Follow Us @curhatdecom

Kamis, 23 Maret 2017

Tips Berpuasa Untuk Ibu Hamil dan Menyusui


Pernah gak punya pengalaman Utang puasa bertahun-tahun karena alasan hamil dan menyusui? Tahun pertma tidak puasa karena hamil. Setelah anaknya lahir tahun kedua dan ketiga masih belum bisa puasa karena menyusui. Eh tahun berikutnya terpaksa hutang lagi karena ternyata "tekdung" lagi hihihi...

Banyak yang bilang katanya ibu hamil atau menyusui dilarang puasa, dan mendapat kompensasi. Tapi tahu gak sih, bayar hutang puasa rasanya lebih berat daripada puasa di bulan Ramadhan. Mungkin karena kalau bulan puasa kan bareng-bareng. Trus toko-toko makanan khususnya pada toleransi. Beda kalau puasa di bulan-bulan biasa. Godaannya meeeen...

Belum lagi ternyata membayar hutang puasa ramadhan bagi ibu hamil dan menyusui gak asal-asalan loh. Ada tata caranya.


Sumber di ambil dari Google

Pernah naik pesawat kan? Inget pesan pramugari saat terjadi tekanan yang menyebabkan oksigen menipis? Saat kantong oksigen keluar, ibu/orang dewasa harus lebih dulu memakai masker oksigen untuk dirinya sendiri dulu baru kemudian anak-anak/bayi. 

Pernah juga dalam suatu kajian seorang ustadz menjelaskan, jika kaitannya dengan ibadah maka dahulukan kepentingan diri sendiri. Misal saat ingin berwudhu, maka dahulukan diri sendiri baru orang lain. Atau misal bagi yang perempuan ingin pakai mukena saat solat, maka dahulukan dirinya baru meminjamkan ke orang lain.

Cara menghitung hutang puasa (qodha) ini juga demikian. Bisa dilihat dari tabel. Jika khawatir terhadap kondisi dirinya sendiri jika melanjutkan puasa saat hamil ataupun menyusui maka wajib membayar puasa dengan qadha. Jika yang pertama kali di khawatirkan bayinya maka wajib di qadha dan fidyah.

Ada beberapa orang yang menggampangkan dengan cuma membayar fidyah saja untuk hutang puasa karena hamil atau menyusui. Padahal jelas berbeda ya.

Bedanya kondisi hamil dan menyusui, kalau orang hamil cenderung cepat lapar lagi karena berbadan dua. Kalau sedang menyusui, cenderung LEBIH CEPAAAAAAT lapar kwkwkw. Ngerasain banget deh gue, ramadhan tahun lalu cuma dapet 5 hari puasa. Sisanya lambai bendera putih gak kuat sama lapernya. Kalau soal kuantitas ASI sih nggak. Alhamdulillah 5 hari itu meski berpuasa ASI tetap banjir. Jadi sebetulnya puasa tidak berpengaruh secara langsung terhadap kuantitas ASI.

Tapi biar lebih aman, yuk baca tips berikut sebelum memutuskan berpuasa bagi Ibu Hamil ataupun yang menyusui:

Konsultasikan Kepada Dokter
Terutama untuk yang sedang hamil harus konsultasikan keinginan puasa ini kepada dokter ya. Kebanyakan dokter sih biasanya tidak akan mengizinkan, karena kekhawatiran pada kondisi Ibu maupun Janin. Tapi selama seluruh hasil pemeriksaan baik-baik saja, insya Allah puasa aman kok.

Yah kalau punya tensi rendah, kurang darah, dinyatakan ketuban janin kurang atau kondisi-kondisi beresiko lainnya jangan ngotot juga sih. Ibunya harus sehat dulu, baru kemudian bisa menguatkan janinnya juga.

Kalau untuk ibu menyusui biasanya tidak akan terlalu berpengaruh sih sama ASI (menurut pengalaman gue). Pengaruhnya cuma ya itu, gampang lapeeeeeer buibu hihih

Makan Makanan Bergizi Seimbang
Kadang kita punya pikiran yang penting makan BANYAK saat sedang hamil atau menyusui. Lupakan diet dan nikmatin hidup. Eh tau-tau baper lihat timbangan kwkwkw.
Reeeeem ngemilnyaaaa >.<

Iya sih lagi hamil dan menyusui bawaannya laper teruuuus. Tapi bukan berarti bisa makan seenaknya *plak ngomong sama diri sendiri. Belum lagi kadang kebiasaan nakal ini di toleransi sama orang sekitar "Gak Papa kan Lagi Hamil/menyusui". 

Kata siapa orang hamil/menyusui gak perlu diet. Yang perlu di luruskan adalah makna dari diet itu sendiri. Gue waktu hamil trimester akhir ajah di suruh diet loh, karena ternyata baby nya sudah di atas 3kg. Intinya diet itu bukan mengurangi porsi makan atau bahkan gak makan sama sekali, tapi mengatur pola dan asupan makanan.

Sebetulnya bayi dalam kandungan maupun yang sedang ASI kebutuhan gizinya terpenuhi dari tubuh ibunya. Tapi bukan langsung dari yang di makan ibunya. Melainkan dari tubuh ibunya langsung. Jadi misal ibu tidak mengkonsumsi kalsium yang cukup, maka untuk kebutuhan janin/ASI tubuh akan mengambilnya dari kalsium pada tulang ibu, begitupun dengan nutrisi lainnya. Makanya kalau ibu tidak cukup mengkonsumsi kalsium ibu hamil/menyusui akan mengalami mal nutrisi. Itu yang di jelaskan Dokter kandungan pada kehamilan pertama gue.

Berpikiran Positif
Tarik napaaaaaaas...buaaaaaaang...tariiiiiiiik...buaaaaang... buang semua pikiran negatif. Mari kita move on ke pikiran yang lebih positif. Ibu hamil/menyusui membutuhkan suasana hati yang relaks/tenang. Gue pernah baca artikel yang menyatakan bahwa ibu hamil yang selalu bahagia adalah yang selalu berpikiran positif sehingga tidak rentan stress. Dan Ibu yang bahagia akan melahirkan anak yang ceria dan gampang rewelan.

Nah berpikiran positif ini juga sangat dibutuhkan untuk ibu menyusui. Sebab, ASI itu bahan baku utamanya bukan cuma makanan-makanan yang kita makan. Tapi "Alat" untuk memproduksinya adalah hormon Prolaktin dan Hormon Oksitosin. Hormon Prolaktin adanya di otak, berfungsi memerintahkan produksi. Sedangkan Oksitosin adalah hormon Cinta yang bertugas mengeluarkan.

Nah kalau ASI mampet, coba di cek apakah kita sudah berpikiran positif sehingga ASI terproduksi? Atau apakah kita sudah cukup bahagia sehingga ASI yang sudah di produksi bisa keluar?

Jadi jangan sekali-kali bilang "ASI ku gak keluar" atau "ASI ku mampet". Nah hati-hati otak kita akan merekam itu sehingga hormon Prolaktin "malas" bekerja. Menyusui itu harus keras kepala. Tapi bukan berarti harus di bikin stress. Pandangi bayi di depan kita dengan perasaan bahagia meski gak bisa bohong deh punya bayi tuh nano-nano dan seringnya bikin stress. Tapi perasaan bahagia dan penuh cinta itu akan memicu hormon Oksitosin bekerja mengelurkan ASI. Bilang juga sama Paksu (Pak Suami) untuk sering-sering peluk biar ibunya gak baper kwkwkw...

Konsumsi Booster ASI
Salah satu ikhtiar yang bisa dilakukan untuk meningkatkan produksi ASI adalah dengan mengonsumsi booster ASI. Kalau dulu para ibu di cekokin daun katuk atau bayam sampe eneg. Nah kalau sekarang udah enak nih. Bentuknya macem-macem. Ada yang bentuknya kaplet, susu bahkan teh.


Asi Booster Tea

Kalau gue di kasih kaplet nyerah deh ya, males nelen. Minum susu terus juga lama-lama bosen. Sekarang ASI Booster Tea, minuman teh Pelancar ASI alami pertama di Indonesia yang bisa meningkatkan jumlah ASI hingga 900%. 

Waktu produksi ASI gue mulai menurun gara-gara sutiris mengasuh anak, banyak temen yang rekomendasikan ASI Booster Tea ini. Sempat gak yakin karena namanya ajah Tea alias Teh. Yang gue baca-baca teh gak bagus di konsumsi ibu hamil ataupun menyusui. Karena selain ada kafeinnya, teh punya sifat "menghalangi" tubuh menyerap sari-sari makanan. Makanya banyak kasus bayi kekurangan kalsium karena ibunya suka minum teh setelah makan (selain karena kurang konsumsi sayuran).

Tapi ternyata namanya ajah Tea, tapi ASI Booster Tea ini sama sekali tidak mengandung daun teh. Komposisi minuman ini semuanya murni dari tanaman alami (herbal) yang sudah terbukti dapat meningkatkan produksi ASI. Seperti Fenugreek seed, fenugreek powder, fennel seeds, fennel powder, ANISE, cinnam venum, Alpinia powder, dan habbatussauda. Bisa di googling deh masing-masing manfaat dari tanaman-tanaman herbal tersebut. Atau bisa baca-baca di www.asi.web.id 

Nah ini dia kandungan dalam ASI Booster Tea

Banyak yang udah kasih riview, terutama yang mencoba puasa sambil ikhtiar minum ASI Booster Tea ini, dan semua riview positif bahkan puas. ini Alternatif buat yang gak doyan minum susu menyusui. 

5 komentar:

  1. Oalah aku baru tahu yang ini: jika mengkhawatirkan kondisi diri sendiri maka bayar qadha. Kalau yang pertama kali dikhawatirkan adalah bayinya berarti bayar qadha dan fidyah. Hm... Asi boosternya juga sipp bgt nih buat pengetahuan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyah aku googling dapetnya gitu, nanti kalau ada kesempatan aku mau kroscek sama ustadz2 yang kompeten :)

      Hapus
  2. Alhamdulillah aku walau puasa juga masih tetap menyusui, mba :) Terima kasih tulisannya mba

    BalasHapus