Cara Dapet Pahala Lewat Suami

2 tahun 4 bulan kira-kira gue sudah menjalani bahtera rumah tangga bersama suami tercinta. Suka dukanya buanyaaaaaak banget. Dari mulai penyesuaian karakter, masalah rumah tangga lewat gangguan gaib, sampai saat kehilangan putra kami tercinta beberapa waktu lalu. Tapi alhamdulillah sampai saat ini semua masih bisa di jalani dengan suka cita. Kami sama-sama percaya bahwa segala rintangan yang ada adalah proses untuk kami ke arah lebih baik. Bukan lantaran membuat kami terpuruk, saling membenci, atau apalah itu yang mencegah kami menuju jalan Sakinah.

Walaupun sudah 2 tahun 4 bulan, perasaan jadi pengantin baru itu tetap hadir kwkwkw. Apalagi setelah si kecil tidak lagi bersama kami. Kami seperti dari awal, memulai segala sesuatunya berdua saja. Gue yang bisa di bilang isteri dengan kualitas abal-abal kadang suka moody untuk menservice suami. Jangankan service suami, kadang merawat diri ajah suka gak telaten kwkwkwkw.

Tapi berkali-kali denger dari penuturan ustadz A sampai Z, kalau kita membuat hati suami senang dengan service yang kita berikan akan jadi Pahalan yang tercatat katanya. Perlakuan simple yang bisa dilakukan adalah dengan menyuguhkan segelas minuman setiap suami pulang kerja. Katanya sih, meski Cuma sekedar air putih bisa jadi pahala. Tapi kalau air putih doank mah apa istimewanya hihihi.

Pernah tanya sama suami “Abang kalau pulang ke rumah, mau aku siapin minuman apa.” Dan dengan santai doi Cuma bilang “Air Putih ajah wis.

Konon katanya doi bosen kalau teh, makan di luar minum teh. Kalau kopi, pulang kantor mau istirahat capek malah gak bisa tidur. Ya udahlah air putih ajah. Krik...krik...krik...

Tapi beberapa hari ini gue lagi ditinggal lembur Bang Toyib. Karena mesti mengantar beras ke beberapa desa di pelosok Provinsi Kalimantan Selatan. Kadang pulang bisa sampai jam 9 malam, malah gak jarang jam 12 malam. Gak kebayang badannya capek banget mengawal puluhan ton beras berkendara dengan truck.

Kalau gue di posisi dia, pasti pengen banget deh sampe rumah mandi air anget, atau paling gak bisa minum-minuman hangat yang ngembaliin semangat jiwa. Gue putar otak, gak mungkin bikin teh, atau kopi. Pasti di jalan tadi minum teh atau nemenin sopir truck ngopi. Baiklah mari bikin wedang jahe.

Tahu donk cara bikin wedang jahe? Cukup ambil jahe, di bakar, geprek, siram air panas, tambahin gula, kelar. Tapi dengan kondisi lelah seharian bebenah rumah sambil berbadan dua (gue lagi hamil 5 bulan cyiiin) aktifitas ringkas macam itu terasa melelahkan 2x lipat ternyata kwkwkw. Belum lagi, ternyata stok jahe di dapur udah layu alias gak seger lagi. Akhirnya cita rasanya gak keluar hiks... (yah meski pada akhirnya pasti si abang tetap menghargai buatan gue sih)




Putar otak...putar otak... tring... Beli jamu dalam kemasan ajah kali ya. Lebih praktis tinggal tuang, siram air panas, Bimsalabim selesaaaaai hehehehe... Dan biar agak beda, nyobain Sari Temulawak dari Herbadrink deh. Sebetulnya banyak sih jamu seduh yang bisa jadi opsi, kebanyakan Home industri. Hanya saja kebanyakan home industri belum mendaftarkan produk mereka ke BPOM atau Izin usaha industri rumah tangga.

Gue termasuk pendukung home industri kok, hanya saja sebagai konsumen kalau ada legitimasi jelas tentang apa yang dikosumsi kan jadi tenang. Dan dengan adanya izin-izin tersebut, artinya jelas bahan dan proses produksi sudah mendapat pengawasan.

Oh iya selain biar gak bosen, alasan gue pilih temulawak adalah karena temulawak jelas punya manfaat. Bukan berarti setelah minum kita ketawa-ketawa ya... (itu si Ketemu Pelawak :p). Tapi temulawak dapat memelihara fungsi hati dan menjaga daya tahan tubuh. Gue kan harus terus menjaga hati suami gue biar gak berpaling ke lain hati.... *plak kwkwkw

Selain itu temulawak juga memiliki manfaat lain, seperti:
  1. Mengurangi radang sendi
  2. Masalah Pencernaan
  3. Menurunkan Lemak darah
  4. Melawan Kangker
  5. Penyembuhan Hepatitis
  6. Meredakan Asma
  7. Obat sakit ginjal
  8. Menyembuhkan bisul
  9. Mengatasi Mual
  10. Mengurangi Kelelahan Otot, dll
Tapi jelas ya, harus dengan dosis dan proses pengolahan yang tepat. Herbadrink Temulawak ini kemasannya higienis karena di kemas persekali saji. Jadi selama kemasan masih bagus (tidak ada kebocoran) kualitas produknya terjamin. Banyak jamu seduh yang di kemas botolan. Jadi bisa terkontaminasi oleh udara atau sendok. Kadang gue juga suka sisipin di tas atau kantong bajunya. Untuk penambah semangat kalau Abang lagi di kantor atau dinas keluar kota.


Abang juga belakangan lagi hobi renang. Kebanyang donk capeknya berengang. Kalau belum biasa badan cepet pegel-pegel. Jadi Herbadrink Sari Temulawak ini bagus buat masa adaptasi abang. Karena salah satu manfaatnya adalah mengurangi kelelahan otot.

Jadi seneng deh sekarang gak pusing nyiapin minuman buat suami. Praktis, tapi juga memberikan manfaat. Alhamdulillah daya tahan tubuh terjaga. Kalau dulu gue gak suka minum jamu karena jamu identik dengan rasa yang gak enak. Yang ini lain, enak. Bisa diseduh sesuai dengan selera. Cuaca panas terik di siang hari kota Banjarmasin cocok pakai es batu. Segeeeeer...



Oh iya berhubung gue ini masih suka susah membedakan mana Temulawak mana Kunyit, jadi nyeduh Herbadrink udah paling bener hihihi. Soalnya kedua rempah tersebut hampir mirip tapi tak sama ya pastinya. Dan entah karena ketidak tahuan gue atau emang susah nyari temulawak di Banjarmasin ini, gue hampir belum pernah nemu di pasar. Umumnya cuma kelihatan Kencur, jahe, dan kunyit ajah. Nyari bumbu dapur "kunci" ajah gak nemu. Jadi paling aman dan praktis ya dengan minum Herbadrink Sari Temulawak ini deh.

Buat bumil dan busui aman gak pit? Sempet googling Temulawak ini juga bermanfaat buat bumil. Karena biasanya saat hamil kan bumil suka kehilangan nafsu makan ya. Jadi mengkonsumsi temulawak ada manfaatnya. Tapi yang jelas harus konsultasi dulu ya sama dokter/bidan. Karena kondisi ibu hamil berbeda satu sama lain. 

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogger FLP

Kumpulan Emak Blogger

Female Blogger Banjarmasin

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan