Gerakan Buku Ramah Anak Muslim | Part 2


Setelah sebelumnya saya memposting catatan tentang kegundahan saya mengenai buku bacaan anak, tadi siang alhamdulillah telah kami (saya, Kak Bening, Kak Galuh) rampungkan sebuah konsep secara matang tentang gerakan ini. Pada dasarnya ini hanya sebuah bentuk gerakan saja, jadi tidak akan mengarah pada pembentukan organisasi dsb. Dan kami sangat berharap kemudian tanpa adanya struktur membuat masyarakat secara menyeluruh merasa memiliki gerakan ini. Jadi siapapun bisa berpartisipasi di dalamnya, seperti gerakan "KOIN Untuk Prita" yang dulu sempat ramai.

LATAR BELAKANG
Semua ini sebetulnya berasal dari kegundahan saya selaku pengelola TBM, tante, kakak, calon Ibu, atau sekedar orang biasa yang punya kecintaan pada buku. Semangat membaca dan mencintai buku ini saya ingin tularkan kepada semua orang, sebab dengan membaca banyak hal bisa kita ketahui. Bahkan sebetulnya membaca di jaman sekarang bukan lagi tentang buku.

Melalui TBM Rumah Cahaya FLP Depok
, saya mencoba meracuni masyarakat agar suka membaca. Terkadang kalau ada moment buku murah atau bazar, saya sering sekali kalap. Apalagi buku anak yang sekarang ini jadi pusat perhatian anak-anak di diskon up to 70%. Tapi peristiwa kalap itu membuat saya jadi tidak selektif memilih judul, apalagi sampai membaca sinopsisnya. Akhirnya saya mendapati beberapa judul yang tema nya tentang "sihir". Setelah ditegur baru saya menyadari hal tersebut. Astagfirullah

Atau pengalaman lain, yaitu salah satu murid menulis saya cenderung menulis cerita tentang sihir. Ternyata setelah saya telusuri, memang si anak suka membaca buku-buku dengan tema tersebut. Sekali lagi saya sampaikan bahwa mungkin dipandang dari segi seni, hal tersebut tidak jadi masalah. Malah terkesan keren karena out of the box dan imajinatif. Tapi, sebagai muslim kita tentu tahu bahwa yang demikian itu bisa mendekati ke arah musyrik dan syirik.

Pernah juga saya dapati buku anak muslim. Di halaman pertama sudah di mulai dengan Bismillah. Namun setelah saya telusuri, dari gambar dan isi cerita buku tersebut mengajarkan pluralisme. Atau komik dengan lebel "komik anak sekolah" dari salah satu penerbit muslim saya buka, ternyata isinya lawakan kasar yang menjurus pada kekerasan.

Banyak sebetulnya buku-buku yang akhirnya membuat saya merinding. Mungkin seperti halnya tayangan televisi, buku juga HARUS di beri label seperti "semua Umur", "remaja", atau "Bimbingan Orangtua". Dan jelas untuk urusan seperti ini orangtua harus peduli. Kadang kita sudah terlanjur percaya dengan embel-embel "buku anak", akhirnya hayuk ajah membelikan anak. Tapi di jaman sekarang ternyata kita dituntut menjadi orangtua yang lebih peduli dan teliti.

Tujuan
- Menghasilkan kebijakan Buku Ramah Anak Muslim tingkat Nasional
- Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya buku bacaan yang "sehat" bagi perkembangan karakter anak

Sistem
Terinspirasi dari gerakan ODOJ (One Day One Juz), gerakan ini akan dibuat serupa. Yaitu dengan membuat grup khusus di WA atau Grup BBM, kemudian setiap satu grup akan ada satu mentor. Anggota grup berkesempatan memberikan refrensi terhadap buku yang ingin review. Mentor bertugas menggali kembali riview dari anggota dengan membuat diskusi di grup tersebut. Setelah disepakati, mentor akan menyerahkan hasilnya kepada publishis untuk di share melalui media sosial FB dan Blog (mudah-mudahan bisa sampai punya website sendiri atau bahkan aplikasi di smartphone sehingga memudahkan masyarakat mengakses informasi)

Outcome
- Pengadaan buku-buku Ramah Anak Mudlim di Tingkat Rumah Tangga
- Pengadaan buku-buku Ramah Anak Muslim di Fasilitas Publik (Perpustakaan Sekolah, TBM, Toko Buku, dll)
- Penerbit buku akan lebih selektif dalam menerbitkan buku-buku anak
- Munculnya TBM Ramah Anak Muslim di seluruh Indonesia

Butir-Butir Rekomendasi Buku Ramah Anak Muslim
Secara Umum
"Sesuai dengan Al Qur'an dan Hadits Sahih"

Secara Khusus
- Tidak mengarah pada pluralisme, Liberal, dan penyimpangan Al Qur'an serta Hadits
- Tidak mengarah pada pornografi dan pornoaksi
- Tidak mengarah pada LGBT (Lesbian, Gay, Bioseksual, Transgender)
- Tidak mengarah pada kekerasan/bullying
- Tidak mengarah pada Magic/Sihir/Syirik
- Tidak menyinggung kesukuan dan Ras
- Membangun karakter/ moral anak

Penutup
Mungkin sekilas harapan kami terdengar muluk. Tapi kegelisahan kami bukan tanpa alasan. Dan mungkin ada banyak juga orangtua di luar sana yang juga punya kekhawatiran yang sama. Untuk itu kami mengajak masyarakat secara keseluruhan untuk ikut berjamaah peduli terhadap hal kecil disekitar kita. Siapapun yang ingin bergabung, bentuk kontribusi apapun selama bermanfaat dan mendukung suksesnya gerakan ini Insya Allah diterima dengan penuh suka cita.

Penerbit tentu melihat buku ini sebagai sebuah produk. Produk tercipta karena adanya pasar. Pasar bisa diciptakan, atau bisa juga hadir karena adanya keinginan/harapan masyarkat. Maka yang kami upayakan adalah menekan harapan masyarakat terhadap buku-buku yang yang sekiranya kurang sehat untuk anak-anak kita. Biar penerbit umum yang ambil alih produk tidak sehat macam itu. Penerbit Islam konsisten dengan konsep buku yang benar-benar Islami.

Sampai anak-anak kita siap secara mental, sudah bisa membedakan mana yang baik dan buruk. Sebagai orangtua kita wajib menyuguhkan kebutuhan yang sehat untuk dikonsumsi anak-anak kita. Jika membutuhkan informasi terkait gerakan ini, silahkan menghubungi saya di nomor (wa) 0856 9106 2407. Insya Allah untuk langkah awal, kami akan share buku-buku koleksi TBM Rumah Cahaya FLP Depok sebagai refrensi.

Penulis buku bacaan anak yang merasa karyanya telah memenuhi 6T plus 1M  di atas, boleh juga untuk share di grup kami.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogger FLP

Kumpulan Emak Blogger

Female Blogger Banjarmasin

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan