Follow Us @curhatdecom

Kamis, 05 September 2013

Melukis Cahaya

Dua tahun belakangan ini saya memang cocern  sekali mengurusi Taman Bacaan Masyarakat yang dikelola oleh Forum Lingkar Pena (FLP), Rumah Cahaya. Bagi saya, mengelola TBM seperti menemukan wadah bagi segala mimpi saya. Mungkin karena ketidaksengajaan saya menjadi mahasiswa Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, jiwa sosial terpupuk secara tidak sengaja juga pada diri saya.

Awal saya bergabung di FLP Depok, kantor sekretariat nya merupakan Rumah Cahaya yang dikelola oleh BPP diperbantukan oleh anggota FLP Depok. Awalnya saya mengira Rumah Cahaya tersebut adalah milik FLP Depok. Tapi kemudian saya tahu, karena kebetulan bangunan wakaf yang di fasilitasi Dompet Dhuafa (sekarang Tabung Wakaf Indonesia) untuk FLP melalui Bunda Helvy Tiana Rossa berada di Depok, sebagai cabang terdekat FLP Depok lah yang mengambil manfaat ini. Tapi secara tegas, Rumah Cahaya di Jl. Keadilan adalah milik seluruh anggota FLP, sehingga cabang/wilayah manapun berhak untuk menggunakannya.


Singkat cerita
saya aktif di rumah cahaya. Banyak program yang berkaitan dengan anak-anak (karena yang sering datang untuk membaca adalah anak-anak) dibuat untuk meramaikan rumah cahaya. Namun karena banyak sekali terjadi kesalah pahaman antara pengelola rumah cahaya dan pemilik gedung (TWI), FLP Depok memutuskan untuk membangun sendiri Rumah Cahaya kami. Sehingga pada 1 Ramadhan di tahun 2012, Rumah Cahaya FLP Depok lahir.

Baru 1 tahun Rumah Cahaya FLP Depok berdiri, namun saya bersyukur karena saya dan teman-teman bisa istiqomah. Menurut saya, mengelola TBM tidak bisa setengah-setengah. Tidak bisa partime. HARUS FULL TIME!!

Butuh totalitas dalam mengelola TBM. Dan alhamdulillah program-program rumcay depok sudah bisa dinikmati oleh masyarakat luas. Diantaranya:

  1. Ruang Baca, Ruang baca kami sediakan untuk masyarakat sebagai sarana untuk menambah wawasan, khususnya bagi anak-anak yang bermain di lingkungan sekitar TBM Rumah Cahaya FLP Depok.
  2. Club Penulis Cilik, Club Penulis Cilik merupakan kelas menulis yang diselenggarakan untuk memfasilitasi anak-anak yang memiliki minat menulis.
  3. Dongeng Bulanan (Wisata Imajinasi Anak), Untuk memotivasi anak-anak untuk datang ke TBM, setiap sebulan sekali diselenggarakan dongeng bulanan. Selain dongeng setiap bulannya di tambah konten yang berbeda. Biasanya bekerjasama dengan komunitas tertentu untuk menambah wawasan anak.
  4. TAGANA CAHAYA (TAngGAp BencaNA Cahaya) Merupakan program sosial yang bersifat darurat. Yaitu mengadakan, menerima dan menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah bagi anak-anak korban bencana.
  5. Workshop Dongeng, Workhsop dongeng diadakan untuk para guru dan orangtua. Karena dalam memotivasi anak agar gemar membaca dan menulis salah satu metode yang dapat digunakan yaitu melalui dongeng.
  6. Motor Pintar, Merupakan program perpustakaan keliling dengan menggunakan motor. Selain karena keterbatasan fasilitas, penggunaan motor sebagai transportasi dimaksudkan untuk memudahkan menjangkau wilayah yang tidak bisa dilalui mobil.
  7. Program Ekstrakurikuler, Merupakan program dana usaha TBM Rumah Cahaya FLP Depok dengan menerjunkan relawan cahaya sebagai SDM di lapangan. Kelas yang ditawarkan adalah ekskul Jurnalistik, ekskul Sahabat Lingkungan, dan Ekskul Penulis Cilik.
  8. Privat Menulis, Privat menulis hampir sama dengan Club Penulis Cilik. Hanya saja bagi peserta yang kesulitan akses menuju TBM Rumah Cahaya FLP Depok, disediakan fasilitas guru yang datang ke rumah.
  9. Sahabat Buku, Sahabat buku merupakan program pendampingan bagi anak sekolah dasar yang terpilih sebagai duta buku. Sebagai duta buku, mereka akan didampingi dengan materi-materi seputar literasi.
  10. Sedekah Buku, Sedekah buku merupakan program bantuan bagi TBM di daerah yang kesulitan dalam mendapatkan koleksi buku.
  11. Sahabat Qur’an, Sahabat Qur’an adalah program majelis Ta’lim untuk anak-anak agar semakin mencintai Al Qur’an.
  12. Roadshow menulis Gratis, Program pelatihan menulis yang diperuntukkan bagi lokasi-lokasi yang membutuhkan namun kesulitan menghadirkan trainer profesional.
  13. Jelajah Sahabat, Program Jelajah sahabat adalah program silaturahmi ke TBM lain untuk menjalin jaringan, sharing dan juga menambah wawasan.
  14. Seminar TBM, Merupakan program pelatihan untuk mengoptimalkan pengelolaan TBM yang ada di masyarakat.
  15. Festival TBM Rumah Cahaya FLP Depok, Merupakan acara pengenalan taman bacaan FLP Depok. Diselenggarakan agar masyarakat semakin tertarik untuk berkunjung ke TBM. Agendanya seputar seminar parenting, pelatihan hasta karya, pameran permainan tradisional, dll.
  16. Writing Camp For Kids, Program kemah menulis untuk anak setahun sekali sebagai alternatif mengisi liburan sekolah.
  17. HOW-C (Holiday Writing Class), Merupakan pelatihan menulis untuk anak setahun sekali sebagai alternatif mengisi liburan sekolah.
  18. NgaDo (Ngabuburit Dongeng), Program tahunan yang biasanya diadakan sekaligus memperingati milad TBM Rumah Cahaya FLP Depok dengan menggelar dongeng dan buka puasa bersama dengan mengundang anak-anak sekaligus santunan.
  19. Ngabur (Ngabuburit Buku Ramadhan), Program tahunan yang diadakan dibulan ramadhan dengan konsep bedah buku dan temu penulis.


Tapi kemudian banyak orang yang ternyata juga punya cita-cita membuat TBM sendiri dan bertanya "Kak Pita gimana caranya biar punya TBM?". Dan jawaban saya selalu sama dan simple.


  1. Sediakan buku-buku bacaan
  2. Buka pintu rumah lebar-lebar :D


Banyak yang memusingkan tentang izin dan sebagainya. Menurut saya izin/ badan hukum tidak terlalu penting kalau aktifitas kita hanya seputar menyediakan ruang baca untuk public. Kecuali kalau TBM tersebut nantinya akan membuat sekolah, meminta bantuan ke pemerintah, CSR dsb.

Kalau Rumah Cahaya FLP Depok sendiri memang belum berbadan hukum untuk saat ini. Itulah kenapa untuk dana operasional dsb, kami harus kreatif dengan membuat program-program dana usaha karena tentu tidak bisa mengandalkan bantuan pemerintah dan CSR. Namun kami selalu berusaha amanah dengan bantuan yang juga kadang diberikan oleh masyarakat umum.

Dan tentu saja perlu strategi khusus untuk memotivasi masyarakat agar datang ke rumah cahaya. Setidaknya kami berharap langkah kecil kami ini memberikan secercah cahaya untuk orang lain. Dan kami selalu berprinsip, untuk berjalan meski dengan keterbatasan. Karena bila kita menunggu kesempurnaan baru bergerak, maka kita tidak akan pindah dari tempat kita berdiri.

***
Munjul, 06/09/2013 11:56 WIB




Tidak ada komentar:

Posting Komentar