Curhat De: Langkah...



Hm... ini sudah tahun ke lima sepertinya saya melalang buana bersama Risma. Soulmate tercinta yang selalu setia menemani kemana saja. Namun perjuangan bersama Risma beberapa tahun ini terasa luar biasa. Kalau dulu Risma hanya mengantar saya kuliah, dan pergi ke berbagai seminar, belakangan Risma banyak berkontribusi dalam mengembangkan TBM yang sedang kami bangun.

Sesekali sempat mengeluh juga harus berduaan dengan Risma di jalanan yang tidak bersahabat. Kadang panas terik luar biasa, kadang harus kuyup karena kehujanan. Kadang saya pun berandai pula punya mobil, tapi biasanya saya buru-buru tepis keinginan itu. Karena saya suka mabok kalau naik mobil :D

Rabu (19/9/2012) saat pulang dari kampus menuju Rumah Cahaya FLP Depok, saya berpapasan dengan mobil Suzuki APV berwarna hitam. Bukan mobilnya yang membuat saya memperhatikan. Tapi karena di mobil tersebut di pasangi sticker "MOBIL OPERASIONAL TAMAN BACAAN MASYARAKAT KOMUNITAS *****". Beberapa waktu lalu saya sharing dengan teman mengenai TBM yang di kelola oleh pemerintah ini. Menurut teman saya, TBM tersebut tidak terlalu produktif. Melihat mobil tersebut saya jadi berpikir "Enak bener bisa punya mobil operasional."

Sekarang ini aktifitas TBM lumayan banyak. Disaat kami pergi bersama, kendaraan merupakan masalah utama kami. Karena tidak mungkin semua harus saya ajak bersama naik Risma. Alternatif yang kami ambil biasanya dengan rental mobil. Tapi biayanya gak murah :(

Kebutuhan kendaraan operasional ini pun saya rasakan perlu ketika ada hal-hal yang harus dibeli. Seperti misalnya saat saya dan Mba Galuh harus ke Asemka membeli perlengkapan sekolah untuk anak-anak korban kebakaran. Naik Risma pegel luar biasa. Dan kami pun memilih naik kereta. Tapi rupanya membeli paket buku tulis untuk 300 anak bukan sesuatu yang ringan. Ahad (16/09/2012) pikiran kami di kaburkan entah karena apa. Harusnya kami membeli buku untuk 300 anak, baru kebeli untuk 40 anak. Itupun sudah luar biasa berat membawanya. Harus jalan dari asemka menuju stasiun kota dengan membawa 24 pak buku.

Tapi bukan kehidupan jika tidak ada hikmahnya. Di dalam kereta saya merasa ada yang aneh, lalu saya ajak mba galuh untuk menghitung ulang. Ternyata benar kami kurang membeli buku. satu anak targetnya adalah 5 buku x 300 anak = 1500buku. Satu pak isinya 10, artinya kami harusnya membeli 150 pak bukan 24 pak.

Dan disinilah hikmahnya. Kalau kita ingat untuk beli 150 pak, PR nya tambah banyak. Pertama bagaimana cara membawanya, dan kedua bagaimana harus membayarnya. Karena dana nya juga tidak cukup.

hikmah lainnya adalah, saat saya sedang asyik menghitung bersama mba galuh ada orang yang bertanya perihal belanjaan di depan kami. Kami jelaskan ini untuk bantuan kemanusiaan. Dan saat kami turun dari kereta, seorang mba-mba menitipkan amanah Rp 50.000,- melalui saya. Allah Akbar!!

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustai?

Kembali ke cerita mobil operasioanal, sesampainya saya di Rumah Cahaya saya cerita kepada mba Galuh.

"Tau gak pit. Di jaman Rasul dulu ada seorang buta yang bertanya kepada Rasulullah. Ya Rasulullah, aku ini buta. Sangat sulit bagiku untuk datang ke masjid dan shalat berjamaah. Bolehkah aku solat di rumah saja. Kemudian di jawab oleh Rasulullah, Sesungguhnya dalam setiap kesulitan yang kau temui saat berangkat menuju masjid akan dihitung pahala bagimu. Maka orang buta itu pun memutuskan solat berjamaah di masjid. Tapi suatu hari ada pemuda yang berbaik hati menawarkan untuk menggendong seorang buta tersebut ke masjid. Setiap hari pemuda itu menggendong orang buta itu menuju masjid. Sampai akhirnya di tanyakan siapakah seseungguhnya kau anak muda?. Pemuda itu terdiam, tapi berkali-kali di tanya akhirnya pemuda itu menjawab, sebetulnya aku adalah iblis. Aku membantumu karena tidak rela melihat kau lebih banyak mendapatkan pahala saat berjalan menuju masjid untuk shalat berjamaah."

Saya terdiam sejenak mencerna kisah yang kata mba Galuh Sahih tersebut. Tidaklah selamanya kemudahan itu baik bagimu. Dan tidaklah selamanya kesulitan itu buruk bagimu. Saya seringkali lupa, bahwa bukan hasil akhir yang di nilai oleh Allah. Tapi merupakan proses lah bagaimana kita bisa terus istiqomah.

***
@Kamar_Buku
21 September 2012
08:09 AM

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogger FLP

Kumpulan Emak Blogger

Female Blogger Banjarmasin

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan