Cara Dapet Pahala Lewat Suami

2 tahun 4 bulan kira-kira gue sudah menjalani bahtera rumah tangga bersama suami tercinta. Suka dukanya buanyaaaaaak banget. Dari mulai penyesuaian karakter, masalah rumah tangga lewat gangguan gaib, sampai saat kehilangan putra kami tercinta beberapa waktu lalu. Tapi alhamdulillah sampai saat ini semua masih bisa di jalani dengan suka cita. Kami sama-sama percaya bahwa segala rintangan yang ada adalah proses untuk kami ke arah lebih baik. Bukan lantaran membuat kami terpuruk, saling membenci, atau apalah itu yang mencegah kami menuju jalan Sakinah.

Walaupun sudah 2 tahun 4 bulan, perasaan jadi pengantin baru itu tetap hadir kwkwkw. Apalagi setelah si kecil tidak lagi bersama kami. Kami seperti dari awal, memulai segala sesuatunya berdua saja. Gue yang bisa di bilang isteri dengan kualitas abal-abal kadang suka moody untuk menservice suami. Jangankan service suami, kadang merawat diri ajah suka gak telaten kwkwkwkw.

Tapi berkali-kali denger dari penuturan ustadz A sampai Z, kalau kita membuat hati suami senang dengan service yang kita berikan akan jadi Pahalan yang tercatat katanya. Perlakuan simple yang bisa dilakukan adalah dengan menyuguhkan segelas minuman setiap suami pulang kerja. Katanya sih, meski Cuma sekedar air putih bisa jadi pahala. Tapi kalau air putih doank mah apa istimewanya hihihi.

Pernah tanya sama suami “Abang kalau pulang ke rumah, mau aku siapin minuman apa.” Dan dengan santai doi Cuma bilang “Air Putih ajah wis.

Konon katanya doi bosen kalau teh, makan di luar minum teh. Kalau kopi, pulang kantor mau istirahat capek malah gak bisa tidur. Ya udahlah air putih ajah. Krik...krik...krik...

Tapi beberapa hari ini gue lagi ditinggal lembur Bang Toyib. Karena mesti mengantar beras ke beberapa desa di pelosok Provinsi Kalimantan Selatan. Kadang pulang bisa sampai jam 9 malam, malah gak jarang jam 12 malam. Gak kebayang badannya capek banget mengawal puluhan ton beras berkendara dengan truck.

Kalau gue di posisi dia, pasti pengen banget deh sampe rumah mandi air anget, atau paling gak bisa minum-minuman hangat yang ngembaliin semangat jiwa. Gue putar otak, gak mungkin bikin teh, atau kopi. Pasti di jalan tadi minum teh atau nemenin sopir truck ngopi. Baiklah mari bikin wedang jahe.

Tahu donk cara bikin wedang jahe? Cukup ambil jahe, di bakar, geprek, siram air panas, tambahin gula, kelar. Tapi dengan kondisi lelah seharian bebenah rumah sambil berbadan dua (gue lagi hamil 5 bulan cyiiin) aktifitas ringkas macam itu terasa melelahkan 2x lipat ternyata kwkwkw. Belum lagi, ternyata stok jahe di dapur udah layu alias gak seger lagi. Akhirnya cita rasanya gak keluar hiks... (yah meski pada akhirnya pasti si abang tetap menghargai buatan gue sih)




Putar otak...putar otak... tring... Beli jamu dalam kemasan ajah kali ya. Lebih praktis tinggal tuang, siram air panas, Bimsalabim selesaaaaai hehehehe... Dan biar agak beda, nyobain Sari Temulawak dari Herbadrink deh. Sebetulnya banyak sih jamu seduh yang bisa jadi opsi, kebanyakan Home industri. Hanya saja kebanyakan home industri belum mendaftarkan produk mereka ke BPOM atau Izin usaha industri rumah tangga.

Gue termasuk pendukung home industri kok, hanya saja sebagai konsumen kalau ada legitimasi jelas tentang apa yang dikosumsi kan jadi tenang. Dan dengan adanya izin-izin tersebut, artinya jelas bahan dan proses produksi sudah mendapat pengawasan.

Oh iya selain biar gak bosen, alasan gue pilih temulawak adalah karena temulawak jelas punya manfaat. Bukan berarti setelah minum kita ketawa-ketawa ya... (itu si Ketemu Pelawak :p). Tapi temulawak dapat memelihara fungsi hati dan menjaga daya tahan tubuh. Gue kan harus terus menjaga hati suami gue biar gak berpaling ke lain hati.... *plak kwkwkw

Selain itu temulawak juga memiliki manfaat lain, seperti:
  1. Mengurangi radang sendi
  2. Masalah Pencernaan
  3. Menurunkan Lemak darah
  4. Melawan Kangker
  5. Penyembuhan Hepatitis
  6. Meredakan Asma
  7. Obat sakit ginjal
  8. Menyembuhkan bisul
  9. Mengatasi Mual
  10. Mengurangi Kelelahan Otot, dll
Tapi jelas ya, harus dengan dosis dan proses pengolahan yang tepat. Herbadrink Temulawak ini kemasannya higienis karena di kemas persekali saji. Jadi selama kemasan masih bagus (tidak ada kebocoran) kualitas produknya terjamin. Banyak jamu seduh yang di kemas botolan. Jadi bisa terkontaminasi oleh udara atau sendok. Kadang gue juga suka sisipin di tas atau kantong bajunya. Untuk penambah semangat kalau Abang lagi di kantor atau dinas keluar kota.


Abang juga belakangan lagi hobi renang. Kebanyang donk capeknya berengang. Kalau belum biasa badan cepet pegel-pegel. Jadi Herbadrink Sari Temulawak ini bagus buat masa adaptasi abang. Karena salah satu manfaatnya adalah mengurangi kelelahan otot.

Jadi seneng deh sekarang gak pusing nyiapin minuman buat suami. Praktis, tapi juga memberikan manfaat. Alhamdulillah daya tahan tubuh terjaga. Kalau dulu gue gak suka minum jamu karena jamu identik dengan rasa yang gak enak. Yang ini lain, enak. Bisa diseduh sesuai dengan selera. Cuaca panas terik di siang hari kota Banjarmasin cocok pakai es batu. Segeeeeer...



Oh iya berhubung gue ini masih suka susah membedakan mana Temulawak mana Kunyit, jadi nyeduh Herbadrink udah paling bener hihihi. Soalnya kedua rempah tersebut hampir mirip tapi tak sama ya pastinya. Dan entah karena ketidak tahuan gue atau emang susah nyari temulawak di Banjarmasin ini, gue hampir belum pernah nemu di pasar. Umumnya cuma kelihatan Kencur, jahe, dan kunyit ajah. Nyari bumbu dapur "kunci" ajah gak nemu. Jadi paling aman dan praktis ya dengan minum Herbadrink Sari Temulawak ini deh.

Buat bumil dan busui aman gak pit? Sempet googling Temulawak ini juga bermanfaat buat bumil. Karena biasanya saat hamil kan bumil suka kehilangan nafsu makan ya. Jadi mengkonsumsi temulawak ada manfaatnya. Tapi yang jelas harus konsultasi dulu ya sama dokter/bidan. Karena kondisi ibu hamil berbeda satu sama lain. 

Mempersiapkan 1000 Hari Pertama Kehidupan Si Kecil Bersama Prenagen

Second Pregnancy



Kata orang sih kehamilan kedua yang dialami seorang wanita biasanya akan dijalani dengan lebih santai. Katanya sih karena udah 'merasa' lebih berpengalaman. Tapi sebetulnya sih, kebanyakan wanita merasg akan sensasi berbeda disetiap kehamilannya. Nah, apakah yang dialami Bundaro di kehamilan kedua? Hehehe rasanya kayaknya sama ajah. Keluhan, keinginan, dan kondisi kesehatan sejauh ini sama ajah kayak kehamilan pertama. Tapi memang agak berat sih untuk menata hati karena harus mengatasi rasa kehilangan Umaro beberapa waktu lalu. Alhamdulillah bisa dilalui dengan baik karena suport orang-orang yang peduli.

Di kehamilan kedua ini sih emang rasanya lebih santai dan peduli. Santai secara mental, tapi secara kesiapan harus lebih siap, terutama soal nutrisi. Kalau di kehamilan pertama hobi ngemil, susah makan buah dan sayur, malas minum susu hamil, malas olahraga. Di kehamilan kedua ini gue memaksakan diri untuk melakukan semua itu. Pasalnya karena kebiasaan-kebiasaan jelek itu, selain berpengaruh secara fisik pada baby saat di dalam kandungan, juga berpengaruh besar pada kebiasaan si kecil ketika lahir.

Misal gue yang malas makan sayur dan buah, saat MPASI umaro susah makan buah dan sayur. Tapi kalau di sodorin martabak, beugh doyan bangeeeet (ups jangan di tiru yak :D). Satu-satunya ilmu yang gue praktekin saat hamil adalah coba relaks, always happy dan ikhlas. Yang menurut banyak artikel berpengaruh pada psikologis janin sehingga kelak saat lahir baby gak rewelan (depresi).

Dan yang paling gue suka dari kehamilan kedua ini adalah, gue sangat terbantu dengan adanya aplikasi Hallo Bumil yang merupakan aplikasi pendamping kehamilan pertama di Indonesia yang interaktif dan memberikan informasi kepada ibu yang sedang hamil. Nah, gue kan emang rada gaptek jadi baru tahu. Mulai eksplore smartphone baru-baru ini ajah. Jadi Smartphone gak cuma buat update status di sosmed ajah dong kwkwkw.

Nah aplikasi Hallo Bumil ini pembuatnya adalah PT Cakra Radha Mustika dan disponsori oleh PRENAGEN Ahlinya Nutrisi Kehamilan & Menyusui dari KALBE NUTRITIONALS. Ini sebagai bentuk perhatian Prenagen yang memang konsen sekali pada nutrisi pendamping Ibu Hamil dan Menyusui. Oh iya kalau dulu mungkin sudah ada yang pakai aplikasi ILUVBABY jangan bingung, karena Hallo Bumil adalah pergantian nama dari ILUVBABY.

Hallo Bumil Ini sangat membantu loh buat gue yang penasaran dengan perkembangan baby tiap minggunya. Apalagi buat emak-emak pikunan kayak gue, jadi kalau di tanya usia kandungan tinggal buka aplikasi ajah kwkwkw. Serunya lagi aplikasi ini tuh gak kayak aplikasi lainnya. Secara bahasa disesuaikan (maklum gue gak begitu gape bahasa inggris kwkwkw), dan serunya bahasa yang digunakan seolah-olah baby lagi ngobrol sama ibunya. Jadi setelah baca keterangan perkembangannya, gue langsung ngusap-ngusap perut sambil jawab hihihi.

Alhamdulillah nak Bundaro gak kram kaki, tapi tambah sering merasa lapar kwkwkw :p
Yang penasaran dengan Aplikasi Hallo Bumil ini bisa langsung cari di playstore ya dengan keyword "hallobumil". Apa? Memori gak muat? itu hapus-hapusin dulu ajah foto-foto selpihnya hihihi... *kabooooor

Serunya Event Prenagen Pregnancy Educational Journey 2017 #PPEJ2017

Entah bagaimana awal ceritanya, saat lagi 'liburan' di Jakarta yang lumayan lama (hampir 2 bulan) gue mendapatkan email yang berisi undangan #PPEJ2017. Sebagai isteri yang baik, yang gue lakukan pertama kali adalah meminta izin kepada suami. Sebab pastinya itu event membuat kepulangan gue ke Banjarmasin semakin molooor. Eh... bukan minta izin sih, merayu dan membujuk lebih tepatnya kwkwkw. Saat izin sudah ditangan, barulah gue mengiyakan undangan tersebut kepada penyelenggara.

Sempat hampir salah tempat, karena gue ngotot ke ojek online kalau lokasi #PPEJ2017 adalah di Hotel Pullman yang di Thamrin padahal udah bener pick up yang di Central Park. Akhirnya setelah memastikan isi email, gue nyerah untuk ke Central Park. Rasa gugup gue akhirnya berganti dengan komentar ringan ke Pak Ojek Online "Waaaah bener pak di sini tempatnya, itu Spanduk Prenagennya banyak beneeeer". Hati Hayati tambah lega melihat itu pasukan Unyu eh Ungu-ungu (dresscode) sudah antri manis satu persatu memasuki gedung.

Gue kira acaranya akan tergelar rada kalem kayak workshop-workshop yang pernah gue datangi. Tapi ternyata acaranya seruuuuuu pake banget. Banyak stand-stand yang banyak memberi 'service' untuk bumil. Ada cek kesehatan dan konsultasi gratis, ada demo masak, ada booth foto, dan yang pastinya stand bazar. Sayang banget dompet menipis gagal ambil uang karena kartu ATM entah kenapa eror. Tau kayaknya kalau bumil bisa kalap belanja nyetok Prenagen sampai kehamilan ke 4 kwkwkw. Habis promo-promonya menarik sih, kan mupeeeeng.

Walau gak bisa belanja, bumil sangaaaaat terhibur dengan goodie bag yang kece badaaaaai...
Nah ternyata keseruan yang gue kira berakhir di depan ballroom hotel Pullman 8 April 2017 kemarin nyatanya masih berlanjut. Jam 09.00 WIB seluruh peserta dipersilahkan masuk dengan sangat tertib. Maklum yang antri kebanyakan kan ibu hamil, jadi sebisa mungkin tidak gaduh dan jaga jarak aman sambil di pandu panitia. Andai di coummuterline bisa begini kwkwkw

Di dalam Ballroom, ruangan sudah di setting sangat cantik dan hommy banget plus dengan nuansa serba ungu. Gak menunggu lama, tiba-tiba suasana pecah oleh suara yang gak asing banget di telinga. Taraaaaa Mona Ratuliu masuk keruangan menyambut para peserta seperti tamu di rumahnya sendiri. Waktu hamil anak pertama usia kandungan 5 bulan ketemu Mona Ratuliu di Banjarmasin. Ini hamil anak kedua ketemu lagi di Jakarta. Pengen banget maju minta di elus lagi perutnya sambil modus "ngidam". Tapi di ruangan ada ratusan ibu hamil yang ngerinya pake modus yang sama kwkwkw

Selain di pandu oleh host kece, sesuai temanya yaitu Edukasi tentunya Prenagen juga menghadirkan narasumber-narasumber yang banyak sekali memberikan informasi-informasi. Tidak hanya seputar kehamilan tapi juga mempersiapkan kehamilan sampai dengan menyusui.

Salah satu yang di tunggu-tunggu di acara ini adalah kehadiran Mahmud alias Mamah Muda yang menjadi Brand Ambasadornya Prenagen. Yang beberapa waktu lalu melahirkan dan bikin Ayahro tepok jidat. Pasalnya gue jadi terinspirasi setelah lihat IG nya dan bilang "Ayahro, kehamilan kedua ini Bundaro mau lahiran water birth ya" kwkwkwkw
Salut sama pasangan ini, gak cuma Andien alias ibunya Kawa loh yang Aware sama tumbuh kembang anaknya, Bapaknya kawa klo di tanya-tanya paham betul...

Yoi... Andien loooh... Andien yang dateng. Iyaaaa Emaknya Kawa... Kawa yang lucu ituuuu... Emak muda yang kece ituuuu... kenapa gue bilang kece? 

Karena diantara sekian banyak artis mahmud, Andien adalah sosok mahmud yang gak berhenti belajar. Banyak 'gaya' mengasuh anaknya kawa yang baik untuk dijadikan teladan. Misal dengan pro ASI Eksklusif, menggendong yang baik (gak asal pakai gendongan), nutrisi yang bener selama hamil sampai menyusui, dll. Yah namanya juga artis kan, pastinya banyak gaya hidupnya yang banyak di tiru oleh penggemar. Dan semangat mau belajar Andien membuat dia pantas menjadi brand Ambasador Prenagen menurut gue *tsaaaah berasa juri Emak Idol gue 

Selain ada Sharing Sesion bersama Andien, ada juga pemaparan dari dr. Boy Abidin, SPOG (k), senam Prenafit, juga demo masak Andien bersama Chef Eddrian Tjhia.
Antri paling depan ah biar bisa icip-icip hihihi...

1000 Hari Pertama Kehidupan

Apa yang dimaksud 1000 Hari Pertama Kehidupan?

Jadi seperti sebelumnya sudah gue sampaikan, kalau kehidupan seseorang itu bukan dimulai saat lahir sambil nangis oe...oe... Tapi kehidupan seseorang dimulai sejak dia tumbuh dalam rahim seorang ibu. Euforia kehadiran si kecil seringkali di imbangi dengan memberi "aksesoris" untuk menunjang penampilan. Orangtua khususnya ibu, seringkali lupa bahwa selain itu semua, kebutuhan dasar si kecil ada cinta kasih orangtua, nutrisi dan stimulasi.

Hamil adalah kondisi yang bikin ibu merasakan nano-nano soal perasaan hati, dan kondisi fisik. Karena memang adanya perubahan hormon dalam tubuhnya. Jadi para ayah seharusnya mendampingi ibu dengan perasaan penuh cinta kasih agar ibu tidak merasa sendirian (ayahro mana ayahro, sini Bundaro kecup sayang sebagai ucapan terima kasih hihihi *curcol). 9 dari 10 wanita merasakan mual loh Pak saat hamil. Jadi sudah jelas butuh dukungan moril dari para suami.

Nah kondisi mual serta gaya hidup di khawatirkan berpengaruh pada kondisi janin. Padahal terutama di trimester awal, janin membutuhkan nutrisi yang lebih untuk perkembangan otaknya. Nutrisi yang di butuhkan antara lain asam lemak, DHA, Omega 3, Omega 6 serta kolin. Dengan kondisi sering mual, dan gaya hidup yang kadang makan asal kenyang tidak mempertimbangkan Gizi Lengkap Seimbang membuat seorang ibu membutuhkan asupan pendamping untuk perkembangan janin serta kesehatan si Ibu itu sendiri.

Salah satu pemaparan dalam #PPEJ2017 Jakarta
Seperti yang di paparkan dr. Herbowo AF Soetomenggolo, SpA ( K ), bahwa tumbuh kembang bayi baru lahir sangat ditentukan oleh pemberian nutrisi dimasa kehamilan & menyusui. 

Mungkin informasi seputar kesehatan secara umum bagi ibu hamil sudah banyak di dapat para ibu hamil. Tapi ternyata ada satu infromasi penting yang tidak banyak diketahui oleh ibu hamil. Gue pribadi kalau priksa kehamilan yang pertama di tanya adalah, BB janin, jenis kelamin, dan detak jantung. Ternyata gue hampir gak pernah bertanya pada dokter "Bagaimana kondisi plasenta saya dok?"

Plasenta? Maksudnya si Ari-ari? Teman si Baby selama di perut?

Iya selama ini yang berkembang di masyarakat Plasenta adalah teman si bayi selama dalam kandungan. Ternyata tugas si Placenta tidak sesederhana itu. Plasenta punya peranan penting dalam menyalurkan makanan dari Ibu ke Janin.

Menurut dr. Boy Abidin, SpOG ( K ) plasenta adalah organ spesifik kehamilan yang berfungsi dalam transportasi nutrisi dan oksigen dari ibu kepada janin yang dikandungnya. Selain itu plasenta berperan sebagai organ yang mempertahankan kelangsungan dan kesehatan kehamilan. Plasenta merupakan salah satu kompartemen kehamilan sehingga kesehatan organ ini harus diperhatikan karena akan memberikan dampak kesehatan jangka panjang terhadap si kecil. Kehamilan tanpa kesehatan plasenta adalah SEMU. 

Plasenta merupakan organ nutrisi sehingga nutrisi dalam kehamilan adalah KEHARUSAN.” You are WHAT your mother eat ”. Nutrisi yang di konsumsi ibu akan dialirkan kepada Janin melalui plasenta, sehingga pemilihan nutrisi yang baik dan spesifik untuk ibu dan janin merupakan hal yang harus diperhatikan selama kehamilan. Kebutuhan nutrisi Ibu hamil tidak sebatas hanya zat nutrisi tertentu akan tetapi harus lengkap dan seimbang terdiri dari makro dan mikronutrisi, sehingga diperlukan vehicle/kendaraan untuk bisa masuk kedalam tubuh ibu & janin. Susu Ibu Hamil adalah kendaraan terbaik untuk membawa zat nutrisi tersebut.


Prenagen tidak hanya setia selama 30 tahun menjadi pendamping Ibu saat hamil dan menyusui. Bahkan Prenagen juga meluncurkan produk untuk persiapan kehamilan lewat Prenagen Esensis. Susu yang rendah lemak namun kaya akan Asam Folat ; Kalsium ,Fosfor,Magnesium ,& Vit D; Protein & Mikroenkapsulasi Zat Besi; Sumber Serat ; Omega 3 &6. Sehingga saat janin sudah terbentuk, tubuh sudah punya simpanan nutrisi yang cukup. Baru kemudian di lanjutkan dengan Prenagen Mommy yang tersedia dalam dua varian salah satunya untuk mengurangi mual saat hamil.

Gue sih paling suka sama Prenagen Juice. Karena lumayan bosen kalau setiap hari minum susu doank. Jadi di seling sama Prenagen Juice. Diminum dingin-dingin pas siang bolong rasanya.... Nyosssss...

Walau bukan susu, Prenagen Juice ini ada kandungan Folat dan Vitamin C nya loh. Jadi bagus buat menjaga daya tahan tubuh bumil. Praktis di bawa juga kalau bepergian. 

Oh iya kalau kata orang minum susu hamil itu bikin mual (atau berdasarkan pengalaman sendiri) coba deh pakai tips berikut ini:

  1. Saat menyeduh, gunakan air hangat (40 derajat Celcius) bukan panas apalagi mendidih. Karena bisa merusak susu dan membuat aromanya juga rusak.
  2. Tuang Susu kedalam air, bukan sebaliknya ya. Kalau biasanya kita tuang dulu susu ke dalam gelas baru kemudian airnya, melakukan hal sebaliknya ternyata berpengaruh terhadap citarasa si susu (gue dapat tips ini dari SPG Prenagen by phone hihihi dan ternyata ngaruh :D)
  3. Variasikan minuman. Gak mesti di teguk utuh dalam bentuk susu kok. Variasikan ajah dengan buah favorit atau variasikan dalam resep makanan misalnya.
So mari kita nikmati kehamilan pertama... kedua...ketiga... dst *Ups. Kata Pemerintah mah kudu KB ya, Keluarga Berencana. So berencana punya berapa??? Kabooooor....

Tips Berpuasa Untuk Ibu Hamil dan Menyusui


Pernah gak punya pengalaman Utang puasa bertahun-tahun karena alasan hamil dan menyusui? Tahun pertma tidak puasa karena hamil. Setelah anaknya lahir tahun kedua dan ketiga masih belum bisa puasa karena menyusui. Eh tahun berikutnya terpaksa hutang lagi karena ternyata "tekdung" lagi hihihi...

Banyak yang bilang katanya ibu hamil atau menyusui dilarang puasa, dan mendapat kompensasi. Tapi tahu gak sih, bayar hutang puasa rasanya lebih berat daripada puasa di bulan Ramadhan. Mungkin karena kalau bulan puasa kan bareng-bareng. Trus toko-toko makanan khususnya pada toleransi. Beda kalau puasa di bulan-bulan biasa. Godaannya meeeen...

Belum lagi ternyata membayar hutang puasa ramadhan bagi ibu hamil dan menyusui gak asal-asalan loh. Ada tata caranya.

Sumber di ambil dari Google

Pernah naik pesawat kan? Inget pesan pramugari saat terjadi tekanan yang menyebabkan oksigen menipis? Saat kantong oksigen keluar, ibu/orang dewasa harus lebih dulu memakai masker oksigen untuk dirinya sendiri dulu baru kemudian anak-anak/bayi. 

Pernah juga dalam suatu kajian seorang ustadz menjelaskan, jika kaitannya dengan ibadah maka dahulukan kepentingan diri sendiri. Misal saat ingin berwudhu, maka dahulukan diri sendiri baru orang lain. Atau misal bagi yang perempuan ingin pakai mukena saat solat, maka dahulukan dirinya baru meminjamkan ke orang lain.

Cara menghitung hutang puasa (qodha) ini juga demikian. Bisa dilihat dari tabel. Jika khawatir terhadap kondisi dirinya sendiri jika melanjutkan puasa saat hamil ataupun menyusui maka wajib membayar puasa dengan qadha. Jika yang pertama kali di khawatirkan bayinya maka wajib di qadha dan fidyah.

Ada beberapa orang yang menggampangkan dengan cuma membayar fidyah saja untuk hutang puasa karena hamil atau menyusui. Padahal jelas berbeda ya.

Bedanya kondisi hamil dan menyusui, kalau orang hamil cenderung cepat lapar lagi karena berbadan dua. Kalau sedang menyusui, cenderung LEBIH CEPAAAAAAT lapar kwkwkw. Ngerasain banget deh gue, ramadhan tahun lalu cuma dapet 5 hari puasa. Sisanya lambai bendera putih gak kuat sama lapernya. Kalau soal kuantitas ASI sih nggak. Alhamdulillah 5 hari itu meski berpuasa ASI tetap banjir. Jadi sebetulnya puasa tidak berpengaruh secara langsung terhadap kuantitas ASI.

Tapi biar lebih aman, yuk baca tips berikut sebelum memutuskan berpuasa bagi Ibu Hamil ataupun yang menyusui:

Konsultasikan Kepada Dokter
Terutama untuk yang sedang hamil harus konsultasikan keinginan puasa ini kepada dokter ya. Kebanyakan dokter sih biasanya tidak akan mengizinkan, karena kekhawatiran pada kondisi Ibu maupun Janin. Tapi selama seluruh hasil pemeriksaan baik-baik saja, insya Allah puasa aman kok.

Yah kalau punya tensi rendah, kurang darah, dinyatakan ketuban janin kurang atau kondisi-kondisi beresiko lainnya jangan ngotot juga sih. Ibunya harus sehat dulu, baru kemudian bisa menguatkan janinnya juga.

Kalau untuk ibu menyusui biasanya tidak akan terlalu berpengaruh sih sama ASI (menurut pengalaman gue). Pengaruhnya cuma ya itu, gampang lapeeeeeer buibu hihih

Makan Makanan Bergizi Seimbang
Kadang kita punya pikiran yang penting makan BANYAK saat sedang hamil atau menyusui. Lupakan diet dan nikmatin hidup. Eh tau-tau baper lihat timbangan kwkwkw.
Reeeeem ngemilnyaaaa >.<

Iya sih lagi hamil dan menyusui bawaannya laper teruuuus. Tapi bukan berarti bisa makan seenaknya *plak ngomong sama diri sendiri. Belum lagi kadang kebiasaan nakal ini di toleransi sama orang sekitar "Gak Papa kan Lagi Hamil/menyusui". 

Kata siapa orang hamil/menyusui gak perlu diet. Yang perlu di luruskan adalah makna dari diet itu sendiri. Gue waktu hamil trimester akhir ajah di suruh diet loh, karena ternyata baby nya sudah di atas 3kg. Intinya diet itu bukan mengurangi porsi makan atau bahkan gak makan sama sekali, tapi mengatur pola dan asupan makanan.

Sebetulnya bayi dalam kandungan maupun yang sedang ASI kebutuhan gizinya terpenuhi dari tubuh ibunya. Tapi bukan langsung dari yang di makan ibunya. Melainkan dari tubuh ibunya langsung. Jadi misal ibu tidak mengkonsumsi kalsium yang cukup, maka untuk kebutuhan janin/ASI tubuh akan mengambilnya dari kalsium pada tulang ibu, begitupun dengan nutrisi lainnya. Makanya kalau ibu tidak cukup mengkonsumsi kalsium ibu hamil/menyusui akan mengalami mal nutrisi. Itu yang di jelaskan Dokter kandungan pada kehamilan pertama gue.

Berpikiran Positif
Tarik napaaaaaaas...buaaaaaaang...tariiiiiiiik...buaaaaang... buang semua pikiran negatif. Mari kita move on ke pikiran yang lebih positif. Ibu hamil/menyusui membutuhkan suasana hati yang relaks/tenang. Gue pernah baca artikel yang menyatakan bahwa ibu hamil yang selalu bahagia adalah yang selalu berpikiran positif sehingga tidak rentan stress. Dan Ibu yang bahagia akan melahirkan anak yang ceria dan gampang rewelan.

Nah berpikiran positif ini juga sangat dibutuhkan untuk ibu menyusui. Sebab, ASI itu bahan baku utamanya bukan cuma makanan-makanan yang kita makan. Tapi "Alat" untuk memproduksinya adalah hormon Prolaktin dan Hormon Oksitosin. Hormon Prolaktin adanya di otak, berfungsi memerintahkan produksi. Sedangkan Oksitosin adalah hormon Cinta yang bertugas mengeluarkan.

Nah kalau ASI mampet, coba di cek apakah kita sudah berpikiran positif sehingga ASI terproduksi? Atau apakah kita sudah cukup bahagia sehingga ASI yang sudah di produksi bisa keluar?

Jadi jangan sekali-kali bilang "ASI ku gak keluar" atau "ASI ku mampet". Nah hati-hati otak kita akan merekam itu sehingga hormon Prolaktin "malas" bekerja. Menyusui itu harus keras kepala. Tapi bukan berarti harus di bikin stress. Pandangi bayi di depan kita dengan perasaan bahagia meski gak bisa bohong deh punya bayi tuh nano-nano dan seringnya bikin stress. Tapi perasaan bahagia dan penuh cinta itu akan memicu hormon Oksitosin bekerja mengelurkan ASI. Bilang juga sama Paksu (Pak Suami) untuk sering-sering peluk biar ibunya gak baper kwkwkw...

Konsumsi Booster ASI
Salah satu ikhtiar yang bisa dilakukan untuk meningkatkan produksi ASI adalah dengan mengonsumsi booster ASI. Kalau dulu para ibu di cekokin daun katuk atau bayam sampe eneg. Nah kalau sekarang udah enak nih. Bentuknya macem-macem. Ada yang bentuknya kaplet, susu bahkan teh.

Asi Booster Tea

Kalau gue di kasih kaplet nyerah deh ya, males nelen. Minum susu terus juga lama-lama bosen. Sekarang ASI Booster Tea, minuman teh Pelancar ASI alami pertama di Indonesia yang bisa meningkatkan jumlah ASI hingga 900%. 

Waktu produksi ASI gue mulai menurun gara-gara sutiris mengasuh anak, banyak temen yang rekomendasikan ASI Booster Tea ini. Sempat gak yakin karena namanya ajah Tea alias Teh. Yang gue baca-baca teh gak bagus di konsumsi ibu hamil ataupun menyusui. Karena selain ada kafeinnya, teh punya sifat "menghalangi" tubuh menyerap sari-sari makanan. Makanya banyak kasus bayi kekurangan kalsium karena ibunya suka minum teh setelah makan (selain karena kurang konsumsi sayuran).

Tapi ternyata namanya ajah Tea, tapi ASI Booster Tea ini sama sekali tidak mengandung daun teh. Komposisi minuman ini semuanya murni dari tanaman alami (herbal) yang sudah terbukti dapat meningkatkan produksi ASI. Seperti Fenugreek seed, fenugreek powder, fennel seeds, fennel powder, ANISE, cinnam venum, Alpinia powder, dan habbatussauda. Bisa di googling deh masing-masing manfaat dari tanaman-tanaman herbal tersebut. Atau bisa baca-baca di www.asi.web.id 

Nah ini dia kandungan dalam ASI Booster Tea

Banyak yang udah kasih riview, terutama yang mencoba puasa sambil ikhtiar minum ASI Booster Tea ini, dan semua riview positif bahkan puas. ini Alternatif buat yang gak doyan minum susu menyusui. 

Ternyata Selama Ini Gue Salah Memilih Gendongan Untuk Bayi


Namanya punya anak, apalagi anak pertama pasti serba bingung. Dari bingung harus ngapain, sampai bingung mau pilih perlengkapan yang mana. Apalagi perlengkapan bayi semuanya lucuuuuu. Kalau ke Baby Shop rasanya mau di ambil semua, kalau belanja Online setiap hari ada ajah kurir yang antar barang sampe PakSu (Pak Suami) geleng-geleng kwkwkw.

Nah dari seabreg perlengkapan wajib kalau punya bayi, salah satu yang harus di perhatikan adalah saat membeli gendongan. Gendongan ini sangat penting terutama kalau sedang bepergian. Karena kalau bepergian tanpa gendongan, ibu harus punya bantuan sepuluh tangan kwkwkw (kayak iklan sabun).

Tapi ternyata membeli gendongan itu gak bisa sembarangan loh. Kenapa? Karena salah-salah bisa mengganggu pertumbuhan bayi, atau juga bisa membuat cedera si penggendong. Apa ajah yang perlu di perhatikan saat membeli gendongan?

Pilih Gendongan yang Suport M-Shape
Gambar di ambil dari Google Posisi M-Shape
Saat memilih gendongan cari yang jika di gunakan posisi bayi M-Shape. Kenapa? Karena bayi yang baru lahir tulang belakangnya melengkung seperti huruf C (Kyphosis). Nah Fase ini belum kuat untuk menopang tulang belakang. Fase melengkung ini bertahap sesuai usianya hingga akhirnya mampu tegak secara sempurna (usia 1 tahun biasanya baru tegak sempurna).
Nah posisi menggedong yang bisa mempertahankan posisi bayi adalah dengan membuka kedua paha bayi, paha disanggah oleh body shape panel gendongan, lutut lebih tinggi. Nah ini disebut dengan posisi M-Shape. 

Kalau banyak mitos bilang posisi menggendong seperti ini baru boleh di lakukan saat anak sudah bisa duduk. Sebetulnya sudah boleh kok saat baru lahir. Tapi posisinya harus betul-betul M-Shape ya. Gendongan yang tidak suport M-Shape akan membuat kaki anak menggantung dan otomatis tulang belakangnya di paksa tegak. Nah ini yang tidak boleh.
Gambar di ambil dari google M-shape sesuai usia
Atau kalau mau merasakan apa yang bayi kita rasakan, coba deh lakukan trial seperti yang dilakukan Mba Ida Ruwaida pemilik akun Facebook Raden Ajeng Ruwaida Niki. Doi nyoba duduk dengan posisi kaki yang sama persis dengan posisi kaki anaknya saat di gendong dalam posisi M-Shape maupun Non M-Shape. Hasilnya katanya selain gak nyaman, posisi yang gak mendukung M-shape bikin kaki kesemutan dalam 5 menit hehehe...


Trial Mba Ida yang di ambil dari FB Beliau

Jangan Beli KW

Gendongan tipe SSC (Soft Structures Carrier) belakangan emang lagi hits banget. Produk-produk luar seperti Ergo Baby, I-Angel, dll mulai masuk ke Indonesia. Tapi jangan tergiur jika harga yang di tawarkan di bawah IDR 500k. Karena Aslinnya brand-brand tersebut paling murah di atas IDR 1jt.


Gambar Google Contoh SSC Brand Ergo Baby
Ada banyak alasan untuk tidak membeli KW, terutama soal keamanan. Banyak kasus produk KW ini kualitasnya juga KW. Gak mau dong lagi gendong tiba-tiba talinya putus? Dan ini sudah banyak kejadian. Bayangkan bayi yang kita jaga baik-baik harus cedera karena gengsi pengen terlihat pakai barang branded. Kalau soal gengsi, sebetulnya pakai gendongan KW malah bikin malu loh. Apalagi kalau ketemu sama orang-orang yang emang jeli sama barang Original hehehe malu kan kalau dibisikin manjah "Gendongan kamu KW yak" (Pengalaman pribadi dulu pakai tas KW *tutupMuka).

Kalau memang budget gak cukup untuk beli yang Ori, sebaiknya coba lirik produk-produk dalam negeri. Banyak kok ada CuddleMe, Andrea, Nana, Dialogue, Snooby, dll. Untuk SSC harganya di bawah IDR 500k. *NB: untuk produk Dialogue dan Snooby setelah membeli sebaiknya di jahit lagi karena banyak kasus talinya putus.

Kalau gue pribadi sih udeh nyaman banget sih pake Wrap. Awalnya ajah agak ribet, tapi kalau udah terbiasa cepat dan nyaman kok. Wrap sendiri sudah bisa di pakai untuk baby newborn. Kalau SSC untuk baby Newborn Harus pakai tambahan insert karena tubuh bayi akan tenggelam.


Tutorial Memakai Wrap (Pastikan posisinya benar M-Shape ya, karena saat membuat video gak ada kaca jadi gak lihat kalau posisi Umaro agak miring :D)

Bagaimana Kalau Terlanjur salah Beli

Trus gimana donk kalau udah terlanjur salah beli?? Posisinya gak M-Shape, trus harus dibuang gitu? Atau kasih orang?

Gue mengalami hal itu kok. Pas Umaro lahir dan menggelar pesta akikahan, banyak banget kado yang diberikan para tamu undangan. Namanya kado mah kan gak bisa request ya, kalau request mah udah minta mereka patungan beliin Ergo Baby yang Ori *plak. 
Nah salah satu gendongan yang menjadi kado kelahiran Umaro ternyata gak M-Shape. Kalau di pake gue tahu itu gak bagus. Kalau di kasih orang, jiaaaah kayak lempar "racun" ke orang lain. Tapi setelah gabung di grup khusus gendongan gue baru tahu ada trick nya loooh.


Mensiasati gendongan yang tidak Suport M-Shape

Naaaah ini dia, gunakan kain tambahan untuk menopang kaki si kecil. Gue pribadi sih akhirnya belum pernah nyoba karena males dan udah nyaman pake wrap. Tapi pernah lihat waktu ke pasar ada ibu-ibu yang praktekin ini. Dan gue terharu loh, karena itu ibu bener-bener sayang anak dan mau belajar. Ada ajah yang udah tahu ilmunya tapi tetep ngotot kwkwkw *kaca mana kaca :p.



Gendong Pakai Jarik? Siapa takut...

Ada gak di sini yang menghidari banget gendong pakai jarik? *Gue ngacung kwkwkw

Dari jaman keponakan pertama sampai ke tiga, gue selalu menolak keras kalau di sodorin jarik buat gendong. Ribeeeet buuu plintir sana plintir sini trus pas anaknya duduk merosot malah bikin cemas. Makanya waktu tau hamil, dari jauh-jauh hari gue cari gendongan yang nyamaaaan banget. Apalagi setelah tahu seperti apa gendongan yang ideal.

Salah satu alasan gue gak mau pake jarik, sorry to say gue gak mau kelihatan kuno kwkwkw.

Tapi setelah banyak baca, gue akhirnya tahu kalau motif gendongan jarik sudah tidak sekuno dulu. Banyak jarik/kain gendongan yang di buat khusus mengikuti trend jadinya cantik-cantik hehehe. Trus gendong pakai jarik udah gak serempong dulu. Kalau mau simple bisa pakai Ring Sling yang sekarang sudah banyak di jual (khususnya online). Penggunaan ring sling ini bermanfaat banget biar gak mlintir-mlintir kain gendongan. Jadi seperti pakai gendongan siap pakai ajah. 
Gambar di ambil dari Grup Fb Indonesia Baby Wearing
Atau disini ada anak pramuka yang suka main simpul? Menggendong pakai jarik juga bisa loh pakai metode ikat simpul gitu. Meski di ikat penggendong masih bisa menarik ulur kain gendongan agar sesuai dengan posisi tubuh bayi.
Gambar di ambil dari Grup FB Indonesia Baby Wearing
Kalau dari awal tahu gendong pakai jarik bisa semudah ini, waaah gue bakal pakai tuh jarik yang sudah di warisi turun temurun *eh.


Jangan Menggendong Hadap Depan

Jangan di contoh
Tolong di maafkan orangtua baru ini. Kami sama sekali belum tahu kalau ternyata menggendong bayi hadap depan itu sangat-sangat tidak disarankan. Meskipun waktu beli gendongan salah satunya tergiur dengan iming-iming bisa menghadap depan, belakang, gendong samping sampai bisa gendong sambil jungkir balik *lebay gak ada yang begitu :p.

Kenapa sih kok gak di sarankan gendong hadap depan?
  1. Tidak mendukung kaki bayi Kaki yang menggantung berarti tulang ekor dan pinggul tidak aman
  2. Menyulitkan si penggendong Secara alami bayi merangkul orangtua. Menggendong hadap luar memberi beban lebih bagi si penggendong
  3. Menekan tulang punggung-ekor bayi Posisi bayi tidak stabil, memaksa punggung bayi sehingga beban terpusat di tulang ekor
  4. Menekan bagian vital dan selangkangan Sangatlah tidak nyaman bila bagian vital bayi tertekan dalam sekian waktu
  5. Stimulasi berlebihan
  6. Tidak menopang leher dan kepala Peluang dagu menempel leher semakin besar sehingga resiko bayi tidak bernafas sempurna
  7. Menyebabkan sakit punggung Posisi menggendong tidak ideal menyebabkan beban tidak terdistribusi rata.
  8. Sulit berkomunikasi dengan bayi
  9. Menyulitkan thermoregulation Dekapan orangtua menghangatkan bayi, membuat bayi nyaman dan tenang. Bayi hadap jalan tidak bisa merangkul atau mendekap orang tua.
Meskipun gendongan yang dipakai sudah M-shape, ketika memutuskan menggendong hadap depan semua upaya yang selama ini di usahakan sampai beli gendongan mahal seketika menjadi sia-sia.
Setelah dilihat emang kelihatan gak nyaman sih anaknya ya *plak

Ya Udah Yuuuk Balik Ke Jarik, Gendong Tiduran Wis Paling Aman... Yakin?

*Tulisan ini akan terus diperbaharui agar semakin lengkap informasi seputar gendongan agar bayi-bayi calon penerus nusa dan banga (tsaaaah) terjaga keamanannya.

Awal gue belajar soal gendongan, gue cuma peduli bagaimana bisa gendong tanpa pegel. Tapi setelah di ajak gabung ke grup khusus gendong-menggendong akhirnya gue singkirkan semua pikiran "egois" itu. Ya gimana gak egois kalau yang dipikirin kenyamanan emaknya ajah, anaknya kagak.

Trus saking ribetnya, gue akhirnya nyeletuk "Wis lah balik ke gendongan jadul ajah. Gendong posisi tidur, atau posisi kaki anak rapet. Beres!" Tapi ternyata ada yang share juga bahwa gendongan ring sling yang di gunakan dalam posisi tiduran juga berbahaya buat Bayi. What?! Why?!

Di Amerika sendiri gendong posisi tiduran dalam gendongan sudah menyebabkan beberapa kasus kematian. Pasalnya dalam gendongan (yang biasanya tebel) anak tidak mendapatkan cukup oksigen. Dan posisi dalam gendongan (dengan kepala tidak di sanggah lengan) membuat posisi kepala bayi tertekuk ke dalam. Coba lakukan percobaan kita menunduk sedalam-dalamnya sambil bernapas. Yang Gue rasain jadi susah napas bo! Ini juga salah satu alasan bahwa bayi tidak membutuhkan bantal. Apalagi jika bantalnya terlalu tinggi.

Dan emang sih selain kurang oksigen, pasti di dalam panas banget. Setiap keluar dari gendongan tiduran Umaro selalu basah oleh keringat. Haduuuuuh Umaro maafkan bundaro naaak *nangisgegulingan.


Di Ambil dari Sharing di Grup FB Indonesia BabyWearing

Tantangan Menggendong Posisi M-Shape

Nah ini yang paling sering di curhatin para gendongers. Ketika sudah dapat pencerahan soal menggendong posisi M-Shape nah selanjutnya adalah menghadapi suara-suara yang berteriak "Itu anaknya kasihan udah di pekeh". Dan suara itu tidak cuma dari tetangga, yang paling sulit adalah ketika suara itu datang dari keluarga sendiri. krik...krik...krik...

Nah, kalau yang ngomong orangnya bisa di ajak diskusi paparin deh berbagai informasi soal menggendong posisi M-Shape. Kalau orangnya cukup kolot, ya udah senyumin sambil kulo nuwon ajaaaaaah... hehehe

Waktu menggendong umaro pakai wrap ajah, karena emang masih jarang yang pakai (apalagi di daerah) gue sering jadi pusat perhatian. Dari mulai orang yang terus melirik sampe akhirnya nabrak tiang karena jalan gak lihat depan, sampai ada yang betul-betul perhatian dengan teriak "Ya Ampuuun anaknya di lilit-lilit" atau "Itu panas anaknya di ungkep dalam gendongan" atau "Ribet Banget siiih" atau "Itu kok anaknya udah di Pekeh..." dsb

Kalau yang kolot, udeh nyerah deh gue. Mending tinggalin ajah dari pada bikin emosi jiwa kwkwkw.

Kalau masih kekeuh gak masalah di gendong bayi dengan posisi gak Suport M-Shape. Sok lah di lakukan percobaan. Minta Paksu buat gendong kita dengan posisi Non M-Shape, dan rasakan bedanya kwkwkw.

Capek habis gendong anak, Asyik lah minta gendong Paksu kwkwkw (Gambar di ambil dari Grup Indonesia Babywearing)

Baca Juga : 10 Item Optional Dalam Merawat Bayi 

Semoga Umaro disana memaafkan segala kekhilafan Bundaro dan Ayahro ya nak. Fungsi dari gendongan memang untuk memudahkan tugas orangtua. Terutama ibu yang memang kadang di tuntut multi tasking. Sambil gendong tetep harus sambil masak, nyuci, ngepel dsb. 

Gendongan yang baik selain memenuhi aspek yang udah gue ulas, salah satu indikator kalau itu gendongan udah bener cara pakenya adalah tangan ibu/penggendong bisa bebas tanpa harus menyangga/menopang tubuh bayi lagi saat menggendong.

Detik-Detik Melahirkan Gue Berantem Sama Bidan

Morniiiiing... *tetap baca morning walau kalian bacanya siang atau pun malam yak :D

Setelah kemaren gue menterapi hati gue lewat tulisan Berdamai Dengan Luka yang cukup menguras air mata saat menulisnya. Kali ini gue masih ketagihan Writing Therapy dengan menuliskan pengalaman seru saat melahirkan Umaro. Ehm... sebetulnya sih tulisan ini hutang, sudah lama mau di tulis tapi mood belum kumpul. Sekarang mari kita kumpulkan kekuatan 

"KaMeKaMeHaaaaaa...."

Setelah 6 Bulan Pernikahan...
Bagi gue kabar terbaik setelah 6 bulan pernikahan yang luaaaaar biasa adalah mendapati kabar kalau gue hamil. Karena harapan terbesar gue setelah menikah adalah segera punya anak. Jangankan setelah menikah, temen-teman deket gue pasti tahu deh polah gue yang selalu elus-elus perut sambil ajak ngobrol layaknya orang hamil itu selalu gue lakukan jauuuuh sebelum menikah *Plak
Finally...

Setelah ujian pernikahan yang gak biasa sampai hampir pisah (alhamdulillah punya suami yang mental baja dan sabaaaaar Luv u Abang muach muach), gue inget banget menjelang akhir bulan Ramadhan gue berdoa sungguh-sungguh "Ya Allah titipkanlah seoarang anak dalam pernikahan kami" dan seinget gue doanya itu sambil nangis karena baper. Soalnya baru ajah ada teman yang datang berkunjung, yang tanpa sengaja gue tanya "lagi isi ya?". Usia pernikahan mereka cuma beda dua hari lebih dulu dari gue dan abang. Nyessss pas doi jawab iya gue langsung bapeeeer...

Setelah beberapa waktu gue mengalami gangguan gaib lagi. Setiap bulan gangguan itu emang selalu muncul menjelang jadwal haid gue. Kata-katanya selalu sama "Aku akan membunuh anakmu" dan besoknya haid. Gimana gak tambah baper coba kalau kayak gitu? Tapi gangguan gaib yang terakhir ini sama abang agak di tanggapi. Tiba-tiba abang ngajak ke dokter kandungan padahal masih jauuuuh banget dari jadwal haid. Yah sebagai isteri yang penurut ya udin gue nurut bae lah...

Tapi ternyata kunjungan ke dokter kandungan bikin tambah baper. Saat di tanya keluhan gue bilang kalau perut belakangan suka nyeri (emang iya). Trus di lakukan pemeriksaan USG di perut sama di 'anu' (gue lupa namanya dan asli gue gak mau lagi di priksa macam itu). Dokter SPOG nya sambil bersenandung ceria dan suara riang "waaah ada gumpalan di rahim kamu. Mungkin miom, du..du...du..."


Role Play nya pake Si Edu hahaha
What?! Dokter lu orang nyampein kabar begitu kayak nyampein kabar gue dapat sepedah motor. Tetep ceria dan gak berhenti bersenandung. Padahal gue yang dapat kabar udah keringet dingin. "Tapi saya masih bisa hamil kan dok?" tanya gue ragu-ragu. Yang di tanya jawab masih penuh keceriaan "Tenaaaaaang keponakan saya miom nya segede apa tahu sekarang anaknya 3"

Well, sebetulnya kalau dipikir secara positif dokter kayak gini harusnya bisa bikin kita tenang. Kalau dokternya serius kayak di sinetron, waaaaah gue bisa baper akut.

Beberapa waktu kemudian gue merasakan perubahan khususnya emosi pada diri gue. Lebih sensitif sama suami, sebentar-sebentar marah... sebentar-sebentar ceria lagi... dan sebentar-sebentar nangis... untuk urusan yang sebetulnya sepele. Yah untung cuma sebentar-sebentar kwkwkw. Nafsu makan juga meningkat secara drastis. 

Gue udeh 'curiga' jangan-jangan....jangan-jangan... Maka pada waktu subuh di suatu hari gue putuskan mengambil stock testpack (FYI Testpack gue banyak ciiiin buat cek tiap bulan kwkwkw). Pas ngecek ternyata garisnya muncul dua, tapi yang satu samar. Hadeeeeuh kan bikin bingung. ini positif atau setengah positif siiiih...

Gak mau galau sendirian gue bangunin si Abang yang masih molor.

"Abang bangun!!! Abang harus Tanggung jawab!!! Aku Hamil!!!"

Ekspektasi gue si abang akan bangun dengan wajah syock *kebanyakan nonton sinetron. Tapi ternyata si Abang melek dikit, lirik sebentar, trus peluk bantal lagi. Ekspresi macam apa itu??

Setelah lihat si testpack ternyata abang juga gak kalah bingung. Tapi daripada bingung akhirnya kami putuskan tanya ahlinya. Dokter mata? Ya Bukanlah, Dokter kandungan.

Di Banjarmasin ada 4 dokter kandungan wanita. Karena mau tahu seperti apa pengalaman dengan dokter yang lain, akhirnya kami memutuskan ganti dokter. Mencari mana yang lebih membuat nyaman.

Dokternya sempat menyimpulkan belum positif. Karena saat di usg terlihatnya juga masih gumpalan biasa. Barulah setelah dua minggu kembali lagi dokter memberi selamat kalau positif hamil. Rasanya kayak ada Confeti yang di tembakkan gitu kwkwkwkw *lebay.

Mau melahirkan dimana?
Mengingat betapa rumitnya urusan domisili bagi kami, diskusi tentang mau melahirkan dimana menjadi pembahasan serius. Apakah di Jakarta tempat dimana orantua gue berada, ataukah di Yogya tempat keluarga suami berada, atau di Banjarmasin tanpa sanak keluarga.

Berhubung gue ini manja akut sama suami, LDR sehari ajah kayak seabad rasanya. Maka gue minta untuk melahirkan di Banjarmasin saja. Tanpa keluarga besar mendampingi, kalaupun datang mungkin setelah lahiran. Lagian yang hamilin siapa, yang tanggung jawab suruh nemenin lahiran masa orang lain kwkwkw.

Kalau harus melahirkan di Jakarta selain gue bakalan banyakan Baper sama mitos dari emak yang segambreng, gue juga bakalan LDR minimal 8 bulan sama abang. Yah mungkin sih abang akan datang menjenguk sekali waktu, tapi eman-eman sama tiket pesawatnya wkwkwk *emak-emak perhitungan.

Akhirnya keputusan melahirkan fix di Banjarmasin. Setelah gonta ganti dokter SPOG (sebetulnya cuma dua sih, cuma setiap bulan kontrolnya selang seling) akhirnya keputusan melahirkan di sebuah rumah sakit khusus ibu dan anak dengan segala pertimbangan.

Meski harus rela melepas asuransi kantor demi bisa melahirkan Spontan/normal dan mencari yang suport ASI Eksklusif keputusan bulat untuk pindah rumah sakit.

Baca juga : Punya Mata Minus Menghalangi Ibu Melahirkan Normal, Benarkah?

Detik-Detik...
Senin 4 April 2016 jam satu malam, gue kaget karena bangun dalam keadaan basah. Ada air merembes entah ketuban entah pipis. Emang sih gue mimpi ke toilet. Tapi karena sudah mendekati HPL rasa khawatir pasti ada, dan jam empat kami putuskan ke rumah sakit.
Pasiennya sebetulnya siapa siiih :D

Sampai di rumah sakit, masuk ke ruang UGD bidan jaga melakukan pengecekan. Sumpah, gue baru tahu cara cek pembukaan ya begitu. Gak nyaman bangeeeeet! Wahai para orang pinter buatlah tekhnologi mutakhir untuk cek pembukaan.

Satu bidan gak yakin, kemudian bidan lain datang juga ngecek. "Hemph!"

Dan ternyata masih pembukaan setengah. Melongolah gue, baru denger seumur-umur pembukaan kok setengah. Trus ketuban juga masih bagus. Sempet di tawari rawat, gue pilih pulang ajah.

Hari rabu 6 April 2016 kami kembali ke Rumah sakit karena mulai terasa kontraksi. Lagi-lagi di ruang UGD gue harus di periksa dengan cara 'itu'. Asli bete. Dan pembukaan baru satu. Di tawari nginap lagi, gak deh pulang ajah.

Supaya pembukaan cepat dan lancar harusnya ibunya emang olahraga. Tapi emang dasarnya gue males gerak, si Abang cari akal. Setiap pulang kerja gue di ajak ke Mall muter-muter setiap lantai kwkwkw.

Hari Sabtu 9 April 2016 Gue mulai merasakan kontraksi semakin sering. Tapi belum per 5 menit. Akhirnya diputuskan untuk priksa. Tapi priksa biasa ajah, gak mau ke ruang UGD lagi. Langsung ke dokter ajah cek kandungan biasa. Sampai di rumah sakit ternyata dokternya gak ada. Dinas dan baru balik senin. Panik donk kami, kalau lahiran pas dokternya gak ada gimana. Katanya dokter pengganti laki-laki.

Akhirnya kami kembali ke rumah sakit pertama yang dokternya super ceria itu. Ternyata beliau juga gak ada lagi keluar kota juga balik baru senin juga. Aaaargh ini lagi ada asosiasi dokter kandungan seluruh Indonesia bikin acara apa ya.

Dokter kandungan ke 3 akhirnya kami datangi. Sudah periksa dan Umaro dalam kandungan di nyatakan sebagai "BIG BABY" karena sudah diperkirakan beratnya 3,6 kg. Ya sudah kami putuskan ke dokter tersebut. Tapi meski buka praktek sendiri, untuk melahirkan beliau menunjuk 3 rumah sakit karena kliniknya gak ada peralatan lengkap. Sambil mules-mules, dengan meminjam mobil pada kabid yang lagi mudik kami pun melakukan survei. Tapi 3 rumah sakit yang di tunjuk gak sreg di hati.

Hari minggu 10 April 2016, pagi hari gue rasakan kontraksi per lima menit sekali. Katanya kalau sudah begitu sudah dekat banget waktu melahirkan. Langsung deh bawa tas yang udah disiapin, minta tolong tetangga antar ke rumah sakit. Di cek lagi (udah pasrah) ternyata masih pembukaan satu. Tapi karena sudah sering mulasnya di sarankan banget buat rawat.

Akhirnya kami putuskan kembali ke rumah sakit pertama meski opsi melahirkannya dengan pria. Sambil elus perut gue bilang "Umar lahirnya nunggu Bu Dokter pulang yaaa... sabar yaaaa..."

Karena udah pede bakalan cepet, kami pilih kamar kelas 3 dengan isi 4 pasien. Dan tau gak siiih... sampe ruang rawat si Umaro bener-bener kalem lagi. Gak ada sakit-sakit lagi. Di kamar pun kami cuma glundungan gak jelas kwkwkw. Sampe si abang bosen, ngajak jalan-jalan yang di tentang keras sama para suster (bidan). 

Kamar yang tadinya sepi perlahan mulai terisi. Di isi oleh pasangan paruh baya yang datang malam-malam, rame-rame, berisik pula ganggu jam istirahat. Karena bete abang akhirnya ngajak pindah ke kelas 1 atau 2. Dan pilihan jatuh di kelas 2 dengan isi pasien 2 orang (alhamdulillah kosong sampai keluar rumah sakit hehehe).

Setelah pindah kamar, ternyata teman kantor abang berdatangan. Gak cuma satu, tapi betul-betul sekantor. Penuhlah seketika itu ruangan, dan berisik kwkwkw. Kami nyengir-nyengir kuda ajah, kalau kami gak pindah kamar mungkin kami yang dapat komplain. Gak cuma teman kantor, orangtua teman suami yang emang dekat juga datang memberi suport. Aaaah... saat jadi perantau teman dan tetangga adalah keluarga. Gue sangat terharu.

Tiga hari di rumah sakit gue merasakan kontraksi yang semakin terasa. Tapi setiap dicek pembukaannya lambat. Drama selama di rawat itu adalah bagaimana perjuangan abang membujuk gue yang phobia jarum suntik untuk mau di infus dan diambil darah.
Pertama kalinya di infus...

Selasa 12 April 2016 jam 11 malam, kontraksi semakin terasa hebat. Abang pun akhirnya memanggil bidan jaga. Gue di bawa ke ruang bersalin. Cek pembukaan masih jauh deh dari 10 (lupa berapa). Meski sakit minta ngeden, kalau belum lengkap kan gak boleh ngeden. Tapi gue berasa kalau ketubannya sudah di pecah paksa sama bidan. Mungkin untuk merangsang cepat lahir.

Jam demi jam beralu sampai kami bertemu dengan tanggal 13 April 2016. Tapi selain pengecekkan detak jantung dan pembukaan, sisanya bidan tidak melakukan apa-apa. Sampai menjelang subuh abang bosan dan ngantuk pamit keluar. Jiaaaaah gue di tinggalin. Tapi gak papa deh daripada ikutan bete lihat wajah doi. Udeh gitu mana yang jaga bidannya juteks. Jam 3 pagi di tawari bidan untuk SC tapi gue dan suami menolak keras.

Jam 5 Infus hampir habis, abang juga sudah balik dari luar. Gue panggil bidan mau tanya kelanjutannya kayak apa. Soalnya juga sudah tidak ada pengecekan pembukaan lagi, infus pun sudah mau habis.

Dengan santai dan jutek bidannya cuma jawab kalau infus habis ya di isi lagi, "itu bukan induksi, ibunya ajah udah kesakitan banget apalagi di induksi" jawabnya dengan nada ngeremehin. Waaaah ngajak ribut ini bidan.

"Trus anak saya kapan mau di lahirkan sus?" 
"Ya kalau pembukaan udah lengkap"

Gue yang banyak baca kalau ketuban sudah pecah harus segera di lahirkan akhirnya tambah bete. Gue gak mau anak gue kenapa-kenapa. Sambil nahan sakit gue kuat-kuatin buat marah.

"Kalau gitu saya mau SC."
"Yah ibu kalau mau SC mah dari tadi. Dokternya udah pada pulang dari tadi. Tadi jam 3 saya tawarin ibu Nolak."
"Saya gak peduli, saya tau Dokter N yang punya rumah sakit rumahnya di belakang. Panggil SEKARANG."
Umaro belum ada 24 Jam, BB 3,565 gram PJ 51cm Lahir tgl 13 April 2016 Jam 05.55

Dengan bete si bidan pun menelpon dokter N. Mengkonfirmasi keinginan gue. Setelah disetujui gue denger si bidan menelpon satu persatu dokter-dokter yang lain. Persiapan pun dimulai. Seorang suster mendekat minta izin mencukur bulu-bulu halus disekitar perut. Dan yag bikin gue nyesel dia juga memberi arahan kalau gue sudah harus mulai puasa. Gak boleh makan minum lagi. Laaaaah gue abis triak-triak barusan. Tau gitu minum dulu.


Pas lagi di cukur masuklah bidan senior favorite gue. Orangnya ramah dan lemah lembut. Nyaman banget sama dia.

"Bu, ini pembukaannya sudah lengkap. Tapi karena bayinya besar posisinya masih tinggi. Kalau ibu mau ngeden kuat-kuat bisa kita lahirkan sekarang."

"Dari tadi emang udah mau ngeden gak boleh susteeeeer. Ya udah lah ayo kita ngeden."

Langsung semua sibuk mempersiapkan kelahiran si Umaro. Abang bersiap di sisi kiri gue, menggenggam lengan gue kuat-kuat, memberi motivasi dengan suara lembut. Bikin gak tega pengen nyakar atau mukul-mukul kwkwkw.

Satu bidan menopang kaki kanan gue agar ketekuk. Satu bidan memperhatikan jalur lahir sambil kasih aba-aba. Kaki kiri gue yang mulai kram karena menggantung dipijat lembut sama bidan. Abang pun berinisiatif pindah memegangi kaki kiri.

"Ayo buuu... ini kepalanya sudah kelihatan. Sedikit lagi bu." bidan
"Ayo sayang sedikit lagi sayang, atur napasnya sayang." Abang
"Ini pak sudah kelihatan pak rambutnya kan?" Bidan

Gue lagi ngatur tenaga sementara si abang mengkonfirmasi rambut si Umaro yang udah kelihatan. Tiba-tiba...

"Iya sayang! Ayo Sayang! Ngeden sayang yang kuat! Abang udah lihat Kepalanya! Ayo sayang!"

Maaaaak, kemana suara lemah lembut tadi? Kok berubah jadi kayak suporter bola? Dikira gampang apa main ngeden-ngeden gitu. Mana semalam cuma makan sedikit.

Dan tambah bikin krik...krik...krik... gitu saat puas kasih semangat 45, si abang tiba-tiba pamit.

"Sayang abang solat dulu, ya. Belum subuhan, udah hampir terbit." dengan nada santai dan ngeloyor gitu ajah. Antara bersyukur sama gemes punya suami terlalu realistis kwkwkw. Tapi itu positif kok, meski gemeeeeez.

Setelah abang keluar gak lama dokter masuk dengan nada santai. "Bagaimana sudah sampai mana prosesnya." Lah ini orang-orang pegimane sih. Apa cuma gue yak yang tegang.

Setelah siap di posisi dokter meberi aba-aba. Satu kali napas dalam dan ngejan kuat akhirnya gue bisa mendengar tangis Umaro untuk pertama kali. Apakah gue merasa haru? Jelas! Tapi gue malah kepikiran "Dok... gue bayar dokter cuma buat ngasih aba-aba terakhir? Berasa jadi polisi di pelem-pelem india gak seh?"

Setelah Umaro di bawa ke bilik sebelah untuk di timbang, dibersihkan dll, abang masuk kembali ke ruang bersalin.

"Gimana-gimana sudah lahir belum?" Abang
"Sudah pak di ruang sebelah sedang di bersihkan." Kata dokter

Si Abang langsung ngeloyor pergi, nyuekin gue gitu ajah.

"Oooooi isterinya dulu keleeeeus yang di liatin. Main pergi gitu ajah!"
"Oh iya lupa sayang. Makasih ya sayang, kamu hebat. I Love u (sambil cium kening)" trus langsung pergi ke bilik sebelah

Dih... formalitas bangeeeeet.

Sambil proses jahit menjahit yang alhamdulillah gak terasa sakit gue satu-satu ngucapin makasih sambil minta maaf juga tadi udah marah-marah kwkwkw. Bener kata emak gue, sembuhnya orang melahirkan tuh ya setelah lahiran. Gue kayak orang paling sehat sedunia, masih punya tenaga dsb kwkwkw. Dari bilik sebelah gue bisa denger Abang sedang meng-adzankan Umaro. 
Udah suka Senyum Dari Lahir...

Sebelum Umaro dibawa ke ruang sebelah, gue di kasih kesempatan untuk IMD. Saat pertama kali si Bakukuk (panggilan kesayangan buat Umaro) dalam pelukan gue langsung bilang "Nak... kita sama-sama belajar ya. Bunda belajar jadi orangtua. Kamu belajar jadi manusia yang berakhlak karimah"

Kali ini rasanya bener-bener haru. Apalagi melihat Umaro yang sedang berusaha mencari puting untuk IMD. Tapi haru itu seketika hilang saat suster gak sabaran akhirnya narik puting gue untuk langsung di tangkap Umaro kwkwkw.

Harapan segera pulang...
Dengan bahagia bisa lahiran normal, berarti besok sudah bisa pulang ternyata cuma mimpi. Suster kasih kabar kalau umaro terkena infeksi karena keracunan ketuban. Tuh kaaaaan... kalau gue gak marah-marah kayak apa jadinya.

Tanggal 16 April 2016 akhirnya kami baru bisa pulang dengan membayar tagihan melahirkan Normal rasa SC *nyengir Kuda.


Emak Babeh Dari Jakarta

Pulang sebentar taruh tas, kami langsung capcus lagi ke bandara jemput Emak sama babeh dari Jakarta. Tapi gue sama Umaro nunggu di mobil ajah, gak ikut keluar.

Hamil sampai melahirkan Umaro memberikan gue pelajaran berharga tentang takdir. Gue percaya dengan atau pun tanpa induksi, SC ataupun Spontan/normal Umaro akan lahir di hari dan jam yang di tentukan Allah. Sebelum dia lahir pun gue sudah yakin bahwa dia akan memiliki takdirnya sendiri yang sudah tertulis pula kapan dia akan kembali.
Yangkung & Yangti dari Yogya

Namun saat memilikinya gue menjadi lupa. Lupa kalau dia hanya di titipkan. Lupa kalau takdir nya sudah tertulis. Dan kepergian Umaro kembali kepada sang Khalik adalah pelajaran untuk mengingat, bahwa semua yang hidup akan mati. Kita yang hidup hanya menunggu giliran. Kita yang di tinggal hanya diberi peringatan. Kita yang hidup hanya perlu berproses menjadi lebih baik saat menghadapi ujian dari-Nya.
Pemandangan paling romantis...

Baca Juga : Proses Takhnik Umaro
Diberdayakan oleh Blogger.