Follow Us @curhatdecom

Selasa, 07 November 2017

Sengaja Mengosongkan Jadwal Manggung, Ini Yang Dilakukan Pendongeng GEPPUK


Tidak berkemeja, tidak berdasi, tidak bersepatu pantofel bahkan tidak berjas. Tapi jangan mengira mereka adalah deretan pengangguran. Mereka adalah pendongeng yang dalam sehari bisa berada di 3 lokasi berbeda bahkan 10 kalau dapat pinjaman pintu ke mana saja Doraemon.

Bukan perkara mudah mengumpulkan para pendongeng GEPPUK dalam satu tempat secara bersamaan. Karena memang jadwal show mereka yang luar biasa padat. Namun beberapa pendongeng GEPPUK pada tanggal 7 November 2017 sengaja mengosongkan jadwal untuk mengikuti Upgrading. Oh iya, GEPPUK bukan nama makanan ya. Tapi sebuah komunitas GErakan Para Pendongeng Untuk Kemanusiaan.

Sebagai pendongeng kemanusiaan, selain aksi nyata dengan terjun ke lokasi bencana kemanusiaan menghibur anak-anak, tentunya reportase kegiatan menjadi sangat penting. Selain menjadi laporan kegiatan juga sebagai upaya ajakan kepada masyarakat luas untuk ikut berpartisipasi. Tentunya dengan tulisan dan hasil foto yang maksimal hal tersebut baru mungkin terwujud.

Untuk urusan berbicara di depan umum para pendongeng ini jelas sudah biasa. Menulis cerita dongeng pun tidak perlu diragukan lagi keahlian para master ini. Tapi menulis reportase atau menulis peristiwa ternyata menjadi tantang tersendiri bagi mereka. Lihat saja tingkah Kak Ade salah satu pendongeng bekasi. Alih-alih menulis, Kak Ade malah pura-pura membaca hasil tulisannya yang padahal tidak satupun terketik di layar handphonenya.

Upgrading GEPPUK kali ini, menghadirkan Kak Galuh sebagai pemateri kelas menulis dan Kak Fajar sebagai pemateri kelas foto. Yups, selain reportase berupa tulisan, foto juga penting sebagai penunjang. Nah seringkali foto yang dihasilkan masih sekedarnya saja. Di kelas foto, kak Fajar memberikan pelatihan menghasilkan foto-foto yang mampu bercerita.

Bertempat di Sekolah Masjid Terminal Depok, upgrading GEPPUK ini di hadiri 10 peserta dan 2 orang narasumber. Kegiatan berlangsung sangat ramai. Karena ada saja candaan reyah dari para peserta yang membuat setiap menitnya menyenangkan. Waktu 3,5 jam terasa kurang, sehingga rencananya upgrading ini akan berlanjut ke sesi ke 2. Semoga pendongeng yang belum bisa hadir di sesi pertama ini berkesempatan hadir di sesi selanjutnya.

1 komentar:

  1. Wah serunya kalau pendongeng berkumpul dan belajar bareng ya :)

    BalasHapus