Follow Us @curhatdecom

Follow by Email

Wednesday, May 22, 2019

Aksi Hebat Ramadhan Bersama Bebelac

9:48:00 AM 0 Comments
Guys... beberapa waktu lalu gue dapat kesempatan menghadiri event yang diselenggarakan oleh Bebelac di Hotel Four Point. Dan sebelumnya gue mau mengapresiasi dulu event yang menurut gue oke banget. Salah satu yang bikin gue tersentuh adalah karena di event ini penyelenggara menyediakan arena playground untuk anak-anak lengkap dengan penjaganya. Dan penjaganya itu bukan gue perhatikan memang "guru". Karena cara dia memperlakukan anak-anak beda.

Gue sangat tertolong karenanya, jadi bisa fokus menyimak materi-materi kaya 'nutrisi' untuk pengetahuan seorang ibu. Yang udah-udah seringnya gue kalau datang event udah keburu ditolak klien karena nanya "boleh bawa anak?" hihihi

Bebelac kali ini mengusung tema tentang aksi hebat. Kalau lihat seliweran iklannya di tv sih semacam kepekaan sosial anak terhadap lingkungannya atau Tanggap Bersosialisasi. Dalam hati gue mikir, wow minum susu masa bisa bikin anak jadi penuh cinta dan perhatian gitu sih? Tapi ternyata bukan tidak mungkin, jika stimulasi dari lingkungan didukung dengan nutrisi yang tepat.


Mengasah kebesaran hati penting disertai dengan tanggap yang lengkap. kalau ingin anak-anak cerdas pastikan dia bahagia dan releks bukan tegang.
Tempat ini yang membuat Gaza lupa sama emaknya dan susah di ajak pulang kwkwkw

Asah kebesaran hati si kecil seiring daya pikirnya (Roslina Verauli)

Empati butuh diwujudkan dengan aksi-aksi hebat. Aksi hebat butuh di fasilitasi. mumpung bulan ramadhan yuk kita bersama melakukan aksi hebat agar menjadi contoh bagi anak-anak. Tentunya kita mau dong anak-anak kita Punya Rasa Peduli terhadap ornag lain dan lingkungannya.

Ada gak anak baik vs anak tidak baik? Ternyata kebesaran dan kebaikan tidak dibawa saat lahir, butuh distimulasi. 

Ternyata aksi hebat yang menggambarkan kebesaran hati anak ditentukan oleh tuntutan situasi yang ada (Penelitian Hartshorne & May dalam Vasta, Miller, & Ellis 2004)
Seneng banget dapat flashcard yang membantu ibu-ibu minim ide harus main apa sama si kecil supaya tepat stimulasi. Ini Kak Ros yang jadi tim penyusunnya loh...

Aksi-aksi hebat:
1. Menolong
2. Berbagi
3. Bekerja sama

Situasi Sosial di sekitar si kecil
Bullying: 40% anak-anak yang menjadi pelaku di usia 24 tahun menjadi pelaku kriminal. Sedangkan anak-anak yang menjadi korban di masa kecil, berpotensi mengalami hal serupa di masa SMP dan SMA.

Tayangan Kekerasan dan Bencana Alam. Kita perlu memberikan filter kepada anak menyaksikan tayangan-tayangan tersebut.

5 tahap perkembangan empati
  1. Secara refleks ikut menangis mendengar tangisan bayi lain
  2. Berempati tanpa batas, butuh kecerdasan berpikir. Artinya membutuhkan stimlasi dan nutrisi.
  3. Berempati namun masih dalam sudut pandang pribadi
  4. Anak semakin mampu berempati dalam cara yang tepat (2-3-4 tahun)
  5. Berempati dengan kemampuan yang lebih baik dalam berpikir tentang perspekif orang lain (SD)

Mewujudkan kebesaran hati si kecil menjadi aksi hebat di bulan ramadhan
  • Kecerdasan berpikir: Prosocial reasoning & mental state understanding
  • Kecerdasan emosional : Empati. 
  • Kecerdasan emosional. Usia Golden Age sangat baik untuk mengembangkan ini.
  • Kecerdasan sosial: Kesempatan untuk melakukan aksi hebat. Aspke sosial budaya dan keluarga menjadi penting (model perilaku dari orang tua, dan penguat (reinforcement)

Pentingnya Nutrisi dan Kesehatan Pencernaan untuk Perkembangan Otak dan Emosi Anak (Prfo Dr. dr. Saptawati Bardosono, M.Sc.)




Banyak orang pernah mendengar istilah nutrisi seimbang. Kenapa seimbang? Karena ditunjukkan dengan bentuk tumpeng. Tapi banyak orang tidak banyak mendengar tentang nutrisi spesifik. Nutrisi untuk otak. Otak akan mengontrol kecerdasan sosial dan emosional. KArena tugasnya banyak maka otak membutuhkan nutrisi yang spesifik

Nutrisi spesifik juga dibutuhkan untuk pencernaan sehat. Saluran cerna juga sama pentingnya dengan otak. Bahkan bisa di katakan saluran cerna adalah 'otak' kedua. Jadi saluran cerna juga harus sehat.

Nutrisi Umum untuk anak usia >1 tahun
Susu: maksimal 30% total kalori/hari 400-500ml/hari
Sumber protein 1 gr = 4 kalori), dan lemak (1 g = 9 kalori)
vitamin, mineral dan serat alamiah
sumber energi utama: 1 gr KH = 4 kalori

Nutrisi Spesifik untuk anak usia >1 tahun
Asam lemak sesnsial adalah pecahan dari lemak (AA, DHA), dan asam Amino essensial
Tambahan Vitamin, mineral dan probiotik
Vitamin A dan D, Mineral Besi dan Seng serta serat sebagai Prebiotik yaitu makanan untuk mikrobiota usus


Kesehatan Pencernaan & Nutrisi Spesifik
Apa Pentingnya Saluran cerna yang sehat?
Usus adalah organ yang kompleks
  • 60-70% sel imun
  • 100 trillyun bakteri "Mikrobiota usus"
  • 100 juta neuron
  • Menghasilkan 95% serotinin tubuh = mood/emosi
Pentingnya aspek penyajian hidangan anak
  • Rangsang makanan: Penampilan, Konsistenasi, aroma, rasa, suara
  • Panca indera: mata, raba, hidung, lidah, telinga
  • Rekaman di Otak

Mekanisme utama Gut-Brain Crosstalk
  • Dari mikrobiota usus ke otak
    • produksi, ekspresi dan pergantian neurotransmiter dan faktor neuro....*
Mikrobiota berperan pada perkambangan otak dan memiliki pola perkembangan yang paralel.

Perkembangan Otak dan Emosi anak Usia > 1 tahun
Kemampuan fisik, intelektual, emosi dan sosial berkembang dengan pesat.

Anak Tanggap secara intelektual, emosi dan sosial.

Anak yang nutrisinya terpenuhi akan tumbuh menjadi anak yang Cepat Tanggap. Kalau istilah orang dewasa gak lemot hihihi. Jadi yang dewasa kalau lemot antara kurang oksigen atau kurang nutrisi nih.

Talkshow Bersama Shiren Sungkar



Dulu waktu jadi ibu, saya pikir ya udah lah ya punya anak melahirkan udah selesai. Tapi ternyata setelah jadi orangtua ternyata banyak yang perlu di pelajari. Menurut aku nutrisi penting banget, karena ternyata semua itu berkaitan. Apalagi untuk perkembangan anak-anak. Jadi sebagai ibu aku mau memberikan nutrisi yang terbaik. 

Dalam event kemarin ternyata Bebelac tidak hanya menghadirkan pembicara-pembicara kece loh. Tapi juga ada selebritis Shiren Sungkar yang merupakan ibu dari Adam, Hawa dan Sofia. Buah cintanya bersama Tengku Wisnu (bahasa gue kok ala infotainment gini yak kwkwkw)

Seneng banget bisa melihat Shiren sungkar dari dekat. Meski sering kepoin akun instagram dan Youtube channelnya bersama sang kakak, ternyata melihat dari dekat membuat gue semakin yakin kalau si embak ini beneran polos loh orangnya, apa adanya dan lucu.

Sejak keluarga ini memutuskan hijrah, ada banyak pelajaran terutama soal mendidik anak yang bisa di tiru. 


Kita gak boleh menyepelekan hal baik sekecil apapun yang anak lakukan di rumah. Misalnya gimana anak bisa menunjukkan empati atau cara sosialisasi dia seperti apa. Ketika anak sudah bisa mengekspresikan rasa sayang kepada orangtua rasanya sudah bikin bahagia banget.

Banyak banget hal kecil yang saya anggap hal besar dari perkembangan Adam. Misalnya adam membantu adiknya jatuh dsb. Anak adalah peniru/followers. Maka sebisa mungkin berikan contoh yang baik-baik ajah di rumah.




Sebetulnya kemarin gue punya pertanyaan untuk ke tiga narasumber. Hanya saja karena waktu terbatas yang semula diberikan kesempatan untuk 3 penanya, jadi hanya satu penanya saja.

Yang bertanya adalah seorang ibu single parent dari Bandung. Beliau curhat tentang anaknya yang kerap di bully. Sebagai single parent beliau mengakiui bahwa ada yang "salah" dalam memberikan pendidikan dan perhatian kepada buah hatinya.

Yang bikin gue surprise adalah, suasana yang tadinya ceria, Kak Ros selaku psikolog yang kebagian menjawab pertanyaannya tiba-tiba menjawab dengan bahasa yang masyaalla syahdu. Bener-bener psikolog menurut gue, ketika menjawab bahasa yang di gunakan, intonasi yang keluar semuanya menunjukkan empati. Sehingga siapapun pasti setuju kalau tiap nasehat yang beliau ucapkan tidak seperti sedang meggurui bahkan menyalahkan.
Bebelac ada kemasan UHT siap minum, kemarin GazaRo dapat di arena playground hihihi

Gue yang tadinya kecewa gak dapat kesempatan bertanya akhirnya menerima, ternyata ada yang lebih membutuhkan dari gue.

Tuesday, May 21, 2019

Enak Ya Jadi Blogger : Blogger Juga Punya Peran Dalam Menjaga Kerukunan Bangsa Lewat Tulisan

1:40:00 PM 0 Comments
"Enak ya jadi Blogger..."


Moment bersama TNI AD saat jadi Pendongeng, menunggu kesempatan bisa bersinergi bersama saat menjadi Blogger 
Sebagai blogger sering banget dapat celetukkan macam itu dari berbagai pihak. Entah teman, entah keluarga, entah orang yang baru kenal dst. Tapi mereka kebanyakan sih gak terlalu paham blogger itu apa. Di jelasin juga kadang gak paham. Jadi taunya kulitnya doank. Maka kalimat "enak ya jadi blogger" sering banget di ucapkan.

Yah sebetulnya kalau mau dibilang enak ya pasti ada enaknya ada nggaknya. Tapi sama halnya dengan profesi-profesi lainnya. Blogger adalah suatu profesi yang harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab.

Apalagi setelah pindah dari Banjarmasin ke Ibukota Jakarta (depok sih tepatnya), banyak teman-teman blogger daerah yang kemudian bilang "Wah Asyik nih Pita pindah ke Jakarta bakalan jadi blogger eksis dan banyak event."

Padahal kenyataannya... emak-emak dengan batita macam gue kadang harus menerima kenyataan dengan penolakan-penolakan klien yang ketika mengundang gue tanya "Boleh bawa anak gak?" hihihi

Tapi gue sih memaklumi karena kehadiran anak kecil, apalagi event yang formal bisa sangat mengganggu. Bahkan event yang temanya parenting sekalipun sedikit sekali yang memperbolehkan bawa anak. Dari sekian event baru sekali gue mendapati penyelenggara begitu serius memperhatikan keberadaan anak dengan menyediakan playground plus teacher yang menjaga. Gue pun bener-bener merasakan bisa fokus menyimak dan mencatat materi selama acara berlangsung.

Nah tapi itu tadi balik lagi, bahwa jadi blogger itu gak selalu enak. Kalau sudah kaitannya dengan Tanggung Jawab, maka banyak hal yang harus dicermati. Tapi karena ada hubungannya dengan tulis menulis, pastinya yang paling utama yang perlu diperhatikan adalah Konten yang ditulis.

Ada persiapan agar tulisan yang dihidangkan ke publik, dan yang utama adalah "DATA". Menulis tanpa data hanya akan menjadi tulisan 'kosong'. Data pun harus jeli dan akurat. Sehingga jika ada yang membantah kita bisa mempertanggung jawabkan.

Data ini bisa diperolah dengan membaca literatur, melakukan riset, wawancara langsung dengan narasumber atau melalui pengamatan yang mendalam.

So, biar terlihat perbedaan antara mana blogger mana netizen julid ya ada pada prosesnya. Menurut gue blogger harus lebih elegan. Bukan hanya tercermin dari tulisannya di blog tapi juga postingan-postingan di media sosialnya. Karena profesi blogger biasanya juga tidak jauh dari profesi Buzzer dan Influencer.

Keamanan dan Perdamaian Negara, Tugas siapa?


Oke kali ini gue mau membahas tentang dampak tulisan. Gue pribadi termasuk yang gampang terpengaruh dengan tulisan-tulisan di media sosial khususnya. Itulah akhirnya kenapa gue memutuskan meng-unfriend orang-orang yang kalau bikin status galau, ngeluh terus, atau suka misuh-misuh soal politik. Tambah sebel lagi kalau ada yang share dari media-media yang tidak dapat dipertanggung jawabkan. Langsung auto unfriend.

Walaupun teman dekat sendiri, tetep auto unfriend. Karena terlalu sering baca tulisan provokatif dan negatif apalagi hoax akan kebawa ke kehidupan sehari-hari. Bawaan jadi gampang galau dan ngeluh karena melihat postingan-postingan isinya ngeluh terus. Atau bawaan jadi curigaan terus sama orang karena postingan-postingan yang negatif. Jadi gampang nyinyir sama orang lain yang kita bahkan gak kenal, misal artis, tokoh politik, pemerintah dsb.

Gerah banget rasanya lihat timeline media sosial apalagi di masa jelang pemilu seperti beberapa waktu lalu. Ya setiap orang punya hak untuk mendukung siapa-siapanya. Tapi daripada ribut menjatuhkan paslon lain kenapa gak share kelebihan paslon pilihan. Lebih elegan juga kan. Lagian share keburukan, iya kalau bener. Kalau gak bener kan jatuhnya fitnah.

Bukan gak mungkin di luar sana orang kayak gue gak ada (gampang terpengaruh dengan tulisan-tulisan di media sosial). Makanya yuk lah yuuuuk yang hobinya nyinyir di medsos coba di kurang-kurangin laaaaah. Bikin postingan yang santai-santai ajah. 

Kalau memang ada informasi yang benar (menurut kita) coba redaksinya disusun dengan cara yang menarik. Tidak harus dengan kalimat-kalimat provokasi.

Kalau di tanya menjaga keamanan tugas siapa? Ya tugas semua orang lah. Trus polisi, TNI dsb apa tugasnya? 

Ya elah, namanya juga menjaga ya tugas bersama. Kalau ditanya siapa yang berwenang secara institusi untuk menegakkan kemanan dan ketertiban baru deh jawabannya poilisi, TNI dan lain-lain yang sudah di tetapkan oleh negara. Itu kenapa kita tidak bisa main hakim sendiri. 

Gue sendiri termasuk dengan lingkungan militer. Karena Babeh dulu kerjanya di sebagai PNS TNI Angkatan Darat. Dari beliau gue belajar bahwa peraturan kadang tidak manusiawi. Tapi peraturan ada untuk menjaga sistem. 

Maksudnya gak manusiawi? 

Jadi Babeh dulu bekerjanya sebagai staf yang mengatur tanah milik angkatan darat. Babeh sudah biasa menjadi saksi "pengusiran" keluarga purnawirawan (pensiunan) dari rumah dinas. Secara sistem rumah dinas adalah rumah dinas. Bukan rumah pribadi yang menjadi hak milik. Mengusir mereka dari rumah dinas memang terkesan tidak manusiawi. Tapi akan ada sistem yang 'rusak' jika dibiarkan.

Babeh sering sekali cerita, tentang penyesalannya kenapa semasa aktif dulu mereka tidak mengambil rumah. Padahal prosesnya di bantu dan di permudah kantor. Kalau dibiarkan lama-lama dijadikan 'hak milik'. Lalu kalau meminta mereka (yang sudah tidak aktif) untuk pindah di anggap tidak adil, bagaimana dengan tentara-tentara lainnya yang menanti hak mereka menempati rumah dinas tersebut. Maka adil bagi yang mana??

Gue jadi belajar bahwa adil itu terkadang abu-abu. Maka memang sangat berat tugas hakim. Beratnya dunia akhirat.

Sama halnya dengan blogger. Tulisannya akan membawanya di dunia dan akhirat... Maka dari itu gue memilih menulis konten-konten yang sebisa mungkin tidak menjadi sumber perselisihan. 

Sunday, May 19, 2019

Resep : Skippy Thumprint Cookies

11:02:00 AM 0 Comments
Ramadan tiba... Ramadan tiba... Ramadan tiba... Tiba-tiba Ramadan dan aneka inspirasi mau makan kue lebaran apa seliweran di otak gara-gara lihat instagram hehehe. Entah kenapa setiap hamil gue tuh selalu ngidam makan nastar. Apalagi pas mendekati bulan suci Ramadan. Rasa mau makan nastar belum pada waktunya (lebaran) aja hahaha.

Nah karena gue lumayan protektif sama kriteria nastar yang di pengenin (nastar aja protektif apalagi pilih pasanga, eaaaa) jadilah agak random kalau nastarnya harus beli. Jadi gue pengen nastar yang isiannya manis asem, tapi cookies nya gak terlalu manis. Trus ada aroma butter, tapi gak mau yang terlalu nyegrek wanginya. Trus dia lumer di mulut, tapi gak boleh langsung ambyar saat di gigit. Nah rempong kaaan kwkwkw

Sebelnya tuh, akhirnya banyak yang komen di sosmed beli di sini, merk ini dan itu. Tapi ketika gue tanya sesuai ekspektasi gue gak cuma di jawab "enak pokoknya" atau malah ada yang lebih parah "gue belum pernah beli sih, tapi lumayan laris banget dia" eaaaaa

So, akhirnya gue putuskan untuk bikin sendiri aja deh. Mulai buka-buka timeline instagram yang mana resep nastar bertebaran hahaha. Tapi pada akhirnya gue tanya resep ke sepupu suami yang mana gue inget waktu lebaran ke rumahnya gue merasa itu adalah nastar terenak yang pernah gue makan hihihi.

Tapi guys gue kali ini bukan mau curhat soal perjuangan gue mendapatkan si nastar lewat proses yang panjang yes. Tapi gue mau cerita soal efek samping scrolling timeline instagram saat pencarian resep nastar tersebut. Efek sampingnya adalah ternyata gue jadi ngiler bikin kue lainnya hahaha. Beberapa kue akhirnya gue simpen resepnya karena kebetulan gue punya bahan-bahannya di rumah.

Nah yang akhirnya gue eksekusi itu adalah Skippy Thumprint Cookies. Dari namanya aja udah tahu donk kalau gue akan pakai Skippy yang rasanya mantul (mantap betul) itu. Yups bagi penyuka selai kacang pasti setuju kalau Skippy masuk kategori selai kacang yang favorit banget. Oh iya gue pakai resep dari akun IG @hanhanny. Entah ini hasil pemikirannya sendiri, atau gak karena banyak juga sih sliweran resep serupa.


Dalam resep nya sih dia pakai selai cokelat. Tapi kalau lihat penampakannya mungkin ada yang berpikir sama dengan gue kalau klasiknya kue ini Filling-nya selai bluberry atau strawberi. Cuma biar kekinian pakai selai-selai yang nge-hits aja. Makanya biar gak kalah kekinian gue pakai Skippy Peanut Butter sebagai Filling-nya. Dan gue rekomendasikan cookies satu ini ada daftar isian toples lebaran kalian deh.

Cuss deh simak resepnya berikut ini

Bahan-bahan:
75 gram Butter
75 gram Margarin
95 gram gula halus
1 butir kuning telur
25 gram Tepung Maizena
25 gram Susu Bubuk
225 gram tepung terigu
1/2 sdt Vanili cair (gue gak pakai sih karena gak ada hehe)

Filling : Skippy Peanut Butter secukupnya dimasukkan ke dalam plastik segitiga (pakai plastik kiloan biasa juga bisa tinggal gunting ujungnya). Atau pakai sendok juga gak papa, ini cuma buat mempermudah kok :)



Baluran/celupan:
Keju Cheddar parut secukupnya
1 butir putih telur

Cara Membuat:


  1. Campurkan dalam wadah, kuning telur, butter, margarin, gula halus, dan vanilli cair. Kocok/mikser sebentar cukup tercampur rata saja. Kalau gue sih pakai wisker aja lumayan olahraga dikit dan hemat listrik hihihi
  2. Masukan tepung maizena dan susu bubuk aduk rata dengan spatula.
  3. Masukan tepung terigu aduk rata lagi dengan spatula. Atau biar yakin banget bisa langsung uleni pakai tangan. Pastikan kalian sudah cuci tangan ya guys, atau pakai sarung tangan :)
  4. Bulatkan adonan dengan ukuran sesuai selera. Kalau gue di timbang satu per satu @12 gram. Hasilnya sekitar 54 pcs jadinya.
  5. Setelah itu celupkan ke putih telur, baluri ke keju parut. Lalu tekan tengahnya perlahan dengan ujung jari. 
  6. Tata dalam loyang, kasih jarak ya antara satu kue dengan yang lainnya. Khawatir pas di oven nanti mereka bergandengan tangan hihi
  7. Bagian bolong tengahnya (Jangan sampai tembus ya, ini bukan donat say hehehe) beri isian Filling Skippy Peanut Butter.  
  8. Panaskan oven disuhu 140 dc, panggang kurang lebih 30 menit atau hingga matang sesuaikan dengan suhu oven masing-masing ya.
  9. Setelah matang, dinginkan dulu baru kemudian masukkan cookies ke dalam mulut eh toples maksudnya hehehe. Tutup rapat supaya tetap renyah.

Tips:
  1. Saat memanggang jangan terlalu percaya dengan oven kalian. Karena biasanya oven panasnya gak rata. Jadi harus tetap di putar-putar yang guys. Biasanya sih gue per 15 menit loyang diputar.
  2. Gue kebetulan masak di pabrik adik yang punya usaha roti. Dia pakai oven gas listrik. walau begitu tetap harus di putar ternyata. 
  3. Masak kue itu gak bisa pakai ilmu kira-kira apalagi untuk takaran adonan (kalau toping atau filing bebas ini mah) jadi kalau bisa jangan di kurang-kurangi atau tambahin suka-suka ya hehehe. Apalagi soal suhu atau temperatur saat memanggang. Sebaiknya pasang termometer pada oven kalian. Salah satu alasan kenapa gue ngungsi ke pabrik adik gue adalah karena oven tangkring gue baru dan gue belum beli termometernya. Sempat bikin nastar gosong guys kwkwkw
Semoga resep kali in bermanfaat ya, salah satu alasan gue share di blog supaya kalau mau bikin lagi gak lupa nyimpen catatan dimana hahaha. Menurut gue pribadi ini resep paling guampang banget di bandingkan nastar. Karena ternyata cepet banget bikinnya dan simple. Gak sampai 30 menit ngadonin sampai nyetak. Kalau nastar dari bikin selainya ajah udah aduhai hahaha.

Thursday, May 9, 2019

Cara Membuat Playdough Homemade

1:46:00 PM 0 Comments

Beberapa waktu lalu entah karena dorongan apa tiba-tiba muncul energi membuat sesuatu untuk dimainkan Gazaro. Eh sebetulnya sih karena lagi scrolling instagram trus muncullah IG artis yang share permainan anaknya dengan Playdough buatan sendiri. Baca-baca captionnya cuma di jelasin bahan-bahannya tapi gak ada takaran pasti. Karena ternyata bahan-bahannya ada semua (kecuali pewarna makanan) akhirnya gue pikir-pikir buat bikinin Gazaro playdough juga.


Gue sebetulnya sih belum search artikel tentang permainan ini cocok untuk usia berapa. Usia Gazaro sekarang 19 bulan, hm... mungkin udah bisa kali ya. Eh tapi emang ketika akan mulai membuat, gue juga gak pasang ekspektasi Gaza akan bisa membentuk berbagai bentuk yang imajinatif. Lah emaknya ajah jaman SD mainan lilin mainan (bahkan kalau gak salah pernah jadi pelajaran sekolah) gak berhasil menghasilkan bentuk-bentuk yang imajinatif kwkwkw. Tapi setelah memainkan permainan ini gue memperhatikan bahwa permaian ini buka sekedar mengasah imajinasi anak. Tapi juga mengajarkan motorik halus dan kasar anak.


Anak belajar membedakan warna, membedakan bentuk (standar ajah sih kalau bundaro bikin bentul bola, kotak dsb ajah yang simple), anak belajar meremas, menggenggam, dsb. Dan yang bikin gue paling happy adalah, ternyata playdough bisa mengalihkan Gazaro yang mulai tertarik sama gedget. Bahkan Gazaro bisa berjam-jam memainkan playdoughnya ini.

Sebetulnya sudah lama sih gue pengen bikin playdough ini. Cuma mood nya belum terkumpul kwkwkw. Sempat ada juga yang menasehati untuk tidak menggunakan bahan makanan untuk membuat mainan. Kalau gue pribadi playdough ini bahannya masih belum berwujud makanan (silahkan menggunakan kebijakan masing-masing ya). Tapi gue memang tidak akan pernah mencoba membuat permainan dengan mie, beras, dsb yang banyak di pakai untuk kegiatan permaianan montessori.

Nah setelah ini gue akan share bahan-bahannya berikut cara membuatnya ya. Tapi sebelum memulai, gue akan sampaikan bahwa prosesnya akan cukup menguras energi hihihi. Karena mirip saat membuat donat, ada kegiatan menguleni hehehe. Kalau bikin donat selesai ngulenin kita bisa makan donat. Kalau bikin playdough kita akan bisa merasakan keringat dan senyum ceria anak-anak (so sweet gak tuh hahaha)

Bahan-Bahan yang di butuhkan

300 gram tepung terigu
50 gram garam
20 gram soda kue/ bisa juga pakai cream of tar-tar (kebanyak resep pakai cream of tar-tar. karena di rumah adanya soda kue di manfaatkan ajah hehehe)
150-300 ml air mendidih
50 ml minyak goreng baru (jangan bekas goreng ikan ya, nanti playdoughnya di colong kucing kwkwkw)
Pewarna makanan secukupnya

Cara Membuat

  1. Siapkan tepung dalam wadah
  2. Rebus air sampai mendidih, matikan kompor. Kemudian masukkan Garam dan soda kue aduk rata.
  3. Masukkan minyak ke dalam cairan
  4. Tuang campuran cairan ke dalam tepung sedikit demi sedikit, aduk sehingga adonan bisa di pulung. Air tidak perlu di campur semua ya. Sesuaikan sampai adonan kira-kira bisa di pulung. 
  5. Setelah adonan suhu nya sudah hangat, uleni sampai kalis (tidak menempel di tangan saat di uleni). Nah proses ini yang memang butuh effort besar hehehe
  6. Bagi adonan sesuai dengan jumlah pewarna yang disiapkan. Untuk warna yang mencolok jangan ragu untuk memberikan pewarna. Kalau gue resep di atas di bagi 3. masing-masing diberikan pewarna 1 sdm. Setelah di beri pewarna uleni lagi sampai seluruh warna tercampur rata.

Tips:

  1. Air yang digunkan tidak perlu semuanya. Secukupnya saja.
  2. Kalau adonan terlalu cair bisa tambahkan tepung terigu secukupnya (dikira-kira aja)
  3. Biasanya setelah di beri pewarna (cair) adonan jadi semakin cair, bisa tambahkan tepung lagi

Cara Penyimpanan


Setelah di gunakan simpan Playdough dalam wadah kedap udara. Kalau gue nyimpennya di plastik seal dipisah sesuai warnanya. Hindari dari udara langsung seperti ruangan berAC atau kipas angin. Karena akan membuat si playdough jadi cepat kering.

Tapi sebetulnya kalau sudah mulai kering bisa di kembalikan lagi jadi lembut dengan memberikan minyak goreng. Banyaknya minyak bisa menyesuaikan tergantung seberapa kering adonan. Seperti tadi malam setelah Gazaro main di kamar gue lupa buat langsung simpan. Pagi ini gue uleni lagi dengan minyak alhamdulillah kembali lembut.

Nah gampang kan ya cara buatnya. Buat yang biasa bikin donat insyaallah gampang banget. Nah untuk tools saat bermain gak perlu beli tools khusus playdough kok. Mahal soalnya sih hahaha

Gue cuma memanfaatkan cetakan kue yang ada di rumah. Atau pakai pisau plastik bekas yang biasa di dapat kalau beli kue. Yah biarkata Bundaro gak pintar berimajinasi dalam hal seni, tapi untuk imajinasi dalam penghematan anggaran insyaallah jago kwkwkw.

Oh ya katanya sih adonan ini bertahan sampai 2 bulan. Perhatikan ajah kalau ada perubahan aroma, atau mulai muncul jamur. Kalau mau lebih wangi buat yang biasa nyimpan oil-oil aromateraphy bisa loh di campur hihihi.

Bagaimana jika tertelan? Gazaro sendiri sih gak tertarik buat masukin ke dalam mulut ya. Mungkin karena masa oral nya sudah lewat dan sejak lama menerapkan BLW meski gak sepenuhnya. Jadi Gazaro bisa membedakan mana makanan mana bukan. 

Nah kalau anaknya belum bisa gimana? Artinya orangtua harus mendampingi. Tapi melihat dari bahan-bahannya insya Allah sih aman ya. Sekalian juga edukasi ke anak, "ini bukan mainan. Bukan makanan." gitu...

Well... selamat berkreasi ya mom bersama anak-anak. Kalau anaknya udah agak besar ajak sekalian ajah dalam proses pembuatannya. Lumayan kan punya bantuan 1000 tangan. Eh tapi jangan stress ya kalau sampai berantakan hihihi

Thursday, April 25, 2019

Bahan-bahan Alami Yang Dapat Dijadikan Obat Batuk Anak

9:44:00 AM 0 Comments



Batuk yang disertai pilek merupakan sebuah penyakit yang kerap diderita oleh anak-anak. Adakalanya juga kita sebagai orangtua merasa sedih, jika harus melihat si kecil menderita seperti itu. Selain susah makan, kondisi batuk dan pilek itu juga membuat si kecil susah tidur. Alhasil, kita pun harus membawa si kecil ke dokter anak terdekat agar mendapatkan penanganan dan obat yang tepat. Selain dibawa ke dokter anak, ada beberapa bahan-bahan alami yang dapat dijadikan obat batuk anak lho. Bahan-bahan seperti apa sajakah itu? 

Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya lagi, mari sama-sama kita simak saja langsung ulasannya di bawah ini :

Menggunakan Campuran Pasta Kacang Almond & Susu

pixabay
Bahan-bahan alami pertama yang dapat bunda jadikan obat batuk untuk anak, yakni dengan menggunakan campuran pasta kacang almond dan susu. Cara pengerjaannya pun sangat mudah! Siapkan 1 gelas susu hangat, tambahkan dengan pasta kacang almond secukupnya, kemudian aduk-aduk. Suruh si kecil untuk meminumnya sampai habis tersisa. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, minumlah ramuan ini sebanyak 2 gelas dalam sehari.

Campuran Susu & Kunyit

Pixabay
Selain menggunakan campuran pasta kacang almond & susu, bunda juga bisa menggunakan campuran susu & kunyit untuk mengobati batuk pada si kecil. Kita langsung saja ke cara pengerjaannya, sediakan 1 gelas susu hangat, tambahkan dengan 1 sendok teh bubuk kunyit, kemudian aduk-aduk agar tercampur rata. Minumkan pada si kecil sampai habis tak tersisa. Agar proses penyembuhannya singkat, bunda harus memberikan ramuan ini setiap malam sebelum si kecil tidur.

Menggunakan Madu & Jeruk Lemon

Memang sudah sejak dari dulu, madu ini terkenal akan khasiatnya untuk mengobati batuk dan pilek pada anak maupun orang dewasa. Berdasarkan dari hasil penelitian, madu mempunyai kandungan antimikroba yang dapat membantu dalam melawan virus penyebab batuk dan pilek. Tak hanya itu saja, rasa manis pada madu juga dapat mengencerkan lendir atau dahak sehingga menjadi lebih mudah dikeluarkan. Mengenai cara pengerjaannya, sediakan 1 – 2 buah jeruk lemon, peras airnya, lalu sisihkan kedalam mangkuk. Campurkan dengan madu sebanyak 1 sendok makan, aduk-aduk, lalu suruh si kecil untuk meminumnya sampai habis.

Menggunakan Jahe

Pixabay
Sama halnya dengan madu, tanaman jahe juga kerap digunakan masyarakat untuk mengobati batuk dan pilek. Jika si kecil tidak begitu suka dengan rasa asli dari jahenya, bunda bisa menyajikannya dengan cara membuat wedang jahe. Lantas, bagaimanakah cara membuatnya? Sediakan 1 ruas jahe, cuci sampai bersih, kemudian bakah hingga aromanya tercium. Setelah itu geprek jahe tersebut sampai gepeng, lalu rebus dengan air sebanyak 200 ml sampai mendidih. Tambahkan gula atau madu secukupnya, aduk-aduk, sisihkan kedalam gelas, dan tunggu hingga hangat. Jika sudah hangat, minumkan pada si kecil sampai habis.

Menggunakan Bawang Putih

Bawang Putih, Bumbu, Bumbu Makanan
Pixabay
Bahan-bahan alami berikutnya yang bisa bunda jadikan obat batuk pada anak, yakni dengan menggunakan bawang putih. Dalam hal ini, bunda bisa membuat segelas jus dengan mencampurkan bawang putih dan madu, dan beri si kecil ramuan tersebut sebanyak 2 gelas dalam seharinya. Dengan begitu, maka batuk yang di derita si kecil akan mereda dan berangsur-angsur sembuh.
Itulah bahan-bahan alami yang dapat dijadikan obat batuk pada anak. Bagaimana, apakah bunda tertarik untuk mencobanya?


Monday, April 1, 2019

Kehamilan ke 3 Yang Penuh Kejutan

4:45:00 PM 7 Comments
Uhuk...uhuk... ini blog agak berdebu yak. Maklum gue lagi jarang nulis. Yang mau ditulis sebetulnya banyak banget menari-nari di kepala. Tapi untuk buka laptop atau buka tab agak susah juga. Apalagi GazaRo yang semakin kepo dengan tuts tuts keyboard kwkwkw. Nulis di Tab, keyboard nya di bawa kabur Gaza. Nulis di Laptop bentuk sabotasenya lebih ekstrem hihihi. Dan Bayi itu tambah muanjaaaaaaa kan maeeeen hahaha. Hobinya glendotan terus di bundanya. Bundanya tidur ajah matanya di tusuk pakai jari biar bangun hahaha...

Hai my twins 😘

Katanya sih kalau bayi makin manja katanya karena mau punya adik. What?! Adik???


Sebelum netijen pada nanya nih, "Bundaro KB gak sih?" sini gue bisikin pakai TOA ya. "NGGAAAAAAAAK". Nah jelas kan hihihi


Baca Juga: Mereka Mendoakan Gue Hamil (lagi)


Kenapa gak KB? Ya gak papa sih. Eh sebetulnya masih galau mau KB apa. Dengan kondisi badan yang sudah tambun ini, mencoba pil atau suntik yang konon bermain-main dengan hormon kok rasanya horor. Apalagi bermain-main dengan hormon. Siklus yang sudah di desain sama Allah untuk kesehatan kok di utak atik. Mau pakai IUD kok ya serem kayaknya cara pakainya, belum lagi berita yang aneh-aneh makin bikin worry. Dan yang paling utama, gue hanya meyakini bahwa rezeki Allah yang atur. 


Nambah atau gak nambah anak, itu hak prerogatif Allah. Mau di cegah, di percepat, atau direkayasa seperti apapun kalau emang sudah kun fa yakun ya jadilah. Dan kalau boleh berimajinasi mah, gue pengen punya anak sekalian ajah. Jadi kalau mereka masuk sekolah kan bareng tuh, saatnya emak plesiran dan me time kwkwkwkw (ide yang satu ini bikin ayahro melirik tajam kwkwkw).


Sebetulnya untuk punya anak lagi dalam waktu dekat, Ayahro bisa dibilang seperti belum siap. Mungkin masih trauma dengan kejadian anak pertama. Tapi akhirnya doi ngucap "alhamdulillah" juga saat gue kasih tau hasil testpack hahaha.


Baca Juga : Berdamai Dengan Luka



Haid Pertama Setelah Melahirkan Gazaro

Waktu lahiran Umaro (anak pertama) pasca nifas 40 hari bulan berikutnya gue langsung datang bulan secara rutin dan lancar. Padahal jaman gadis siklus datang bulan gue kacau banget. Selain tanggal yang random, waktunya juga panjang banget.

Katanya sih kalau udah haid berarti kan masuk masa subur lagi. Ternyata saat Umaro usia 7 atau 8 bulan gitu benarlah Gazaro sudah menunjukkan tanda-tanda kehadiran di rahim gue.

Nah beda lagi ternyata pasca lahiran Gazaro. Masa nifasnya bisa dibilang lebih lama. Waktu itu sampai cek ke dokter karena sudah lebih dari 40 hari kok masih flek. Ternyata kata dokter normal kok. Nifas itu antara 40-75 hari malah. Jadi alhamdulillah masih normal kata dokter. Dan setelah nifas usai di hari ke 65 ternyata si tamu bulanan gak pernah datang berkunjung kwkwkw.

Padahal kalau di pikir-pikir gak perlakuan khusus antara pasca lahiran pertama dan kedua. Keduanya sama-sama ASI Eksklusif. Kalau itu yang membuat KB alami, kalau kata dr. Tiwi persentasenya gak selalu sama. Karena faktor hormonal tiap orang berbeda. Bahkan faktor hormonal gue dari lahiran pertama dan kedua beda kan hehehe.

Barulah setelah usia Gazaro 14 Bulan, si Tamu bulanan mulai menyapa. Bayangkan setahun lebih dan gue sampai lupa gimana caranya pakai pembalut hahaha. Bahkan gue sampai lupa merk dan tipe apa yang bikin gue nyaman ataupun sebaliknya hahaha.


Si Tamu Bulanan Cuma Mampir Sebentar

Kata orang, kalau si tamu bulanan sudah datang artinya saatnya mengucapkan "Selamat Datang Masa Subur" hihihi. Entah saking capeknya dengan rutinitas merawat GazaRo yang emang masyaallah aktif banget atau emang faktor hormonal setiap menjelang datang bulan si musuh para pria alias PMS melanda gue. Padahal seumur-umur gue kalau mau haid ya biasa ajah. Tapi belakangan jadi uring-uringan, sensitif dsb. Kasihan si abang menghadapi isterinya yang mood nya swing-swing kwkwkw.

Tapi emang Allah Maha Tahu ya, gue selalu di kasih haid di tanggal 25. Yaitu saat gajian keluar kwwkwkw. Jadi setiap mulai bete dan uring-uringan alhamdulillah rekening siap siaga untuk beliin food booster mood kwkwkw (don't try this at home lah).

Setelah memasuki dua kali siklus haid, saat menanti di bulan ke 3 kok si tamu gak datang ya?? Padahal udah gajian nih hihihi. Padahal mah PMS tetep mampir, iya mood gue tetep kacau beliau lah. Tapi kok si tamu gak masuk meski udah mencet bel kwkwkw.

Trus gue mulai merasakan perut gampang kram setiap habis jongkok. Nah mulai curigalah gue. Tapi apa iya??

Mulai deh gue curhat sama suami, dengan enteng si Abang cuma bilang "hamil kali". Lah enteng amat, yah gue sih emang pengen banget hamil lagi. Biar kata hamil itu kayak orang sakit 9 bulan gak sembuh-sembuh entah kenapa hamil bikin nagih hahaha. Udah gitu gue pengen banget sih mereka gede bareng-bareng. Jadi pas masanya mereka masuk sekolah gue gak lagi sibuk sama bocil baru. Jadi mereka sekolah, gue kongkow di cafe kwkwkw (ide yang satu ini bikin suami langsung melirik tajam seolah berpikir untuk segera menyelamatkan ATM nya kwkwkw)

Gue juga sempet curhat sama sahabat gue Bening nun jauh di Pekan Baru sana. Termasuk sama Mba Galuh juga sahabat yang rumahnya setempongan tapi karena kesibukan cuma bisa bersua di grup yang isinya kami bertiga kwkw.

Atas dorongan berbagai pihak gue pun tergerak (tsah bahasanya) buat beli testpack. Tapi kok beda ya harga testpack onemed di Depok sama di Banjarmasin. Dulu gue beli cuma 2000 sampai-sampai gue ngeborong kwkwkw. Di depok goceng alias 5000 tapi dapat wadah penampung urine nya gitu kecil. 

Gak pakai nunggu subuh alias urine pertama, siang itu begitu beli testpack langsung gue coba. Iya gue mah orangnya kepo banget dan gak sabaran hahaha. Jadi daripada gemes udahlah ya langsug ajah. Toh masih ada dua lagi buat ngetes besok subuh kalau masih penasaran.

Proses di jalani, dengan sabar gue menanti si garis-garis muncul. Gue gak mau buru-buru, jadi sabar banget gue tungguin agak lama. Memastikan dengan tegas si garis ada berapa. Dan tadaaaaaa... satu garis hehehe

Udah ajah gue tinggal hasilnya di toilet. Gazaro udah manggil-manggil. Trus setelah agak lama gue wa si bening. Ngabarin kalau cuma satu garis. Biar kongkrit gue mau kirim fotonya, pas gue ke toilet ambil sisa testpack gue kaget karena ternyata kok jadi dua garis hahahha.

Antara senang, dan galau hahaha...

Safari Dokter Dimulai...

Yang bikin galau di kehamilan kali ini ada dua. Mencari dokter yang cocok, dan memberi kabar ke Emak hahaha. Dengan riwayat bayi yang gede-gede (Umaro 3,6kg Gazaro 4kg) plus kacamata minus tebal mencari dokter yang pro normal di depok seperti memulai semuanya kembali dari nol. Kalau masih di Banjarmasin sih enak udah punya dokter favorit (aaaah gue kangen dr gue ituuuu).

Baca Juga: Punya Mata Minus Menghalangi Bunda Melahirkan Normal. Benarkah?

Setidaknya sekarang memasuki usia kandungan 3 bulan, gue sudah mencoba 4 dokter perempuan. Kriteria gue mah gampang ajah, penjelasan enak gak bikin baper, pro normal dengan kondisi mata minus gue, dan harus perempuan pastinya.

Kejutan justru hadir saat gue mendatangi dokter ke 3 di rumah sakit berbeda di usia kandungan 12 minggu. Saat USG baru di mulai gue mulai bingung dengan gambarnya. Dalam hati gue bertanya-tanya kok kayak ada dua badan dan dua kepala? Eh tapi paling itu satunya plasenta. Masa iya kembar??


Seperti bisa membaca pikiran gue, tiba-tiba dokternya ngomong "Ibu sudah tahu kan ini ada dua janin di dalamnya?" 

Hah? Serius?? Maksudnya Kembar?

Kaget banget pastinya, karena emang gak pernah nyangka bakal hamil kembar. Lah gak ada keturunan kembar dari pihak gue maupun suami. Kok tahu-tahu kembar? Udah gitu kayak mimpi jadi nyata ajah, dari hamil Umaro dan Gazaro emang suka iseng tanya dokternya "satu apa dua dok?" (eh ini bukan nanya pilihan Calon Presiden loh ya hihihi). Sampai-sampai di omelin Abang "Bunda ngapain sih tanya-tanya itu terus?"

Masyaallah kali ini di jawab sama Allah langsung, "Kun Fayakun... Jadilah dua..."

Surprise banget lah pokoknya. Padahal kehamilan ke 3 ini santai banget, saking santainya lupa udah berapa minggu. Tapi dengan kondisi sekarang kayaknya mari kita kembali merasakan euforia yang baru hihihi

Doain ya, semoga Bundaro dan si kembar sehat selalu. Lahir cukup umur, cukup berat, sehat tanpa kekurangan suatu apapun. 

Next mau cerita soal USG 4D si kembar ya 😉

Wednesday, March 6, 2019

Tips Memilih Rak Buku

11:31:00 AM 0 Comments

Pagi ini gue di ingatkan Facebook memori setahun lalu. Ternyata setahun lalu gue pernah posting ruang baca di rumah gue di Banjar Kalimantan Selatan. Jadi inget memang bulan februari-maret gue dan keluarga kecil gue memang lagi teransisi menempati rumah baru kami. Lebih tepatnya memutuskan menempati rumah kami. Karena suami sudah beli rumah itu sebelum kami menikah. Tapi butuh 3 tahun untuk kami akhirnya memutuskan menempatinya. Salah satunya musibah yang kami alami.


Baca Juga : Berdamai Dengan Luka


Nah bagi orang-orang yang kenal dekat dengan gue. Pasti tahu banget kalau gue punya koleksi buku yang gak sedikit. Waktu menikah tahun 2015 buku itu sempat membuat galau antara di bawa atau di tinggal. Tapi ternyata di Jakarta emak terus-terusan mengancam akan meloakkan buku-buku gue. Katanya buku gue yang berdus-dus rokok itu menuh-menuhin rumahnya kwkwkwkw.

Setelah dibawa ke Banjarmasin ternyata buku itu tetap jadi PR kwkwkw. Kenapa? Yah karena kami belum punya rak buku. Dan beli rak buku yang oke harganya gak murah. Apalagi kami di luar pulau jawa. Beli online kirim dari Jakarta kebanyakan hehehe.

Satu lemari yang pernah gue beli onlie waktu itu di Maret Mantap Tokopedia. Harganya murah banget, cuma kesalahan gue waktu itu adalah cuma mengira-ngira ukuran sesuai deskripsi tanpa benar-benar mengukur. Jadinya pas datang ternyata lemarinya kecil, tapi asli murah banget. Gue beli gak sampai 150rb sudah dengan ongkir. Kalau cek sekarang lemari dengan spek serupa udah di atas 200rb. So gue merasa beruntung banget kwkwkw.

Dan rak bukunya meski kecil tetap terpakai kok. Ukurannya pas banget buat lemari komik atau novel-novel standar.

Setelah pindah ke Depok, rak bukunya tetep gue bawa karena lepas dan rakitnya gampang. Tapi rak besarnya di tinggal. Alhamdulillah setelah 6 bulan kembali ke Depok, suami punya rezeki lebih untuk memberikan rumah bagi buku-buku gue hehehe.

Oh iya gue mau kasih tips buat yang mau beli rak buku. Simak ya...

Sesuaikan Dengan Space Ruangan


Sebelum memutuskan membeli, jangan lupa ukur dulu ruangan yang kita punya. Jangan sampai saat lemarinya datang tidak muat ya hehehe. Apalagi kalau beli online, pastikan kamu menyediakan meteran di rumah untuk mengukur produk sesuai deskripsi dengan space ruang yang tersedia.

Jaman Now seperti sekarang ini model rak buku lebih bervariasi. Bahkan kamu bisa googling kira-kira mana yang cocok dengan tata ruang kita. Bahkan Kalau kamu tidak memiliki ruangan untuk meletakkan rak buku biasa, kamu bisa pikirkan untuk memiliki rak dinding atau ambalan. Bahkan sekarang banyak juga yang menjual rak buku sudut, buat yang cuma punya space di sudut-sudut ruang.

Jangan Lupa Mengukur Ruang Penyimpanan/Rak Dengan Ukuran Buku


Nah ini penting juga ya. Seperti yang gue sebutkan sebelumnya. Jangan sampai beli rak buku, ternyata gak bisa untuk menyimpan buku kita karena space tiap raknya tidak cukup. Jadi jangan lupa untuk menyesuikan ukuran buku dengan space rak nya.

Rata-rata rak buku standar punya space/tinggi tiap rak nya antara 30-35 cm. Sedangkan untuk buku-buku besar seperti buku folio memiliki panjang sekitar 32 cm. Untuk komik panjangnya sekitar 17,5 cm. Dan untuk novel-novel standar panjangnya 20 cm. Nah rajin kan gue ngukur satu persatu kwkwkw


Perhatikan Bahan Dari Produk


Rata-rata rak buku yang di jual di pasaran bahannya adalah Partikel Board. Kalau istilah dari Babeh adalah Bubur Kayu. Sesuai dengan namanya, jadi kayu jenis ini terbuat dari sisa sisa serbuk kayu yang di padatkan. And For Your Information jelas lemari dengan bahan ini  gak bisa kena air ya. Karena akan hancur. Seperti yang terjadi pada lemari Olympic gue dulu pas kena banjir hehehe

Nah kalau sudah tahu bahan dari lemari buku yang akan kamu beli, kamu jadi bisa lebih berpikir panjang akan meletakkan dimana lemari buku itu nantinya. Serta bagaimana perawatannya. Untuk Partikel Board cukup di lap dengan lap kering aja ya.

Sesuaikan Dengan Budget


Nah in yang paling penting. Kemarin gue akhirnya beli rak buku ini dengan harga 1,2jt. Setiap ada yang tanya ke gue pasti bilang mahal. Geees mahal kalau dengan harga segitu lo dapat rak buku Funika 74x79x24 cm 😞. Lah yang gue beli ukuran 1505 x 320 x 1830 cm. Bahannya Partikel Board.

Murah lah di bandingkan gue harus beli rak dengan ukuran sama tapi bahannya kayu jati hihihi. Kalau tanya beli dimana? Gue beli online, dengan fasilitas di antarkan langsung dan dirakit di tempat. Enak kaaan hehehe. Cek ajah di Kalender Promo Tokopedia.

Sesuaikan Dengan Kebutuhan


Nah ini yang paling dilema buat gue. Buku terus bertambah sedangkan lemari itu-itu aja. Jadi supaya lemarinya juga jangan terlalu berlebihan muatan gue memberlakukan keluar masuk buku. Jadi beberapa buku kemarin gue hibahkan. 

Karena gue gak mau lemari gue kali ini meleyot karena kelebihan beban. Bahan Partikel Board jelas gak bijak memberikan beban lebih ke mereka. Nah jadi kalau buku kalian banyak, belilah lemari yang agak besar.