Pilih Baby Walker Atau Push Walker??


Emak di sini ada yang anaknya seusian Umaro? Umaro Januari ini usianya 9 bulan. Sejak 7 bulan memang sudah aktif berdiri sambil geser kesana kemari berpegangan pada kursi meja dan lain-lain (kata orang mah rambatan). Banyak yang memprediksikan Umaro akan bisa jalan 2 bulan lagi. Tapi sampe sekarang doi masih di tahap dorong-dorong benda besar sambil jalan (kursi, meja kecil dll).

Nah biasanya sih ya, emak-emak yang liat anaknya udah punya "potensi" jalan gitu langsung inisiatif meletakkan anaknya di baby Walker. Seneng sih liat anak aktif meluncur kesana kesini. Tapi gue memilih untuk tidak melakukannya, why?

Jauh sebelum punya anak (apalagi punya suami) gue sering ngerumpi sama emak-emak. Tentang tumbuh kembang dan sebagainya. Salah satu yang jadi obrolan adalah baby walker. Menurut beberapa artikel online yang pernah gue baca, Baby Walker cenderung berbahaya dan di beberapa negara maju keberadaannya sudah di larang.

Kenapa berbahaya?

  1. Over Stimulasi, Orangtua cenderung memakainkan Baby Walker padahal anaknya belum siap. Artinya disini tumbuh kembangnya belum sampai pada tahap yang diperbolehkan. Anak belum bisa duduk tegak sudah di taruh di baby walker. Ini tidak baik untuk perkembangan tulang belakangnya.
  2. Lepas pengawasan, kebanyakan orangtua meletakkan anak di baby walker supaya anteng. Trus emaknya bisa lanjut bebenah rumah atau aktifitas lainnya. Saking antengnya di kiranya anaknya aman, ternyata si anak sudah menjangkau tempat-tempat berbahaya, atau baby walkernya jatuh dari ketinggian.
  3. Menjepit selangkangan, Pernah outbond atau mencoba flying fox? Dimana posisi selangkangan kita? Terjepit di antara perlengkapan safety kan? Dalam kondisi menggantung pakai perlengkapan Safety itu kira-kira nyaman gak? Nah kasihannya anak kalau "anu" nya kejepit. Belum lagi dalam kondisi memakai Clodi Atau Diapers yang tebel. Nah ini sama seperti pro kontra menggendong anak dengan posisi M-Shape (kapan-kapan gue ulas ya). Posisi Baby Walker kaki anak duduk tidak M-Shape.
Nah terus gimana untuk menstimulasi anak supaya "cepat jalan"? Kalau gue sih punya pedoman anak akan menunjukkan reaksi siap-nya sendiri. Jadi gak usah dipaksain anak belajar ini itu berlebihan. Belum bisa tengkurap malah udah di titah, aduh kesian.

Karena Umaro sudah menunjukkan doi siap untuk belajar ke step selanjutnya (Setelah tengkurap, angkat kepala, balik badan sendiri, duduk sendiri, merangkak, dan akhirnya rambatan) artinya doi siap untuk di stimulasi ke tahap berikutnya.

Solusi untuk mengganti Baby Walker ini gue memilih untuk menggunakan Push Walker. Jadi Push Walker ini fungsinya hampir sama seperti baby Walker, yaitu untuk menstimulasi jalan. Keunggulan push Walker setelah menggunakannya:

video

  1. Tidak over stimulasi, benda ini karena fungsinya didorong sambil jalan, anak tidak terpaksa jalan jika belum waktunya. Kalau belum bisa melangkah dengan push walker anak paling hanya akan merangkak sambil dorong-dorong. 
  2. Memotivasi anak, ada yang bilang pakai baby walker anak akan malas. Entah bener atau gak ya. Dengan Baby Walker anak anak cepat menuju lokasi yang di incar atau mengambil barang yang di inginkan. Karena kadang meluncur sendiri setelah beberapa kali langkah ajah. sama seperti pakai sepatu roda. Kalau Push Walker Anak bisa bebas kesana-kesini. Kalau mau meraih sesuatu dia akan tinggalkan Push Walkernya dan "Lari" meraih keinginannya dengan caranya sendiri sesuai kemampuannya saat itu.
Jadi sebetulnya Push Walker perlu atau tidak sih?

Kalau gue sih perlu gak perlu. Karena sebetulnya untuk proses belajar jalannya Umaro dia biasa dorong-dorong Kursi kok. Tapi dasarnya emak-emak, punya anak pertama itu kadang kalap mau beli ini itu kwkwkw.

Harga Push Walker ini memang jauuuuh lebih mahal dari Baby Walker. Kalau dengan budget 100-200 kita bisa dapetin Baby Walker, Push Walker kita bisa rogoh kocek lebih dalam lagi.

Demi keutuhan rumah tanggan dan stabilitas ekonomi keluarga, jadi marilah kita berhemat. Yaitu dengan mencari Rental Perlengkapan Bayi terdekat dan menyewanya hehehe.

NB: meski cenderung lebih aman, saat menggunakan Push Walker tetap harus dalam pengawasan ya Mak. 

4 komentar:

  1. Note!
    Dicatet!
    Lebih rekomen push walker ya ternyata. Terus lucu push walkernya ada mainan nya juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah ada push Walker yang cuma di Dorong-dorong ada yang bisa di sering jadi odong2. Yang di sewa umaro bisa di jadiin odong2 alias mobil2an hehehe

      Hapus
  2. Anak2ku ga ada yg aku pakein baby walker mba, krn aku baca memang ga bgs kok.. Anak pertama cepet jalannya, tanpa ada stimulasi dr baby walker atopun push walker. Tp kalo aku bisa milih, aku jg lbh milih push walker aja.. Cm ampe skr blm beli krn aku pikir toh anak itu bisa cepet kok belajar jalan :p. Sayang ntr kalo ga kepake lg hihihihi :p. Sewa memang cara yg paling bgs sih :D.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul, gak harus kok pakai push atau pun baby walker. Karena menstimulasi anak kan banyak cara. Yang penting gak over

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogger FLP

Kumpulan Emak Blogger

Female Blogger Banjarmasin

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan