya baru ada ke Surabaya ajah. Dan masih PR banget buat sampai di Jogja hihihi

Gak papa, semoga kapan-kapan bisa nyobain naik kapal laut. Malah kalau bisa sekalian kapal pesiar (semoga suami baca kwkwkw #kode). Kalau kalian guys tim naik apa kalau traveling, atau mudik?

Friday, December 21, 2018

Cerita BLW GazaRo: Melatih Motorik Halus Bayi Lewat Aktivitas Makan Sendiri

9:26:00 PM 2 Comments
Kalau ketemu teman suka gak basa-basi kaya misal "Kapan ngasih adik buat si baby?". Hihihi pasti seriiiing. Trus pernah temen gue jawab donk "Kalau lahir langsung usia 3 tahun boleh deh" hahaha. Karena memang usia di bawah 3 tahun selain di katakan sebagai golden age tapi juga sebagai moment yang penuh dengan perjuangan.

Dari mulai pemberian nutrisi, ASI, MPASI, dsb sampai urusan memikirkan perkembangan motorik si anak. Yang memang gue akui membutuhkan kesahatan jiwa dan raga seorang emak. Apalagi emak-emak rumah tangga yang hampir 24 jam membersamai si Bayi. Jenuh dan stress kadang bikin blank

Buat gue pribadi dari semuanya yang paling bikin menguras emosi adalah saat masa MPASI. Dan saking stress nya mikirin soal makan, gue kada sampai lupa untuk memikirkan stimulasi untuk melengkapi aspek tumbuh kembang lainnya. Pernah curhat ke temen sih, trus di giniin...



Loe lahirin Gaza 4 kg normal lancar, ngasih ASI lancar No Drama, selama hamil juga lancar, dapetin anak juga gampang. Kalau mulus terus mana tantangannya? Nah biar adil nih tantangan loe ada di masa MPASI nya

Kwkwkwk untung gue menelaah kata-kata dia dalam keadaan perut kenyang. Jadi gue bisa mengambil hikmahnya, coba kalau kagak kwkwkw. Bisa baper 7 hari 7 malam gue kwkwkw *lebay

Dari awal makan GazaRo metode yang gue terapkan adalah pemberian makanan Homemade menu 4 bintang dan dengan metode di suapin. Tapi belakangan gue memutuskan mengkombinasikan dengan metode BLW (Baby Led Weaning)


Memutuskan Untuk BLW

Awal memutuskan untuk memakai metode BLW pada Gazaro adalah karena ternyata Gazaro GTM, alias Gerakan Tutup Mulut di usia 7 bulan. Gak selahap awal MPASI, Gazaro mulai ogah buat makan. 

Meski BLW lagi booming gara-gara ada mba artis yang menerapkan hal tersebut ke anaknya, gue pribadi gak tertarik untuk mencoba. Karena gue yakin si mba artis dia menerapkan BLW pakai ilmu. Dia memfasilitasi diri dengan membaca banyak literatur dan bahkan mendatangi para ahli untuk konsultasi. So, dia pastinya sudah sangat siap.

Tapi kembali lagi karena Gaza mulai GTM, maka gue mencoba untuk memulai BLW. Barangkali dia memang penasaran ingin mencoba makan sendiri. Dan oke karena gue kebanyakan nonton video artis, gue frustasi menghadapi proses makan Gazaro.


  1. Super berantakan banget pastinya, di tambah gue gak ada asisten. Rasanya pekerjaan harian gue gak ada kelarnya kwkwkw
  2. Patah hati liat makanan yang lebih banyak kebuang daripada di makan. Kalaupun jatuh biasanya sih tetep gue pungut dan gue makan, eman! Tapi dengan Gazaro makan sendiri makanan yang jatuh bentuknya sudah sangat tidak memanggil untuk gue makan kwkwkw
  3. Merasa sendiri, karena ternyata suami yang belum di sounding untuk menerapkan BLW berkomentar "Itu Gaza cuma mainin makanan bun bukan makan". Pengen bilang "Bayi kita sedang belajar sayang" tapi sayang baper udah lebih dulu menyapa kwkwkw
Karena stress dan minimnya ilmu, akhirnya gue setengah-setengah dalam menjalankan metode BLW. Kadang belum 'Selesai' gue sudah keburu menyelesaikan sesi makan Gaza. Tidak lain dan tidak bukan adalah karena gue merasa (sok) sibuk dengan pekerjaan lainnya. Kalau makan sendiri kan emak kudu siaga lebih jadinya.

Mungkin itu juga salah satu penyebab Gaza sering pundung. Karena lagi asyik eksplore eh di stop sama bundaro hihihi. Dan sejak usia 13 bulan gue semakin intens menambah jam aktivitas makan sendirinya. Biasanya kalau sudah bosan gue lanjutkan dengan menyuapi. Atau kadang sambil makan sendiri sambil di suapi. Fleksibel ajah sih. Yang penting saat makan nutrisi semaksimal mungkin di penuhi dan selalu di awasi.  

Manfaat BLW Untuk Perkembangan Motorik Halus Bayi

Dulu gue kira punya anak sekedar mikirin urusan sandang, pangan dan papan. Ternyata setelah banyak mengikuti kelas parenting gue menyimpulkan bahwa anak terutama di masa golden age ini yang dibutuhkan adalah Cinta, Nutrisi, dan Stimulasi.


Kebanyakan orangtua terfokus pada Cinta dan Nutrisi. Perkembangan yang paling di perhatikan biasanya hanya soal fisik (Berat badan, tinggi badan, dsb). Sedangkan untuk kemampuan motorik orang terbiasa membandingkan dengan anak-anak lain. Padahal kemampuan motorik anak juga butuh di stimulasi bukan hadir dengan sendirinya (bisa juga sih tapi biasanya akan lebih lambat)

Apa bedanya motorik kasar dan halus?

Kemampuan Motorik Kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar, sebagian besar atau seluruh anggota tubuh, yang dipengaruhi oleh usia, berat badan dan perkembangan anak secara fisik. Contohnya kemampuan duduk, menendang, berlari, atau naik turun tangga. 

Kemampuan motorik halus adalah kemampuan yang berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata-tangan. Saraf motorik halus ini dapat dilatih dan dikembangkan melalui kegiatan dan rangsangan yang kontinu secara rutin. 

Aktivitas makan sendiri atau BLW sudah pasti memberikan manfaat terutama untuk melatih kemampuan motorik halusnya. Bayi akan latihan menggenggam, merasakan berbagai tekstur, meremas, dan menjepit makanan.

Jadi sebetulnya aktivitas makan bukan sekedar urusan nutrisi, tapi juga bisa dijadikan sarana mengasah kemampuan perkembangan motorik anak. Inilah akhirnya yang membuat gue memutuskan lebih sering membiarkan Gaza makan sendiri alias tanpa di suapi (tetap dalam pengawasan ya).

Karena ternyata selain dia belajar, jumlah makanan yang masuk jadi lebih banyak. Mungkin karena dia happy dengan pengalaman barunya itu. Dan untuk menghindari 3 poin yang bikin gue frustasi di atas beberapa hal gue antisipasi dengan lebih banyak stok sabar dan sounding serta minta dukungan ke suami. Yups, suami sebagai orang terdekat kita harus jadi garda depan dalam mensuport kita (menurut gue sih hehehe)

Resiko Tersedak...

Ceritanya melibatkan anak untuk menyiapkan makanannya 😁

TERSEDAK adalah point utama yang membuat gue takut untuk menerapkan metode BLW. Kehilangan anak pertama (meski bukan karena tersedak) membuat gue lebih protektif ke anak kedua yaitu Gaza. 

Ketika gue di serang dengan kalimat "Namanya juga BLW dek, jangan takut rumah kotor. Anak kan sedang belajar."

Resiko rumah kotor itu sebetulnya point ke sekian yang bikin gue males. Alasan pertama adalah gue takut anak tersedak. Walau katanya bayi punya refleks untuk mengatasi itu, entahlah gue belum bisa percaya sebetulnya.

Disitu gue mikir, ternyata punya anak itu hal yang paling sulit adalah memberikan kepercayaan hehehe
Nah makanya supaya tetap "AMAN" untuk BLW pertamanya gue pilih memberikan biskuit bayi. Karena kalau biskuit bayi kan biasanya masuk mulut bayi langsung lumer hehehehe. Yes, gue genk emak-emak cari aman :p

Makanan Yang Mendukung BLW


Pure atau makanan lumat. Loh bagaimana cara membiarkan anak makan pure sendiri? Biasanyanya kan blw identik dengan tanpa sendok. Nah, orantua tetap bisa memberikan pure dengan sendok khusus BLW. Kebetulan gue pernah beli dan harganya mahal banget kwkwkw (dan gak kepake *LOL). Tapi ini bagus untuk mengajari anak memagang sendok, dan lebih meminimalisir resiko tersedak makanan padat.

Finger Food nah ini sih biasanya yang umum di kasihkan ke anak untuk proses BLW. Finger food alias makanan yang sesuai dengan genggaman tangan anak. Finger food dapat melatih kemampuan menggenggam anak loh.

Puff sebetulnya kategori finger food. Tapi bentuknya lebih kecil, jadi biasanya akan membantu bayi belajar menjepit makanan dengan jari jemarinya. Umumnya puff ini berupa makanan pabrikan, jarang ada yang home made.

Sebetulnya gue paling suka ngasih Gaza biskuit bayi untuk aktivitas BLW nya. Tapi entah karena Gaza bayi ASI, dia kurang suka dengan biskuit yang terlalu terasa atau terlalu bau susu formula. Jadi biasanya biskuit bayi bikin dia GTM (Gerakan Tutup Mulut)

Kalau kata para pakar sih, kita harus menghargai selera bayi juga. Jangan berikan makanan yang bahkan kita sendiri gak doyan hehehe. Jadi biasanya gue suka coba dulu nih makanan yang mau di berikan ke Gazaro. Kalau gue suka, bisa jadi Gazaro suka.

Dan salah satu makanan dia yang gue doyan itu Monde Boromon Cookies. Jadi ini adalah Cookies yang bentuknya kecil-kecil mirip Puff. Biasanya sih puff itu crunchy kayak kerupuk. Kalau Monde Boromon ini biskuit. Begitu masuk mulu ternyata bener-bener langsung lumer donk. Dan yang penting buat gue adalah ini ENAK!

Kalau baca spesifikasi produk Monde Boromon Cookies ini gluten free, mengandung saripati kentang, madu dan DHA. Jarang sih gue lihat cookie bayi yang mengandung madu. Karena bentuknya yang kecil untuk memakan ini, bayi akan belajar menjepit makanan dengan jari-jarinya. Selain itu karena mudah meleleh saat terkena air liur, melatih motorik yang ada di lidah dan mulut bayi. Membantu bayi mengeksplorasi rasa, bentuk, tekstur serta kemampuan makan. 

Yang gue suka, dalam satu box ternyata dibagi lagi dalam lima bungkus kecil. Sehingga cukup untuk satu kali makan. Biasanya kalau Puff gitu kan bentuknya botolan besar, karena sering di buka akhirnya yang lainnya melempem (tidak renyah lagi)


Praktis juga untuk di bawa traveling. Biasanya sih gue suka bawa untuk cemilan di jalan. Dan karena enak, biasanya gue ikutan ngemil kwkwkw. Jadi mayan praktis nih. Bawa satu cemilan untuk semua kwkwkw

Di era media sosial sekarang, mungkin kita bisa melihat banyak ibu menerapkan pola asuh berbeda satu dengan yang lainnya. Gue percaya Setiap ibu piunya style dan cara sendiri sesuai dengan prinsip dan kemampuan masing-masing. Adanya sosial media jadikan sebagai inspirasi bukan persaingan (ngomong sama diri sendiri hihihi)

Semoga apa yang gue tulis ini bermanfaat ya

Friday, December 14, 2018

OOTD Ala Bundaro Dengan Baju Menyusui Dari Mooimom

12:28:00 PM 0 Comments
Hai-hai... Sebelumnya gue mau menyapa dulu para emak-emak yang pakai daster. Emak-emak berdaster mana suaranyaaaaaa.... #sambilLemparMic (Eh jangan lempar balik pakai popok anak yak kwkwkw)

Gue rasa hampir semua emak-emak sepakat, di rumah paling nyaman pakai daster. Ya gak? Gue juga begitu hehehe. Tapi kalau kita keluar rumah pasti mau tampil modis, yekaaaan? Eh tapi di rumah juga perlu loh tampil modis, terutama saat menyambut suami pulang ke rumah. Tapi siapa yang punya prinsip Biarlah suami pas nyium bau bawang, yang penting anak wangi rumah rapi? kwkwkw. Tenang anda tak sendiri, daku membersamai.


Perempuan siapa sih yang gak mau tampil modis. Gue biasanya mentok di gamis atau daster sih buat hari-hari. Pengen pakai kaos (lengan panjang), tapi di masa-masa menyusui saat ini hampir gak mungkin. Kenapa? Ya karena seperti kita ketahui jarang ada kaos yang busui friendly. Kalau beli daster yakin deh banyak yang mencantumkan spek produk dengan label busui friendly hihihi.


Tapi alhamdulillah, ternyata akhirnya gue menemukan kaos yang busui friendly. Yah karena memang di desain untuk ibu menyusui sih. 


Mungkin orang-orang terdekat gue biasanya melihat gue pakai gamis untuk hari-hari. Dan gamis yang gue pilih biasanya yang desainnya simple. Karena aslinya gue itu tomboi dalam artian tidak suka baju yang ribet-ribet. 


Apalagi sering wara-wiri berdua doang dengan bayi. Tentunya gue membutuhkan pakaian yang simple, nyaman, dan tentunya bikin gue bebas beraktifitas. Sekarang ini Gazaro juga udah masuk di tahan super aktif. Jadi kadang gue memutuskan untuk mengganti style gue dengan rok celana. Tapi masa iya udah pakai rokcelana masih pakai gamis.



Maternity Nursing Stripe Long Sleeves Sweatshirt Baju Hamil & Menyusui

Nah setelah nyoba baju menyusui Mooimom sebelumnya, couple-an dengan gazaro, ternyata gue suka dan nyaman. Jadi berani buat nyoba lagi baju menyusui seri lainnya. Kali ini pilihan jatuh pada Maternity Nursing Stripe Long Sleeves Sweatshirt Baju Hamil dan Menyusui.

Sesuai namanya ya Guys... Baju ini bisa banget loh di pakai dari jaman hamil sampai menyusui. Yah tergantung juga sih, masih muat apa gak hihihi. Kan emang biasanya rata-rata wanita mengalami perubahan ukuran saat hamil dan menyusui. Kalau gak muat, saatnya nyolek suami ajak shoping lagi hihihi.


Baca Juga : Baju Couple Ibu dan Bayi Laki-Laki dari Mooimom 


Seri baju meyusui Mooimom yang satu ini masuk kategori sweatshirt, alias kaos agak tebal mirip sweater. Tapi walau tebal di pakai saat cuaca panas baju ini tetap nyaman di pakai. Di pakai di tempat dingin baju ini juga dapat melindungi pemakainya dari dingin berlebihan. 


Terbuat dari 100% katun, desain kerahnya dibuat bulat dan nyaman. Jadi untuk yang berhijab juga gak ribet karena tanpa kerah. Seperti  yang gue bilang juga ini bisa di pakai semasa hamil sampai menyusui. Nah uniknya kalau biasanya baju menyusui kaos, ada semacam kantong rahasia, baju ini juga ada tapi pakai resleting atau ziper pada bagian dada.


Hanya saja kalau biasanya celah bukaan bentuknya Vertikal, baju ini bentuknya horizontal. Si ziper di pasang di antara motif kain sehingga tersamarkan. Ini contoh yang gue ambil dan website Mooimom. Pengen Foto sendiri tapi pasti gak di kasih izin sama suami kwkwkw


Kalau menurut gue, desain baju ini super modis sih. Karena kalau baju menyusui atau baju hamil biasanya gue liat bentukannya emak-emak banget. Kalau si strip long ini desainnya kek baju-baju abegeh hihhi. Umur mah kan boleh ya emak-emak, tapi jiwa style kudu tetep berjiwa muda kwkwkw

Maternity Nursing Stripe Long Sleeves Sweatshirt Baju Hamil dan Menyusui ini bisa dibeli secara online maupun offline. Kalau online bisa langsung cek website, Instagram, atau Fanpages Facebook Mooimom.

Kalau kamu tipe yang suka belanja offline bisa mampir ke store-store yang ada di RSIA Grand Family Pic, Kota Kasablanka, Sogo Kota Kasablanka, Pondok Indah Mall (PIM 2), AEON Mall BSD, Grand Indonesia, Pacific Place, Plaza Senayan, Mall Gandaria City, Mall Puri Indah, AEON JGC, Lotte Shoping Avenue Kuningan, Mall Trans Studio Makassar, dan Th Park Mall Solo. 

By the way, kalau lihat-lihat katalognya atau display toko jangan menuntut pertanggung jawaban gue ya kalau sampai kalap. Karena mooimom gak cuma menyediakan baju-baju lucu nan trendi. Tapi berbagai perlengkapan Ibu dan anak.
Yang paling favorit ada Hipseat, perlengkapan Menyusui seperti Bra, pumping asi, apron dsb. dan masih banyak deh produk-produk keren lainnya.

Oke deh, sekarang Gue habis OOTD mau halan-halan dulu yes sama anak bayik. Tengkyu udah baca, jangan lupa Follow dengan masukin email kamu, dan komen ya guys. Muach...

Saturday, December 8, 2018

Tips Memilih Gendongan SSC #AlaBundaro

8:00:00 AM 0 Comments
Haloooo... terima kasih sudah mampir di blog Bundaro ya. Buat kalian yang sering mampir (maaf lagi narsis akut kwkwkw) coba tebak gue paling sering bahas apa di blog?

Yang jawab gendongan, kalian luar biasa nyimak hahaha. Sebetulnya gue gak khususon bahas gendongan sih. Segala hal yang berkaitan dengan kehidupan gue saat ini (tsaaaah) ya gue bahas. Cuma karena sekarang momennya lagi banyak bawa buntelan eh bayi maksudnya kemana-mana ya gue suka ajah bahas soal gendongan.

Karena yang gue tahu secara awam gendongan itu cuma yang penting tangan gak pegel-pegel amat cyiiin saat gendong. Tapi ternyata salah posisi dan salah memilih gendongan bisa membahayakan penggendong dan terutama yang di gendong. Makanya gue sering bahas gendongan supaya pembaca blog gue lebih aware soal beginian nih.

Nah dari sekian jenis gendongan yang gue punya, yang paling sering gue pakai adalah jenis SSC (soft Structure Carier). Setidaknya gue punya 3 SSC dari tiga brand lokal yaitu Cuddleme, Nana babycarrier dan Zakkel. Belakangan ini brand lokal semakin banyak loh yang memproduksi SSC.

Nah buat kalian yang mau beli SSC, simak dulu tips #alaBundaro ya :)

Mengenal Anatomi Gendongan SSC
Secara umum SSC ini gendongan yang bentuknya menyerupai tas ransel. So, sama seperti tas ransel maka penggendong bisa menyesuaikan untuk gendong depan/front carriy atau Gendong belakang/Back Carry.

Baca Juga : Riview Gendongan Zakkel

Nah umumnya SSC memiliki anatomi yang serupa. Meski beberapa brand punya kebijakan sendiri soal penambahan aksesoris, pemilihan bahan, dan bentuknya.

Tapi bisa cek gambar di bawah ini, secara umum anatomi SSC seperti pada gambar yang gue ambil dari salah satu komunitas babywearing yang ada di Indonesia.



Pada SSC terdapat Shoulder Pad (Busa Bahu), Hoodie (topi), Body Panel (panel), Back Chest Strap (Tali dada), Waist Strap (Tali Pinggang), Waist Pad (Busa Pinggang), Shoulder Strap (Tali Bahu), PFA/Perfect Fit Adjuster (Setellan bahu).

Beberapa gendongan memiliki PFA do bagian depan gendongan. Fungsinya adalah untuk mengatur ukuran saat bayi akan menyusui. Jadi biasanya di kendurkan gitu sampai bayi mendapat posisi yang pas.

Tapi untuk brand dari cuddleme PFA nya agak berbeda. Karena posisinya ada di bawah ketiak. Dan gue merasa lebih nyaman untuk menyusui saat pakai cuddleme. Mungkin karena sebelum mencoba nana dan zakkel, tiga SSC gue sebelumnya cuddleme semua. Jadinya sudah terbiasa dengan PFA di bawah ketiak.

Tentunya setiap orang punya titik nyaman berbeda. Mungkin karena faktor kebiasaan ajah sih. Toh sekarang gue juga udah nyaman menyusui sambil pakai SSC dengan gendongan yang PFA nya di dada seperti punya Nanan Babycarrier dan Zakkel.



Brand Lokal vs Brand Luar
Kalau kamu buta sama sekali dengan brand-brand gendongan SSC karena merasa "Gue itu new mom", tos dulu karena gue juga dulunya awam banget. Tapi dengan bergabung dengan komunitas babywearing gue jadi tahu deh brand-brand gendongan.

Baca Juga : Riview Hipseat Mooimom Ala Bundaro

Dan ngerinya lagi, saking penasarannya sama nyoba brand-brand tersebut di rumah setidaknya ada 13 gendongan dari berbagai jenis dan brand. Tapi hampir semuanya brand lokal. Kenapa karena ramah di kantong kwkwkw...
Nyoba I-Angel Miracle yang bisa jadi SSC dan Hipseat
Brand-brand lokal yang mengeluarkan produk SSC di Indonesia antara lain: Cuddleme, Nana Babycarrier, Zakkel, Andrea, Babyta, Bobita. Produk Lokal ini harganya berkisar antara 250k-850k.

Untuk brand-brand luar yang familiar gue denger ada Ergo Baby, Beco, Tula, Boba, Anoona, Lenny Lamb, dll. Karena impor alias brand luar harap jangan terkejut dengan kisaran harganya. Harga terendah bisa sampai satu juta guys. Itulah kenapa dari koleksi-koleksi gue belum ada yang dari luar kwkwkw.

Punya 13 gendongan lokal ajah abang udah Syock. Tapi 13 gendongan itu alhamdulillah kepake semua kok. Beberapa yang udah gak di pakai untuk sementara seperti wrap dan ring sling gue pinjemin ke yang membutuhkan. Gendongan yang dobel kayak Cuddleme pun biasanya gue preloved kalau mau ganti motif hihihi. Mayan ngurangi hisab ceunah.

Tapi bagi gue emang jadi kayak candu sih nyoba gendongan brand ini dan itu. Kalau orang koleksi tas dan sepatu, gue gendongan kwkwkw

Hindari Barang KW
Tempo hari gue pernah posting di sosmed tentang pentingnya kita memilih barang original alias no KW-KW. Tapi ternyata gue malah di serang sama orang-orang dengan stetmen "gak semua perekonomian orang sama". Yes gue setuju, paham banget sebagai menteri keuangan rumah tangga mengelola keuangan sangat penting.

Baca Juga : Ternyata Selama Ini Gue Salah Memilih Gendongan

Kalau gak mampu beli yang brand luar, ya gak masalah beli brand lokal? Misal beli tas, gak bisa beli LV kan bisa beli brand cibaduyut yang tentunya modelnya gak jiplak brand luar ya. Sama halnya dengan gendongan, gak bisa beli brand luar, yuk beli brand lokal.
Suamipun jadi mau di ajak gantian gendong karena SSC yang ergonomis nyaman dan aman, ini lagi pakai Zakkel

Sebetulnya beli ori atau kw itu kembali ke kebijakan masing-masing. Cuma yang gue sayangkan adalah ketika seseorang beli brand kw eh dia bangga. Gue beli kw aman-aman ajah. Baik-baik ajah dsb. Coba tempatkan diri kita sebagai si pemilik brand, kemudian ternyata barang kita di bajak alias di bikin Kw-annya. Masih mau bilang "Gak papa lagi beli bajakan"?

Tahukah kalian kenapa harga asli lebih mahal dari kw? Yang paling mendasar adalah kulitas barang dan adanya quality control. Barang ori kalau terjadi apa-apa kita tahu kemana bisa mengadu dan mengklaim. Kalau Kw hanya kepada rumput yang bergoyang kita bisa mengeluh. 

Yang original kalau ada kerusakan, mereka memberikan masa garansi loh. Gak cuma brand luar, brand gendongan lokal mereka juga memberikan garansi barang.

Dan hal lainnya yang membuat harga brand luar mahal adalah, karena ada bea cukainya cyiiin. Kalau mau murah, caranya bisa titip teman yang lagi jalan-jalan ke luar negeri. Harganya bisa beda sampai satu juta.

Coba Dulu Sebelum Membeli
Ini waktu naik roro menuju Bengkalis, Riau. Entah ini traveling ke berapa berdua bayi doang. Dan Setiap mau berangkat selalu bingung mau bawa gendongan yang mana. Akhirnya pilihan jatuh di Nanan Baby Carrier
Nah Sering ada yang tanya, enak mana brand yang ini dengan yang itu. Guys, setiap orang punya titik kenyamanan berbeda. Dan gue suka gemesh sama orang yang baru pakai satu brand langsung bilang enak brand yang dia pakai. Lah brand yang yang udah pernah nyoba belum hihihi. Kalau belum itu namanya bukan membandingkan.

Baca Juga : Memilih Gendongan Untuk Bayi Baru Lahir

Kalau gue ada yang tanya misal brand Cuddleme sama Andrea enak mana? Maka gue jawab "saya gak tahu, mana yang lebih bikin saya nyaman. Karena belum pernah coba Andrea. Dan setiap orang punya titik nyaman berbeda ya."

Supaya tahu, kita lebih nyaman dengan brand yang mana ya dengan mencoba langsung. Cuma sayangnya kebanyakan SSC ini banyaknya di jual secara online, gimana mau mencoba?

Salah satu cara mencoba adalah dengan mencari rental gendongan. Memangnya ada? Ada donk. Biasanya yang merentalkan ini komunitas gendongan atau rental-rental perlengkapan bayi. Nah kalau mau nyicip brand luar, bisa sewa juga. Daripada beli menguras uang belanja hihihi

Cara lain agar bisa mencoba langsung adalah dengan mengikuti kopdar komunitas-komunitas menggendong atau babywearing. Komunitas ini ada beberapa di Indonesia. Bahkan cabangnya sudah banyak menyebar di hampir seluruh wilayah indonesia. Selain ada koleksi dari librabry komunitas, saat mengikuti kopdar kita bisa juga mencoba milik peserta lain yang datang.

Setelah itu baru deh tentukan pilihan mau beli yang mana.

SSC, NBC, dan Hipseat
ini NBC yang kemudian di modifikasi agar suport M-shape

Sudah tahu apa bedanya SSC, NBC, dan Hipseat? Kalau persamaannya mereka sama-sama di jenis gendongan ransel atau carrier. Kalau secara fisik bedanya juga bisa langsung kelihatan kok.

SSC (Soft structure carrier) memiliki body pannel yang lebar. Sehingga bisa untuk suport M-shape bayi. Sedangkan NBC (Narrow Based Carrier) adalah gendongan ransel dengan body panel sempit atau kecil. Gendongan ini membuat kaki anak menggantung dan beberapa ada yang menekan kemaluan. Dan yang ketiga adalah Hipseat, secara gampangnya ini gendongan yang ada tempat duduknya.

Dari ketiganya masing--masing punya syarat usia, tinggi, berat badan bayi yang di gendong. Bahkan sesama SSC saja kalau beda merk bisa beda syarat pemakaian loh. Karena memang masing-masing brand pastinya punya karakteristik dan kebijakan produk masing-masing.

Kira-kira setelah baca tulisan gue, sudah ada gambaran mau beli SSC yang kayak gimana? Menurut gue pribadi sih, tulisan ini gak hanya penting di baca oleh calon orangtua. Tapi single-lillah juga perlu kok. Kan kadang-kadang suka kasih kado ke temen yang baru lahiran. Jadi semoga gak salah pilih kado ya

Wednesday, December 5, 2018

Keunggulan Sepatu The Little Things She Need di Bukalapak

2:32:00 PM 1 Comments
Yeay mau tutup tahun nih, udah nyiapin resolusi 2019 belum guys? Kalau gue selain pengen punya kamera (hahaha ini resolusi tiap tahun yang belum terwujud) salah satu resolusi gue mau punya sepatu yang enak dipakai.

Beberapa hari lalu, akhirnya si Abang beliin gue sendal gunung lagi guys. Padahal gue tau banget doi paling rewel kalau gue tampil terlampau cuek. Paling 'bawel' kalau mau ke mall trus liat isterinya pakai sendal gunung. Tapi doi tahu sendal gunung udah paling nyaman buat bininye hihihi. Tau sendal gunung gue udah belel, tau-tau doi ajak gue beli guys. Ah kamu itu selalu romantis dengan caramu sayang #uhuk

Tapi gak mungkin kan ya gue menghadiri acara formal atau kondangan misalnya pakai sendal gunung. Kayaknya akhir tahun waktu yang pas buat gue nyari tambatan kaki. 

Sepatu juga bisa menjadi simbol gaya busana loh. Oh iya udah pernah denger The Little Things She Need? Itu loh salah satu merk sepatu ternama yang sangat memahami gaya busana wanita muda #tsaaaah. Sekarang gak perlu bingung beli dimana, tinggal cari di Bukalapak, beres!

Alasan Orang Memilih Sepatu The Little Things She Need

Sepatu adalah bagian dari busana. Berbagai alasan orang memilih sepatu. Satu sama lain mungkin alasannya tak sama. Orang yang suka berolahraga indoor akan memilih sepatu yang cocok untuk olahraga indoor. Orang yang hobi jogging tentu memilih sepatu yang sesuai untuk olahraga outdoor.

Selain kebutuhan untuk melindungi kaki, sepatu juga dibutuhkan sebagai pelengkap busana. Tetapi sebagian besar perempuan ingin tampil trendy tanpa harus menguras isi dompet. Inilah sebabnya banyak perempuan memilih membeli sepatu The Little Things She Need. Sepatu Little Things dijual dengan harga terjangkau dan hadir dalam berbagai model. Jahitannya rapi dan tampil trendy.

Sepatu Little Things sangat terjangkau bagi semua kalangan. Bayangkan dengan harga rata-rata 149.300 sudah dapat sepatu berkualitas dan bergaya masa kini. Belanja sepatu kini lebih praktis. Tinggal buka Bukalapak dan temukan lapak sepatu The Little Things She Need. Brand ini sangat sesuai dengan maknanya. Kadang perempuan hanya butuh perhatian, sesuatu yang mungkin bernilai kecil tetapi sangat dibutuhkan. Cocok dengan kesan yang ditampilkan sepatu Little Things.

Aneka Model Sepatu Little Thing di Bukalapak

Sedang menimbang untuk mengganti sepatu yang sudah usang dengan yang baru? Atau hendak memberikan hadiah ulang tahun yang spesial kepada sahabat perempuan dan kerabat wanita, sepatu The Little Things She Need adalah pilihan tepat. Beberapa model berikut bisa dijadikan acuan untuk memilih kado yang tepat:



Sumber : bukalapak
Model Sepatu Little Things GRANNA, model GRANNA cocok bagi perempuan muda yang senang gaya casual. Sepatu sneakers dengan sol sintetis dan material upper dari canvas ini nyaman untuk jalan-jalan, acara non formal dan tetap sopan dikenakan saat kuliah. Pilihan warnanya antara lain Grey White, Navy White.

Sumber : Bukalapak
Model Sepatu Little Things Ronse, model sepatu RONSE cocok dikenakan wanita yang senang bergaya feminin. Insole dan outsolenya terbuat dari karet sintetis. Bagian uppernya terbuat dari bahan sintetis dengan beberapa pilihan warna seperti khaki black, black lightgrey, 

Sumber : Bukalapak
Model Sepatu Little Things Senora, sepatu flatshoes ini terbuat dari bahan sintetis baik upper maupun insole dan outsole. Bagian yang sangat menonjol adalah hiasan pita yang menjadi pemanisnya

Sumber : Bukalapak
Model sepatu Little Things Phaloza, sepatu flats dengan material suede pada bagian uppernya ini tampil unik dengan toecaps yang meruncing dan aksesori tali di bagian belakang. Warna maroon adalah favorit para wanita
Sumber : Bukalapak
Model sepatu Little Things Venya, model sepatu ini sangat elegan, tertutup hingga bagian belakang dan terbuat dari material suede yang nyaman. Cocok sebagai aksesori melengkapi busana formal.

Sumber : Bukalapak
Model sepatu Little Things MALMO, sepatu sneakers ini terbuat dari canvas dengan aksen temali pada bagian depan. Cocok untuk gaya kasual.

Bagi yang senang tampil unik, model sepatu The Little things She Need CHINNY bisa meningkatkan rasa percaya diri. Gaya sepatu model flat tapi casual dengan motif lurik pasti sangat menarik perhatian. Jangan lupa belinya di Bukalapak saja, banyak penawaran menarik dan promonya. Hemat dan bermanfaat bagi konsumen setia.