Follow Us @curhatdecom

Wednesday, September 19, 2018

Menjahit dan 6 Pekerjaan Rumah Tangga ini, Bisa Dijadikan Usaha Sampingan

7:01:00 PM 0 Comments
Punya banyak waktu luang tapi bingung mau digunakan untuk apa? Tidak perlu pusing. Saat ini, banyak alternatif kegiatan bermanfaat yang bisa kamu pilih untukdijadikan sebagai opsi menambah pemasukan (uang). Ada banyak kegiatan menarik terutama yang berkaitan dengan rumah tangga yang bisa kita jadikan sebagai usaha sampingan. Karena sudah terbiasa melakukannya, beberapa di antara kita tentu saja tidak lagi harus mengambil kursus. Tapi jikalau pun terpaksa harus belajar, itu pasti tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama.
sumber : Bukalapak

Apa saja ide pekerjaan rumah tangga yang bisa dijadikan sebagai usaha sampingan? Menjahit Yang kamu butuhkan hanyalah keterampilan menjahit dan mesin jahit itu sendiri. Jika kamu enggan belajar atau kursus di luar, kamu bisa melihat video tutorial di YouTube atau melalui buku. Tapi, syaratnya kamu harus punya mesin jahit.

Setidaknya belilah satu mesin jahit yang mumpuni seperti mesin jahit Brother misalnya. Mesin jahit Brother merupakan mesin jahit recommended yang memang banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan konveksi karena kualitasnya yang terpercaya. 

Diantara beberapa kelebihan mesin jahit Brother adalah:

  • Memasang benang pada alur mesin dan memasukkan benang pada jarum sangat mudah dilakukan
  • Mesin penggulung sekocinya menyediakan pengaturan ketebalan maupun kerapihan golongan
  • Bisa dimanfaatkan untuk membuat lubang kancing
  • Memiliki pengaturan kerapatan jahitan yang presisi
  • Tapak mesinnya bisa di gonta-ganti sesuai kebutuhan
  • Menyediakan lampu built in yang sangat membantu ketika menjahit di malam hari


Laundry

Jika saat ini kamu punya mesin cuci tapi tidak punya modal untuk membeli mesin cuci baru yang akan digunakan untuk menerima jasa laundry, tidak apa apa jika mesin cuci tersebut kamu manfaatkan terlebih dahulu untuk mengumpulkan modal.

Tabunglah setiap uang yang kamu dapatkan untuk dijadikan modal membeli mesin cuci baru yang lebih baik atau lebih efisien, dan agar baju keluarga tidak tercampur dengan pakaian pelanggan. Gosok atau setrika Usaha sampingan untuk ibu rumah tangga yang satu ini biasanya bisa digabungkan dengan laundry. Namun jika kamu belum punya modal untuk membuka jasa cuci pakaian, kamu bisa memulai mencari modal dengan mengandalkan usaha gosok atau setrika terlebih dahulu. Setelah modal terkumpul kemana kamu bisa memanfaatkannya untuk membeli mesin cuci baru sehingga usaha pun akan berkembang.

Bisnis warung makan


Kalau kamu kebetulan punya rumah di pinggir jalan atau dekat dengan asrama (pemondokan), dekat dengan sekolah, atau tidak jauh dari pabrik/perusahaan, ide bisnis warung makan tidak boleh kamu lewatkan begitu saja. Karena bisnis yang satu ini sangat menjanjikan terutama apabila kamu bisa membuka warung di lokasi yang strategis.


Bisnis kue

nyicip waktu jadi asisten sementara Kang Roti kwkwkw

Kue dan roti semakin diminati oleh manusia milenial. Tidak hanya bisa dijual di toko konvensional, bisnis gue juga bisa dipromosikan kepada teman-teman atau sahabat melalui berbagai sosial media seperti Facebook, grup di WhatsApp, dan lain-lain.

Penitipan anak


Kalau kamu punya banyak tetangga yang harus pergi bekerja di pagi hari dan pulang di sore hari, serta kebetulan punya anak kecil, jangan ragu-ragu menawarkan diri untuk menjadi pengasuh anak mereka. Atau, buat saja plang penitipan anak di depan rumah agar tetangga tahu bahwa kamu menerima penitipan anak.

Les dan privat

Kalau kamu merasa memiliki kemampuan lebih dalam mengajar. Atau merasa sangat menguasai bidang tertentu seperti, bahasa Inggris, calistung (matematika), mengaji, dan lain sebagainya, jangan ragu-ragu membuka les dan privat di rumah. Tidak perlu jauh-jauh, promosikan saja ke tetangga atau ke teman-teman melalui sosial media.

Bundaro Open Mic Lagi : Dongeng Perdana, Riau I'm Coming

6:40:00 PM 0 Comments
Kira-kira 3 tahun yang lalu kalau di tanya apa profesi gue, maka dengan mantap gue akan menjawab "PENDONGENG PROFESIONAL". Yups profesional artinya gue komitmen terhadap pekerjaan gue, berusaha memberikan yang terbaik untuk klien, dan tentunya ada harga untuk semua itu *ups. Maksudnya dengan totalitas gue ini please jangan jadikan profesi gue ini sebagai profesi yang kemudian ada yang nyeletuk "Cuma dongeng doang pakai bayaran?" atau "Hah bayar? Ini kegiatan sosial tau masa lo minta bayaran"
Foto bersama selepas Dongeng

Rasanya orang-orang yang ngomong begitu mau gue sumpel telinganya pakai kalimat "Yo wis monggo kamu dongeng sendiri, kan CUMA DONGENG ajah. Kamu 'pasti' bisa kan?" atau pakai kalimat "Ngana pikir dapur gue bisa ngepul cuma dengan ucapan terima kasih." Wong gue ikutan workshopnya ajah sampai harus ngutang dulu, trus bayarnya nyicil dari pemasukan menggung setelahnya. Wong gue beli boneka pakai duit bukan pakai daun. Dan itu mahal. 

Tapi bukan berarti gue terlalu matre ya, gue biasanya selalu tanya kemampuan klien/pengundang. Dan ketika gue bertanya "Ada budget berapa?" itu bukan karena gue matre. Tapi supaya ada kejelasan akad di awal.

Karena gue pernah dapat cerita dari penulis senior. Ketika beliau di undang mengisi workshop. Kemudian di iyakan, dan sampai pada hari H beliau datang. Setelah pulang ternyata beliau mengharapkan adanya "amplop". Namun rupanya pengundang hanya memberikan kado yang isinya satu set gelas yang bahkan harganya tidak sampai 50k. Sedangkan beliau datang dengan ngojek, dan tidak punya uang lagi untuk pulang.
Di temani si Edu di panggung :)

Atau ada cerita juga salah seorang teman pendongeng, tidak menanyakan adanya fee yang jelas. Kemudian beliau dari bogor dongeng pagi-pagi di Jakarta. Berharap dapat fee pantas. Agar tidak terlambat beliau naik taxi. Setelah tugas selesai, ternyata beliau hanya dapat ucapan terima kasih.

Biasanya dengan nanya budget di awal, setidaknya bisa sama-sama enak. Dan kalau yang ngundang minim budget biasanya gue bisa menimbang. Dengan lokasi operasional tertutup atau gak, ada jadwal lain atau gak, atau yang paling penting cash flow gue lagi sehat atau gak hehehe.

Nah sebetulnya sejak menikah bisa di bilang gue akhirnya terpaksa "gantung mic". Bukan karena di kekang sama suami, atau karena pada akhirnya punya anak dan kemudian skala prioritas berubah ya (tapi itu juga jadi point). Tapi lebih karena gue di boyong ke Banjarmasin sejak menikah. Dan tidak seperti di Jakarta yang mana lo kreatif dikit ajah bisa jadi duit. Di Banjarmasin pendongeng belum ada pasarnya. Dan belum banyak di anggap sebagai profesi. 
Bukti kalau GazaRo dan Bundaro sudah sampai di Bengkalis Riau hihihi

Dan karena masih adaptasi, untuk survive membuka pasar disana gue belum sanggup. Apalagi punya suami yang terlalu "LURUS". Maksudnya beliau orang yang pertimbangannya banyak. Kalau gue orang seni, tipe yang bebeas dan cenderung "liar" kwkwkw. Tapi gue emang ngerasa sendiri disana, di Jakarta gue punya temen yang bisa di ajak gila bareng.

Sekarang, gue kembali lagi ke ibukota. Salah satu alasan suami nerima tawaran pindah ke ibukota adalah karena kasihan sama isterinya yang kehidupan dinamisnya berubah jadi kehidupan yang grafiknya datar kwkwkwkw. Love u full my sweet heart muach...

Begitu kehidupan pasca pindahan sudah mulai stabil, alhamdulillah job mulai berdatangan kwkwkw. Salah satunya memberikan gue kesempatan meraih mimpi bisa keliling Indonesia lewat dongeng. Dan perjalanan luar kota pertama pasca "Cuti" adalah Propinsi Riau, tepatnya di Benkalis.

Emang dasar pelajaran IPS gue dulu buruk, gue gak paham seberapa jauhnya tempat itu. Dan bahkan gue gak tau kalau saking jauhnya dari depok, tapi bahkan sebegitu dekatnya dengan negara tetangga. Tinggal nyebrang bo! kwkwkw

Tapi gue gak bawa pasport dan GazaRo belum bikin pasport. What? GazaRo? Emang doi ikut? hihihi...
Mengisi Workshop "Dongeng Itu Mudah"

Nah inilah poin yang bikin gue bahagia banget. Bisa di bilang ini moment paling bahagia buat gue selama tahun 2018 ini (Januari-September). Nge-Job sambil bawa anak itu kayak tabu banget. Yah emang gak bohong kok, kalau anak-anak kalau mulai gak nyaman pasti rewel. Dan akan "ganggu" banget.

Makanya saat tawaran Dongeng ke Riau ini datang, yang pertama gue jadikan syarat adalah "Gue Boleh Bawa Anak". Dengan konsekuensi tiket gue beliin sendiri dan memastikan tim disana siap mengawasi bayi ini selama gue di panggung. Sisanya bayi ini akan kembali ke pelukan emak hehehe. Dan ternyata mereka gak keberatan. Masyaallah...

Tapi belum selesai sampai situ urusannya. Karena poin terpeting dari urusan ini belum di tangan. Yaitu "Izin dari Suami". Gue harus memastikan doi ridho, dan gue harus jujur sejujur-jujurnya agar gak ada 'ganjalan'. Karena dulu waktu hamil Gazaro, dan gue lagi ke Jakarta karena harus menenangkan diri pasca meninggalnya Umaro (baca juga : Berdamai Dengan Luka) gue dapat tawaran dongeng ke cianjur.

Sempet dilarang karena lagi hamil, tapi akhirnya gue akal-akalin biar dapat izin. Dan tadaaaaa... disana gue dapat tim yang asli gak enak banget. Dan parahnya, hotel gue kebanjiran kwkwkw. Ini kalau jadi sinetron mungkin judulnya "Azab seorang pendongeng karena berdusta pada suaminya" kwkwkwkw

Jadi biar berkah, sok ajah gue jujur-sejujur-jujurnya dan pasrah. Terserah deh boleh berangkat ya udah, gak ya udah. Ridho suami itu penting! Alhamdulillah ternyata di kasih izin. Alhamdulillah...Tapi biar yakin, gue sampai berkali-kali nanya sama suami. "Abang beneran ridho kan ya? Karena bundaro gak mau kenapa-kenapa disana karena abang gak ridho" kwkwkwkw. Ini antara nanya sama maksa kwkwkw.
Selalu senang melihat antusias anak-anak yang mendengarkan dongeng

Dan tau gak, itu dadakan loh itungannya. Hari ini di tanya, lusa berangkat kwkwkw. So persiapannya singkat banget, harus packing untuk perjalanan 6 hari. Apalagi bawa bayi harus bener-bener prepare. 

Gue bener-bener excited banget! Setelah bertahun-tahun, akhirnya gue merasakan lagi mata-mata yang fokus menyimak cerita yang gue sampaik, terpingkal karena karakter lucu yang gue bawakan, dan ekspresi terkejut saat mendengar beberapa karakter suara yang gue suarakan.

Rasanya seperti menemukan diri gue sendiri yang telah lama hilang. 

Jadi lo gak bahagia pit setelah menikah? Lah kenapa jadi menyimpulkan yang kagak-kagak geees hahaha. Menikah memang mungkin tidak akan membuat kita menjadi kita yang dulu. Mungkin karena perbedaan status dan prioritas hidup loe bisa jadi gak bisa menemukan kebahagiaan yang dulu. Tapi dengan menikah, akan ada banyak kebahagiaan baru yang datang. Itu pun tergantung orang-orang didalamnya mengusahakan.

Alhamdulillah beberapa foto berhasil gue dokumentasikan lewat kamera ponsel. Berhubung gue belum ada kamera pro, dan perjalanan ini ajah udah bawa banyak printilan. Menggunakan kamera ponsel sudah dangat bijak hahaha. Gue ajah sampai ngopy materi untuk workshop dongeng di flashdisk karena males di bandara laptop harus keluar saat masuk mesin x-tray, ribet.
Nyebrang naik Roro

Keinginan membeli kamera pro juga belum di acc sama suami. Padahal udah nabung dari hasil ngeblog. Kata suami, maksimalkan dulu kamera ponsel. Bahkan budget beli handphone yang biasanya maksimal 1,5jt ajah kalau ada ponsel dengan kamera bagus meski di atas 2jt langsung di acc daripada isterinya rewel bolak balik ngerayu beli kamera kwkwkw. 

So kalau di tanya seperti apa smartphone impian di tahun 2018 ini, mungkin gue akan jawab, "Yang punya fitur lengkap kayak TOSERBA" hahaha. Diantaranya yang kayak gini:


Desain yang keren

Hm... ini penting sih ya. Klo kitanya udah stylish, trus ditunjang sama smartphone yang juga keren kan bisa jadi kolaborasi yang yahuuud hehehe. 

 Memiliki kamera yang diperkuat AI

Apakah AI itu? AI adalah Artificial Inteligence alias kecerdasan buatan. Selain 4G sejak tahun 2017 fitur AI mulai jadi daya tarik smarthphone jaman now. Kegunaan dari AI ini antara lain: membuat kamera ponsel mendeteksi obyek menjadi lebih baik, penerjemahan real time tanpa internet, membantu tugas harian karena bisa membaca pola pemakainya, pemindai wajah, dan voice assistant.


Storage 128 GB paling besar di kelas smartphone mid-end saat ini

INI PENTING BANGET! Bolak balik gue selalu gak bisa update aplikasi karena storage penuh. Isinya gak lain adalah foto-foto yang bejibun. Mau hapus tapi sayang. Belum sempat mindahin ke laptop juga. Aaaaargh galau kan. Ini kalau bisa sampai 128 GB, luaaaaar biasa!


Diperkuat dengan GPU Turbo untuk kemampuan gaming

Ssst... satu hal yang mungkin gak banyak orang tau. Hanya suami dan sahabat dekat doang yang tahu kalau gue ini sebetulnya suka main game hahaha. Dari sekian game yang sampai saat ini bertahan dan masih gue mainin adalah hayday. Sayangnya smartphone gue saat ini udah full memori, jadi terpaksa pindah ke tab dan itu lemot banget. Mungkin memang tab nya gak suport buat main game kali ya. So gue pengen punya satu gedget ajah yang sudah all in one. Karena ribet dan berat juga kalau pergi-pergi harus bawa 2 gedget apaagi satuny tab.

Dan gue dapat bocoran, 4 fitur keren itu sudah ada dalam satu smartphone. Yaitu Huawei Nova 3i. Bohong kalau gue gak mupeng! Makanya sekalian curhat sekalian ajah deh Tulisan ini diikutsertakan dalam giveaway blognya Jiwo. Barangkali ajah gue bisa dapetin Huawei Nova 3i dan berkesempatan mengabadikan kebahagiaan-kebahagiaan gue yang lainnya 

Tuesday, August 28, 2018

Saat Packing Gue Menemukan Hal Ini...

1:27:00 PM 0 Comments
Hayoooo yang ngeklik gara-gara penasaran dengan judulnya yang ala-ala klik bait ngacuuung kwkwkwkw 🀣. Gara-gara di timeline FB suka seliweran artikel dengan judul yang bikin gatel jempol pengen ngeklik, kadang suka kebawa bikin judul yang setipe kwkwkwkw.
Nah mungkin sebagain dari teman-teman udah tau kalau saat ini Bundaro lagi persiapan untuk pindahan dari Banjarmasin ke Jakarta. Tadinya sih mau nulis nanti kalau udah kelar pindahan. Tapi pas lagi packing kok ya gatel pengen nulis soal ini kwkwkwkw. Tapi semoga nanti ada mood buat mengabadikan catatan perjalanan tentang 'pindahan' ini setelah agak luang.
fa8455b8-b2ee-411c-b182-0347c931babf.jpg
Sempet-sempetnya Selfie kwkwkw
Nah, gue menjadwalkan diri (berdua Bayi sih) selama dua Minggu di Banjarmasin untuk keperluan packing dan ngurus rumah serta surat-surat. Eh bukan surat cinta loh ya, walaupun pada akhirnya gue menemukan surat cinta suami kwkwkwkw. Nah by the way gue ternyata mendapatkan respon yang uwow dari netijen. Salah satunya "Ya ampun kasihan banget packing segitu banyak sendiri, bapaknya mana?" Please pasti yang nanya gitu gak bakalan puas kan kalau cuma gue jawab "bapaknya di Jonggol" 🀣
Buat gue pribadi yang sejak 3 tahun menikah udah ngerasain 4x pindah (Jakarta-rumah dinas-kontrakan-rumah sendiri-jakarta) opsi terbaik adalah gue packing SENDIRI. Karena dengan demikian gue tahu dimana detail setiap barang. Ada di kardus mana, bersama dengan siapa saja, dsb. Jadi gak ada istilah "ulegan mana ya??" Dan yang di tanya jawab "Abang lupa, cari aja satu-satu" kwkwkwkw
Dan kalau masih tanya juga 'bapak mana?' ya kerja lah. Emangnya perusahaan sendiri boleh libur suka-suka 🀣
Nah oke langsung aja kita mulai penemuan pertama πŸ˜
1. Surat cinta yang tak pernah di serahkan
Waktu nikah, ternyata Abang pernah menuliskan surat cinta buat gue yang baru jadi isterinya. Tapi gak pernah di kasih sampai akhirnya gue nemuin sendiri gitu gak lama setelah nikah. Pas gue konfirmasi itu apa, yang bersangkutan cuma bilang "oh itu surat buat kamu, tapi gak jadi aku kasihkan" dengan intonasi bicara yang gue anggap datar (soalnya by BBM sih waktu itu kwkwkwkw). Baca isinya tuh bikin ketawa geli karena mengingat momen jadi pengantin baru kwkwkw
e57f0f50-8559-4c19-9378-30e5d64dcbb1.jpg
Rumah Pertama Di Banjarmasin, rumah dinas
2. Kumpulan Foto Umaro
Salah satu yang bikin gue berat meninggalkan Banjarmasin ya karena disinilah Makam Umaro berada. Dan menemukan kumpulan foto-fotonya bikin gue nostalgia. Tapi ada yang bikin sebel sih, ini kok warnanya agak luntur ya. Katanya kualitas premium. Besok lagi gue cari yang kualitas Pertamax deh hehehe. Oh iya selain foto, gue juga menemukan kain pembungkus dari rumah sakit saat jenazah Umaro dipulangkan. Sebetulnya mau gak di simpan. Tapi sementara gak papa kali ya, sampai tiba saatnya nanti di lepaskan. Beberapa barang Umaro ada yang gue pakaikan ke GazaRo, ada yang gue kasih orang juga.
2f8de4d7-0cf9-4819-bbd7-191956fd6a52.jpg
Nyempetin pamitan dulu ke Abang Umaro
3. lingerie seksi πŸ™ˆ
Selain surat cinta, ternyata ada lagi yang bikin gue dengan senyam-senyum sendiri. Karena ternyata gue masih punya dua lingerie seksi dan terakhir gue pakai habis lahiran Umaro habis itu udah gak pernah di pakai.
838d8d92-9a47-464c-8794-1d64b91844ca.jpg
Ini Barang kloter ke 3 yang di bawa langsung (total 40kg+++), sisanya udah duluan di kirim.
Yang apesnya saat packing ada tetangga kekeuh mau bantuin. Dan akhirnya terpampang lah dua benda seksi itu kwkwkw. Sempat mau gue buang tapi kata tetangga gak usah. Nanti bisa di pakai dan bla...bla...bla...
Nah kan, enakan packing sendiri. Keputusan ada di diri sendiri. Trus pas packing jadi buru-buru gak ada waktu mikir ini di bawa apa gak dan sebagainya. Dan sebetulnya sih gue lupa itu lingerie jadinya masuk kardus atau udah keluar πŸ˜‚
Yah kalau udah keluar, dan someday butuh lagi mungkin gue bisa beli lagi. Ada beberapa refrensi lingerie dan pakaian dalam wanita yang cucok meong hahaha. Atau nanti tinggal kirim kode ke suami, biar doi pilih sendiri deh mana yang sesuai selera. Daripada yang udah-udah gue di komen "biar kenapa say pakai gituan?" Kriiiik....
Salah satu yang bikin gue ngenes saat packing, ada ajah yang nyeletuk itu semua dibawa? Kenapa gak disumbangkan ajah sih?? Lah trus gue pindahan cuma bawa baju yang nempel di badan ajah gitu? Gue pindahan atau di usir sih πŸ˜‚. Padahal mah ya tanpa mereka bilang Alhamdulillah beberapa barang udah gue hibahkan. Dan gue sertakan ke donasi untuk Lombok (tuh kaaaan kenapa jadi bilang, semoga bukan Riya' ya). Momen nya pas banget, ya well gue rasa skenario Allah emang gitu. Harusnya gue packing udah dari 2 Minggu lalu. Tapi karena sebuah insiden kecil, kepulangan gue tertunda. Yah kalau jadi, mungkin gue bingung itu barang khususnya baju yang jarang gue pakai dikemanakan. Eh tapi jangan pernah berpikir kalau gue akan mendonasikan pakaian dalam wanita gue ya. Apalagi bekas pakai kayaknya gak banget kan??
Gue pernah sih mengumpulkan donasi pas dulu gempa Jogja. Ada orang donasi pakaian dalam wanita. Dan itu bekas Geees. Mana itu 'jeroan' bentuknya udah gak karuan. Gue gagal paham, ini orang mau donasi atau nitip buang sampah sih. Yang layak pakai ajah yang namanya pakaian dalam wanita itu jijik banget gak sih kalo buat donasi? Apalagi yang bentuknya udah ewel ewel πŸ˜€

So inga...inga... (Reminder buat gue pribadi juga), donasi pakaian bukan ajang numpang buang sampah. Kalau emang barangnya udah gak layak, ya udahlah masuk tempat sampah ajah, atau jadiin kain pel. Kalau ada reject dikit mungkin bisa di perbaiki dulu sebelum di berikan.

Oh iya, gue ada pengalaman nyumbangin baju. Ternyata sama pengelolanya bajunya di periksa dulu. Yang rusak di perbaiki, di laundry, trus di packing gitu pakai plastik baju baru. Jadi kesannya bajunya masih baru. Ternyata langkah kecil kayak gitu kata mereka membuat penerima harga dirinya terjaga. Bahkan mereka senang banget karena seperti Nerima barang baru. Dan asli gue melting saat dapat info itu πŸ˜­

Friday, August 24, 2018

Riview Gendongan SSC Zakkel

9:28:00 PM 0 Comments
Pasca Idul Fitri beberapa waktu lalu, ada satu paket yang udah gue tunggu-tunggu banget kedatangannya. Bahkan sampai gue pengen nyanyi dangdut "siang kunantikan dan malam aku impikan" kwkwkw (dasar Bundaro Muke dangdut)

Nah mungkin sebagian besar udeh pada tahu, karena begitu si paket datang gue langsung woro-woro di sosial media. Dan membuat para gendongers mupeng karena yang datang merupakan gendongan lokal yang bisa dibilang saat ini terbilang premium. Apalagi ini gendongan gue yang ke 13, gue pengen tahu apa bedanya sih sama gendongan-gendongan lain yang gue coba.



Dan langsung saja, kita panggilkan guest star kita.... "Zaaaaaaakkeeeeeel" (Kalau kalian bacanya ala MC tinju profesional fix kita sama kwkwkw).

Yes mak, beberapa waktu lalu gue kedatangan koleksi baru di library gendongan gue, yaitu dari Zakkel. Sekilas dari namanya keren ya, dan mengesankan brand ini cool. Tapi entah kenapa dari logonya gue merasa kayak akan pakai SSC senyaman tas gunung hehehe. Soalnya logonya terkesan seperti logo perlengkapan hiking.

Yah sebetulnya gak salah juga sih, perlengkapan naik gunung mungkin beratnya sama kayak saat kita gendong bayi kwkwkw.

"Udah dateng dari habis lebaran baru lo tulis sekarang pit riviewnya??" hehehe maafkan ya. Karena gue bener-bener pengen tahu dulu nih, sensasi pakai gendongan ini dalam waktu lama. So, mari sekarang kita simak spek dari gendongan ini yang akan dikupas secara tajam, setajam golok kwkwkw.

Bahan Yang Super Nyaman

Gue sempat berdiskusi dengan teman yang sama-sama aktif digrup gendong menggendong. Sempat "Nyinyir" SSC Zakkel karena untuk lokal kok dia berani kasih harga yang lumayan. Yups hargaya itu kisaran 600k ke atas. Dan setelah si temen gue itu punya rezeki dan beli duluan, berserulah dia ke gue "Mba, asli ini bahannya Zakkel enak banget. Beda deh sama gendongan-gendongan lain. Emang bener ya ada harga ada rupa".

Saat itu rasanya gue pengen tetanggaan sama dia, karena pengen buktiin se-Wah apa sih kwkwkw.

Alhamdulillah gue pun akhirnya dapat rezeki untuk memiliki SSC Zakkel. Dan saat unboxing paketnya, Fix gue jatuh cinta pada sentuhan pertama. Kenapa sentuhan? Karena emang saat di pegang bahannya itu lembut banget. Kain motifnya terbuat dari Kain canvas yang motifnya keren. Dan dalamnya katun dengan sertifikat Oeko-Tex Standar 100. Nah bagian katunnya itu lembuuut banget. Meski udah beberapa kali cuci tetep lembut. Bahkan awal pegang rasanya kayak nyentuh kain beludru gitu.

SSC Zakkel ini bisa untuk gendong depan ataupun gendong belakang (back Carrier).

Detail Gendongan

Seperti kebanyakan SSC, keluaran dari Zakkel ini di lengkapi dengan Hoodie juga dan bisa dilepas pasang. Tapi ada yang menarik nih, kalau merek lain adanya pakai kancing dan buckle untuk hoodienya, Zakkel memilih menggunakan tali karet yang bisa disesuaikan dan tentunya tetap bisa di kaitkan sehingga tidak mudah lepas. Hoodie ini bikin gue gak harus makein topi anak, ataupun bawa apron menyusui. Karena hoodie-nya bisa menggantikan peran mereka hehehe.


Selain itu, SSC ini juga dilengkapi dengan kantong yang bisa di pakai untuk menyimpan uang ataupun handphone. Biasanya kan emak-emak kalau udah gendong ribet kalau harus bawa tas lagi ya. 

Oh iya SSC Zakkel body pannelnya agak lebih lebar di bandingkan SSC lainnya. Makanya kalau biasanya SSC lokal lainnya punya standar usia 4 bulan, untuk Zakkel sendiri standarnya 6 bulan dan bisa sampai menopang hingga BB 15 kg loh.

Nah satu lagi yang menarik, di setiap sisi body panel terdapat bantalan busa. Jadi bayi bisa terhindar dari kemerahan atau lecet karena gesekan gendongan.

Apakah bisa menyusui jika menggendong menggunakan SSC?
Bisa banget geeees. Gue termasuk yang suka menyusui sambil tetap menggendong dalam SSC. Karena mobilitas gue bersama bayi lumayan tinggi. Saat di tempat umum, gue gak perlu mencari ruang menyusui khusus. Tinggal tutup pakai Hoodie. Dan jangan lupa kendurkan PFA (Perfect Fit Adjuster) nya ajah. Tapi memang menyusui dengan SSC butuh keterampilan hehehe. Semakin sering di praktekkan lama-lama akan terbiasa.


Satu lagi yang membedakan SSC Zakkel dengan SSC lain adalah adanya Bucckle berkualitas YKK. Bahkan untuk Buckle yang ada di bagian wistpad terdapat pengunci ganda. Jadi aman banget. dan disetiap Buckle yang ada di wistpad dan bawah ketiak adaElastic Safety. Jadi semacam karet gitu, kalau Buckle tidak terkunci dan tiba-tiba lepas masih akan tersangkut. Jadi gak benar-benar lepas. Makanya pastikan saat penguncian buckle ada bunyi klik, seperti saat pakai helm SNI hihihi 

Hanya saja untuk bagian wistpad ini, adanya tombol pengunci yang mengharuskan kita menggunakan dua tangan saat melepas ada plus minusnya. Jelas nilai plusnya jadi super aman. Tapi minusnya kalau gue lagi mau rebahin anak (dan biasanya sama gendongannya sekalian) saat membuka agak kesulitan. Karena posisinya di samping, dan tangan gue satunya gak sampai kalau gendongannya gak di puter ke depan dulu. So, biasanya gue akan mensiasati dengan 'phone a friend' alias panggil ayahro buat bantu bukain kwkwkw


Aman, Nyaman dan Kokoh

Tiga kata tersebut merupakan gambaran gue untuk SSC Zakkel ini. Aman tentu ajah jadi syarat mutlak. Selain sudah suport M-shape dengan berbagai spek yang sudah gue jabarkan tentunya sudah tergambar lah ya seaman apa Zakkel ini.

SSC ini juga Nyaman. Untuk pulang ke Banjarmasin mengurus kepindahan akhirnya gue pilih SSC Zakkel karena harus terbang hanya berdua bayi saja. Dan wara-wiri mengurus banyak hal sendiri. So gue pilih gendongan yang paling nyaman. Sejauh ini gendongan gue semuanya ergonomis (aman dan nyaman). Zakkel juga sudah menemani gue wara-wiri menghadiri beberapa event di Jakarta.

Pindahan sambil gendong hehehe

Oh iya, kalau kalian pakai SSC tapi masih belum merasakan kenyamanan, coba di cek lagi barangkali ada posisi yang tidak pas. Sehingga membuat gak nyaman.

By the way, SSC yang gue pakai ini size Standar ya. Zakkel juga ada loh size Toddlernya. Barangkali punya BATITA yang masih glendotan bisa dipertimbangkan untuk beli SSC yang size Toddler hehehe

Setiap pembelian gendongan Zakkel, kita akan mendapatkan satu buah sticker, Satu buat tas untuk penyimpanan, dan kartu garansi. "What? Ada garansinya?"

Yes, setiap beli gendongan Zakkel ada garansinya loh. Itulah kenapa penting banget beli gendongan yang Ori. Karena kalau ada apa-apa (semoga gak sih) kita bisa klaim. Kalau produk luar mahal, ayo pertimbangkan beli produk lokal

Saturday, July 21, 2018

Qurban untuk Pedalaman dari Insan Bumi Mandiri

8:39:00 PM 0 Comments

Riweuh menjelang pindahan dari Banjarmasin ke Jakarta yang ala Tahu Bulat alias dadakan ternyata masih berasa sampai detik ini. Tapi di antara keriweuhan tersebut gue bahagia karena sebentar lagi menjelang idul adha, dan artinya gue akan berlebaran bersama keluarga besar di Jakarta.

Kalau kalian moment apa yang dilakukan saat lebaran haji Gaes? Kalau gue sih dulu-dulu sebelum nikah itu simple banget. Nunggu para lelaki (babeh-Kakak Ipar-Kang Roti) pulang sambil bawa daging. Trus emak akan masak itu daging utuh-utuh buat SOP. Dan di makan tanpa nasi, rame-rame alias kroyokan. Dan itu asyik banget Gaes.

Setelah nikah, yah... kurang lebih sama lah ya. Bedanya gue gak pake kroyokan makannya. Daging kurban yang disembelih di kantor suami hasil patungan biasanya di bawa pulang dan sebagian gue masak, sisanya di bagi-bagi dalam kantong sesuai porsi, tinggal masak saat butuh.

Oh iya tahun lalu, bokap mertua sempat ngajak ke empat anaknya (yang jelas salah satunya suami gue yak hehehe) buat patungan beli sapi. S-A-P-I ya, bukan SEPI (yang doyan nonton upin ipin nemenin anaknya pasti paham kwkwkw). Dan sapi tersebut gak di sembelih di Jogja tempat bokap mertua tinggal, melainkan di Ponorogo. Why? Kok jauh banget?

Ternyata laporan dari kakak ipar suami gue, di kampungnya di ponorogo tersebut hampir tidak pernah merasakan menyembelih sapi. Selama ini hanya ada kambing dan itupun jumlahnya tidak banyak. Padahal kalau gue di Banjarmasin atau di Jakarta, pembagian hewan qurban itu bisa dibilang melimpah loh. So, emang ternyata di Indonesia sendiri kemampuan ber-Qurban belum rata.

Nah ternyata ada yang lebih miris loh, kalau di Pulau jawa yang lumayan “rame” dengan fasilitas sehingga kehidupannya lebih maju masih ada yang gak kebagian Qurban. Apa kabarnya di Pedalaman?

Dan Ternyata benar, hasil pemaparan pada konferensi pers yang di gelar oleh Insan Bumi Mandiri (IBM) ternyata memang untuk wilayah plosok negeri, qurban bisa dibilang langka. Untuk itu IBM bergerak memberikan bukan hanya qurban, bahkan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.  Sejak tahun 2016 IBM telah memberikan layanan program bagi 12.500 warga pedalaman. Wilayah pelaksanaan program tersebar di 10 provinsi, 22 Kabupaten/kota, 53 Kecamatan, 103 Desa yang melingkupi Papua, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Sumatera.

Untuk qurban sendiri, ada yang unik nih dari programnya IBM. Kalau gue udah familiar dengan program sembelih disini, di jadikan makanan kaleng, baru kemudian di distribusikan. Nah Kalau IBM ini untuk pelaksanaannya memanfaatkan kearifan lokal. Seperti misalnya di Nusa Tenggara sana. IBM mendistribusikan bantuan masyarakat dengan membeli kambing warga, kemudian di kelola sehingga siap untuk di “panen” pada saat hari raya. Penyembelihan mereka lakukan sendiri juga, sehingga terjadinya gotong royong yang menarik.

Kesulitan akses antar pulau yang memang jadi ciri khas Indonesia, membuat relawan kadang harus extra keras mengantarkan hewan-hewan qurban dengan kapal, bahkan hewannya ikut di ajak berenang. Meski susah payah, salutnya mereka tetep Istiqomah dan mari kita doakan terus demikian.

Sesungguhnya mendengar kisah inspiratif dari relawan itu seperti membuat gue rindu. Sebab udah lama gue gak berkecimpung dengan kegiatan sosial lagi. Oh iya kalau pada penasaran dengan program-programnya IBM, bisa langsung kunjungi Websitenya ajah ya di www.insanbumimandiri.org

Thursday, June 28, 2018

Riview Hipseat Mooimom Ala Bundaro

5:27:00 PM 6 Comments
Permisi, numpang bebersih dulu yaaaaa... Blog nya agak berdebu. Kelamaan di tinggal libur Ramadan dan Idul Fitri hehehe. Gak maksud liburan juga sih, tapi emang ternyata butuh fokus lebih untuk bulan-bulan Ramadan. Dan walaupun Laptop kebawa mudik, tetep ajah keriweuhan sana-sini jadi alasan sedikit vakum. Ah loe mah kebanyakan alasan pit!  



Nah tulisan perdana setelah liburan, gue mau meriview salah satu item penting buat gue selama jadi ibu. Dan ini merupakan item favorit gue, yaitu gendongan. Punya anak dua, gue baru melek soal gendongan ergonomis. Dulu gue asal banget gendong Umaro. Padahal gendongan yang tidak ergonomis, penggunaan tidak tepat usia, serta material yang tidak kokoh sangat berbahaya untuk keselamatan, kenyamanan, dan tumbuh kembang anak.

Baca Juga : Ternyata Selama Ini Gue Salah Memilih Gendongan



Nah setelah melalang buana dengan SSC (Soft Structure Carier), Jarik/cukuin, Ringsling, Strach Wrap kali ini gue akhirnya mencoba Hipseat. Oke sebelumnya gue punya hipseat sih, tapi seatnya hampir gak pernah gue pakai karena emang gak nyaman. Kebetulan yang gue punya adalah Hipseat yang bisa di lepas dan gendongannya bisa tetap di pakai. Tapi ternyata sebetulnya gak baik untuk bayi karena tidak suport M-shape. Apalagi gue pakainya belum tepat usia waktu itu.

Baca Juga : Memilih Gendongan Untuk Bayi Baru Lahir #alaBundaro

Tapi baru kali ini, gue akhirnya menemukan kenyamanan menggunakan hipseat. Yaitu setelah mencoba Hipseat Mooimom.


Hipseat Mooimom Nyaman di Gunakan

Sebelum punya anak, gue sama sekali gak paham brand-brand mom and baby. Tapi setelah punya anak, akhirnya gue jadi banyak tahu tetang brand-brand yang menyediakan kebutuhan ibu dan anak. Nah salah satunya mooimom.

Buat gue yang hiperlaktasi (Baca : ASI Melimpah Kadang Merepotkan Loh), menemukan produk-produk Mooimom kayak Oase. Favorit item gue adalah Bra Menyusui, breastpump, breastpad dll. Satu lagi item favorit gue yang terbaru adalah Lightweight Hipseat Carrier.

Menurut gue, masing-masing gendongan (SSC, Hipseat, Jarik, WW, SW dsb) memiliki plus minusnya tersendiri. Nah Biar Apple To Apple, gue akan bilang Hipseat Mooimom termasuk kategori yang nyaman di gunakan (dibandingkan Hipseat gue sebelumnya). Hipseat dari Mooimom ini membuat gue menarik kata-kata gue dulu kalau pakai Hipseat itu gak enak. Hehehe...


Sumber : Website Mooimom
Pertama kali mengeluarkan dari kotaknya, udah berasa banget ini gendongan kok ringaaaaaan sangat. Sterofoam yang di pakai sebagai dudukan/seat nya juga ringan. Berbeda dengan hipseat gue yang sebelumnya.

Trus ini desainnya ramping sangat. Gak terlalu tertutup jadi anak gak gampang gerah. Tapi memang bagian depannya terlalu turun sih, jadi kalau sedang gendong hadap kita, kalau bayi mencal-mencal ke belakang harus di awasi. Dan salah satu kekurangannya versi gue sih, ini gak ada hoodie nya. Eh tapi hipseat emang jarang ada yang pakai hoodie sih. Bagi gue entah jadi kelebihan atau kekurangan, karena akhirnya gue jadi seneng makein topi. Kalau udah ada hoodie kan mau pakein topi jadi mikir "Ngapain dobel-dobel" hehehe

Oh iya FYI, gue lahiran normal. Jadi gak ada masalah menggendong dengan Hipseat. Ada beberapa orang yang merasa tidak nyaman, tapi ada juga yang fine-fine ajah gendong pakai hipseat meski lahiran SC. Sesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing ya Mak.


Beberapa Posisi Menggendong

Sebetulnya kalau di tanya kenapa gue tertarik menggunakan hipseat, kalau dulu sih kok kayaknya kekinian banget (Please jangan di tiru, gunakan gendongan yang aman dan nyaman ya). Selain itu alasan gue tertarik hipseat adalah prinsip emak-emak yaitu "Satu Untuk Semua". Jadi sangat menggiurkan ketika mendengar adanya istilah "Gendongan dengan Berbagai Posisi". Dan tentunya setiap posisi disesuaikan dengan usia dan tumbuh kembang anak ya. 

Hadap Depan

Salah satu Kelebihan Hipseat adalah bisa menggendong bayi hadap depan. Tapi untuk mencegah overstimulus, menggendong hadap depan di rekomendasikan maksimal hanya 15 menit setiap sesi ya. Karena di khawatirkan dapat menyebabkan bayi overstimulus. Setiap anak tentu berbeda ya tingkat sensitifitasnya. Pokoknya kalau Bayi mulai terlihat tidak nyaman saat gendong hadap depan, hentikan dan kembalikan posisi menggendong menghadap Penggendong ya.

Tanpa Tali Bahu

Kalau tali bahunya dibuka, kita bisa loh pakai seatnya ajah. Ini prkatis buat gendong-gendong saat dirumah. Bahkan keponakan gue yang masih kelas 5 SD jadi dengan sukarela gendong adeknya ini karena pakai seatnya. Katanya enak tangan gak pegel hihihi. Emak merdekaaaa dari urusan gendong menggendong deh kwkwkw. Oh iya kalau pakai seatnya doank, jelas semua beban numpuk di perut dan pinggang ya. Kalau Tali bahunya di pasang, gue pribadi ngerasa nyaman banget karena semua beban terbagi.

BackCarry

Salah satu posisi gendong yang sedang gue pelajari itu BackCarry. Lumayan, gendong model begini bisa bener-bener bikin handsfree emak. Jadi bisa disambi ngerjain yang lain-lain deh. Oh iya, gendong model begini disarankan ketika anak sudah bisa duduk sendiri dan memiliki keseimbangan tubuh yang baik ya. 

Seat nya juga bisa di fungsikan sebagai Nursing Pillow atau Bantal Menyusui loh.

Cara Perawatan dan Pencucian

Buat kalian yang berencana beli Hipseat Mooimom, ini ada petunjuk pencuciannya. Punya gue udah 3x cuci sih sejauh ini. Waktu akan dipakai (gue gak suka pakai dari pabrik langsung), saat mudik ke Yogja karena kena rembes ompol GazaRo. Dan terakhir saat mudik di Jakarta karena ketumpahan soda. 
  1. · Bersihkan kotoran dengan handuk basah, jangan menggunakan mesin, lebih disarankan Handwash
  2. · Keluarkan busa cushion seat sebelum dicuci
  3. · Pencucian dipisahkan dengan pakaian yang mudah luntur
  4. · Jangan gunakan pemutih
  5. · Dijemur ditempat yang teduh
Kalau kalian termasuk yang golongan pemalas kayak gue (asli paling males cuci tanpa mesin), sangat disarankan gendongan di masukkan ke dalam laundry bag terlebih dahulu.

Menurut gue sih perawatannya gampang banget kok. Gendongan ini gak sampai harus masuk salon buat di meni pedi. Ya iyalaaaaah itu mah Bundaro ajaaaah hehehe

Wednesday, June 6, 2018

Rokok! Hush... Hush... Sanaaaa...

3:26:00 PM 1 Comments
Kalau ada yang tanya bagaimana gue bisa merasa cocok dengan suami yang bagaikan langit dan bumi ini, maka gue hanya akan kembali pada kriteria calon suami yang gue tuliskan di proposal Ta'aruf.


Yes, gue nikah pakai proposal. Mungkin karena kelamaan jadi orang organisasi yang saban waktu bikin proposal terus kali sampai nyari jodoh pun pakai proposal kwkwkw. Dan gue hanya menulis 3 kriteria dasar yang bagi gue mencakup keseluruhannya.
  1. Bertanggung jawab
  2. Tidak merokok
  3. Menerima Gue apa adanya
Seiman? Oh yes itu mah syarat utama yang gak perlu di tulis lah. Dan yang paling gue BOLD adalah poin nomor 2. Yaitu tidak merokok. Kenapa? Karena gue bengek kalau ada asap rokok kwkwkw. Eh serius!

Dulu waktu kuliah sampe-sampe gue sebel banget sama kakak kelas. Ngaku mahasiswa, suka ngutang buat makan, tapi kok bisa beli rokok. Jadi biasanya kalau mereka udah mulai taru rokok di mulut, saat lengah mencari korek itu rokok gue cabut trus kabur.

Dan gue juga masih gak habis pikir kenapa mereka lebih memilih gak makan, tapi gak rela kalau sampai gak merokok. Kurang apa yah itu campaign di medsos-medsos tentang kisah nyata para perokok? Atau itu gambar-gambar serem di bungkus rokoknya.


Dan yang Paling gue benci adalah, "LO YANG NGEROKOK, KENAPA JUGA ASEPNYA HARUS GUE YANG NERIMA?"

Kenikmatan Dalam Rokok

Pernah suatu hari gue mengikuti tranining pengembangan diri. Nah trainernya menjelaskan tentang kenapa Rasul menyunahkan 3 olahraga yaitu Renang, Berkuda, dan Memanah. Ternyata rahasianya adalah, itu olahraga yang semuanya basicnya adalah mengatur napas.

Sebetulnya saat kita bisa menghirup napas dengan teratur dan mendalam, kita dapat mengendalikan emosi kita loh. Coba ajah kalau memanah sambil ngos-ngosan napasnya, pasti anak panah meleset. Sama prinsipnya ketika merokok. Coba merokok dengan hirupan seperti orang ngos-ngosan, mana nikmat?

Nah hanya saja kok ya gak peduli sih kalau rokok itu merusak. Gue yakin para perokok sadar, cuma itu tadi "GAK PEDULI". Terserah kalau itu loe telen sendiri. Lah kalau sampai orang di sekitar yang kena imbas terutama anak-anak. Kan TERLALU.

Aduh gue kok nulisnya berapi-api gini yak, kwkwkw. Iya gue jengkel banget. Sampai-sampai gue pasang stiker dilarang merokok di depan rumah. Biar tamu yang datang paham tuan rumah tidak mentoleransi rokok. Apalagi ada GazaRo kan di rumah. Ngeri liat berita tentang anak yang kena peunomia gara-gara orang dewasa yang merokok di dekatnya.


Bahkan ayahro kalau baru pulang gue suruh ganti baju dulu baru pegang2 anaknya. Awalnya sih Ayahro keberatan gue pasang sticker itu. Tapi doi akhirnya pasrah karena lebih keberatan lagi kalau gue menegur orang yang merokok di rumah. Katanya gak sopan. Laaaah yang merokok siapa, yang gak sopan siapa. Mereka yang nikmat, kita yang skakmat 😀


Rokok harus mahal


Ada yang pernah nonton film hafalan solat Delisha? Penulisnya pernah bercerita kalau ternyata lokasi pantai tempat syutingnya yaitu pulang genteng kalau gak salah disana ada gerakan khusus untuk rokok. Lupa juga nama gerakannya, tapi intinya setia ibu/wanita ketika membelikan rokok untuk suaminya mereka ambil satu batang setiap bungkusnya. Jika sudah terkumpul satu bungkus saat di minta membelikan lagi, mereka memberikan rokok yang berhasil di kumpulkan. Kemudian uang rokok jatah hari itu di pakai untuk gotong royong membangun fasilitas kesehatan, yang katanya belum ada di desa tersebut.

Emak gue di Jakarta punya warung kelontong. Kadang sedih yang datang membeli rokok adalah keluarga yang sehari-harinya pas Pasan. Bahkan bisa di bilang kurang. Tapi para bapak-bapak ya kok nekat terus merokok. 

Atuh pak itu kalau di kumpulin sampeyan bisa beli motor buat ngojek loh. Dari pada bengong depan rumah sambil isep racun😀

Kata emak, belakangan yang beli rokok kadang anak kecil. Bilangnya di suruh bapaknya. Kalau warung kelontong di kampung-kampung mah kan gak kayak minimarket yang jelas ada peraturan di larang membeli rokok dan minuman keras di usia-usia tertentu. Tapi belakangan emak suka gak ngasih tuh bocah-bocah yang katanya di suruh para leluhurnya. Lagian itu orang yak, yang ngerokok dia, kenapa belinya nyuruh orang, yang ngisep dia, kenapa yang sakit orang lain. NYURUH ANAK KECIL PULA!!!


Program Radio Ruang Publik KBR


Beberapa waktu lalu di siarkan secara live di 100 radio yang bekerjasama dengan KBR untuk mendengarkan pemaparan ibu Magdalena Sitorus dari Jaringan Perempuan Peduli Pengedalian Tembakau (JP3T) 
Dan Ibu Ligwina Hananto - Financial Trainer.

Keduanya membahas tentang rokok yang di harapkan kedepannya tidak lagi murah, #rokokharusmahal. Agar masyarakat khususnya anak-anak yang mulai berani coba-coba berpikir ulang untuk membeli. Kalau ibu Magdalena setuju harga #rokok50ribu gue sepakay untuk di taruh di harga 100rb hehehehe...

Biar gak pake mikir ulang, tapi langsung ilfiel hahahaha.

Siaran yang di dengar dari Sabang sampai merauke tersebut mendapatkan banyak perhatian dari masyarakat. Ada masukan dari pendengar yang cukup menarik, yaitu dari mba Tri.


saya sangat mendukung rokok harus mahal. Selain agar tidak mudah dibeli anak. Saya punya saran Bagaimana kalau penjual rokoknya dibatasi, hanya tempat-tempat tertentu mungkin toko yang besar yang punya cctv dan pengawasan yang ketat. Kemudian yang perlu jadi perhatian adalah rokok yang tidak memakai cukai, atau industri rumah tangga.

Idenya oke juga ya. Kalau misal setiap provinsi hanya ada beberapa outlet, dan misalkan yang di daerah untuk bisa beli rokok harus ke kota kan seru tuh kwkwkw 🀣. Mendaki gunung lewati lembah...

Gue berdoa semoga orang-orang yang mengkampanyekan #rokokharusmahal diberikan kesehatan supaya Champaign ini mencapai goalnya dan membawa perubahan lebih baik. 

Btw salah satu alasan gue nyari suami yang gak merokok, karena selain bengekan, keluarga gue gak ada yang merokok. Jadi penting sekali adanya role model dalam keluarga. Dan dengan tidak merokok, gue sepakat kalau itu adalah bentuk tanggung jawab kepala keluarga (khususnya) kepada keluarganya. Baik secara kesehatan maupun secara finansial 😊