Suka Ngetag 'Artikel Modus' ke Suami?


Siapa yang status suaminya isinya tag-an para isteri, Ngacuuuung... *Si abang kalau baca pasti paling pertama ngacung deh kwkwkwkw. Si Abang emang gak terlalu 'Bernafsu' nulis status di Facebook. Sejak nikah isi statusnya tag-an isterinya semua (gue) kwkwkw. Tapi belakangan kebiasaan itu berkurang alhamdulillah. Udah lewat masa penganten barunya, klo inget masa-masa lebay itu mau tutup muka. "Kok gue se-alay itu yak kwkwkw" *ngaku

Beberapa hari lalu gue iseng nyodorin hape ke suami. Kebiasaan kami kalau ada postingan yang menarik entah karena memang pas, atau sekedar merasa lucu karena merupakan fenomena kekinian biasanya kami akan langsung berkirim pesan wa atau langsung sodorin hape kalau lagi bersama. 

Gambar dari Facebook Lingkar Komik

Setelah gue sodorin foto di atas pertanyaan abang cuma satu "What's the point?" dan dengan jiwa kewanitaan gue cuma jawab "tebak ajah sendiri" dengan nada pura-pura ketus (sok-sok ngambek padahal kagak kwkwkw). Kemudian dialog yang terjadi berikutnya adalah si Abang mulai mengcopy paste dialog dalam gambar. "Bundaro lagi bete ya, yuk kita buka puasa di luar". Dengan sedikit improvisasi maka jawaban gue agak berbeda dari gambar, "Ayooooo" hihihihi...*kata Abang harusnya bukan gitu jawabannya.

Setelah itu kami diskusi ringan. Dunia sosial media ini memang membuat orang lebih terbuka ya. Trus semakin banyak orang yang menyebar 'artikel modus'. Akhirnya banyak orang (khususnya kaum perempuan) yang baper. Ada yang share suaminya luar biasa hebat. Isterinya bangun tidur ternyata sarapan sudah siap, cucian sudah di cuci dan dijemur, cucian piring bersih, dst. Eaaaaa suami kayak begitu mah bikin kita para isteri gak jadi ngiri sama kehidupan artis dengan 13 asisten rumah tangga yak kwkwkw.

Tapi ya emang kan gak semua suami punya jiwa ART eh IRT macam itu. Apalagi kebanyakan para isteri akhirnya curhat kalau kemudian pekerjaan rumah tangga yang di kerjakan oleh para suami ternyata "tidak sempurna". Atau misalnya ada yang share di FB tentang betapa romantisnya para suami kepada isteri. Trus berharap si suami yang emang gak bakat romantis jadi romantis dengan di tag 'artikel modus' tersebut.

Sayangnya menurut banyak hasil penelitian dan paparan Tausiyah Ust. Salim A. Fillah (silahkan googling) laki-laki itu gak bakat di modusin. Para laki-laki (sebagian besar) itu harus di kasih paparan logika yang to the point bukan isyarat Sarasvati hihihi. Dan jangan paksa semua lelaki romantis lah, mereka itu tiap kepala satu sama lain berbeda. Yang perlu di tuntut dari seorang lelaki dari ikatan pernikahan cukup 2 point. Keimanan dan Tanggung Jawab.

Dua setengah tahun menikah, lumayan melatih gue buat anti baper. Dan gue sadar satu hal, kalau dulu ketika sebelum menikah gue mengharapkan suami yang mau menerima gue apa adanya. Maka hal yang sama juga harus gue lakukan, menerima dia apa adanya.

Suami bisa romantis kok, tapi dengan caranya. Meski katanya pria itu gombal dan wanita suka di gombalin tapi gak semua pria romantis dengan cara gombal. Dulu gue ngarep punya suami yang romantis dengan setiap hari kasih pujian, setiap hari kasih cokelat dan bunga dan keromantisan-keromantisan lainnya ala sinetron Indonesia. Tapi gue mah pasrah dapet suami yang terlalu jujur dengan gak pernah mau muji isterinya "cantik" tapi tidak membantah kalau isterinya "manis". Setelah proses pasrah gue akhirnya bisa membuka mata hati gue (tsaaaah) Sehingga bisa melihat suami romantis dengan caranya sendiri kok.

Masih Nge-tag suami?
Soal nge-tag 'artikel modus' ke suami gue punya pendapat kalau sebetulnya yang bersangkutan sedang membuka 'aib'nya sendiri. Loh kok?

Yaaaaah ini pendapat pribadi sih, klo gak sependapat gak papa hehehe. Ketika gue (misalkan) ngetag si Abang tentang suami yang rajin beres-beres rumah. Artinya gue sedang menyindir Si Abang dan berharap si Abang seperti di artikel. Misal gue ngetag suami tentang bahaya suami yang merokok, maka gue sedang nyindir dan berharap si Abang paham tentang bahaya rokok (noted: si Abang mah gak merokok alhamdulillah) dst...

Orang lain yang melihat bisa jadi terinspirasi (jika senasib) trus ikutan share atau justru yang berbahaya jika orang lain jadi berasumsi. "Oooooh jadi suaminya gak pernah bantu beres-beres rumah...." atau "Oooooh suaminya perokok berat ya, kasihan anak-anaknya" atau "Ooooooh suaminya gak romantis ya... kasian...kasian....kasian...." Nah kaaaan jadi macem-macem, jadi bahan Gibah #eh.

Dulu sih gue suka ngumbar kemesraan di FB #ups. Maklum ya penganten baru. Setelah melihat status-status serupa kok ternyata perilaku begitu alay ya (Duh maafkan aku yang dulu ya). Belakangan mulai ngerem nyetatus di FB yang alay apa lagi nge tag Si Abang. Kasihan dia status yang di tulisnya sendiri bahkan tenggelam kwkwkw.

Terus gimana donk?
Kembali lagi pada pilihan masing-masing. Cuma kalau mau lebih 'aman' mending dishare privat atau langsung ajah di japri ke suami link nya. Jadi orang lain gak perlu membaca dan menerka-nerka apa yang terjadi dengan rumah tangganya. 

Bahkan yang suka nge share tentang "WIL" atau Wanita Idaman Lain bisa membuat orang menerka-nerka. "Ada apa dengan pernikahan loe?"

Gue gak coba menghakimi lewat tulisan ini. Gue cuma coba menyampaikan dari sudut pandang gue. Meski hidup ini kadang kita butuh kacamata kuda biar cuek dengan kata orang, tapi sesekali kita juga mesti melihat sudut pandang oranglain supaya bisa terus mengevaluasi diri. 

4 komentar:

  1. Bener nih, ada temen yang di timeline fesbuknya sering ngetag suaminya ttg bahaya perselingkuhan, akhirnya ditempat kerja malah jadi bahan ghibah hehe emang sebaiknya kalo mau ngasih tahu hal2 sensitif kaya gitu disetting private atau via japri aja ya

    BalasHapus
  2. Aku nggak pernah sih nge-tag suami buat artikel. Dia jarang facebookan juga soalnya dan aku juga jarang bikin status. Wkwkwk. Paling kalau ada yang menarik dikasih lihat di hape aja pas sambil ngobrol

    BalasHapus
  3. belum punya istri, wkwkwk

    BalasHapus
  4. Kalau akuh dan dia masih sama2 suka ngetag. Apa karena masih penganten baru (baru mau setahun) atau karena kita emang sama2 alay wkwkwkw...

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.